<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049</id><updated>2011-11-25T22:53:40.632-08:00</updated><title type='text'>HIKMAH HIDUP</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi tentang kumpulan artikel-artikel Abu Labib 'Abdullah, baik tulisannya sendiri maupun dari beberapa situs-situs Muslim lainnya. 

Semoga saja artikel-artikel yang singkat dan syarat dengan hikmah ini bisa menjadi magnet untuk membawa perbaikan bagi setiap yang membacanya.

Saran dan kritik membangun dari antum semua pembaca, sangat kami harapkan. Sekali lagi semoga bermanfaat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>138</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-2028722437678059966</id><published>2010-04-28T01:58:00.001-07:00</published><updated>2010-04-28T01:58:31.343-07:00</updated><title type='text'>Bahaya Televisi Bagi Anak</title><content type='html'>Mungkin kita masih ingat sebuah SMU di Colorado Amerika Serikat yang dibanjiri darah 25 siswanya. Mereka tewas dibantai oleh dua siswa yang berulah laiknya seorang Rambo. Dengan wajah dingin tanpa belas kasihan, kedua anak itu membrondong temannya sendiri dengan peluru panas. Kejadian ini sungguh menggemparkan dan banyak pakar yang menuding tayangan kekerasan di televise atau computer (game dan internet) sebagai biangkeladi tindak kekerasan yang terjadi di kalangan anak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tudingan yang dilakukan oleh para pakar terhadap media massa terutama televisi sebagai biangkerok tindak kekerasan dan prilaku negatif lainnya sudah berlangsung sejak lama. Sekitar dua dekade musik rock disalahkan sebagai penyebab kasus pembunuhan di kalangan remaja. Begitupun film kartun yang berjudul Beavis dan Butthead dituding sebagai penyebab maraknya kasus pembakaran rumah di mana pelakunya adalah anak-anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh buruk lain TV terhadap anak-anak dan juga remaja tampak sekali pada gaya hidup mereka. Mereka merasa sangat gengsi bila tidak bisa makan makanan yang sering muncul di TV. Makanan fast food seperti fried chichen, pizza, hamburger, dan jenis makanan lainnya yang di negara asalnya merupakan makanan biasa saja menjadi makanakan yang sangat luar biasa. Anak-anak ini lebih memilih fast food ketimbang wortel, bayam, kangkung atau tempe goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tak bisa dipungkiri, bahwa televisi hari ini bisa lebih dekat kepada anak daripada orang tuanya. Contoh yang sangat nyata adalah, ketika orang tua (ayah dan ibu)nya pergi bekerja, maka si anak akan menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar TV. Hal semacam ini berulang terus hingga anak tersebut hafal semua jenis iklan yang ditampilkan di televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin beranekaragamnya acara yang ditampilkan televisi, maka semakin senanglah anak-anak itu duduk berlama-lama di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi juga menjadi penyebab kurangnya komunikasi antar orang tua dan anak-anak. Bagaimana tidak, jika orang tua berangkat pagi dan pulang sore, maka alokasi waktu yang dimiliki orang tua kepada anaknya untuk sekedar berbincang-bincang saja rasanya sudah habis. Dari sinilah kerenggangan demi kerenggangan antara anak dan orang tua mulai tumbu, perlahan tapi pasti. Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan sekali apa yang diinginkan anak-anaknya. Bagaimana cara menyenangkan hati mereka. lebih dari itu adalah sudah menjadi tugas orang tua mendidik anak-anaknya agar terhindar dari dekadensi moral yang disebabkan oleh tayangan-tayangan televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi ibarat dua mata pisau. Di sisi lain, televisi memang sangat baik untuk menjaring informasi. Tapi di lain sisi, televisi mampu menjadi monster pembunuh yang berdarah dingin. Perlahan tapi pasti televisi mampu 'menggenggam' tumbuh kembang anak-anak dalam kesehariannya. Akibatnya, anak-anak lebih cenderung menjadi sama persis seperti apa yang sering dilihatnya selama di layar televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Televisi&lt;br /&gt;Pada dasarnya, media cetak itu lebih menitikberatkan pada sasaran intelektual seseorang. Tetapi tidak halnya dengan televisi. Yang menjadi sasaran utama televisi adalah emosional (perasaan) seseorang. Dengan kata lain, pembaca media cetak seperti koran, majalah, tabloid dan sebagainya yang bermain lebih dominant adalah akalnya, sementaras penonton televisi lebih pada perasaannya. Karena itu, suatu hal yang sangat wajar bila anak-anak atau bahkan orang dewasa sekalipun terkadang sering mengikuti gaya seseorang yang ada dalam televisi yang dilihatnya.&lt;br /&gt;Karena itu pula, televisi mampu menyulap sikap dan prilaku masyarakat, terutama pada anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Skomis, dibandingkan dengan media massa (radio, surat kabar, majalah, buku dan lain sebagainya), televisi tampaknya mempunyai sifat istimewa. Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar hidup (live) yang bisa bersifat informatif, hiburan, ekonomi, pendidikan, atau bahkan gabungan ketiga unsur tersebut. Ekspresi korban bencana alam tsunami di Aceh beberapa tahun lalu misalnya, bisa terungkap dengan lengkap lewat layar televisi, tidak lewat koran atau majalah juga radio. Sorak sorai supporter piala dunia 2006 baru-baru ini, demonstrasi para mahasiswa yang menolak kenaikan SPP di Makasar beberapa hari lalu, atau ratapan rakyat Palestina sampai hari ini yang menjadi bulanan tentara Israel bisa kita saksikan lewat kotak ajaib yang bernama televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi penontonnya, sangat beragam. Mulai anak-anak sampai orang tua, petani sampai pejabat tinggi yang ada di kota-kota bisa menyaksikan acara-acara yang sama dalam televisi. Tidak hanya itu, penonton juga bebas memilih stasiun-stasiun televisi yang disenangi lengkap dengan tampilan acara-acara yang sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga sebagai media hiburan, televisi dianggap sebagai media hiburan yang ringan dan murah meriah. &lt;br /&gt;Selain itu, kelebihan lain dari televisi adalah sebagai media pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan-pesan edukatif dalam aspek kognitif, apektif, dan psikomotor bisa dikemas dalam bentuk program televisi. Secara lebih khusus lagi, program-program televisi bisa dirancang untuk menjadi media pembelajaran. Dalam hal ini misalnya televisi bisa menampilkan bagaimana cara merakit sepeda motor, bagaimana dampak merokok pada kesehatan manusia. Semua itu bisa ditampilkan dalam televisi. Pesan lain sebagai media pendidik, televisi bisa lebih memberikan kesan yang penuh makna secara khusus kepada peserta didik, misalnya dengan teknik close up, penggunaan animasi, sudut pengambilan gambar, teknik editing, dan trik-trik lainnya yang bisa menimbulkan kesan tertentu sehingga tujuan bisa dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kelebihan televisi yang mampu memberi perubahan kepada masyarakat luas, menimbulkan pro dan kontra. Kelompok yang pro memiliki anggapan bahwa televisi mampu menjadi wahana pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai positif masyarakat. Sebaliknya pandangan kontra melihat televisi sebagai ancaman yang dapat merusak moral dan prilaku destruktif lainnya. Jadi secara umum kontroversial tersebut dapat digolongkan dalam tiga kategori, yaitu pertama, tayangan televisi yang yang dapat mengancam tatanan nilai masyarakat yang telah ada. Kedua, televisi dapat menguatkan tatanan nilai yang telah ada, dan ketiga televisi dapat membentuk tatanan nilai baru dalam masyarakat termasuk lingkungan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Tayangan Televisi Terhadap Anak&lt;br /&gt;Gencarnya tayangan televisi yang beraneka ragam cukup membuat para orang tua khawatir akan nasib anak-anaknya beberapa tahun kedepan. Pak Yanto misalnya mengungkapkan keluhannya. Katanya, "Tayangan televisi hari ini sungguh sama sekali tidak mendidik bagi anak. Dari mulai tampilan seronok sampai masalah-masalah klenik," ungkapnya geram. Ungkapan Bapak yang tinggal di tinggal di Cileungsi ini tak salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kenyataannya memang demikian, televisi bukan lagi sebagai media pendidik malah menjadi perusak moral. Televisi bukan lagi menjadi tontonan yang bisa menuntun kearah kebaikan malah sebaliknya kepada keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YLKI) (Mulkan Sasmita, 1997), persentase acara televisi yang secara khusus ditujukan kepada anak-anak relatife kecil, hanya sekitar 2,7 – 4,5 % dari total tayangan yang ada. Namun yang lebih mengkhawatirkan lagi bagi para orang tua adalah ternyata persentase yang sekecil ini pun materinya sangat menghawatirkan bagi perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan, maka tayangan-tayangan yang banyak ditujukan untuk anak-anak adalah kartun-kartun yang meniadakan pesan sosial yang konstruktif. Malah sebaliknya tayangan untuk anak-anak itu seoalah sengaja diciptakan untuk mengubah kebaikan menjadi keburukan. Lihat saja tampilan tokoh-tokoh kartun yang bersifat antagonis yang menampilkan kekerasan harus dibalas dengan kekerasan, dan intrik-intrik kejahatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Handayani (1997) terhadap film kartun Jepang, seperti Sailor Moon, Dragon Ball, dan Magic Knight Ray Earth. Ia menemukan bahwa film tersebut banyak mengandung adegan antisosial (58,4% daripada adegan prosisial 41,6%). Hal ini sungguh ironis sekali, karena film bertemakan kepahlawanan. Studi ini menemukan bahwa kategori perlakuan antisocial yang paling sering muncul berturut-turut adalah kata-kata kasar 38,56%, mencelakakan 28,46%, dan pengejekan 11,44%. Sementara itu kategori prososial, prilaku yang kerap kali muncul adalah kehangatan 17,16%, kesopanan 16,05%, empati 13,43%, dan nasihat 13,06%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca hasil penelitian di atas, maka sangat mungkin sekali anak-anak akan terpengaruh oleh tayangan-tayangan yang mampu menciptakan moralitas yang buruk. Gencarnya tayangan semacam di atas, membuat para orang tua semakin khatir memikirkan prilaku anak-anaknya yang semakin menjadi-jadi. Karena manusia adalah makhluk yang suka meniru dan imitatif, maka tak heran anak-anaklah orang yang lebih menonjol memiliki sifat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kasus pembunuhan, pelecehan seksual, pencurian, tawuran dan tindakan kriminalitas lainnya yang dilakukan oleh remaja tak lain adalah buah dari tontonan yang ditampilkan televisi secara bebas. Akibatnya tentu bukan hanya keluarga atau masyarakat yang merasakan getahnya tapi juga negara bisa merasan dari sifat dan sikap negatif para remaja ulah televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghindari acara-acara televisi yang tidak mendidik, maka peran serta keluarga terutama orang tua sangat diharapkan. Sebenarnya, orang tua bisa membuat jadwal khusus kapan anak-anak harus menonton televisi dan kapan saatnya harus belajar. Selain itu, penanaman nilai agama sejak dini sudah harus dilakukan agar bekal itu bisa menjadi kendali anak dalam menimbang mana yang baik dan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang tua harus menjadi teladan yang pertama dalam mendidik anak-anaknya bila tak mau anak-anaknya mengambil teladan dari para tokoh kartun yang dikonsumsinya. Jadi, peran orang tua adalah harus mampu mewaspadai tayangan-tayangan televisi yang bisa merusak moralitas anaknya. Sebab anak adalah cikal bakal pemimpin masa depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-2028722437678059966?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/2028722437678059966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/bahaya-televisi-bagi-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/2028722437678059966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/2028722437678059966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/bahaya-televisi-bagi-anak.html' title='Bahaya Televisi Bagi Anak'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-8730607581644375830</id><published>2010-04-23T08:18:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T08:18:46.723-07:00</updated><title type='text'>Nasehat untuk Remaja Putri</title><content type='html'>Dentum kekufukuran terdengar di sana sini. Gimana enggak ? Segala fasilitas hidup dari hiburan sampai semi pendidikan , penuh dengan simbol-simbol kekafiran. Yang sering jadi menjadi sasaran adalah anak-anak dan kalangan remaja terutama kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jaga aqidahmu !&lt;br /&gt;Kembalillah kepada dasar keyakinan yang tertuang dalam syahadatmu laa ilaahaillaallah. Periksa segala amal perbuatanmu , jaga pendengaranmu, dan perhatikan pemikiranmu. Adakah simbol-simbol kekafiran mulai mengeser dirimu dari persaksian suci itu? Masihkah hidupmu secara murni ditujukan untuk Rabbmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol-Simbol Kekafiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali saudari-saudari yang terjebak dalam lakon khayalannya , membayangkan hal-hal yang indah yang sebenarnya adalah kekufuran , diantaranya adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perdukunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita sekarang yang karena ingin tampil lebih memikat, datang ke dukun karena meminta susuk , atau doa pelet dan sejenisnya untuk menarik lawan jenisnya,bahkan demi menghadapi persaingan bisnis atau memperebutkan lowongan kerja , rela pergi ke dukun untuk meminta jampi- jampi. Semuaanya itu adalah kekufuran dan jangan sekali-kali menganggapnya remeh . Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun dan mempercayai apa yang diucapkannya , maka ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW(H.R Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ziarah kubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trend yang muncul sekarang adalah kebiasaan berziarah ke makam orang-orang terkenal , yang kebanyakan adalah orang-orang kafir .Yakni setelah sebelumnya juga melayat dan mengikuti jenazahnya . Ribuan kaum muslimin dan muslimat , mengiringi rombongan seorang penyanyi kafir yang baru meninggal dunia.Bahkan ada yang pergi ke kuburan orang yang dianggap shalih , biar enteng jodoh, karir sukes,dll. Wal’iyadzu billah.&lt;br /&gt;Namun berziarah kubur seperti yang telah disyariatkan boleh-boleh saja(menurut sebagian ulama) bagi kaum wanita, bila tidak terlalu sering, untuk mengingat mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengucap salam kepada orang kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar dianggap supel, ramah, gaul banyak saudari kita yang tega mengucapakan salam kepada perempuan-perempuan kafir, atau sekedar menjawab salam mereka dengan mesra. Rasulullah bersabda : Janganlah memulai memberi salam pada orang-orang yahudi dan nasrani (H.R Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang mirip adalah memberi selamat sehubungan dengan hari raya mereka.Meski hanya basa-basi namun tidak ada basa-basi dalam kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Enggak mempelajari Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan belajar Islam, merupakan salah satu sebab kekufuran, bahkan bila disertai penolakan, bisa menjadi kekafiran itu sendiri. Sekarang ini , muda-mudi lebih gandrung terhadap ilmu-ilmu modern yang hanya distel untuk memajukan prestasi dan mengejar karir saja seperti Internet, Komputer, Bahasa Inggris. Namun sebenarnya semuanya bisa diatur untuk memajukan dakwah,tapi sayang bukan itu yang menjadi tujuan utama di sebagian muda-mudi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pergi ke negri kafir tanpa kebutuhan mendesak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin semaraknya tawaran biro perjalanan untuk memberikan service paket perjalanan ke luar negri, hadiah berekreasi keluar negri, tontonan pertandingan sepakbola piala dunia, bahkan mengisi bulan madu yang sebenarnya amat suci dan sakral ke negri-negri orang kafir, membuat kaum wanita senang untuk pergi ke sana. Apa mereka tidak takut terjerumus dalam kekafiran? Sementara tawaran-tawaran tentu saja lebih semarak di negri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Mengejek Kaum muslimin yang mangamalkan sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti: 1. memandang rendah pemuda-pemuda muslim yang menghindari kehidupan bebas , enggak mau ikutan berhura-hura, menghadiri pesta-pesta yang banyak maksiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memandang sebelah mata seorang pemuda muslim yang berjenggot , berbaju gombrong, memakai peci , dan sejenisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merasa kurang enak bergaul dengan teman putri yang berjilbab besar , bercadar, dan enggak supel sama kaum lelaki, enggak bisa diajak nonton ke bioskop apalagi masuk Night Club.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perasaan itu adalah rasa benci terhadap syariat Allah, tanpa disadari. Dan ingatlah sabda Nabi :” Seseorang akan dikumpulkan bersama idolanya”. Nah, siapakah idola saudari , orang bertakwa atau orang ahli maksiat..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Bersumpah atas Nama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersumpah atas nama selain Allah adalah syirik. Bila dilakukan secara spontanitas tanpa keyakinan apa-apa, maka ia adalah syirik kecil. Bila dilontarkan dengan keyakinan , maka itu adalah syirik besar yang menegeluarkan pelakunya dari Islam. Maka berhati-hatilah jangan sampai bersumpah atas nama selain Allah. Sekarang ini muda-mudi amat gampang sekali mengucap sumpah. Sedikit-sedikit ” suwer, sumpah, samber geledek”.Betapa itu merupakan kebiasaan yang jelek sekali dan menjerumuskan ke dalam kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudariku, peliharalah aqidahmu dari segala kemungkaran dan kekufuran. Banyak-banyaklah mengaji , pelajari Islam sungguh-sungguh, dan katakanlah dengan penuh kewibawaaan:’ Saya adalah wanita muslimah.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-8730607581644375830?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/8730607581644375830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/nasehat-untuk-remaja-putri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8730607581644375830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8730607581644375830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/nasehat-untuk-remaja-putri.html' title='Nasehat untuk Remaja Putri'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-7902860012897164737</id><published>2010-04-23T08:16:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T08:16:08.780-07:00</updated><title type='text'>Bekal Menuju Akhirat</title><content type='html'>Hari akhir pasti datang. Seluruh manusia kelak akan dibangkitkan dan diperhitungkan sesuai amalnya. Pada hari itu akan terbongkar semua rahasia, tak ada yang bisa dirahasiakan seperti hidup di dunia. Bahkan seluruh rahasia hati saat itu akan dibeberkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu seluruh manusia akan menyesali perbuatannya. Tak ada yang bisa lari dari ke-Maha Besara-Nya. Sekecil apapun kebaikan atau keburukan pasti akan mendapat balasannya. Karena itu, berhati-hatilah menghadapi hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya menuju sebuah perjalanan yang panjang lagi melelahkan, maka seseorang dalam menempuhnya tentu akan membawa bekal sebagai persiapan. Tak berbeda dengan perjalanan menuju akhirat, kita pun membutuhkan bekal yang tak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau akhirat itu benar adanya, tapi tidak setiap orang pandai mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Karena itu, banyak di antara manusia yang lalai dan lengah sebab terlena dengan gemerlapnya dunia fana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal waktu yang diberikan-Nya untuk beramal di dunia ini hanya sebentar. Waktu yang singkat itulah bakal yang akan menentukan kehidupan abadi seseorang di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat di siang hari.” (QS.Yunus : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menuju akhirat begitu cepat mendekat. Namun masih banyak dari kita yang menunda-nunda untuk mencari bekal menuju kehidupan abadi selamanya itu. Karena itu Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya, “Telah dekat kepada manusia hari (yang akan) menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).” (QS. Al Anbiya : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua bekal utama yang harus dipersiapkan setiap muslim guna menempuh perjalanan akhirat yaitu; pertama, bekal iman. Dengan iman yang kokoh ini hati bisa bersabar dalam menerima berbagai cobaan. Dengan iman, Allah akan menjadikan hati semakin istiqomah dalam menempuh perjalanan hidup yang singkat ini. Allah SWT berfirman, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim : 27). Kehidupan di akhirat di sini maksudnya kehidupan dalam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal kedua ialah amal shalih, dengan amal shalih inilah yang akan memasukkan kita ke dalam surga. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih ke dalam surga-surga yang bawahnya mengalir sungai-sungai.” (QS Al Hajj: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan bekal menuju akhirat itu, Rasulullah SWA empat belas abad silam pernah mengingatkan kita dalam sabdanya, ”Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara.” Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika engkau berada di waktu sore hari, maka jangan menunggu pagi hari dan jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum kamu mati.” (HR.Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saudaraku, persiapkan bekal sebanyak mungkin untuk menuju perjalanan panjang yang melelahkan dalam kehidupan yang kekal lagi abadi…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-7902860012897164737?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/7902860012897164737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/bekal-menuju-akhirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7902860012897164737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7902860012897164737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/bekal-menuju-akhirat.html' title='Bekal Menuju Akhirat'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-4767917074481119871</id><published>2010-04-23T08:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T08:15:10.726-07:00</updated><title type='text'>Sebenarnya, Kapan Hidup Kita Bermula?</title><content type='html'>Alkisah, di suatu pagi ada seorang lelaki tua yang terbiasa jalan pagi setelah melaksanakan shalat Shubuh. Lelaki tua itu biasanya jalan pagi sejauh kurang lebih satu kilom meter.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sedang bersiap-siap dengan sepatu ketnya, tiba-tiba ada lelaki tua lain seuisianya dengan wajah ceria, badan tegap dan memakai sepatu ket juga menghampirinya dan bertanya, “Pak Haji, ayo kita jalan pagi biar sehat,” katanya. Maka lelaki tua yang disapa pak haji itu berjalan mengiringi langkah lelaki tua yang masih tampak tegap tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa jauh mereka berjalan, tiba-tiba di depan lelaki tua tegap tadi berjalan juga seorang lelaki tua dengan mengenakan jas hitam, dan tongkat sebagai penyangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua berjas hitam itu tiba-tiba berhenti dan memegangi kedua lututnya yang tampak sedang kesakitan. Setelah mendekati lelaki tua berjas hitam itu, lelaki tua berbadan tegap bertanya kepadanya, “Mengapa berhenti, ada apa dengan kedua kaki anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, beginilah jika sudah tua. Badan sakit beribu rasa. Aku bingung, kapan hidupku akan berakhir?” ungkap lelaki tua berjas hitam itu pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ungkapan lelaki tua berjas hitam itu, lelaki tua tegap itu segera menimpali. Katanya, “Mengapa anda bicara seperti itu. Memang kapankah sebenarnya hidup ini bermula,” tanyanya kepada lelaki tua berjas hitam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Dari sekelumit kisah di atas, ada satu hal yang menghentak hati kita, yaitu pertanyaan lelaki tua tegap itu kepada temannya lelaki tua berjas hitam yang menanyakan “kapan sebenarnya hidup ini bermula?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, pernahkah pertanyaan seperti di atas hinggap di hati kita? Pernahkah kita berfikir kapan sebenarnya hidup kita bermula? Sebuah pertanyaan yang mampu menyingkap eksistensi kita di dunia ini. Sebuah pertanyaan jitu yang syarat akan makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita hayati, sebenarnya kita tak pernah tahu kapan hidup ini bermula. Apakah sejak kita terlahir ke dunia? Jawabannya adalah belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lelaki tua tegap tadi sebenarnya mengandung dua hal yang saling berkaitan. Pertama, sebenarnya kita tak pernah tau kapan hidup ini bermula. Kedua, pertanyaan itu mengandung pengertian bahwa hidup adalah keluhan, kehampaan, keterasingan dan kematian itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Muslim, tentu dalam menjalani hidup yang singkat ini, waktu adalah segala-galanya. Pandai memanfaatkan waktu untuk kebaikan berarti kita akan memetik kebaikan abadi di akhirat kelak. Kaitannya dalam hal ini, setiap hidup adalah keterasingan, kehampaan, keluhan bahkan kematian bila tak pandai memanfaatkan waktu yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Dalam Alqur’an surat Al ‘Ashr, Allah SWT sendiri telah bersumpah bahwa hidup anak Adam selalu diliputi kerugian yang sangat besar di akhirat kelak. Ayat ini berlaku untuk semua manusia, kafir atau Muslim, yang pasti dia adalah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat selanjutnya Allah SWT mengatakan kecuali bagi orang-orang yang menegakkan kesabaran dan bersungguh-sungguh dalam beramal shalih, maka merekalah orang-orang yang kelak akan mendapatkan keberuntungan. Berita ini tidak lagi bersifat umum. Tetapi khusus bagi orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Kita tak pernah tahu kapan hidup ini bermula. Tetapi kita juga tak perlu mengajukan pertanyaan pesimis seperti yang ditanyakan lelaki tua berjas hitam tadi yang mengatakan, “kapan hidup ini akan berakhir?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, ungkapan itu muncul karena lelaki tua berjas hitam itu merasa di hari-hari tuanya semakin terasa tak bermakna, hampa, garing dan hanya hidup hanya akan menjadi beban bagi anak-anaknya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan itu wajar memang, tapi yang tak wajar adalah mengapa seolah-olah lelaki tua berjas hitam itu tahu kapan hidup ini bermula?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Itulah kehidupan. Tumbuh, berdiri, lalu jatuh berguguran di hempas desiran angin senja. Karenanya, bagi seorang muslim, hidup adalah kematian bila hari-harinya tak diisi dengan amalan-amalan shalih, bersabar dalam menegakkan kebenaran, dan beramal dengan kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini tak ada artinya sama sekali bila tak mampu menyerap isyarat-isyarat dari Ilahi. Hidup seseorang sama dengan matinya bila tak mampu memenej waktu dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;br /&gt;Tanyakan pada diri kita “kapan hidup ini bermula?” Dan buang jauh-jauh pertanyaan “kapan hidup ini berakhir?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua bisa jadi adalah racun. Ia adalah ungkapan lemah yang bisa mematikan syaraf berfikir, semangat dan cita-cita. Ia adalah satu ungkapan dimana hati dan akal sudah tak bisa lagi membedakan antara sikap dan sifat. Dan itu adalah ungkapan orang-orang lemah yang menjalani kehidupan ini dengan ceroboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu adalah virus. Hindari dan jangan sampai pertanyaan itu memasung cita-cita mulia kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis dari ungkapan alm. Hi. Ihsan Putra, “hidup adalah kematian dan kematian adalah kehidupan” saat kultum ba’da Shubuh di Masjid At Taqwa Ponpes Al Fatah Bogor)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-4767917074481119871?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/4767917074481119871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/sebenarnya-kapan-hidup-kita-bermula.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4767917074481119871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4767917074481119871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/sebenarnya-kapan-hidup-kita-bermula.html' title='Sebenarnya, Kapan Hidup Kita Bermula?'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-5542145864830842311</id><published>2010-04-23T08:13:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T08:13:42.593-07:00</updated><title type='text'>Wasiat sebelum Tidur</title><content type='html'>Dikisahkan suatu ketika, Fathimah merasa lelah karena banyaknya pekerjaan yang harus ditanganinya, terutama pengaruh alat penggiling yang biasa digunakannya untuk menggiling gandum. Maka dia pun pergi menemui Rasulullah SAW untuk meminta seorang pembantu wanita yang bisa membantunya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Fathimah memasuki rumah Nabi SAW, dia tidak mendapatkan beliau. Dia hanya mendapatkan Aisyah, Ummul Mukminin. Lalu Fathimah menyebutkan keperluannya kepada Aisyah. Tatkala Nabi tiba, Aisyah mengabarkan urusan Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mempertimbangkan permintaan Fathimah. Dan, memang beliau mempunyai beberapa orang tawanan perang, ada pula dari kaum wanitanya. Tetapi tawanan-tawanan ini akan dijual, dan hasilnya akan disalurkan kepada orang-orang Muslim yang fakir, yang tidak mempunyai tempat tinggal dan makanan kecuali dari apa yang diberikan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi SAW pergi ke rumah Ali, suami Fathimah, yang saat itu keduanya hendak tidur. Beliau masuk rumah Ali dan Fathimah setelah meminta ijin dari keduanya. Tatkala beliau masuk, keduanya bermaksud hendak berdiri, namun beliau berkata. “Tetaplah engkau di tempatmu.” “Telah dikabarkan kepadaku bahwa engkau datang untuk meminta. Lalu apakah keperluanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathimah menjawab, “Ada kabar yang kudengar bahwa beberapa pembantu telah datang kepada engkau. Maka aku ingin agar engkau memberiku seorang pembantu untuk membantuku membuat roti dan adonannya. Karena hal ini sangat berat bagiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata, “Mengapa engkau tidak datang meminta yang lebih engkau sukai atau lebih baik dari hal itu?” Kemudian beliau memberi isyarat kepada keduanya, bahwa jika keduanya hendak tidur, hendaklah bertasbih kepada Allah, bertakbir dan bertahmid dengan bilangan tertentu yang disebutkan kepada keduanya. Lalu akhirnya beliau berkata, “Itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali tidak melupakan wasiat ini, hingga setelah istrinya meninggal. Hal ini dikatakan Ibnu Abi Laila, “Ali berkata, ‘Semenjak aku mendengar dari Nabi SAW berwasiat, aku tidak pernah meninggalkan wasiat itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bertanya, “Tidak pula pada malam perang Shiffin?”&lt;br /&gt;Ali menjawab. “Tidak pula pada malam perang Shiffin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Qurthuby, beliau mengajarkan dzikir kepada keduanya, agar ia menjadi pengganti dari do’a tatkala keduanya dikejar kebutuhan, atau karena itulah yang lebih beliau sukai bagi putrinya, sebagaimana hal itu lebih beliau sukai bagi dirinya, sehingga kesulitannya bisa tertanggulangi dengan kesabaran, dan yang lebih penting lagi, karena berharap mendapat pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan kita? Sudahkah setiap kita akan tidur menugcapkan zikir seperti yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Fatimah dan Ali? Wallahua’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-5542145864830842311?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/5542145864830842311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/wasiat-sebelum-tidur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5542145864830842311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5542145864830842311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/wasiat-sebelum-tidur.html' title='Wasiat sebelum Tidur'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-6404532233875235688</id><published>2010-04-23T08:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T08:12:06.636-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA TELAT MENIKAH?</title><content type='html'>Pernikahan menjadi dambaan banyak orang, terutama para ikhwan dan akhwat. Pernikahan menjadi harapan ketika fungsi-fungsi hormonal tubuh sudah matang. Pernikahan menjadi mimpi indah ketika jiwa tidak lagi bisa dipuaskan dengan menjadi anak ideal. Bahkan, pernikahan menjadi jawaban kongkret atas berbagai “tekanan” sosial yang terus menghantui wanita-wanita Timur.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menikah merupakan suatu perjanjian besar yang merupakan sunah nabi, dan tentu kita tidak akan melakukannya dengan main-main. Karena hal ini, bagi sebagian besar orang merupakan sesuatu yang hanya ingin dilakukannya sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk melangkah ke jenjang rumah tangga itu, mau tidak mau kita harus menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Paling tidak sebelum kita memutuskan untuk mengambil keputusan besar itu (berumah tangga), ada empat (4) hal yang harus dipersiapkan antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kesiapan Pemikiran&lt;br /&gt;Kesiapan pemikiran ini mencakup paling tidak mencakup tiga (3) hal:&lt;br /&gt;Kematangan visi keislaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai kematangan visi keislaman berarti memiliki dasar-dasar pemikiran yang jelas tentang identitas ideologinya. Ketika seorang muslim ingin menikah, ia harus mengetahui dulu bahwa ia adalah muslim. Namun, di atas itu ia juga harus mengetahui mengapa ia menjadi muslim, sehingga ia mampu dihadapkan kepada berbagai pilihan dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pernikahan bukan perkara yang sulit (karena Islam sendiri sudah memudahkan masalah ini) tapi bukan pula merupakan perkara yang sembarangan. Disinilah kematangan visi keislaman sangat dibutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena setelah akad nikah terlewati akan ada status qowam (pemimpin) yang menempel pada diri seorang suami dan status bunda pada diri seorang istri yang di situ memerlukan kematangan visi keislaman. Nantinya akan terlihat peran qowam dalam memimpin bahtera rumah tangga, mau dibawa kemana isteri dan anaknya, dan akan ada peran seorang bunda sebagai ustadzah pertama bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkah seorang qowam dan seorang bunda akan pengetahuan islam; pengetahuan tentang pernikahan (sebelum dan sesudah akad nikah ditunaikan); pengetahuan tentang tauhid, akhlak, dsb yang nantinya akan diajarkan kepada jundi-jundi kecilnya; pengetahuan tentang hukum islam, etika islam, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akad nikah merupakan launcing berdirinya sebuah madrasah. Akad nikah barlangsung bersamaan dengan pengguntingan pita tanda dibukanya sebuah madrasah baru, bersamaan pula dengan dilantiknya sepasang ustadz dan ustadzah yang diwajibkan untuk siap mendidik jundi-jundi kecil yang nanti akan meramaikan madrasah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang ustadz dan ustadzah yang bersatu dalam sebuah ikatan suci ini nanti akan mengajarkan banyak hal pada jundi-jundi kecil-nya dan sekaligus akan mengecap pembelajaran-pembelajaran yang akan mendewasakan keduanya. Begitulah waktu bergulir. Akankah menjadi sebuah madrasah favorit yang akan dijadikan cerminan madrasah-madrasah lainnya ataukah akan menjadi madrasah yang buruk bahkan ambruk (na’udzubillah!) tergantung sematang apa visi keislaman yang ia punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematangan visi kepribadian&lt;br /&gt;Dua hambatan terbesar dalam berhubungan dengan orang lain yaitu bila kita tidak memahami orang lain dengan benar dan bila kita tidak mampu memahami diri kita sendiri dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai konsep diri yang jelas artinya ia mengetahui kepribadiannya sendiri dengan baik. Orang semacam itu akan mampu memahami keadaan dirinya sendiri sehingga akan melahirkan penerimaan diri yang baik.&lt;br /&gt;Ketika seseorang mampu menerima dirinya dengan baik, setelah menikah pada umumnya ia juga akan mampu menerima pasangannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematangan visi pekerjaan&lt;br /&gt;Point ini lebih khusus ditujukan untuk calon suami. Seorang ikhwan ketika memutuskan untuk menikah maka ia harus mempuyai perencanaan yang matang tentang bagaimana ia nanti akan menghidupi anak dan istrinya. Artinya, ia mempunyai visi yang jelas tentang pekerjaan yang akan dilakoninya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kesiapan Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang berumah tangga, tangung jawab (sebagai seorang qowam atau bunda) akan memberikan beban secara psikologis. Orang yang tidak sanggup menerima beban tidak akan kuat menghadapi beban kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan psikologis disini adalah kematangan tertentu secara psikis untuk menghadapi berbagai tantangan besar dalam hidup. Orang yang tidak matang secara psikologis akan menyebabkan banyak sekali masalah dalam keluarga ketika memasuki perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersama sahabat di rumah ‘Aisyah, datang sahabat lain membawa nampan berisi makanan. Nampan itu dikirim oleh salah seorang istri Rasul yang lain. Ketika ‘Aisyah mengetahui hal itu, ia langsung menghancurkan isi nampan di depan Rasul dan para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat membayangkan betapa malunya seorang pemimpin yang terganggu dalam situasi seperti itu. Sambil meneguk secangkir kopi, Rasul mengatakan kalau kita sekarang membutuhkan laki-laki yang bisa menghadapi masalah yang paling pelik dengan cara sederhana. Saat itu rasul berkata, “Ibu kalian sedang cemburu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Kesiapan fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah fisiknya sudah siap untuk menikah. Kita harus meyakini bahwa fisik kita sudah siap untuk menikah. Itulah sebabnya nikah terlalu dini juga tidak terlalu bagus (pada umur 12 tahun misalnya). Dalam kitab “al Hijab”, Maududi menjelaskan tentang hubungan seksual. Ketika alat reproduksi kita belum matang, hal itu bisa mempercepat perapuhan fisik secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Barat, orang yang melakukan hubungan seksual terlalu muda, pada umumnya setelah di atas usia tiga puluhan akan mengalami hambatan-hambatan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan orang yang telat nikah (menikah di atas umur 30 tahun). Menurut ahli kandungan, daya seksual di atas usia 30 tahun sedang menurun. Makanya laki-laki yang telat menikah, ketika berumur 40 tahun merasa masih harus membuktikan kelaki-lakiannya. Hal ini dibenarkan oleh para psikolog dengan menghembuskan isu puber kedua. Ini tidak benar di dalam Islam sehingga penting diketahui dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesiapan Finansial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada dalam perkawinan bukan hanya cinta. Aspek ekonomi juga sangat terlibat. Namun tidak berarti ketika seorang ikhwan yang ingin menikah ia harus menjadi ikhwan yang berkepribadian; ikhwan dengan rumah pribadi, mobil pribadi, perusahaan pribadi. Bukan itu. Tapi bagaimana seorang ikhwan siap menafkahi anak dan istrinya secara rasional, artinya dapat mencukupi kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kita memasuki dunia perkawinan hanya dengan semangat baja, “kalaupun mereka fakir nanti Allah yang akan membuat kaya”. Kita harus tetap ingat bagaimana cara Allah membuat orang kaya. Prosedurnya tetap manusiawi. Walaupun ada yang tidak menusiawi. Allah mengatakan, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Ia akan memberikan jalan dari arah yang tidak disangka-sangka”. Tapi sebagian besar kerjanya manusiawi. Seperti yang dikatakan Umar bin Khatab bahwa langit tidak akan menurunkan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Telat Menikah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, ada beberapa sebab mengapa seseorang telat nikah antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selera Tinggi&lt;br /&gt;Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. Inginnya mendapat pasangan yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya bagus, cakep, kaya raya, keturunan baik-baik, tinggi semampai, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, keibuan, hafal Al-Qur’an, pinter ceramah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian tentu susah mendapatkannya. Tak tahu harus mencari dimana, di super market jelas tidak mungkin ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang ditawarkan, selalu saja kandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang wanita juga punya kriteria khusus. Saya ingin nikah dengan yang sudah mapan dan cakep, dan lain-lain. Atau Paling tidak pegawai negeri atau yang sudah punya rumah pribadi dan mobil sendiri. Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak ikhwan dan akhwat yang harus telat nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Study Oriented&lt;br /&gt;Banyak juga yang telat nikah karena study oriented. Belajar dan belajar adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar.&lt;br /&gt;Karena kesibukannya belajar di kampus, sampai-sampai lupa kalo’butuh pendamping hidup. Tahu-tahu usia udah kepala empat. Kasus telat nikah karena alasan studi ini juga sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya Apa-Apa Dulu&lt;br /&gt;Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang diutarakan sebagain ikhwan untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang nikah tidak mesti harus punya hal-hal di atas terlebih dahulu. Rumah, ngontrak dulu juga tidak maslah. Nggak ada mobil juga tidak apa-apa, bisa naik angkutan, motor atau sepeda. HP, kulkas dan komputer tidak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus…he, he, he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua pingin…..&lt;br /&gt;Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan. “Sebenarnya sih udah pingin juga, tapi orang tua saya…”, demikian keluhan sebagian orang. Orang tua terkadang melarang si anak yang sudah ngebet ingin nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya macam-macam, seperti bantu orang tua dulu lah, jangan terlalu muda, rampungkan studimu, lanjutkan dulu karirmu…..Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para ikhwan dan akhwat jadi mikir lebih panjang tentang indahnya sebuah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti pada orang tua. Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, jika’ si anak mampu meyakinkan orang tua tentang kehidupan rumah tangganya, insyaAllah oke-oke saja mau nikah cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikah Itu Susah&lt;br /&gt;Ini alasan klasik ini juga sering diungkapkan sebagian ikhwan dan akhwat. Nikah itu susah, nggak usah terburu-buru. Belum lagi kalo’ udah punya anak, tambah susah lagi dong… Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Gagal&lt;br /&gt;Sebagian ikhwan maupun akhwat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya sempat terdengar oleh teman-teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan Ketat&lt;br /&gt;Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. Bahkan perbandingan antara ikhwan dan akhwat bisa lebih dari satu banding dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi kenyataan sebenarnya. Namun percayalah, Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendobrak Telat Menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena telat menikah bukan monopoli para muslimah. Para ikhwan pun merasakan tekanan hebat. Semakin bertambah umur, semakin sering berjumpa dengan kenalan, lalu mereka bertanya, “Kapan nikah?” Kenyataan seperti itu adalah tekanan yang bukan main beratnya.&lt;br /&gt;Kelambatan menikah bagi para ikhwan dilatar-belakangi banyak faktor, antara lain, belum siap memberi nafkah, belum menemukan calon yang tepat, menjadi tumpuan keluarga, tidak memiliki “modal” cukup untuk melangsungkan acara resepsi sesuai standar modern, kekhawatiran berlebihan melihat beban kehidupan rumah-tangga, terlilit beban utang, mengidap penyakit-penyakit serius dan aneka alasan lain. Masalah ini tidak cukup selesai dengan ucapan, “Wahai ikhwan, rezeki itu dari Allah. Tidak usah takut menikah hanya gara-gara soal rezeki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telat menikah bukan monopoli muslimah-muslimah biasa. Kalangan muslimah aktivis, shalihat, para penggiat dakwah, mereka pun merasakan hal yang sama. Hanya, cara mereka menyikapi problema itu lebih halus dan sabar. Realita kerisauan itu tetap ada, hanya lebih terkendali. Namun tidak dipungkiri, ada juga yang berguguran karena tidak kuat menahan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan telat menikah bukan masalah kecil. Kalau disimak, ini adalah persoalan sosial yang cukup serius. Dari titik ini menjalar berbagai persoalan ke tempat-tempat lain. Sikap liberal wanita dalam berbusana, bergaul, bersikap dan lain-lain, sebagiannya tampak dilandasi niatan ingin memenangkan “kompetisi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, sikap seperti itu justru melahirkan problema-problema baru yang tidak kalah serius: pelecehan seksual, pergaulan bebas, aborsi, demam pornografi, selingkuh dan lain-lain. Lalu apa solusi atas masalah ini? Tentu, kita tidak akan mengatakan, “Semua pihak harus peduli untuk berpikir keras mencari solusi-solusi yang lebih efektif dan efisien.” Budaya basa-basi seperti ini sudah selayaknya dilempar ke museum. Solusi itu bisa digali dengan mengoptimalkan kesadaran positif para muslimah itu sendiri antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kajilah kembali persoalan pernikahan ini, dari segi keindahan maupun tanggung-jawabnya. Jangan menyepelekan, namun juga jangan ketakutan. Bersikaplah adil. Mempersiapkan diri untuk memikul beban, tapi tetap bersemangat tinggi menyongsong hari-hari yang penuh sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pikirkan setiap peluang dan jalan-jalan ke arah pernikahan yang mungkin bisa kita dapatkan, sejauh itu halal dan benar. Jangan membuat sekat-sekat sehingga ia akan memenjara diri sendiri, namun juga jangan tergiur oleh aneka bujuk rayu yang bisa menyeret kita ke sudut-sudut menakutkan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jangan takut untuk menempuh risiko. Kalau dipikirkan, di dunia ini tidak ada yang tidak berisiko. Kesendirian ada risiko, melaju ke pernikahan adalah risiko, berumah-tangga pun tidak sepi dari risiko. Bukan risiko yang perlu ditakutkan, tapi takutlah jika kita jatuh ke lubang-lubang dosa karena salah melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, jawablah seluruh tawaran pernikahan yang datang kepada kita, seideal atau sesederhana apapun tawaran itu dengan jawaban ini, “Saya tidak begitu saja menolak atau menerima, namun beri saya waktu untuk istikharah. Biarlah petunjuk Allah yang akan menjawab ajakan ini.” Lalu tunaikan istikharah sesuai sunnah Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Jangan putus-putus menunaikan itu hingga hati Anda dilapangkan untuk memilih satu dari dua jawaban, menerima atau menolak. Wallahu a`lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-6404532233875235688?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/6404532233875235688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/mengapa-telat-menikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6404532233875235688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6404532233875235688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/mengapa-telat-menikah.html' title='MENGAPA TELAT MENIKAH?'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-6688195471782961495</id><published>2010-04-23T08:10:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T08:10:28.575-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Menikah</title><content type='html'>Menikah, adalah suatu hal yang dinanti-nanti. Keindahannya tak bisa dibayangkan kecuali bagi yang sudah mengalaminya. Dengan menikah, pikiran, dan hati menjadi tenang, tentram tak terkira. Pandangan jadi lebih bisa terjaga. Lebih dari itu, menikah adalah fitrah setiap anak Adam. Dengan menikah, seseorang bisa semakin lebih dewasa dalam berfikir, berprilaku bahkan dalam mengambil dan memutuskan sebuah pilihan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa dihayati mengapa seseorang itu harus menikah. Di antaranya; pertama, menikah berarti melengkapi agamanya. “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menikah bisa menjaga kehormatan diri. “Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bersenda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia melainkan suatu amal mulia yang dianjurkan. “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bersetubuh dengan istri termasuk sedekah. Suatu ketika para shahabat Nabi SAW berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih, takbir, tahlil dan tahmid terdapat sedekah; memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu di salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, “Ya, tentu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda, “Demikian pula bila dia menyalurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala. (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beliau bersabda, “Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat Dhuha dua rakaat.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125). Wallahua’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat ya bagi ikhwan dan akhwat yang sedang dalam masa mencari belahan jiwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-6688195471782961495?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/6688195471782961495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/indahnya-menikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6688195471782961495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6688195471782961495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/indahnya-menikah.html' title='Indahnya Menikah'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-7202165364964191069</id><published>2010-04-23T08:00:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T08:03:37.831-07:00</updated><title type='text'>Beban Berat Hakim</title><content type='html'>"'Hakim itu ada tiga golongan. Satu golongan di antaranya akan masuk surga dan dua golongan lainnya masuk neraka. Golongan yang masuk surga, yaitu hakim yang mengetahui kebenaran, lalu ia memutuskan perkara dengan benar, maka ia akan masuk surga."&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua golongan yang masuk neraka, yaitu pertama, seorang hakim yang tahu kebenaran, tetapi ia berbuat curang dengan sengaja, maka ia masuk neraka. Kedua, seorang hakim yang memutuskan perkara tanpa ilmu, maka ia pun masuk neraka.'' (HR Abu Daud, At Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi hakim memang sangat berat, sebab jika ia berlaku adil dalam memutuskan perkara, maka akan banyak tantangannya. Sebaliknya, bila ia curang dalam mengambil keputusan, maka neraka menjadi tempat tinggalnya kelak. ''Barangsiapa menjadi hakim, maka sungguh ia disembelih dengan tanpa (menggunakan) pisau.'' (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hakim atau qadhi (dalam bahasa Arab) harus berlaku benar dalam menegakkan hukum, walaupun terhadap diri sendiri dan keluarganya. Tidak ada KKN dalam menegakkan kebenaran. Tidak juga memandang warna kulit, suku bangsa, agama, apalagi jabatan. Sebab, fungsi hakim sebagai penegak hukum bagi setiap insan. Dalam hadis di atas, ada dua golongan hakim yang masuk neraka; hakim yang tahu kebenaran tapi menutupinya, dan hakim yang memutuskan perkara tanpa ilmu. Kedua golongan ini merupakan hakim durhaka yang menjatuhkan hukuman dengan sandaran yang menyimpang dari hukum-hukum Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.'' (QS Al-Maidah (5): 47). Selain fasik, seorang hakim yang durhaka juga disebut orang yang zalim. ''Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.'' (QS Al-Maidah (5): 45). Bahkan, lebih tegas lagi Allah SWT memberi label sebagai orang kafir. ''Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.'' (QS Al-Maidah (5): 44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena beratnya memangku jabatan, hakim dituntut agar bisa cermat dan adil dalam memutuskan perkara. Sedikit saja menyimpang dalam mengambil keputusan, maka akan mengakibatkan kerugian pada seseorang atau umat. Terdakwa yang seharusnya harum namanya jadi tercemar. Yang seharusnya bebas dari sel, terpaksa meringkuk di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pantaslah neraka sebagai tempat tinggal bagi hakim yang durhaka. ''Allah tidak akan menerima shalat seorang hakim yang durhaka (memutuskan perkara bukan berdasarkan pada apa yang telah diturunkan oleh Allah).'' (HR Al Hakim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-7202165364964191069?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/7202165364964191069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/beban-berat-hakim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7202165364964191069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7202165364964191069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/04/beban-berat-hakim.html' title='Beban Berat Hakim'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-1695030916108074115</id><published>2010-03-30T03:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T03:49:28.387-07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Otak</title><content type='html'>“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilat: 53). &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak orang yang terkagum-kagum dengan kecanggihan sebuah mesin bernama komputer yang sanggup melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan manusia atau menyaksikan kepintaran sebuah robot yang bisa melakukan perintah sesuai dengan yang diperintahkan sang pembuatnya, dan kemudian mereka mengagumi sang pembuat komputer/robot dan memuji betapa hebatnya dia. Namun sayangnya hanya sedikit yang menyadari bahwa dalam diri masing-masing orang terdapat begitu banyak hal yang luar biasa yang seharusnya lebih pantas dikagumi dan selanjutnya tentu saja mengagumi yang membuat hal-hal tersebut begitu luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kita ingin mencoba mempelajari sebuah benda yang lebih luar biasa dari sekedar komputer. Setiap dari kita mempunyai benda tersebut, letaknya di kepala kita. Mengapa dikatakan luar biasa? Tidak lain karena susunannya begitu rumit dan yang paling penting adalah keberadaannya begitu vital bagi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benda tersebut bernama otak. Karena fungsinya yang begitu penting bagi kehidupan manusia maka Allah SWT meletakkannya pada bagian paling atas dari tubuh kita. Otak kita berwarna putih dan diselimuti selaput yang berwarna merah muda. Pertama kali kita lahir ke dunia berat otak kita hanya sekitar 300 gram (sedikit lebih kecil dari berat otak seekor spipanse dewasa yaitu 420 gram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu otak kita mengalami perkembangan dengan kecepatan yang mengagumkan. Selama masa perkembangan itu sekitar 250000 neuron (sel syaraf) bertambah setiap menit. Perkembangan ini berlangsung selama beberapa tahun setelah kelahiran, ketika kita usia kita mencapai umur 2 tahun ukuran otak kita sudah mencapai sekitar 80% dari ukuran otak orang dewasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan otak tersebut mencapai puncaknya (tidak berkembang lagi) ketika kita sudah menginjak usia dewasa, pada saat itu berat otak kita rata-rata mencapai sekitar 1,3 – 1,4 kilogram, sedangkan jumlah neoron pada otak orang dewasa adalah sekitar 100 milyar. Perkembangan ini sesuai dengan perkembangan tubuh kita yang sudah tidak mengalami pertambahan tinggi lagi ketika kita mencapai usia tertentu (dewasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat otak tersebut hanyalah sekitar 2% dari rata-rata berat total tubuh kita, sekitar 70 kilogram. Meski berat tersebut jauh dibandingkan dengan berat otak seekor gajah dewasa yang mencapai 6 kilogram, tetapi fungsi dan tugas dari otak manusia lebih rumit dari hewan apapun yang ada di bumi ini. Itulah sebabnya mengapa manusia lebih cerdas dari pada hewan besar meskipun ukuran otaknya lebih kecil.&lt;br /&gt;Selama perkembangan tadi, sistem syaraf di dalam otak juga ikut berkembang. Dimulai dari jaringan embrio yang dinamakan ectoderm. Seiring dengan perkembangan sistem syaraf itu, bagian-bagian otak juga mulai membentuk ke arah bentuk yang lebih sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memudahkan penggambaran, sebagian ahli mengatakan bahwa otak yang telah terbentuk secara utuh mirip dengan huruf O yang beku (Jell O). Karena otak terdiri dari kumpulan-kumpulan jaringan yang sangat halus dan mudah rusak, maka seperti organ tubuh vital lainnya otak membutuhkan rumah yang bisa melindunginya dari kemungkinan-kemungkian yang bisa membuat jaringan yang ada di dalamnya rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa lapis jaringan yang melindungi otak kita. Bagian paling luar adalah kulit. Selanjutnya di bawah kulit tadi ada 8 tulang yang melindungi sekeliling otak: satu tulang depan, dua tulang parietal, dua tulang temporal, satu tulang occipital, satu tulang sphenoid dan satu tulang ethmoid. Depalan tulang ini membentul cranium. 14 tulang lainnya yang terdapat pada muka membentuk tengkorang secara utuh. Dan masih ada 3 tulang kecil pada setiap telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah tulang tengkorak terdapat sebuah lapisan khusus yang disebut meninges. Dikatakan lapisan khusus karena lapisan ini mempunyai tiga lapisan lagi. Lapisan terluar yang keras dan tebal dan berfungsi mencegah pergerakan otak di dalam tengkorak yang bisa mengakibatkan goresan dan menyebabkan pecahnya selaput darah disebut dura mater atau dura saja. Lapisan yang tengah berbentuk seperti laba-laba oleh karena itu disebut arachnoid (seperti laba-laba: Bhs. Yunani). Sedangkan lapisan yang paling dalam dan berdekatan dengan otak dinamakan pia mater atau pia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk menjaga ‘kelangsungan hidup dan stamina kerjanya’otak membutuhkan makanan berupa nutrisi. Nutrisi tersebut berupa sari pati dari makanan yang kita konsumsi dan oksigen yang dibawa melalui pembuluh darah. Pembuluh darah ini tidak hanya terdapat pada permukaan otak saja tetapi menembus sampai pada lapisan yang paling dalam. Pembuluh darah tersebut memasuki otak melalui lubang pada tengkorak kepala bernama foramina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun berat otak hanya 2% dari total tubuh manusia, tetapi mendapatkan pasokan darah sebanyak 15%, hal ini disebabkan karena sel-sel otak akan mati jika pasokan darah yang membawa oksigen tersebut terhenti. Oleh sebab itu otak menjadi prioritas yang paling utama dalam hal pasokan darah. Misalnya: pada suatu saat yang bersamaan organ tubuh lain sama-sama membutuhkan darah, maka tubuh selalu berusaha mendahulukan untuk mempertahankan ketersediaan pasokan darah ke otak. Mengapa? Jika sampai terjadi ‘keterlambatan’ pasokan darah ke otak maka akan menyebabkan kekacauan dalam tubuh manusia. Selain membawa zat-zat yang dibutuhkan oleh otak, darah juga bertugas membersihkan ‘kotoran’ yang ada pada otak agar sang otak selalu bekerja dengan baik tanpa gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah dipasokkan ke seluruh otak melalui 2 pasang pembuluh arteri yaitu: pembuluh arteri carotid dalam – internal carotid arteries - dan pembuluh arteri belakang – vertebral arteries. Pembuluh arteri belakang bagian kanan dan kiri bertemu pada dasar otak dan membentuk sebuah pembuluh basilar. Pembuluh basilar bertemu dengan pasokan darah dari pembuluh ateri carotid dalam pada lingkaran dasar dari otak. Lingkaran dari pembuluh arteri ini dinamakan Lingkaran Willis. Lingkaran Willis ini menciptakan sebuah mekanisme pengaman…. jika suatu saat salah satu dari pembuluh arteri tadi mengalami gangguan maka lingkaran tadi masih bisa menyediakan/memasok darah bagi otak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin sering mendengar tentang serangan otak atau dalam bahasa medis disebut Stroke. Kondisi ini terjadi jika pasokan darah ke otak berhenti dan jika ini berlangsung untuk waktu yang cukup lama maka neouron dalam otak akan mati karena kehabisan oksigen. Salah satu akibat nyata dari serangan otak ini adalah hilangnya kemampuan bicara seseorang, serangan yang lebih berat lagi bisa menimbulkan kelumpuhan pada anggota badan tertentu dan bahkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua penyebab utama dari serang otak: pertama adalah terhambatnya pembuluh darah pada otak atau leher yang disebabkan oleh penggumpalan darah pada otak atau leher, atau penggumpalan dari bagian tubuh yang lain dan kemudian menyumbat pembuluh darah pada otak atau leher, atau juga adanya penyempitan pembuluh arteri pada kepala atau leher. Kedua adalah jika terjadi pembuluh darah yang pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang bisa menyebabkan serangan otak seperti: tekanan darah tinggi, serangan jantung, kebiasaan merokok dan penyakit diabetes.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun tanda-tanda terjadinya serangan otak adalah: merasa lemah dan mati rasa pada wajah, lengan atau kaki pada salah satu bagian dari tubuh. Atau tiba-tiba tidak dapat melihat pada salah satu mata. Selain itu juga kesulitan berbicara atau kesulitan dalam memahami pembicaraan. Atau juga serangan sakit kepala secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. Bisa juga pusing yang tidak beralasan, tidak mampu berdiri atau tiba-tiba terjatuh khususnya jika dibarengi dengan salah satu tanda yang telah disebutkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban lain dari otak adalah dia mempunyai sistem pertahanan yang melindungi otak dari ‘penyusupan’ benda-benda asing yang terbawa saat mengangkut makanan. Sistem pertahanan itu disebut Penghambat Darah Otak atau Blood-Brain-Barrier (BBB). Selain mengawasi benda-benda asing yang mencoba menyusup, dia juga bertugas melindungi otak dari hormon-hormon dan neurotransmitter pada seluruh wilayah tubuh. Sedangkan tugas yang sangat penting lainnya adalah menjaga ‘lingkungan’ otak agar selalu pada kondisi yang tetap (tidak berubah-ubah).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi sistem penjagaan ini (BBB) bersifat semi-bocor, artinya dia mengijinkan beberapa benda masuk ke otak, tetapi menahan yang lainnya. Hampir semua bagian dari tubuh mempunyai bagian terkecil dari pembuluh darah yang disebut kapiler (caplliaries) terhubung dengan sel endothelial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sel-sel dalam jaringan endothelial ini mempunyai rongga sehingga bisa dilewati oleh zat-zat kimiawi (substrance) di antara bagian luar dan dalam dari pembuluh darah. Akan tetapi pada otak, sel-sel endothelial saling tertutup rapat sehingga tidak memungkinkan sesuatu masuk dalam aliran darah. Sedangkan untuk beberapa molekul, seperti glukosa didistribusikan melalui darah menuju otak dengan cara yang khusus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Molekul-molekul yang besar tidak dengan mudah memasuki otak melalui BBB. Selain itu molekul dari lemak rendah (lipid) yang bisa diserap juga tidak bisa menembus otak, tetapi molekul lipid yang bisa diserap seperti yang terdapat pada obat-obatan yang bisa membuat orang lemas atau tertidur dapat dengan mudah menembus otak. Sedangkan molekul yang mempunyai muatan listrik yang tinggi akan diperlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sistem pertahanan tersebut dapat didobrak oleh beberapa hal seperti; hipertensi (tekanan darah tinggi), adanya sebuah konsentrasi tinggi dari sebuah substansi pada darah, terkena radiasi, infeksi dan gelombang mikro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak manusia terdiri dari banyak bagian, yang mana setiap bagian mempunyai tugasnya masing-masing. Berikut ini kita coba melihat beberapa bagian dari otak dan fungsinya. Yang pertama adalah Cerebral Cortex, kata cortex berasal dari bahasa Latin yang berarti kulit kayu. Hal ini disebabkan karena cortex terbuat dari selembar jaringan yang berfungsi sebagai pelindung bagian luar dari otak. Ketebalan dari cerebal cortex berkisar antara 2 s/d 6 mm. Sedangkan lebar total permukaannya sekitar 2500 cm2 , kira-kira sebesar bantal untuk tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kanan dan kiri dari cerebral cortex dihubungkan oleh sebuah pita tebal dari urat syaraf dinamakan corpus callosum. Pada jenis mamalia tingkat tinggi seperti manusia cerebral cortex terlihat seperti benjolan dan berlekuk-lekuk. Benjolan yang ada pada cortex dinamakan gyrus dan lekukannya dinamakan sulcus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cerebral cortex mempunyai sebelas bagian yang masing-masing mempunyai fungsi yang sangat vital. Misalnya, Prefrontal Cortex; sebagai pengatur emosi, pemecah masalah dan untuk berfikir yang rumit. Motor Association, adalah pengkoordinir dari gerakan-gerakan yang rumit atau kompleks. Sedangkan Primary Motor, bertugas mengotrol gerakan-gerakan yang disengaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensory Association Area, mempunyai tugas mengolah semua informasi dari panca indra yang tersebar pada seluruh bagian tubuh manusia seperti pada wajah dan kulit. Sedangkan fungsi bagian lainnya secara ringkas adalah: mengolah dan memproduksi bahasa, sebagai tempat pertimbangan yang menggunakan akal sehat, memberikan tanggapan atas sesuatu, pendeteksi rangsangan visual yang sederhana, memproses informasi audio yang rumit serta pendeteksi kualitas suara (tingkat kekerasannya, intonasi, dan sebagainya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian berikutnya adalah cerebellum dalam bahasa Latin berarti “otak kecil”, letaknya adalah dibagian belakang batang otak. Pada beberapa hal cerebellum seperti cerebral cortex: cerebellum dibagi menjadi dua hemispheres dan mempunyai cortex yang mengelilinginya (hemispheres), atau dalam bahasa yang lebih umum kita sering mendengar istilah otak kanan dan otak kiri. Fungsi dari otak kiri adalah mengatur dan mengendalikan bagian dan organ tubuh yang ada di kanan dan fusngi otak kanan adalah sebaliknya. Adapun fungsi umum dari bagian ini adalah: mengatur gerakan, keseimbangan dan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, batang otak -Brain Stem- adalah istilah umum untuk daerah pada otak yang terletak antara thalamus dan yang terjadi dengan otak kanan – spinal cord. Susunan dalam batang otak terdiri dari medulla, pons, tectum, formasi reticular dan tegmentum. Beberapa dari daerah otak ini bertugas mengontrol sebagian besar dari fungsi dasar kehidupan seperti bernapas, detak jantung dan tekanan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hypothalamus terdiri dari beberapa bagian yang berbeda dan terletak pada bagian dasar dari otak. Ukurannya hanya sebesar kacang polong (kira-kira 1/300 dari berat total otak), tetapi mempunyai tugas yang sangat penting dalam mengatur kegiatan utama yang dilakukan oleh tubuh. Salah satu hal penting yang menjadi tanggung jawabnya adalah mengontrol mengontrol suhu tubuh. Hypothalamus berfungsi seperti sebuah “thermostat” yaitu dengan cara memantau perubahan suhu tubuh dan kemudian mengirim sinyal untuk menyesuaikan temperatur sesuai yang dikehendaki oleh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jika kita merasa terlalu panas, hypothalamus akan merasakan hal ini dan kemudian mengirim sinyal untuk memperbesar pembuluh kapiler pada kulit kita. Hal ini akan menyebabkan darah menjadi dingin lebih cepat. Hypothalamus juga mengontrol kelenjar bawah otak -pituitary. Fungsi lainnya adalah mengelola emosi, rasa lapar dan rasa haus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalamus menerima informasi dari panca indra dan memancarkan informasi ini ke cerebral cortex. Cerebral cortex juga mengirim informasi ke thalamus dan kemudian menyebarkan informasi ini ke bagian yang lain dari otak dan simpul tulang belakang cord. Fungsi lain dari thalamus adalah menjaga dan mengatur keselarasan panca indra dan keselerasan gerakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi hal-hal yang luar biasa yang bisa kita dapatkan ketika kita mempelajari lebih jauh lagi tentang otak. Meskipun saat ini sudah ribuan buku dan jurnal sertal artikel yang telah ditulis berdasarkan hasil ribuan penelitian panjang memakan waktu bertahun-tahun tentang otak dan bahkan telah mengatarkan ratusan bahkan ribuan orang untuk memperoleh gelar doktor dalam bidang ilmu otak, neuroscience. Sebagai informasi tambahan menurut data dari PubMed, mulai tahun 1996 sampai dengan tahun 2000 saja, setiap tahun rata-rata dibuat sekitar 30.000 laporan penelitian dan karya ilmiah tentang otak. Tetapi ribuan ilmuwan tersebut masih mengatakan: “There is more we do NOT know about the brain, than what we do know about the brain.” (Masih banyak yang TIDAK kita ketahui tentang otak, dari pada yang telah kita ketahui tentangnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci dan Maha Luas Ilmu Allah yang telah menciptakan ‘seonggok benda’ bernama otak yang begitu rumit dan sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Dia dengan firman-Nya yang berbunyi: “Katakanlah: ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)’” (Al Kahfi: 109) &lt;br /&gt;                        *******************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Bacaan:&lt;br /&gt;• Neuroscience for Kids, Dr. Eric H. Chudler, Washington University. &lt;br /&gt;  http://www.soton.ac.uk/~jrc3/chulder/neorok.html (sebagian besar dari artikel ini &lt;br /&gt;  diambil dari situs tersebut)&lt;br /&gt;• Emotional Intelligence, Daniel Goleman, Gramedia, Jakarta 1996.&lt;br /&gt;• Quantum Business, Bobby DePorter &amp; Mike Hernacki, Kaifa, Bandung 1999&lt;br /&gt;• Neurolinguistuc Programming, Steve Andreas &amp; Charles Faulkner, Pustaka &lt;br /&gt;  Delapratasa, Jakarta 1988&lt;br /&gt;                             ****&lt;br /&gt;Catatan: Naskah ini pernah masuk nominasi lomba karya ilmiah Harun yahya international award yang diadakan oleh tabloid MQ tahun 2002 (kalo nggak salah , habis udah lupa  )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-1695030916108074115?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/1695030916108074115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/keajaiban-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1695030916108074115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1695030916108074115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/keajaiban-otak.html' title='Keajaiban Otak'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-463792877110418175</id><published>2010-03-30T03:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T03:35:49.004-07:00</updated><title type='text'>Al-Aqsha Akan Hancur, Dimana Tanggung Jawab Kita?</title><content type='html'>Sejak Al-Quds dijajah tahun 1967 dan bangsa Zionis berupaya dengan segala kemampuanya untuk mencelup kota Al-Quds dengan celupan Yahudi dan menghabisi semua bukti-bukti kebudayaan Islam di kota tersebut. Semua ini mereka lakukan tidak dengan jalan sembunyi-sembunyi, namun justru secara terang-terangan. Mereka menginginkan pembangunan Haikal Sulaiman yang diklaim berada di atas Masjid Al-Aqsha. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang, apakah Allah akan memberikan kesempatan bagi Zionis untuk menghancurkan Al-Aqsha ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mungkin berkata, tidak mungkin Al-Aqsha dapat dihancurkan Israel, sebab Al-Aqsha merupakan kiblat pertama ummat Islam. Dengan kedudukan yang tinggi dalam agama, tidak mungkin Zionis dapat menghancurkannya. Sebagaimana Abrahah dahulu tidak dapat menghancurkan Ka’bah. Nabi Muhammad SAW pun pernah berbicara tentang fitnah yang akan terjadi di akhir zaman dan tidak disebutkan tentang kehancuran Al-Aqsha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang sering kita dengar dari sebagian besar kaum muslimin. Dalam setiap kesempatan mereka mengatakan, bagi Al-Aqsha ada pemeliharanya yaitu Allah SWT. &lt;br /&gt;Betul, memang tidak ada khabar atau hadits yang menyatakan kehancuran Al-Aqsha. Tetapi tidak berarti itu tidak akan terjadi. Tidak berarti semua yang tidak ada nashnya tidak akan terjadi. Banyak sekali peristiwa yang terjadi, tetapi tidak ada nash yang menjelaskanya, walaupun hanya sekedar hadits dhaif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’bah dahulu pernah dihancurkan pada masa Hajaj bin Yusuf Al-Tsaqafi. Ia menggempurnya dengan ketepel raksasa untuk menghancurkan Ali Abdullah bin Zubair radiallahu anhuma. Juga kaum Qaramithah yang mencuri Hajar Aswad pada tahun 293 H. Selama 22 tahun, Hajar Aswad berada dalam kekuasaan Qaramithah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja, disebutkan dalam Shahih Bukhari, Rasulallah SAW mengatakan, “Ka’bah akan disabotase oleh kelompok Dzul Suwaiqatan dari Habsyah, ia akan dirampas perhiasanya serta dicabuti pakaianya. Akan tetapi aku hanya melihatnya membiarkanya ia terlepas dipukuli dengan sekop dan cangkulnya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini jelaslah, Ka’bah atau Baitullah al-Haram akan dihancurkan. Dan yang menghancurkanya adalah seseorang dari keturunan Habsyah (Ethiopia). Jika Baitullah saja akan hancur bagaimana dengan Masjid Al-Aqhs yang kedudukanya di bawah Masjid Al-Haram?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR. Abdul Aziz Kamil mengatakan, “Tidak ada nash yang dapat dijadikan pegangan yang menunjukan bahwa penghancuran Masjid Al-Aqsha sesuatu yang tidak mungkin. Dan hal tersebut bukan salah satu syarat dari peristiwa fitnah akhir zaman. Lebih dari itu, banyak peristiwa yang terjadi tanpa disebutkan dalam ayat maupun hadits. Sebagianya telah dikabarkan dan sebagianya terhapus dari ingatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal satu pertanyaan, kenapa Baitullah al-Haram dilindungi oleh Allah ketika pasukan Abrahah mau menghancurkanya. Tetapi Allah tidak melindunginya ketika dihancurkan oleh Hajaj bin Yusuf atau ketika dicuri batunya oleh golongan Qaramitah atau tidak akan dilindungi ketika nanti dihancurkan oleh orang Habasyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabanya mungkin, ketika raja Abrahah datang hendak menghancurkan Ka’bah, di sana tidak ada orang yang dibebani secara syar’i untuk melindunginya. Bangsa Arab dulu mengagungkan Ka’bah karena bangunan tersebut dibangun oleh kakeknya Ibrahim dan Ismail alaihima salam. Akan tetapi setelah datangnya Islam, ada yang dibebani secara agama untuk melindungi dan mempertahankan Baitullah al-Haram, untuk menumpahkan segala kemampuanya dalam melindunginya, yaitu ummat Islam. Disanalah akan terlihat siapa yang bersusah payah dalam melindunginya dan siapa yang melalaikanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulanya, jika pun ummat Islam tidak membelanya, tidak mengherankan. Maka suatu hari kita akan bangun dari tidur, sementara bangsa monyet dan babi (Yahudi) sudah menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Inilah yang dituliskan As-Syahid Abdul Aziz al-Rantisi dalam sebuah makalahnya yang ia tulis paska gugurnya As-Syahid Syaikh Ahmad Yasin. Ia mengatakan, "Saya perkirakan Allah akan memberi kesempatan bagi Zionis untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha, sebagaimana mereka dibiarkan membunuh as-Syahid Ahmad Yasin". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, masalah Al-Aqsha sama dengan Masjid al-Haram dari sisi kemungkinan penghancuranya. Mungkin Yahudi dapat menghancurkan al-Aqsha. Kenapa tidak ?. Mereka telah membakarnya pada tahun 1969. Sementara Al-Aqsha sekarang berdiri di atas sejumlah terowongan dan galian. Saat ini al-Aqsha tidak punya fondasi untuk menguatkan bangunanya ke dalam tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berhujjah dengan hadits Nabi SAW yang mengatakan,”Saya peringatkan kalian dengan fitnah Dajjal. Tidak ada satu nabipun, kecuali telah memberikan peringatan kepada ummatnya (tentang Dajjal) ia adalah keturunan Nabi Adam yang mata kirinya picak (tidak melihat), pohon-pohon tidak tumbuh. Ia menguasai satu jiwa kemudian membunuhnya lalu menghidupkanya kembali. iapun tidak menguasai yang lainya. Bersamanya ada surga, neraka, sungai, air, gunung dan roti. Sesungguhnya surganya adalah neraka. Dan nerakanya adalah surga. Ia akan hidup bersama kalian selama 40 malam. Ia dapat berpindah dan mengunjungi semua tempat kecuali empat masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Al-Haram, Masjid Madinah, Masjid Tursina dan Masjid Al-Aqsha. Potongan tubuhnya seperti kalian dan sesungguhnya Allah tidak picak”. Inilah hadits yang dijadikan alasan dan ini tidak benar. Sebab mungkin saja Al-Aqsha dihancurkan lalu dibangun kembali. Atau yang dimaksud dengan masjid di sini adalah tempat dimana dibangunya Masjid Al-Aqsha. Rasulullah pun pernah shalat mengimami para Nabi di masjid Al-Aqsha. Padahal di sana belum ada Masjid Al-Aqsha. Masjid Al-Aqsha baru dibangun pada pemerintahan Amirul Muminin, Umar Ibnu al-Khottob radiallahu anhu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun tingginya kedudukan Al-Aqsha, namun tentu tidak melebihi kedudukannya dari Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram tidak lebih tinggi kedudukanya dari kehormatan darah seorang muslim. Rasulullah pernah bersabda dalam khutbah haji wada’, “Ketahuilah semulia-mulianya hari adalah hari ini, semulia-mulianya bulan adalah bulan ini, semulia-mulianya negeri adalah negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, sesungguhnya darah kalian, harta kalian terhormat, sebagaimana terhormatnya hari ini, bulan ini dan negeri ini”. Dan dalam riwayat yang lain dari Abdullah bin Umar ia berkata, "Aku melihat Rasulallah SAW thawaf mengelilingi Ka’bah dan berkata, sebaik-baik wewangian adalah wangimu, seagung-agung kehormatan adalah kehormatanmu. Demi jiwa Muhhammad yang ada dalam genggamanNya, kehormatan seorang mu’min, lebih agung daripada kehormatanmu di sisi Allah. Lebih terhromat darimu, darahnya dan hartanya dan berbaik sangkalah kepadanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kehormatan darah seorang muslim lebih tinggi daripada kehormatan Baitullah al-Haram, maka tak ragu lagi, darah seorang muslim lebih terhormat di sisi Allah ketimbang Masjid Al-Aqsha, walau bagaimanapun tingginya kedudukan Masjid Al-Aqsha di sisi ummat Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslimin saat ini, dimanapun mereka berada dalam kungkungan kesombongan dunia dan kepongahan internasional. Bangsa Palestina berkubang dalam penjajahan Zionis yang sadis. Mereka dibunuh tiap hari, tanpa prikemanusiaan. Tidak dibedakan antara anak kecil, orang tua, laki-laki ataupun perempuan. Mereka diperlakukan sama. Kesalahanya cuma satu, karena mereka adalah seorang muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah pasukan arogan Amerika, telah menghancur leburkan Irak. Padahal dulunya sebagai pusat kebudayaan dan kekhalifahan Islam. Bahkan kita melihat, bagaimana tentara Amerika melakukan sesuatu di atas semua bentuk kejahatan terhadap saudara kita. Diantara mereka ada yang dibunuh dan dipenjara dan direnggut kehormatanya oleh bangsa Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ini lebih besar di sisi Allah ketimbang Masjid Al-Aqsha ??&lt;br /&gt;Apakah belum cukup untuk membangkitkan ummat Islam ?? [sumber:infopalestina.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-463792877110418175?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/463792877110418175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/al-aqsha-akan-hancur-dimana-tanggung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/463792877110418175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/463792877110418175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/al-aqsha-akan-hancur-dimana-tanggung.html' title='Al-Aqsha Akan Hancur, Dimana Tanggung Jawab Kita?'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-2212931898006591778</id><published>2010-03-30T03:31:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T03:31:43.348-07:00</updated><title type='text'>April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai</title><content type='html'>Maret akan segera usai. Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarah April Mop&lt;br /&gt;Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.&lt;br /&gt;Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.&lt;br /&gt;Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (berbagaisumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-2212931898006591778?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/2212931898006591778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/april-mop-hari-dimana-umat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/2212931898006591778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/2212931898006591778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/april-mop-hari-dimana-umat-islam.html' title='April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-1269858122114432869</id><published>2010-03-30T03:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T03:28:52.793-07:00</updated><title type='text'>DUA PEMIMPIN TUBUH KITA: KELENJAR HIPOTALAMUS DAN KELENJAR PITUITARI</title><content type='html'>Kenyataan bahwa Anda dapat duduk dengan nyaman di kursi Anda dan membaca kalimat-kalimat ini disebabkan sistem yang mengatur keseimbangan dalam tubuh Anda demi kepentingan Anda. Misalnya, tak peduli berapa pun suhu di luar, tubuh Anda harus selalu dijaga pada suhu tetap, biasanya antara 36,5 dan 37,5 derajat. Penurunan dan kenaikan suhu tubuh secara tiba-tiba dapat menyebabkan kematian. Suhu tubuh orang sehat, berkat sistem ini, berubah paling banyak 0,5 derajat. Dengan cara yang sama, tekanan darah dalam pembuluh darah, jumlah cairan di dalam darah, dan kecepatan fungsi sel harus cermat diukur, serta keseimbangan yang ada dijaga setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bayangkan usaha-usaha yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan ini secara buatan. Pertama, bayangkan adanya termometer- termometer peka di beberapa tempat dalam tubuh, peranti-peranti untuk mengukur kekentalan darah dalam pembuluh darah, dan laboratorium mini untuk mengendalikan kecepatan fungsi sel. Lalu, bayangkan ribuan perlengkapan yang berada di berbagai titik dalam tubuh ini harus setiap detik mengkaji secara tepat dan menyampaikan informasi yang diterimanya ke sebuah komputer yang sangat canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak cukup cuma kajian-kajian ini dibuat; pada saat yang sama, harus juga diketahui, berdasarkan data yang ada, tindakan apa yang perlu diambil dan perintah seperti apa yang perlu diberikan ke sel yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, bahkan dengan teknologi masa kini, masih tak mungkin menaruh ribuan thermometer, laboratorium mini, dan alat pengukur tekanan di kedalaman tubuh manusia. Namun, sebuah sistem khusus dengan rancangan tercanggih yang mungkin ada telah diletakkan di kedalaman tubuh manusia sejak lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan pos penerima mengukur hal-hal seperti suhu tubuh dan tekanan pembuluh darah. Pos-pos ini mengirim informasi itu ke sebuah komputer khusus. Komputer ini ada di bagian otak yang disebut hipotalamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer Tersembunyi Tubuh Anda: Kelenjar Hipotalamus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotalamus adalah pemimpin umum sistem hormon; ia memiliki tugas penting memastikan kemantapan dalam tubuh manusia. Setiap saat, hipotalamus mengkaji pesan-pesan yang datang dari otak dan dari dalam tubuh. Setelah itu, hipotalamus menjalankan beberapa fungsi, seperti menjaga kemantapan suhu tubuh, mengendalikan tekanan darah, memastikan keseimbangan cairan, dan bahkan pola tidur yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotalamus terletak langsung di bawah otak dan ukurannya sebesar biji kenari. Sejumlah besar informasi sehubungan dengan keadaan tubuh dikirim ke hipotalamus. Informasi ini disampaikan ke sana dari setiap titik dalam tubuh, termasuk pusat indra dalam otak. Kemudian hipotalamus menguraikan informasi yang diterimanya, memutuskan tindakan yang mesti diambil dan perubahan yang harus dibuat dalam tubuh, serta membuat sel-sel tertentu menjalankan keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal mendasar yang harus diperhatikan di sini adalah: hipotalamus itu sebuah organ yang terdiri dari sel-sel tak sadar. Suatu sel tak mengetahui berapa lama manusia harus tidur; ia tak dapat menghitung berapa seharusnya suhu tubuh. Sel tak dapat mengambil keputusan terbaik berdasarkan informasi yang ada, dan tak dapat membuat sel lain yang berjauhan letaknya dalam tubuh menjalankan keputusan itu. Namun, sel-sel dalam hipotalamus bertindak dalam cara yang luar biasa sadar demi menjamin bahwa keseimbangan yang dibutuhkan dalam tubuh terjaga. Pada halaman-halaman selanjutnya, kita akan menelaah secara rinci kegiatan luar biasa yang diperlihatkan oleh sel-sel tak sadar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar informasi tentang tubuh manusia ada di hipotalamus.  Hipotalamus menerjemahkan informasi ini, mengambil keputusan penting,  dan memerintahkan sel-sel menjalankan keputusannya.  Pada gambar, terlihat letak hipotalamus di otak.  Kekuasaan maha hebat Allah yang menyebabkan hipotalamus mampu membuat keputusan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi terpenting hipotalamus adalah menjembatani sistem hormon dan sistem lain yang mengatur dan memelihara tubuh—yaitu sistem syaraf. Hipotalamus bukan saja mengatur sistem hormon, namun juga sistem syaraf dengan tingkat keahlian yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotalamus memiliki pembantu yang sangat penting dalam perannya mengatur tubuh; pembantu ini menyampaikan kepada bagian-bagian tubuh tertentu tentang keputusan yang telah diambil. Misalnya, ketika terjadi penurunan tiba-tiba tekanan darah, potongan-potongan informasi dikirimkan, dan mengabari hipotalamus tentang perubahan tekanan ini; lalu hipotalamus memutuskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk menaikkannya dan menyampaikan keputusannya kepada pembantu-pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan keputusan, pembantunya mengetahui sel-sel yang mana yang harus menerima perintah itu. Ia menulis pesan-pesan dalam bahasa yang dimengerti sel-sel ini dan segera menyampaikan segenap pesan itu. Sel-sel tujuan mematuhi perintah yang diterima dan melakukan tindakan yang tepat untuk menaikkan tekanan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu hipotalamus adalah kelenjar pituitari, yang juga berpengaruh amat penting dalam sistem hormonal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara kelenjar hipotalamus dan pituitari terdapat sistem komunikasi yang mengagumkan. Kedua potong daging ini sebenarnya berkomunikasi bagai dua manusia yang sadar. Hipotalamus memiliki kendali menyeluruh atas kelenjar pituitari dan pelepasan penting beberapa hormon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, hipotalamus seorang anak dalam masa perkembangan mengirim pesan ke kelenjar pituitari dengan perintah, “lepaskan hormon pertumbuhan” dan kelenjar pituitari lalu melepaskan hormon pertumbuhan tepat seperti yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang mirip terjadi saat sel-sel tubuh harus bekerja lebih cepat; di sini terdapat dua tingkat komando. Hipotalamus mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari yang pada gilirannya meneruskan perintah itu ke kelenjar tiroid. Kelenjar pituitari melepaskan hormon tiroid dalam jumlah yang tepat dan sel-sel tubuh mulai bekerja lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak kelenjar-kelenjar hormon di dalam tubuh yang di bawah kendali hipotalamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kelenjar adrenal (yang menghasilkan beberapa hormon yang sangat penting) harus diaktifkan atau organ reproduksi harus menghasilkan hormon-hormonnya, hipotalamus lagi-lagi mengirimkan pesan ke kelenjar pituitari, yang mengarahkan pesan itu ke daerah yang sesuai dan memastikan bahwa hormon-hormon yang dibutuhkan di bagian tubuh itu dilepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon-hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mengatur kelenjar pituitari antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pelepas hormon pertumbuhan&lt;br /&gt;Hormon pelepas tirotropin&lt;br /&gt;Hormon pelepas kortikotropin&lt;br /&gt;Hormon pelepas gonadotropin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hal, untuk ikut serta dalam kegiatan sel, hipotalamus menggunakan dua hormon yang dihasilkannya sendiri. Untuk menyimpan hormon-hormon ini, hipotalamus lebih dulu mengirimkannya ke kelenjar pituitari, kemudian, saat dibutuhkan, memastikan bahwa hormon-hormon ini dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Hormon-hormon tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *Vasopresin (sebuah hormon antidiuretik, yaitu hormon penahan air)&lt;br /&gt;    *Oksitosin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua molekul hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus ini sangat kecil. Salah satunya hanya sebesar tiga asam amino. Hormon hipotalamus berbeda dari hormon-hormon lainnya bukan hanya karena kecil, namun juga karena jarak tempuhnya dalam tubuh. Hormon biasanya bergerak ke daerah yang jauh dari kelenjar tempat ia dihasilkan menuju organ-organ yang ditentukan. Namun, hormon hipotalamus mencapai kelenjar pituitari hanya dengan menembus pembuluh kapiler setebal beberapa milimeter. Hormon ini tak pernah memasuki sistem peredaran umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotalamus menghasilkan hormon yang mengaktifkan kelenjar pituitari, dan saat dibutuhkan, menghasilkan juga hormon yang menghentikan kelenjar pituitari di saat yang tepat sehingga tak melepaskan hormon tertentu. Dengan cara ini, hipotalamus mengatur sepenuhnya kegiatan kelenjar pituitari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotalamus, yang terletak tepat di bawah otak dan seukuran biji kenari, mengatur berbagai fungsi penting, seperti pengaturan metabolisme tubuh, pengendalian kelenjar adrenal, produksi susu, dan pengaturan pertumbuhan tubuh.  Saat menjalankan semua kegiatan ini, hipotalamus memerintahkan kelenjar-kelenjar hormon lain yang di bawah kendalinya.  Pada gambar di atas, kita melihat hormon-hormon yang bekerja sama dengan hipotalamus.  Membayangkan bahwa kerat-kerat daging ini dapat saling berkomunikasi bak manusia yang sadar dan menjalankan kegiatannya bersama-sama, dapat membantu kita memahami kemuliaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirijen Orkestra Hormon: Kelenjar Pituitari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar pituitari adalah sekerat daging kecil berwarna merah jambu sebesar kacang buncis, dengan berat setengah gram dan dihubungkan ke hipotalamus dalam otak oleh sebuah batang. Berkat hubungan inilah, pituitari menerima perintah dari hipotalamus untuk menghasilkan hormon yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar pituitari sebesar buncis ini berpengaruh besar pada tubuh manusia dan menunjukkan fungsi yang mengagumkan sehingga telah (dan masih) menjadi bahan penelitian ilmiah selama bertahun-tahun. Sekerat daging kecil ini telah menerima banyak perhatian di dunia ilmiah. Kelenjar pituitari juga dikagumi karena sifat-sifatnya yang luar biasa. Misalnya, kelenjar pituitari disebut sebagai “dirijen orkestra endokrin (hormon)”. Kelenjar ini juga dipuji sebagai “kelenjar utama”. Pada saat yang sama, kelenjar pituitari juga dikenal sebagai sebuah “keajaiban biologi yang luar biasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar pituitari berhak menerima pujian-pujian ini karena ke-12 hormon berbeda yang dihasilkannya dan kendali yang dilakukannya terhadap sistem hormon. Kelenjar ini tidak saja menghasilkan hormon yang mempengaruhi sel-sel jaringan tertentu, tetapi juga mengatur kerja kelenjar-kelenjar hormon lain yang jauh letaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengingat bahwa kelenjar hormon adalah organ yang mengatur kegiatan sel-sel di dalam tubuh dengan memberi perintah tertentu, pentingnya kelenjar pituitari kian jelas. Karena tak berhenti memberikan perintah ke berbagai sel di dalam tubuh, kelenjar pituitari juga memberikan perintah pada kelenjar-kelenjar hormon yang lalu meneruskan perintah itu ke sel-sel lain dalam tubuh. Dengan demikian, pituitari berfungsi sebagai pemimpinnya para pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, pituitari mengirimkan perintah pada kelenjar tiroid saat pelepasan hormon tiroid dibutuhkan. Dengan cara yang sama, pituitari memberikan perintah pada kelenjar adrenal, zakar di tubuh laki-laki, serta indung telur dan kelenjar susu pada tubuh perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan penting adalah: bagaimana kelenjar pituitari dan sel-sel yang membentuknya mengetahui “fungsi kelenjar adrenal”, cara “kelenjar itu menjalankan fungsinya”, dan “tanda yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sel-sel yang membentuk kelenjar adrenal memahami dan menerjemahkan perintah yang dikirim kelenjar pituitari, dan mengapa mematuhinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat merenungkan secara rinci masalah ini, kita akan melihat bahwa dimensi keajaiban ini makin luas. Sebuah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari dirancang agar sesuai dengan tempatnya melekat di sel tujuan. Namun, tidak ada sel pituitari yang pernah melihat kelenjar hormon ke mana pesan dikirim. Sel-sel pituitari tak mungkin mengetahui rancangan reseptor pada sel-sel yang membentuk kelenjar adrenal. Ini dapat disetarakan dengan seseorang yang pergi menuju sebuah rumah ribuan kilometer jauhnya di negara lain, yang lalu menemukan diri di depan pintu yang belum pernah dilihatnya, namun memiliki sebuah anak kunci yang cocok dengan gemboknya saat pertama dicoba. Bagaimanakah sel yang membentuk kelenjar pituitari dapat mengetahui cara membuat anak-anak kunci yang sesuai dengan gembok-gembok yang belum pernah sel-sel itu lihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting lainnya adalah tak boleh terjadi kesalahan dalam sistem ini. Jika anak kunci yang dibuat tak dapat membuka pintu yang dituju (yaitu, jika hormon yang dihasilkan tidak melaksanakan fungsinya di daerah yang ditetapkan), terjadilah kematian. Misalkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari tak bekerja pada kelenjar adrenal, tubuh tidak dapat bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar pituitari bekerja bak dirijen suatu orkestra yang memastikan keteraturan di dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami lebih lanjut keajaiban sistem ini, kita dapat menggunakan cara berikut: berdirilah di depan sebuah cermin, letakkan jari Anda pada sebuah titik di antara kedua mata Anda. Lima sampai enam sentimeter di belakang titik ini, tepat dalam tengkorak Anda, ada sekerat daging, seukuran kacang buncis, yang disebut kelenjar pituitari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, letakkan tangan Anda yang lain di perut. Tepat di bawah tangan ini, di dalam perut, terdapat sepasang ginjal. Di atas setiap ginjal, ada sebuah kelenjar seukuran kenari dengan berat sekitar 4-5 gram yang disebut kelenjar adrenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua potong daging ini dapat berkomunikasi satu sama lain. Keduanya bukan manusia sadar yang dapat bercakap-cakap satu sama lain, melainkan dua kelompok sel. Selanjutnya, sistem komunikasi ini, bersama dengan akibat-akibat yang dihasilkannya, adalah hasil teknologi maju yang bahkan tak dimiliki manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa dua potong daging jauh di dalam tubuh kita saling berkomunikasi dan memahami merupakan keajaiban yang patut direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, jika tidak mempelajari biologi, orang tak menyadari bahwa organ seperti ini ada di dalam tengkoraknya di bawah otak. Sebagian besar orang awam bahkan tidak mengetahui bahwa kelenjar pituitari adalah sekerat daging yang sangat kecil di bawah otak yang membuat kita tetap hidup dengan terus-menerus mengirimkan pesan dan memberikan perintah kepada tubuh. Selain itu, orang benar-benar tak menyadari bahwa semua itu terjadi. Jika kelenjar ini tak melaksanakan fungsinya, orang ini akan mati dalam waktu singkat. Jika Anda melihat sejenak dari sudut pandang ini pada orang di sebelah Anda, Anda akan semakin memahami betapa lemah dan bergantungnya manusia kepada Allah, Sang Pencipta kita.&lt;br /&gt;“Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir, 35: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon-Hormon yang Dihasilkan oleh Kelenjar Pituitari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum merenungkan lebih lanjut nama-nama hormon pituitari, ada baiknya mengulangi bahwa tujuan buku ini adalah melihat hal-hal menakjubkan yang terjadi dalam sistem hormonal yang mengejutkan bahkan dunia ilmiah, dan mengamati lebih dekat kehebatan ciptaan Allah. Karena alasan ini, lebih baik memusatkan perhatian pada bagaimana sistem berfungsi daripada pada nama-nama hormon. Istilah-istilah Yunani dan Latin yang digunakan dalam ilmu kedokteran dan biologi menjadi penghalang bagi banyak orang. Dan terkadang istilah-istilah Yunani dan Latin ini hanya membuat jalannya sebuah mekanisme lebih sulit dipahami (atau menghalangi kita menghargai keajaiban yang terjadi dalam proses-proses yang memukau). Kebanyakan pakar kedokteran dan biologi mungkin tak memahami keajaiban di dekat mereka justru karena pesona istilah-istilah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, mereka mengetahui secara rinci cara kelenjar pituitari terbentuk dan berfungsi, namun tak pernah memikirkan sumber kesadaran cerdas yang ditunjukkan sepotong kecil daging ini. Karena alasan itu, kami ulangi bahwa tak perlu menakut-nakuti pembaca yang tidak akrab dengan bacaan-bacaan kedokteran dengan menyiapkan ruang khusus bagi arti istilah-istilah ini. Kami hanya akan menyebutkan secara singkat nama-nama hormon dan pada halaman-halaman selanjutnya kita akan melihat keajaiban besar yang diakibatkan hormon-hormon itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar pituitari terdiri atas dua bagian: kelenjar depan (anterior) dan belakang (posterior). Setiap bagian menghasilkan hormon berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar Pituitari Depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah-perintah datang terus-menerus ke seluruh bagian tubuh dari kelenjar pituitari.  Lewat perintah-perintah ini, sejumlah besar kerja yang sempurna di dalam tubuh terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar pituitari depan menghasilkan enam hormon berbeda yang fungsinya telah tertentu. Sebagian hormon yang bekerja pada kelenjar hormon lainnya disebut “hormon tropik”. Hormon ini dirancang untuk mengatur sistem hormon. Pada halaman berikut kita akan mempelajari fungsi-fungsi hormon tropik bersama dengan susunan dan fungsi kelenjar-kelenjar hormon yang dihasilkannya. Kelompok lain hormon-hormon ini merangsang jaringan tubuh. Nama-nama hormonnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon yang merangsang kelenjar endokrin/hormon lain (tropik):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Hormon perangsang tiroid (TSH)&lt;br /&gt;2.Hormon perangsang kelenjar adrenal (ACTH, hormon adrenokortikotropik)&lt;br /&gt;3.Hormon perangsang folikel (FSH)&lt;br /&gt;4.Hormon Luteneizing (LH).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon-hormon yang bekerja pada jaringan tubuh (non-tropik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Hormon pertumbuhan (GH)&lt;br /&gt;2.Hormon prolaktin (PRL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelenjar Pituitari Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang kelenjar pituitari adalah tempat menyimpan hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Pada keadaan yang sesuai, hormon-hormon ini dilepaskan dengan perintah dari hipotalamus. Hormon-hormon itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Vasopresin (hormon antidiuretik)&lt;br /&gt;2.Oksitosin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban Pertumbuhan: Hormon Pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bayi usia setahun beratnya hampir dua kali dan panjangnya satu setengah kali saat ia dilahirkan. Dalam setahun, bobotnya naik dengan kecepatan yang mengagumkan. Ia juga tumbuh lebih panjang, dan tubuhnya tumbuh seimbang. Apakah yang menyebabkan bayi baru lahir yang beratnya 3 kilogram dan panjangnya 50 sentimeter dapat tumbuh menjadi orang dewasa berbobot 80 kilogram dan tinggi 1,80 meter dua puluh tahun kemudian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban atas pertanyaan ini tersembunyi dalam hormon pertumbuhan yang ditemukan dalam molekul mengagumkan yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat menjadi orang dewasa, seorang bayi harus tumbuh. Proses pertumbuhannya terjadi dengan dua cara. Sejumlah sel mengalami pembesaran; sel-sel lain membelah dan berkembang biak. Yang mengatur dan memastikan kedua proses ini adalah hormon pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan dilepaskan dari kelenjar pituitari dan mempengaruhi semua sel yang ada dalam tubuh. Setiap sel mengetahui arti dari pesan yang dikirim kepadanya dari kelenjar pituitari. Sesuai dengan pesan ini, ia tumbuh atau berkembang biak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, jantung bayi yang baru lahir berukuran sekitar seperenambelas ukuran jantung manusia, namun jumlah sel seluruhnya dalam jantung bayi sama dengan jantung orang dewasa. Dengan berkembangnya tubuh, hormon pertumbuhan mempengaruhi setiap sel jantung. Setiap sel berkembang sesuai dengan perintah yang diberikan kepadanya oleh hormon pertumbuhan. Akibatnya, jantungnya tumbuh menjadi jantung dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan bekerja seperti seorang pematung yang mahir.  Dalam satu rentang waktu, hormon ini mengubah bayi sepanjang 50 cm menjadi orang dewasa setinggi 180 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangbiakan sel-sel syaraf berhenti saat janin berusia enam bulan dan masih tinggal dalam rahim ibu. Sejak saat itu hingga lahir dan sejak lahir hingga dewasa, jumlah sel-sel syaraf tetap sama. Hormon pertumbuhan memerintahkan sel-sel syaraf memperbesar ukurannya. Saat masa pertumbuhannya berakhir, sistem syaraf telah mencapai bentuk akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada foto bawah, tampak jantung orang dewasa.  Saat masih di dalam tahap embrio, jantung bayi berkembang di bawah pengawasan hormon pertumbuhan.  Pada foto atas, tampak jantung yang sedang tumbuh yang terlihat seperti  titik berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel lain dalam tubuh (misalnya, sel-sel otot dan tulang) membelah dan berkembang biak selama masa pertumbuhan. Lagi-lagi hormon pertumbuhanlah yang mengabari sel-sel ini berapa banyak harus membelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, kita harus mengajukan pertanyaan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah mungkin kelenjar pituitari mengetahui rumus yang tepat yang menentukan pembelahan dan pertumbuhan sel? Menakjubkan bahwa sekerat daging ini, yang seukuran kacang buncis, mengatur semua sel di dalam tubuh dan membuatnya tumbuh dengan membelah atau memperbesar diri. Pertanyaan lain yang harus diajukan: siapa yang menugasi sekerat daging ini fungsi tersebut? Mengapa sepanjang hidupnya sel-sel ini mengirimkan pesan yang memerintahkan sel-sel lain membelah diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, lagi-lagi kita melihat kehebatan penciptaan Allah yang tanpa cacat. Sel-sel yang terletak di sebuah daerah kecil memastikan pembelahan teratur trilyunan sel-sel lain. Namun, tak mungkin sel-sel ini mengamati tubuh manusia dari luar untuk menentukan seberapa besar tubuh harus tumbuh dan kapan harus berhenti tumbuh. Sel-sel tak sadar, dalam kegelapan tubuh, bahkan tanpa mengetahui apa yang dilakukannya, menghasilkan hormon pertumbuhan (dan berhenti menghasilkannya) saat diperlukan. Sistem sempurna telah diciptakan untuk mengendalikan setiap tahap pertumbuhan dan pelepasan hormon ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menaati hormon pertumbuhan, sel-sel kita membentuk wajah kita dengan keseimbangan dan simetri yang sempurna.  Sel-sel itu seksama menaati perintah yang diterima dan tumbuh saling seimbang.  Jika tidak, simetri wajah manusia tak mungkin terbentuk; jika hidung tumbuh terlalu besar, tulang pipi mungkin tak terbentuk.  Atau, jika mata terbentuk namun rongganya tidak, mata tak akan dapat melaksanakan fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan salah satu keajaiban lagi bahwa hormon pertumbuhan memerintahkan sejumlah sel untuk meningkatkan ukurannya dan memerintahkan yang lain untuk berkembangbiak dengan pembelahan karena hormon-hormon yang mencapai setiap jenis sel serupa satu sama lain. Bagaimanakah sel yang menerima perintah harus bereaksi tertulis dalam kode genetikanya. Hormon pertumbuhan mengeluarkan perintah untuk tumbuh; bagaimana pertumbuhan tersebut dapat terjadi tercatat dalam sel. Ini menunjukkan kekuatan dan kebesaran penciptaan pada setiap titik dalam perkembangan tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, satu hal yang sangat penting adalah kenyataan bahwa hormon pertumbuhan mempengaruhi sebagian besar sel-sel tubuh. Jika sejumlah sel mematuhi hormon pertumbuhan dan yang lain tidak, akibatnya adalah bencana. Misalkan, sel-sel jantung mematuhi perintah hormon pertumbuhan, tetapi sel-sel tulang iga menolak menggandakan diri dan tumbuh, apa yang akan terjadi? Jantung yang sedang tumbuh akan tersesak dalam rongga dada yang terlalu kecil dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan memastikan bahwa semua organ tubuh tumbuh saling seimbang.  Misalnya, organ-organ di dalam rongga perut dan rongga dada berkembang seimbang.  Jika rongga dada berhenti tumbuh selagi jantung masih berkembang, tulang rusuk akan meremukkan jantung dan menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, tulang hidung tumbuh namun kulit di atasnya berhenti tumbuh, tulang hidung akan merobek kulit sehingga terbuka. Keselarasan pertumbuhan otot, tulang, kulit dan organ-organ lainnya dijamin oleh ketaatan setiap sel pada hormon pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan juga memberikan perintah bagi perkembangan tulang rawan di ujung-ujung tulang.1 Tulang rawan ini seperti keadaan bayi baru lahir yang belum terbentuk; jika tulang ini tak tumbuh, bayi tak dapat tumbuh. Di sini, sel-sel menyebabkan tulang tumbuh menurut arah panjangnya, tetapi bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa tulang harus tumbuh ke arah tersebut? Jika tulang tumbuh ke samping, tungkai tak akan memanjang; bahkan bisa merobek kulit dan akan tampak. Namun, segalanya sudah direncanakan dan rencana ini tertulis dalam inti setiap sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan menakjubkan lainnya tentang hormon pertumbuhan adalah kapan ia dilepaskan dan berapa jumlahnya. Hormon pertumbuhan dilepaskan dalam jumlah yang tepat dan pada saat masa pertumbuhan paling giat. Hal ini amat penting karena jika jumlah yang dilepaskan lebih atau kurang dari yang dibutuhkan, hasilnya tak akan seperti yang diinginkan. Jika terlalu sedikit hormon yang dilepaskan, kekerdilan terjadi, dan jika terlalu banyak, gigantisme (pertumbuhan raksasa) terjadi.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, karena alasan itu, sebuah sistem yang sangat khusus telah diciptakan untuk mengatur jumlah hormon yang dilepaskan dalam tubuh. Jumlah hormon yang dilepaskan ini ditentukan oleh hipotalamus, yang dikenal sebagai pengatur kelenjar pituitari. Pada waktu yang tepat untuk pelepasan hormon pertumbuhan, hipotalamus mengirimkan “hormon pelepas hormon pertumbuhan” (GHRH) ke kelenjar pituitari. Dan saat sudah terlalu banyak hormon pertumbuhan dilepaskan ke dalam darah, hipotalamus mengirimkan sebuah pesan (hormon somatostatin) ke kelenjar pituitari dan memperlambat pelepasan hormon pertumbuhan.3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sel tulang di dalam tubuh menyadari tempatnya akan berada, seperti apa bentuknya nanti, dan seberapa besar akan tumbuh.  Sel-sel ini menaati tanpa kesalahan segenap perintah yang diterima dari hormon pertumbuhan.  Komunikasi antarsel membuat tubuh tumbuh seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, bagaimana sel-sel yang membentuk hipotalamus mengetahui berapa banyak hormon pertumbuhan yang seharusnya ada dalam darah? Bagaimanakah sel-sel itu mengukur jumlah hormon pertumbuhan dalam darah dan membuat keputusan berdasarkan jumlah itu? Untuk menjelaskan betapa besarnya keajaiban ini, mari kita pikirkan sebuah contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah bahwa kita telah menggunakan peralatan khusus dan mengecilkan ukuran tubuh seseorang menjadi sepersekian juta dari ukuran aslinya, yaitu ke ukuran sel manusia. Kita meletakkan orang ini dalam sebuah kapsul khusus di samping sebuah sel dalam hipotalamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas orang ini adalah menghitung jumlah molekul hormon pertumbuhan dalam pembuluh kapiler yang melintas di depannya. Ia menentukan jika terdapat pengurangan atau penambahan jumlah molekul. Luas diketahui bahwa ada ribuan zat berbeda dalam darah. Tak mungkin seorang manusia (jika bukan ahli di bidang ini) dapat mengetahui dari susunan molekul apakah sesuatu di hadapannya itu hormon pertumbuhan atau zat lain. Namun, orang yang kita taruh dalam hipotalamus harus mengenali dengan pasti hormon pertumbuhan di antara jutaan molekul lainnya. Selain itu, ia harus selalu memeriksa jumlah hormon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah mungkin hipotalamus yang tak sadar menjalankan tugas ini, yang sepertinya sangat sulit bahkan bagi manusia? Bagaimanakah hipotalamus setiap saat mengukur jumlah hormon pertumbuhan dalam darah? Bagaimanakah hipotalamus membedakan hormon pertumbuhan dari molekul lainnya? Sel-sel ini tak bermata untuk mengenali molekul, atau berotak untuk menilai keadaan. Namun, hipotalamus menjalankan perintah yang diberikan kepadanya dalam suatu sistem sempurna ciptaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon dilepaskan, hasilnya beragam.  Jika terlalu sedikit dilepaskan, terjadilah dwarfisme (kekerdilan); jika terlalu banyak, terjadilah gigantisme (keraksasaan).  Karena itu, Allah menciptakan suatu sistem khusus untuk mengatur jumlah hormon pertumbuhan yang dilepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan tak hanya dilepaskan dalam masa perkembangan, namun berlanjut sampai dewasa. Dalam keadaan demikian, Anda akan berharap manusia akan terus tumbuh dan menjadi berukuran raksasa. Tetapi, hal ini tak terjadi.4 Saat manusia mencapai ukuran tertentu, sel-selnya tak lagi membelah dan tumbuh. Para ilmuwan masih belum mengetahui mengapa ini terjadi. Diketahui bahwa berkat sistem yang sangat khusus, sel-sel diprogram agar tidak lagi membelah dan tumbuh setelah masa tertentu. Dalam keadaan demikian, seseorang harus merenungkan Kekuatan yang menciptakan program sempurna itu. Ini memperlihatkan kepada kita satu lagi keajaiban ciptaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak begitu sulit untuk memahami betapa pentingnya trilyunan sel bersamaan berhenti membelah dan tumbuh pada waktu yang tepat. Jika beberapa sel tak berhenti membelah seperti sel-sel lainnya, hasilnya akan mengerikan. Misalkan, jika sel-sel mata terus-menerus membelah dan menggandakan diri setelah kelompok-kelompok sel lain berhenti, mata akan tersesak dalam rongganya dan pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membahas tentang trilyunan sel yang tiba-tiba menghentikan kegiatannya, ada hal lain yang pantas diingat. Kanker adalah sebuah penyakit yang telah kita perangi selama puluhan tahun dan masih belum dapat ditaklukkan; ini disebabkan oleh sebuah sel yang terus-menerus membelah tanpa bisa dikendalikan. Contoh ini membuat kita dapat lebih memahami keseimbangan teliti yang ada dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia dewasa, hormon pertumbuhan terus memberikan pengaruh pada beberapa sel khusus dan merangsang sel-sel ini agar membelah dan menggandakan diri. Inilah satu lagi keajaiban penciptaan yang bertujuan khusus. Pembelahan sel ini tidak lagi menyebabkan pertumbuhan tubuh, namun untuk memperbaiki dan memperbaharui tubuh. Misalnya, sel-sel kulit dan sel-sel darah merah terus-menerus membelah sehingga tubuh kita mendapatkan 200 juta sel baru setiap menitnya.5 Sel-sel ini menggantikan sel-sel lama dan rusak. Dengan cara ini, jumlah keseluruhan sel tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak mungkin menghitung jumlah molekul hormon pertumbuhan di dalam pembuluh darah kapiler tubuh kita atau dengan mudah menentukan kenaikan dan penurunan jumlahnya.  Namun, sel-sel yang membentuk hipotalamus memilih hormon pertumbuhan dari ribuan zat yang beragam di dalam darah dan membuat penyesuaian yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan memiliki rancangan khusus yang menghasilkan sejumlah faktor yang dimanfaatkan dalam pembelahan dan pertumbuhan sel. Untuk terjadinya pembelahan dan pertumbuhan sel, terlebih dulu penting bahwa sel-sel itu memperbesar ukuran, yang hanya mungkin terjadi melalui peningkatan jumlah protein. Oleh karena itu, hormon pertumbuhan ini berfungsi khusus mempercepat produksi protein dalam sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada foto-foto di atas, tampak seorang perempuan berusia 16, 33, dan 52 tahun yang mengalami keadaan akibat pelepasan berlebihan hormon pertumbuhan di masa dewasa.  Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan tak seimbang rahang, tangan, dan hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketahui bahwa produksi protein terjadi sebagai hasil suatu proses yang rumit. Para ilmuwan baru dapat memahami sebagian unsur luar dalam proses ini setelah bertahun-tahun penelitian. Untuk menghasilkan sebuah molekul bagi peningkatan kegiatan sistem ini, penting sekali mengetahui semua seginya. Kenyataan bahwa hormon pertumbuhan memiliki rancangan yang membuatnya mampu mempercepat produksi protein adalah bukti bahwa sistem yang menghasilkan protein dan hormon pertumbuhan ini diciptakan oleh Allah sehingga bekerja saling serasi dan melaksanakan fungsi sesuai dengan perintahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan bukan saja memastikan percepatan sintesis protein, tetapi juga memastikan bahwa bahan dasar dalam jumlah yang dibutuhkan bagi maksud itu masuk ke dalam sel. Bahan utama yang dibutuhkan sintesis protein adalah asam-asam amino, senyawa-senyawa penyusun protein. Seolah mengetahui informasi ini, hormon pertumbuhan merangsang sel membran agar menerima lebih banyak asam amino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempercepat sintesis protein, metabolisme sel harus dipercepat dan, hingga kini, hormon pertumbuhan bekerjasama dengan hormon-hormon lainnya. Hormon tiroid yang dilepaskan selama masa pertumbuhan mempercepat kegiatan metabolisme sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah foto hormon pertumbuhan.  Hormon ini terlalu kecil untuk terlihat oleh mata telanjang, namun bekerja di dalam tubuh dengan kesadaran, kecerdasan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.  Bagaimana hormon ini mampu menyusun manusia dalam bentuk yang sempurna adalah suatu keajaiban.  Namun, Ia Yang sesungguhnya menciptakan keajaiban ini adalah Allah, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar semuanya terjadi, satu hal sangat penting lainnya yang dibutuhkan adalah tenaga. Bahkan jika semua sistem yang telah kita sebutkan sejauh ini sempurna, semua itu tak berguna tanpa sumber tenaga. Tanpa tenaga, proses pertumbuhan tak dapat terjadi. Tetapi, tubuh manusia telah direncanakan dengan sangat sempurna sehingga kebutuhan ini juga telah tersedia. Selain semua fungsi rumit ini, hormon pertumbuhan menjalankan satu lagi tugas yang amat penting. Hormon ini memastikan pelepasan molekul lemak agar bercampur dengan darah. Dengan cara ini, setiap molekul akan berfungsi sebagai sumber bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan sel akan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mencapai sel, hormon pertumbuhan menempelkan diri ke reseptor yang tepat di membran.  Ketika reseptor ini terangsang, hormon pertumbuhan mulai melaksanakan fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat membaca tentang kegiatan hormon pertumbuhan dalam tubuh, penting bagi kita mengingat bahwa yang melakukan semuanya ini adalah molekul-molekul tak bernyawa yang terbentuk dari gabungan beberapa atom yag tak bertangan, mata, atau otak. Menakjubkan bahwa benda tak bernyawa dapat mengetahui kapan dan ke mana harus pergi dalam tubuh, dan kapan, bagaimana, dan dengan cara apa merangsangnya. Atom-atom tak sadar tak dapat menulis dan saling mengirimkan pesan, namun kejadian menakjubkan ini terjadi ketika sejumlah molekul saling berinteraksi. Molekul-molekul itu segera mengetahui apa yang harus dilakukan dan lalu melakukannya. Contohnya, saat berinteraksi dengan hormon pertumbuhan, sejumlah molekul segera mulai membelah. Yang lain memutuskan untuk menyerap lebih banyak asam amino. Dan untuk itu, hanya perlu menanggapi hormon pertumbuhan. Bagaimanakah mungkin kegiatan yang terjadi secara sadar dan teratur seperti ini berjalan tanpa henti dalam tubuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan bahwa seluruh keseimbangan yang mengagumkan ini terbentuk seiring dengan waktu oleh kerja ketaksengajaan menguap di hadapan kenyataan dan logika ilmiah. Sebab, satu kekurangan dapat menghancurkan seluruh sistem. Agar dapat bertahan hidup, seluruh sistem dan seluruh organ suatu makhluk harus terbentuk sekaligus. Setiap hal mengenai hormon pertumbuhan dan keseimbangan teliti yang terkait, yang sejauh ini telah kita tinjau, menunjukkan kenyataan bahwa manusia diciptakan dengan sempurna sebagai makhluk hidup yang lengkap. Tentang kehebatan penciptaan, Allah menyatakan di dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dialah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Hasyr, 59: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon Prolaktin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon ini dilepaskan oleh kelenjar pituitari yang merangsang kelenjar susu dalam payudara perempuan sehingga menghasilkan susu. Produksi susu ini dikendalikan oleh hipotalamus. Bagaimanakah prolaktin menjalankan fungsi itu akan dijelaskan secara rinci dalam ruas “Keajaiban ASI.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon Oksitosin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon ini dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan dalam kelenjar pituitari belakang. Saat diperlukan, oksitosin dilepaskan oleh kelenjar pituitari ketika menerima rangsangan syaraf dari hipotalamus. Fungsinya termasuk mengerutkan saluran susu. Fungsi-fungsi lain oksitosin dalam pembentukan susu dijelaskan secara rinci dalam “Keajaiban ASI.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon oksitosin dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari.  Pada saat yang tepat, sebuah isyarat syaraf dikirimkan oleh hipotalamus ke kelenjar pituitari agar melepaskan hormon ini.  Tujuannya adalah memastikan terjadinya pengerutan saluran-saluran susu dan otot-otot rahim ketika waktu kelahiran tiba.  Dengan cara ini, hormon memudahkan proses persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perannya dalam pembentukan susu, hormon oksitosin memiliki tugas lain. Hormon ini memastikan terjadinya kerutan otot rahim saat persalinan sehingga memperlancar proses persalinan. Saat persalinan, produksi oksitosin meningkat cepat. Pada saat yang sama, otot rahim mengembangkan kepekaan terhadap hormon oksitosin.6 Di waktu proses persalinan, sebagian perempuan diberi suntikan oksitosin untuk membantu mengatasi rasa sakit dan mempercepat proses itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar produksi oksitosin wajar, sel-sel yang membentuk hipotalamus harus mengetahui semua unsur yang terlibat dalam proses persalinan yang terjadi di tempat yang jauh darinya. Sel-sel ini harus mengetahui bahwa persalinan adalah proses sulit dan bahwa otot rahim harus dikerutkan agar menekan si bayi keluar. Selain itu, sel-sel harus mengetahui bahwa diperlukan produksi kimiawi untuk mendorong kerutan ketegangan otot rahim, dan harus mengetahui rumus kimia yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Yang membuat rencana produksi hormon oksitosin di dalam gen sel-sel hipotalamus, Yang menciptakan bayi yang akan lahir ke dunia, ibunya, rahim sang ibu, dan sel-sel hipotalamus, adalah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa Allah adalah penguasa segala sesuatu yang terjadi di langit dan bumi, dan bahwa segala sesuatu terjadi dengan sepengetahuanNya diungkapkan di dalam Al Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kepunyaanNyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi; semuanya hanya kepadaNya tunduk. Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkannya kembali) itu adalah lebih mudah bagiNya. Dan bagiNyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi, dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;br /&gt;(QS Ar-Rum, 30: 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban ASI: Kerja Hormon Prolaktin dan Oksitosin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan gizi bayi yang baru lahir sangat berbeda dengan orang dewasa. Karena sistem kekebalan bayi lemah daripada orang dewasa, diperlukan dukungan dari luar. Gizi ideal untuk memenuhi semua kebutuhan bayi yang baru lahir adalah ASI. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan ASI jauh lebih sehat dan tubuh mereka terbentuk lebih sempurna.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban lain ASI adalah bahwa susu ini mengubah susunannya sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Produsen raksasa makanan bayi telah membelanjakan jutaan dolar bagi penelitian yang mencoba menentukan campuran ideal bahan-bahan untuk pertumbuhan sehat bayi. Sejauh ini, mereka belum berhasil menemukan campuran yang sempurna, namun telah mengetahui bahwa khusus diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bayi di setiap tahap perkembangannya. Di dalam laboratorium-laboratorium yang dilengkapi dengan teknologi termutakhir, banyak upaya telah dilakukan untuk menghasilkan makanan bayi buatan yang mirip dengan susu ibu, namun belum ada gizi buatan dikembangkan untuk menggantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keajaiban yang sesungguhnya. Beberapa sel dalam payudara ibu menghitung semua kebutuhan bayi yang baru lahir dari luar; yaitu, kebutuhan yang belum pernah dilihat atau ditemuinya. Kemudian menghasilkan apa yang belum pernah berhasil dibuat oleh para ilmuwan di laboratorium — ASI dengan campuran gizi yang sempurna. Namun, sel-sel yang membentuk kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana sel-sel lainnya, tidak sadar, tanpa kecerdasan; tetapi mampu memperkirakan rumus yang dibutuhkan untuk menghasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah produksi ASI dimulai dan dikendalikan? Sejumlah keajaiban penciptaan tersembunyi dalam jawaban atas pertanyaan ini. Dalam produksi susu, sistem hormonal dan sistem syaraf bekerja bersama dan produksi terjadi setelah perencanaan yang berdasarkan pertukaran informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon yang mengaktifkan kelenjar susu dalam payudara ibu, sebagaimana dikemukakan, adalah hormon prolaktin yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari. Pada masa-masa awal kehamilan, faktor-faktor tertentu menekan pelepasan prolaktin. Faktor-faktor itu seperti kaki yang menekan rem sebuah mobil yang menuruni bukit. Mobil cenderung menuruni bukit, namun saat remnya diinjak, mobil tak dapat bergerak. Produksi susu dalam tubuh ibu terhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghentikan produksi prolaktin sangat penting, sebab saat bayi belum lahir, produksi susu ibu tak dibutuhkan. Bagaimanakah rem ini bekerja, dan bagaimana pelepasan dicegah di awal? Inilah keajaiban rancangan yang sesungguhnya. Hipotalamus dalam otak melepaskan sebuah hormon yang mencegah produksi prolaktin. Hormon ini, dikenal sebagai PIH (Prolactin Inhibiting Hormon — hormon penekan prolaktin), memperlambat produksi prolaktin atau, dengan kata lain, menjadi rem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang memutuskan untuk menggunakan rem? Estrogen, sebuah hormon yang dihasilkan semasa kehamilan, memastikan bahwa rem digunakan dengan memproduksi PIH. Saat bayi dilahirkan, jumlah estrogen yang dilepaskan berkurang, yang berarti juga mengurangi jumlah PIH. Ini bagaikan kaki yang perlahan-lahan melepaskan rem dan lalu mobil bergerak menuruni bukit. Dengan cara ini, produksi prolaktin perlahan-lahan dimulai dan mengaktifkan kelenjar susu untuk menghasilkan susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kita melihat keajaiban penciptaan yang sesungguhnya. Karena rancangan seperti inilah, produksi susu dicegah di bulan-bulan pertama kehamilan. Pikirkan secara seksama keseluruhan sistem ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari mana sel-sel kelenjar pituitari yang menghasilkan prolaktin mengetahui tentang kelenjar susu? Dengan kecerdasan sadar apa sel-sel dapat memberikan perintah kepada sel-sel penghasil susu agar membuat susu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimanakah hormon-hormon yang mencegah produksi prolaktin sebelum persalinan mengetahui bahwa saatnya belum tiba untuk menghasilkan susu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui bahwa prolaktin menyebabkan produksi susu dan bahwa, untuk mencegah produksi susu, produksi prolaktin harus ditekan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih juga, sebuah sistem lain merangsang produksi ASI pada saat yang tepat; sistem ini menjadi bukti yang memperlihatkan bagaimana tubuh manusia diciptakan dengan sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bayi mengisap susu, sel-sel syaraf di payudara ibu mengirim rangsangan syaraf ke hipotalamus. Rangsangan ini mempengaruhi dan memastikan hipotalamus agar membuang rem bagi prolaktin. Lewat cara ini, produksi prolaktin meningkat dan kelenjar susu dirangsang agar menghasilkan susu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak persalinan, reseptor tertentu dirancang di payudara ibu untuk mengenali refleks isapan bayi. Indra reseptor ini terhubung lewat jalur-jalur neuron — mirip kabel-kabel listrik di sebuah bangunan — ke organ lain yang jauh, yaitu, daerah hipotalamus di dalam otak. Jadi, sebuah sistem khusus telah diciptakan untuk mengabari hipotalamus bahwa refleks isapan bayi telah bekerja. Namun, dari tak terhitung kemungkinan di dalam tubuh manusia yang terdiri dari daging dan tulang, isyarat-isyarat syaraf ini bergerak ke arah yang tepat. Isyarat-isyarat tak terhubung secara kebetulan ke pusat penglihatan di otak, lambung, atau usus; isyarat-isyarat ini terhubung ke tempat yang benar-benar tepat: hipotalamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Saat bayi mengisap, sejumlah sel syaraf di payudara ibu mengirimkan pesan ke hipotalamus. &lt;br /&gt;2) Ketika menerima pesan itu, hipotalamus melepas ‘rem’ penahan prolaktin&lt;br /&gt;3-4) Untuk mulai menghasilkan ASI, prolaktin yang dihasilkan kelenjar pituitari merangsang kelenjar-kelenjar susu di payudara ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menerima isyarat-isyarat listrik itu, sel-sel hipotalamus memulai pekerjaan yang dibutuhkan demi menghasilkan ASI. Namun, sel-sel ini tak berkecerdasan atau kesadaran sendiri. Sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa isyarat-isyarat itu datang dari payudara ibu atau bahwa sel-sel ini telah dikabari tentang refleks isapan bayi dan, oleh karena itu, bahwa ASI harus dilepaskan; sel-sel ini tak mungkin mengetahui bahwa sebuah fungsi penting dalam produksi ASI telah diserahkan kepada sel-sel ini, atau bahwa sel-sel ini harus meningkatkan produksi prolaktin untuk mengaktifkan kelenjar susu. Jadi, apakah yang menyebabkan sel-sel tak sadar ini terlibat kegiatan tak sadar ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang meletakkan reseptor dalam payudara ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang menyediakan kabel untuk membawa isyarat-isyarat yang dikirim oleh reseptor-reseptor itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang melekatkan ujung-ujung kabel itu ke hipotalamus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang mengajari sel-sel hipotalamus agar merangsang kelenjar pituitari saat isyarat-isyarat tersebut datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang menuliskan rumus untuk mengaktifkan kelenjar susu di dalam sel-sel penyusun kelenjar pituitari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang menciptakan sistem peredaran untuk memastikan bahwa hormon ini mencapai payudara ibu dari kelenjar pituitari di dalam otak?&lt;br /&gt;Siapakah yang menciptakan sel-sel payudara sedemikian sehingga bekerja saat hormon tiba?&lt;br /&gt;Siapakah yang mengajarkan sel-sel payudara rumus unik ASI, sebuah rumus yang bahkan para ilmuwan belum dapat menirunya?&lt;br /&gt;Hanya ada satu jawaban untuk semua pertanyaan ini: Allah Yang Maha Besar, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, orang mampu mempelajari tubuh manusia dengan lebih teliti. Kemampuan ini mengungkapkan derajat kecerdasan dan perencanaan yang digunakan dalam penciptaan tubuh manusia dan mengungkapkan kehebatan penciptaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menolak keberadaan Allah, sebagaimana biasa, ada sebuah khayalan yang mereka gunakan sebagai naungan — waktu dan kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini hanya menerima kebetulan dan hasil kerja hukum alam sebagai asal-muasal rencana dan keindahan yang ditampilkan oleh makhluk hidup dan alam semesta secara keseluruhan. Namun, apa yang telah kita jelaskan di atas secara sepintas tentang ASI cukup untuk memperlihatkan betapa tanpa maknanya pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmiah, tak mungkin satu saja dari ribuan unsur berbeda dalam sistem ini, misalnya, payudara, kelenjar pituitari, seutas syaraf, atau sebuah sel di hipotalamus, atau bahkan sebuah hormon, dapat terbentuk lewat evolusi. Sangat penting bahwa setiap unsur dalam sistem ini, bersama dengan sistem-sistem pendukung yang dibutuhkan demi memastikan manusia bertahan hidup (misalnya, sistem peredaran dan pernapasan), terbentuk sekaligus dan di tempat unsur itu dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya yang khusus. Hanya satu penjelasan yang mungkin: sistem ini diciptakan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain penciptaan dalam keajaiban ASI adalah hormon oksitosin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, kami telah menjelaskan rancangan sempurna dalam produksi susu ibu. Tetapi, ada satu masalah: produksi susu oleh kelenjar susu saja belum cukup. Dengan kekuatannya sendiri, bayi tak dapat mengisap susu dari puting semudah minum dari botol; susu harus bergerak dari kelenjar susu ke puting. Jika tidak, sistem yang telah kami jelaskan sejauh ini tak akan berguna; susu ibu dari kelenjar susu tidak akan mencapai puting dan bayi yang baru lahir tak akan mendapatkan makanan apapun. Maka, bagaimana mungkin susu dapat mencapai puting dan bayi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia, yang tak terhitung jumlahnya sepanjang sejarah, yang telah disusui dengan ASI — termasuk diri kita —berutang budi pada hormon oksitosin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon ini memastikan terjadinya kerutan otot di sekitar saluran susu, menggerakkan susu dari kelenjar susu ke puting yang mudah dicapai oleh bayi saat disusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah. Bagaimanakah sel-sel yang menghasilkan hormon oksitosin mengetahui bahwa susu harus mencapai puting ibu sebelum dapat diisap, dan bahwa jika tidak demikian, bayi tak akan mendapat makanan? Bahkan seandainya mengetahui hal ini, bagaimana sel-sel itu mengetahui cara tepat untuk membuat sel-sel dalam saluran susu mengerut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan oleh siapa pun yang ingin mengetahui lebih banyak kehebatan sistem ini. Kecerdasan sadar yang ditunjukkan oleh setiap sel di dalam tubuh manusia menjadi saksi ilmu abadi Allah Yang menciptakan segenap sel dari ketiadaan. Di dalam Al Qur’an, Allah mengungkapkan bahwa Dia Sendirilah yang memerintah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatur urusan dari langit ke bumi… (QS As-Sajdah, 32: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang Mengatur Jumlah Cairan di dalam Darah:&lt;br /&gt;Hormon Antidiuretik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, berapa banyak cairan yang harus ada di dalam tubuh Anda agar Anda sehat? Dapatkah Anda menghitung berapa gram cairan yang Anda dapat dari makanan yang Anda makan dan cairan yang Anda minum setiap harinya? Atau, dapatkah Anda menentukan berapa banyak dari cairan ini yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh dalam jangka waktu yang sama? Dapatkah Anda menentukan berapa gram cairan yang ada dalam darah Anda setiap detiknya dalam sehari, atau kadar air dalam jaringan tubuh Anda, atau tekanan darah Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air adalah senyawa yang paling dibutuhkan tubuh manusia.  Jika kehilangan 10% saja dari cairannya, tubuh tak akan bertahan hidup.  Namun, seseorang tak akan mampu mengukur jumlah air di dalam tubuhnya atau melakukan sesuatu pun untuk mempengaruhinya, melainkan tubuhnya telah memiliki sistem sempurna untuk melakukan tugas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tugas menghitung angka-angka itu diberikan kepada setiap manusia, kita semua akan harus mencurahkan seluruh waktu untuk pekerjaan ini. Perhitungan-perhitungan ni sangat penting karena tubuh manusia harus dihindarkan dari terlalu banyak kehilangan cairan. Jika cairan tubuh yang hilang mencapai sekitar 10 persen kadarnya yang normal, maka akan berakibat kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, seseorang tak perlu mengukur jumlah cairan tubuhnya sendiri karena tubuhnya telah memiliki suatu sistem yang mengatur dan menentukan kadar cairan. Jika mengamati sistem ini secara rinci, Anda akan menemukan keajaiban teknik dan perencanaan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan cairan tubuh disebabkan berkeringat atau tak meminum cukup air. Jika tidak ada sistem khusus di dalam tubuh kita, tak peduli betapa rendahnya kekentalan cairan tubuh menurun, Anda tak akan menyadarinya dan akhirnya mati. Bagaimanakah penurunan jumlah cairan darah ini diketahui dan dengan cara-cara apa keadaan itu dipulihkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada indra-indra khusus di daerah hipotalamus di otak yang disebut osmoreseptor. Indra ini mengukur jumlah cairan di dalam darah Anda setiap saat sepanjang hidup. Jika menganggap bahwa jumlah cairan di dalam darah turun, osmoreseptor segera bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air dan zat-zat ampas dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, usus, paru-paru, hati dan kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mengganti salah satu reseptor di hipotalamus ini dengan seorang manusia, orang ini harus mengukur jumlah cairan di dalam darah selama 24 jam tanpa lelah dan tidur seumur hidupnya. Tentunya, tak mungkin seorang manusia mengemban tugas seperti itu, namun sekelompok sel mengabdikan seluruh hidupnya untuk menghitung jumlah cairan di dalam darah. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok sel ini menjalankan fungsi yang telah diserahkan kepadanya. Hipotalamus melakukan pekerjaannya dalam pengawasan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita andaikan bahwa jumlah cairan di dalam darah turun. Dalam keadaan seperti ini, apa yang harus dilakukan orang yang menggantikan salah satu sel reseptor ini? Jika tak meminum cairan, bagaimana Anda dapat menaikkan jumlah cairan di dalam darah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum pernah belajar biologi, mungkin tak terpikir oleh Anda untuk memurnikan molekul-molekul air dalam air seni dan mengirimnya kembali ke dalam darah. Bahkan, sekalipun gagasan itu muncul di benak Anda, Anda tak akan mengetahui bagaimana melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sel-sel sensor hipotalamus mendeteksi turunnya kadar cairan darah, reaksinya sangat cerdas. Ia menggunakan sebuah hormon kurir (penyampai pesan) yang sangat khusus (hormon antidiuretik, ADH) yang tersimpan dalam kelenjar pituitari. Pesan ini tertulis dalam sel-sel yang mengelilingi jutaan tabung renik dalam ginjal. Pesan dikirimkan kepada sel-sel ini, memerintahkan sel-sel agar menyimpan molekul-molekul air dalam air seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diharuskan mengukur jumlah cairan di dalam tubuhnya dan bertindak menurut hasil pengukuran itu, manusia akan membutuhkan laboratorium tercanggih.  Dan ia harus mengamati apa yang terjadi dalam darah siang-malam tanpa istirahat.  Ia akan mengalami amat banyak kesulitan memenuhi tugas ini (kalau saja mampu melakukannya), namun sel-sel kecil sangat ahli melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, sejumlah pertanyaan bermunculan: bagaimana sel-sel yang terletak di dalam kelenjar pituitari ini berkecerdasan untuk mengirimkan perintah kepada sel-sel ginjal yang jauh letaknya dan belum pernah dikunjungi? Bagaimanakah sel-sel dapat menulis pesan yang akan dipahami dan dipatuhi sel-sel ginjal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat sistem komunikasi ini, sel-sel ginjal menyaring sejumlah besar molekul air di dalam air seni dan mencampurnya lagi dengan darah. Akibatnya, jumlah air seni berkurang dan cairan dalam tubuh kembali ke kadar tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kita meminum terlalu banyak air, prosedur kebalikannya terjadi. Saat kadar cairan di dalam darah meningkat, indra-indra di hipotalamus memperlambat pelepasan hormon ADH. Saat itulah penyerapan cairan di ginjal menurun. Jumlah air seni meningkat dan jumlah cairan di dalam darah tetap seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sifat hormon ADH adalah kemampuannya mengerutkan pembuluh darah sehingga menyebabkan kenaikan tekanan darah. Inilah sistem jaminan keamanan yang dirancang sangat baik dan satu lagi bukti nyata bahwa manusia diciptakan secara khusus. Agar sistem pengamanan ini berfungsi, sebuah rencana yang menyeluruh telah dijalankan. Di serambi atas jantung dan dalam pembuluh vena yang menuju jantung, peranti-peranti khusus telah diletakkan untuk mengukur tekanan darah. Kabel-kabel (syaraf) peranti-peranti ini terhubung ke kelenjar pituitari. Saat tekanan darah normal, peranti ini terangsang dan terus-menerus mengirimkan isyarat-isyarat listrik ke kelenjar pituitari untuk mencegah pelepasan hormon ADH.8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini mirip sistem alarm yang bersinar inframerah. Jika seorang pencuri tanpa sadar menghalangi salah satu bilah sinar ini, hubungan antara sumber dan penerima cahaya terputus dan alarm pun berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam contoh ini, saat pituitari menerima isyarat dari reseptor-reseptor di jantung dan pembuluh vena, artinya semuanya baik-baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kadar cairan di dalam darah turun, sebuah pesan disampaikan ke hipotalamus.  Akibatnya, sel-sel syaraf hipotalamus mengirimkan pesan agar ADH dilepaskan.  Hormon ADH memastikan lebih banyak cairan akan diserap kembali dari ginjal.  Setelah darah terencerkan, pelepasan ADH berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus perdarahan hebat, seseorang kehilangan banyak darah, dan jumlah darah dalam vena menurun. Sebagai akibatnya, tekanan darah menurun, satu keadaan yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tekanan darah turun, isyarat yang dikirimkan ke kelenjar pituitari dari reseptor di jantung dan pembuluh vena terputus, menyebabkan kelenjar pituitari dalam keadaan siaga dan melepaskan hormon ADH. Hormon ADH segera membuat otot di sekitar pembuluh vena mengerut sehingga menaikkan tekanan darah. Untuk memahami sistem yang sangat rumit, saling berhubungan, dan bersegi banyak ini, diperlukan sejumlah rincian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama isyarat dapat mencapai kelenjar pituitari dari reseptor-reseptor di jantung dan pembuluh darah, segalanya berlangsung lancar.  Namun, saat tekanan darah menurun, isyarat berhenti.  Ini menyebabkan kelenjar pituitari mengambil tindakan yang diperlukan.  Sistem ini menyerupai sistem alarm inframerah.  Selama isyarat inframerah berlanjut, tiada masalah.  Namun, saat isyarat itu terpotong karena alasan apa pun (sebagaimana pada foto), alarm berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimanakah sel-sel hipotalamus, yang menghasilkan hormon ADH, mengetahui susunan sel-sel yang mengelilingi pembuluh vena, sel-sel yang terletak jauh darinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimanakah sel-sel itu mengetahui bahwa otot-otot ini harus mengerut agar tekanan darah meningkat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagaimanakah sel-sel ini dapat menghasilkan zat-zat kimia agar pengerutan itu terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari manakah asalnya “kabel penyalur” syaraf di dalam jaringan komunikasi antara jantung dan kelenjar pituitari yang menghasilkan sistem alarm sempurna ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, di sini kita memiliki rancangan yang sesungguhnya, yang menunjukkan manusia tak muncul dari kegiatan tak sadar yang melibatkan kebetulan, namun hasil sebuah tindakan penciptaan yang sempurna. Pernyataan para evolusionis bahwa sistem komunikasi dan alarm tubuh adalah hasil kebetulan dan kebutuhan, bahwa sel-sel itu membuat, merancang dan merakit sendiri sistem ini, bertentangan dengan akal sehat. Pernyataan seperti itu bagai mengatakan bahwa setumpuk semen, batu bata, dan kabel listrik diletakkan di sebidang tanah dan tiga kali badai terjadi: setelah badai pertama, bahan-bahan bangunan ini membentuk gedung pencakar langit; setelah yang kedua, bahan-bahan itu melengkapi pencakar langitnya dengan sistem listrik; dan setelah yang ketiga, memasang sistem keamanan di dalam bangunan itu. Tak seorang pun dengan pikiran sehat akan menerima pernyataan yang begitu tak masuk akal. Tetapi, kaum evolusionis membuat pernyatan-pernyataan yang bahkan lebih tidak masuk akal. Kaum evolusionis, yang secara taklid bertahan untuk tidak menerima keberadaan Allah, membela teori evolusi tanpa memikirkan betapa penolakan mereka bertentangan dengan akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa alam yang tak sengaja terjadi tak dapat mengubah setumpuk semen, bata, dan kabel listrik menjadi kota yang maju dengan gedung-gedung pencakar langit (atau bahkan sebuah jaringan komputer sangat canggih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikeras bahwa susunan-susunan di dalam tubuh yang lebih rumit adalah hasil waktu, hukum alam, dan kebetulan, sama tak masuk akalnya dengan menyatakan bahwa kota pencakar langit terbentuk oleh kekuatan-kekuatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sangat terbukti bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia telah menciptakan segala sesuatu di langit dan bumi menurut sebuah rancangan yang sempurna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepadaNya. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia. (QS Al-Baqarah, 2: 116-117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon-Hormon yang dapat Mengatur Waktu dan Menghasilkan&lt;br /&gt;Perbedaan di antara Kedua Jenis Kelamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua memiliki jam biologis dalam diri kita—ini menyatakan bahwa terdapat sejumlah jam renik (mikroskopik) di berbagai bagian tubuh kita yang disetel untuk mengatur waktu. Salah satu jam renik ini ada di daerah hipotalamus di dalam otak.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara masa anak-anak dan dewasa, manusia melalui masa remaja, saat tubuh mengalami berbagai perubahan tertentu. Para gadis memasuki kedewasaan antara umur 8 dan 14 tahun; para pemuda antara 10 dan 16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam yang tak pernah salah ini telah diletakkan dalam tubuh tak terhitung manusia yang telah diciptakan hingga hari ini. Bagaimanakah jam ini dapat memahami tanpa salah bahwa seseorang telah mencapai usia remaja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu daerah hipotalamus di otak telah menunggu selama bertahun-tahun sejak saat hari kelahiran untuk menjalankan fungsi yang sangat khusus ini. Pada waktu yang tepat, yakni, saat tibanya perubahan dari anak-anak ke dewasa, sebuah jam weker berbunyi di hipotalamus. Ini menandakan bahwa hipotalamus harus memulai sebuah tugas baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, para ilmuwan menggunakan perbandingan dengan jam untuk menggambarkan proses ini dengan cara yang lebih mudah dimengerti. Tentunya, tiada jam di hipotalamus, namun membandingkannya dengan jam adalah cara terbaik untuk menggambarkan bagaimana sel-sel telah menunggu bertahun-tahun agar dapat bertindak di saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sel-sel yang membentuk hipotalamus mengetahui bahwa waktu yang tepat telah tiba? Dunia ilmu pengetahuan belum dapat menjelaskan bagaimana sepotong kecil daging dapat bertindak begitu penuh kesadaran dan terprogram.10 Sangat mungkin bahwa rincian sistem ini akan dapat dipahami seiring dengan waktu, dan pada saat telah dimengerti, sistem ini akan memberikan lagi bukti akan kesempurnaan ciptaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membunyikan alarm, hipotalamus melepaskan hormon GnRH khusus. Hormon ini mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari untuk menghasilkan dua hormon: hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon Luteinizing (LH).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hormon ini berfungsi sangat khusus dan berkemampuan menakjubkan. Keduanya memulai proses pembedaan dan perkembangan fisik tubuh laki-laki dan perempuan. Hormon FSH dan LH telah dirancang untuk bertugas di daerah tempat perubahan akan terjadi dan bekerja seolah-olah mengetahui dengan baik apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jam “rahasia”nya, daerah hipotalamus di otak “memahami” kapan masa remaja seseorang dimulai.  Dan jam ini bekerja di setiap tubuh manusia tanpa pernah rusak atau berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tubuh perempuan, homon FSH menyebabkan pematangan dan perkembangan telur di indung telur dan memastikan pelepasan hormon estrogen yang sangat penting di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon FSH dilepaskan di dalam tubuh laki-laki berdasarkan rumus yang sama, namun akibat yang dihasilkannya benar-benar berbeda; hormon ini merangsang sel-sel di dalam zakar dan mengawali produksi sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tubuh perempuan, hormon LH memastikan bahwa telur yang mulai dewasa dilepaskan dan bahwa sebuah hormon lain yang disebut progesteron dilepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LH melakukan berbagai fungsi di dalam tubuh laki-laki. Hormon ini merangsang sekelompok sel tertentu di dalam zakar yang disebut sel-sel leydig dan memastikan terjadinya pelepasan testosteron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali membayangkan semua hormon ini dihasilkan dengan rumus yang sama di dalam tubuh kedua jenis kelamin, namun memberikan akibat yang benar-benar berbeda. Bagaimanakah hormon-hormon ini mengetahui perbedaan tubuh laki-laki dan perempuan? Bagaimanakah mungkin suatu hormon yang yang terbentuk dari rumus yang sama menyebabkan pembentukan testosteron pada laki-laki dan progesteron pada perempuan? Bagaimanakah mungkin hormon dengan rumus yang sama, di satu sisi mengenali tubuh laki-laki dan memastikan pembentukan suara dan susunan otot laki-laki, dan di sisi lain, mengetahui susunan kimiawi dan ciri-ciri khusus tubuh perempuan dan membuat perubahan yang sesuai? Siapakah yang meletakkan program genetis yang hebat ini di dalam sel sehingga suatu hormon berakibat berbeda dan menyebabkan pembentukan jenis kelamin yang berlainan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian hormon pada perempuan: LH yang dilepaskan kelenjar pituitari memastikan bahwa telur dikeluarkan dan progesteron dilepaskan.  FSH memastikan pembentukan dan perkembangan sel telur di indung telur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengendalian hormon pada laki-laki: LH yang dilepaskan dari kelenjar pituitari merangsang sekelompok sel khusus pada zakar (sel leydig) dan memastikan pelepasan testosteron.  Pada laki-laki, FSH merangsang sel-sel zakar dan memulai pembuatan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang berkecerdasan sampai merumuskan rencana seperti ini? Apakah peristiwa kebetulan berkecerdasan seperti ini? Apakah sel-sel yang tak sadar memilikinya? Atau, apakah atom-atom pembentuk sel-sel ini memilikinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya nyata bahwa kecerdasan ini tak terjadi karena kebetulan, sel-sel, atau atom-atom yang membentuk sel. Perkembangan ini diatur sesuai dengan kekhususan laki-laki dan perempuan dan menunjukkan kepada kita adanya rancangan dan rencana yang disengaja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-1269858122114432869?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/1269858122114432869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/dua-pemimpin-tubuh-kita-kelenjar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1269858122114432869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1269858122114432869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/dua-pemimpin-tubuh-kita-kelenjar.html' title='DUA PEMIMPIN TUBUH KITA: KELENJAR HIPOTALAMUS DAN KELENJAR PITUITARI'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-419496061713437427</id><published>2010-03-29T00:38:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T06:50:02.001-07:00</updated><title type='text'>Tiga Kepastian</title><content type='html'>Jibril as bertugas menyampaikan wahyu dari Allah swt, namun saat ia datang. kepada Rasulullah saw ternyata tidak hanya wahyu yang disampaikannya tapi juga ada pesan-pesan khusus darinya yang disampaikan kepada Nabi, ini menunjukkan betapa penting pesan-pesan yang disampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, pesan-pesannya yang baik itu tidak hanya ditujukan kepada Nabi, tapi sebenarnya kepada kita semua. Karenanya kitapun harus memahaminya dengan baik agar dapat kita jalani untuk kebaikan dalam hidup kita di dunia dan akhirat yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sekian banyak pesan mataikat Jibri! kepada Rasululiah saw adalah : “Hiduplah engkau seberapapun lamanya, namun engkau pasti akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau sukai, namun engkau pasti akan berpisah dengannya. Beramallah semaumu, namun engkau pasti akan mendapat balasannya” (HR. Baihaki).&lt;br /&gt;Pesan malaikat Jibril di atas yang perlu kita pahami menunjukkan adanya tiga kepastian yang tidak bisa kita hindari terjadi pada kita, cepat atau lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kepastian Mati&lt;br /&gt;Mati merupakan suatu kepastian, apalagi sudah terbukti bahwa sepanjang adanya kehidupan telah ada kematian. Karena itu manusia boleh saja menginginkan hidup lama bahkan seberapapun lamanya tapi ia tidak bisa mencegah dirinya dan kematian bila saatnya sudah tiba,sehebat dan sekuat apapun dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fir’aun sang raja yang kuat dan ditakuti orang sudah lama mati dan menjadi catatan sejarah, Qarun yang kaya raya juga sudah lama mati dan menjadi bukti sejarah betapa orang kaya tidak boleh sombong, para Nabi juga sudah mati dan kematian itu berkeliling dunia untuk menjemput manusia satu demi satu kembali ke kampung akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan” (QS Al-Anbiya[21]:35)&lt;br /&gt;Karena kematian tidak bisa dihindari, maka meskipun manusia berusaha untuk menghindarinya, tetap saja ia akan datang juga menemui siapapun bila memang sudah tiba saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Katakanlah; Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS Al Jumuati [62]:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan manusia juga tidak bisa menghindari kematian bila memang sudah tiba saatnya meskipun ia berada di benteng pertahanan yang tinggi lagi kokoh, hal ini ditegaskan dalam firman Allah swt: “Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: ‘Ini adalah dari sisi Allah’, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: ‘ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)’. Katakanlah: ‘Semuanya (datang) dari sisi Allah’. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik). Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS An Nisa [4]:78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mati merupakan suatu kepastian, satu hal yang harus kita sadari bahwa ternyata mati itu bukanlah akhir dari kehidupan manusia, tapi sebenamya awal dari fase kehidupan yang baru, yaitu kehidupan akhirat yang enak atau tidaknya sangat tergantung pada bagaimana ia menjalani kehidupan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita sudah menyadari kepastian adanya kematian, maka kita tidak akan mensia-siakan kehidupan di dunia yang tidak lama. Kita akan berusaha mengefektifkan perjalanan hidup di dunia ini untuk melakukan sesuatu yang bisa memberikan nilai positif, tidak hanya dalam kehidupan di dunia tapi juga di akhirat karena kehidupan dunia merupakan saat mengumpulkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk kebahagiaan dalam kehidupan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kematian pada hakikatnya adalah perjumpaan dengan Allah swt yang tentu saja harus dengan bekal amat shaleh yang sebanyak-banyaknya, sebagaimana firman-Nya: “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya” (QS Al Kahfi [18]:110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Kepastian Berpisah Dengan Kekasih.&lt;br /&gt;Manusia boleh saling mencintai antara saiu dengan lainnya, suami pada isteri atau sebaliknya, orang tua pada anak atau sebaliknya, rakyat terhadap pemimpin atau sebaliknya, sahabat dengan sahabat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kecintaan kepada manusia tidaklah abadi, karenanya jangan sampai kita mencintai manusia secara berlebihan karena pasti kita akan berpisah dengan orang yang kita cintai, adakalanya kita lebih dahulu meninggalkannya atau kita yang ditinggalkan oleh orang yang kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya malaikat Jibril mengingatkan kita semua bahwa kita pasti berpisah dengan orang yang sangat kita cintai sekalipun, sehingga agar tidak terlalu berat dalam perpisahan, kita harus mencintai manusia sekadarnya, sedangkan yang harus paling kita cintai adalah Allah swt dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selainAllah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada” (QS Al-Baqarah[2]:165).&lt;br /&gt;Di dalam ayat lain, Allah swt mengingatkan kita agar mencintai apapun dan siapapun tidak lebih dari kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta perjuangan di jalan-Nya karena hal ini akan membuat kita menjadi semakin jauh dari petunjuk hidup yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman-Nya: “Katakanlah, jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (QS At Taubah [9]:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah diingatkan, ternyata banyak sekali manusia yang mencintai sesuatu sangat dalam cintanya sehingga pada saatnya berpisah dengan yang dicintainya itu ia tidak memiliki kesiapan mental yang memadai, saat keluarga atau orang yang dicintainya harus pergi ke wilayah yang jauh untuk sesuatu yang penting, maka ia tidak rela melepaskannya, apalagi sampai meninggal dunia yang mengakibatkan duka yang terlalu dalam sampai terjadinya goncangan jiwa atau gangguan mental sehingga kehidupan tidak bisa dijalaninya dengan baik, bahkan tidak memiliki gairah hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.   Kepastian Balasan Amal&lt;br /&gt;Dunia ini tempat beramal, kenyataan menunjukkan bahwa banyak manusia yang beramal shaleh, namun banyak pula yang beramal salah. Allah swt memberikan kebebasan kepada manusia tentang amal apa yang mau mereka lakukan, karena hasilnya terpulang kepada manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal shaleh akan membuat pelakunya merasakan kenikmatan dan kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat, sedangkan amal salah akan membuat pelakunya mengalami penderitaan dan kesengsaraan di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang hendak kita lakukan harus dipertimbangkan secara matang, jangan asal melakukan apalagi sekadar ikut-ikutan dengan orang lain karena apapun yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggung-jawabannya dihadapan Allah swt.&lt;br /&gt;Firman Allah: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS Al Isra[17:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, manusia bebas melakukan apapun sekehendak hatinya, namun ia sendiri yang mendapatkan hasilnya, seberengsek apapun manusia dengan kejelekan amalnya, ia harus siap menanggung akibatnya, bahkan syaitan yang telah menjerumuskannya pada amal yang jelek dan nista tidak mau disalahkan dalam kehidupan di akhirat nanti meskipun manusia melakukan kejelekan karena menuruti godaan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diceritakan oleh Allah swt tentang apa yang akan terjadi dalam kehidupan di akhirat nanti dalam firman-Nya: "Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih" (QS ibrahim [14]:22).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-419496061713437427?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/419496061713437427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/tiga-kepastian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/419496061713437427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/419496061713437427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/tiga-kepastian.html' title='Tiga Kepastian'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-6323412934172583542</id><published>2010-03-29T00:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T00:35:28.732-07:00</updated><title type='text'>Mengemis Itu Haram</title><content type='html'>Setiap manusia tentu membutuhkan rizki berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Untuk itu, manusia harus mencari nafkah dengan berbagai usaha yang halal, Bagi seorang muslim, mencari rizki secara halal merupakan salah satu prinsip hidup yang sangat mendasar.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu menghendaki dalam upaya mencari rizki, banyak yang bisa kita peroleh, mudah mendapatkannya dan halal status hukumnya. Namun seandainya sedikit yang kita dapat dan susah pula mendapatkannya selama status hukumnya halal jauh lebih baik daripada mudah mendapatkannya, banyak perolehannya namun status hukumnya tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih tragis lagi adalah bila seseorang mencari nafkah dengan susah payah, sedikit mendapatkannya, status hukumnya juga tidak halal, bahkan resikonya sangat berat, inilah sekarang yang banyak terjadi. Kita dapati di masyarakat kita ada orang yang mencuri sandal atau sepatu di masjid, mencopet di bus kota dan sebagainya. Korban penganiayaan dari masyarakat sudah banyak yang berjatuhan akibat pencurian semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hadits, Rasulullah saw menyebutkan tentang kecintaan Allah swt kepada orang yang mencari rizki secara halal meskipun ia bersusah payah dalam mendapatkannya, beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah cinta (senang) melihat hambaNya lelah dalam mencari yang halal” (HR. Ad Dailami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara mencari harta yang tidak terhormat adalah dengan meminta atau mengemis kepada orang lain. Karena itu, sebagai muslim jangan sampai meminta atau mengemis agar kita mendapat jaminan surga dari Rasulullah saw sebagaimana sabdanya: “Barangsiapa yang menjamin kepadaku bahwa ia tidak meminta sesuatu kepada orang, aku menjamin untuknya dengan surga” (HR. Abu Daud dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengemis Yang Dibolehkan&lt;br /&gt;Pada dasarnya, mengemis termasuk cara mencari harta yang diharamkan oleh Allah swt, karena itu, mengemis tidak boleh dilakukan oleh seorang muslim kecuali bila sangat terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qabishah bin Mukhariq al Hilat ra berkata: “Aku pernah memikul tanggungan berat (diluar kemampuan), lalu aku datang kepada Rasulullah saw untuk mengadukan hal itu. Kemudian beliau bersabda: Tunggulah sampai ada sedekah yang datang kepada kami lalu kami perintahkan agar sedekah itu diberikan kepadamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu beliau bersabda: Hai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak boleh kecuali bagi salah satu dari tiga golongan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Orang yang memikul beban tanggungan yang berat (diluar kemampuannya), maka &lt;br /&gt;        dia boleh meminta-minta sehingga setelah cukup lalu berhenti, tidak  &lt;br /&gt;        meminta-minta lagi.&lt;br /&gt;2. Orang yang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, maka dia boleh &lt;br /&gt;        meminta sampai dia mendapatkan sekadar kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;3. Orang yang tertimpa kemiskinan sehingga tiga orang yang sehat pikirannya &lt;br /&gt;        dari kaumnya menganggapnya benar-benar miskin, maka dia boleh meminta &lt;br /&gt;        sampai dia memperoleh sekadar kebutuhan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan selain dari tiga golongan tersebut hai Oabishah, maka meminta-minta itu haram yang hasilnya bila dimakan juga haram” (HR. Muslim). Dari hadits di atas, dapat kita pahami bahwa mengemis yang dibolehkan adalah mengemis yang sekadar untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam kehidupan seseorang, itupun tidak boleh menjadi pekerjaan atau profesi, karena situasi darurat seharusnya tidak berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jelas, ada tiga sebab atau keadaan dibolehkannya mengemis bagi seseorang.&lt;br /&gt;Pertama, orang yang memiliki beban hidup yang tidak mampu ditanggungnya sehingga dengan kesungguhan dan kerja keras ia dapat berusaha dengan cara lain yang halal untuk bisa memenuhi kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sekarang, para pengemis bisa jadi berada dalam keadaan memiliki tanggungan yang berat, namun karena dari mengemis ternyata banyak yang diperolehnya meskipun tanpa keras keras, maka ia malah keasyikan sehingga tidak mau berusaha yang lain. Padahal seandainya seorang ibu yang kita lihat di jalan-jalan untuk mengemis mau jadi pembantu rumah tangga saja; makan, minum dan tempat tinggal sudah terjamin, itupun masih mendapatkan upah setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau para preman yang suka memalak mau berusaha dengan cara berdagang minuman ringan dan makanan kecil saja, maka ia sudah bisa memperoleh uang, kalau orang cacat diberikan pendidikan ketrampilan yang membuatnya bisa berusaha dan berkarya, tentu ia tidak akan menunggu belas kasihan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setiap orang seharusnya bisa memahami dan menyadari bahwa semakin lama beban hidup memang semakin besar sehingga seseorang dituntut untuk meningkatkan semangat bekerja dan berusaha, termasuk di dalamnya dengan memperbanyak ketrampilan karena semakin banyak ketrampilan yang dikuasainya, semakin banyak pula pintu rizki yang bisa dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua yang dibolehkan mengemis adalah orang yang tertimpa musibah seperti bencana alam yang menghabiskan hartanya, bahkan untuk sementara iapun tidak bisa berusaha sebagaimana biasanya. Di negeri kita, bencana datang silih berganti bahkan ada bencana yang sudah bisa diper-kirakan seperti banjir, tanah longsor, berbagai penyakit yang muncul akibat perubahan musim dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pemerintah tanggap dalam masalah ini, apalagi dibantu oleh lembaga swadaya masyarakat, mestinya orang yang tertimpa musibah tidak akan sampai mengemis, anggaran negara dan pemerintah daerah harus disediakan dalam jumlah yang banyak untuk menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kemiskinan yang diakui oleh masyarakat di sekitarnya bahwa dia memang miskin sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokok saja seperti makan dan minum ia tidak sanggup lagi memenuhinya. Bila tidak ada pilihan lain, maka orang yang ditimpa kemiskinan dibolehkan mengemis sekadar untuk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kemiskinan idealnya tidak sampai membuat sesecrang menjadi pengemis, tapi orang yang berkemampuan apalagi pemerintah harus segera membantu masyarakat yang miskin dengan mendidik masyarakat dan membuka lapangan kerja yang luas.&lt;br /&gt;Disamping itu, ketika seseorang mau berusaha lalu membutuhkan modal, maka permodalan bisa diberikan atau dipinjamkan dari dana zakat, infak dan sedekah atau memang dana yang disediakan oleh pemerintah sehingga seseorang bisa berusaha dengan cara yang baik dan tidak lagi menjadi pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dalam situasi terpaksa, seseorang dibolehkan mengemis hanya untuk mendapatkan rizki sekadar bisa memenuhi kebutuhan pokok, bukan dengan mengemis itu ia menjadi kaya apalagi sampai menipu orang lain agar ada belas kasihan kepadanya. Orang yang selama ini menjadi pengemis harus meninggalkan cara mengemis dan secara serius pemerintah harus memberi perhatian dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, motivasi dan memberi pemahaman yang utuh untuk membantu yang lemah harus dibangun kembali, sedangkan mereka yang mengalami kesulitan hidup harus mau berusaha semaksimal mungkin dan tidak menjadikan keadaan dirinya sebagai alasan keterpaksaan untuk mendapatkan rizki dengan cara yang tidak terhormat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-6323412934172583542?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/6323412934172583542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mengemis-itu-haram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6323412934172583542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6323412934172583542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mengemis-itu-haram.html' title='Mengemis Itu Haram'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-7357289588838642381</id><published>2010-03-29T00:32:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T00:32:34.656-07:00</updated><title type='text'>Sifat Manusia Bisa Lebih Hina dari Mahluk Lain</title><content type='html'>Kemuliaan itu sudah nampak terlihat ketika Allah SWT memberikan pangkat dan kedudukan yang namanya khalifah, ketika manusianya belum diciptakan dan media buminya belum diciptakan Allah sudah memberikan suatu pangkat dan kedudukan berupa khalifah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al baqaroh dan surat At Tiin, kemudian pangkat yang kedua yang diberikan Allah kepada manusia itu setelah diciptakan makhluk dengan “ahsanitagwim” kesempurnaan makhluk dan kesempurnaan ciptaan. Kemudian Allah SWT memilih lagi makhluk-makhluk yang mulia itu berupa pangkat bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi kehadiran manusia sudah dipertanyakan oleh Malaikat-malaikat mulai sejak   Allah SWT mengumandangkan akan menciptakan di atas muka bumi ini seorang khalifah dimana telah digambarkan dalam surat Al baqaroh ayat 30 menjelaskan bahwa Allah mempunyai gagasan besar dan gagasan yang amat mulia kemudian mengundang pertanyaan-pertanyaan para Malaikat tentang gagasan Allah SWT dengan pertanyaannya para Malaikat mempertanyakan eksistensi manusia yang dalam gambaran ayat tersebut: “apakah Engkau akan menciptakan khalifah yang justru membuat kerusakan dan melakukan pertumpahan darah ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Malaikat menduga bahwa khalifah ini akan merusak dan menumpahkan darah. Dugaan itu mungkin berdasarkan suatu pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia, di mana ada makhluk yang berlaku demikian, atau bisa juga berdasar asumsi bahwa karena yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan Malaikat, maka pasti makhluk itu berbeda dengan mereka yang selalu bertasbih dan mensucikan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas yang kita saksikan sekarang ini adalah apa yang pernah menjadi pertanyaan Malaikat sebelum manusia itu diciptakan sebagai khalifah, bahwa makhluk yang Engkau akan ciptakan itu akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah, kemudian Allah SWT mengatakan “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang belum engkau ketahui“. Kemudian setelah, diciptakan manusia lalu disempurnakan dalam bentuk yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri diri seorang Manusia&lt;br /&gt;Kemudian banyak orang bertanya manusia itu dijatuhkan pada derajat hina bahkan lebih hina dari pada makhluk-makhluk lain. Dalam konteks tasawuf dapat disebut beberapa naluri diri manusia yang bisa menyebabkan jatuhnya harga diri dan kehinaan seperti naluri bahiimiah atau naluri kebinatangan, naluri sobi’iyah atau naluri kepuasan, naluri syaitoniah atau naluri syetan dan naluri Robbaniah atau naluri Ketuhanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika ada firman Allah SWT, manusia terjatuh pada derajat yang sangat hina, karena nuluri-naluri negatif yang mendominasi dalam diri manusia seperti naluri kebinatangan, naluri kepuasan, naluri syetan, itulah naluri yang ketika naluri ini mendominasi manusia maka “kemudian Allah kembalikan manusia ke tempat yang serendah-rendahnya“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan di TV ada satu acara yang sebenarnya acara itu syarat dengan pesan Al qur’an yaitu national geografik yang pada hakekatnya juga produsernya kita tidak mengetahul tetapi kita yakini Itu bahwa diproduksi oleh orang-orang barat yang meneliti ciptaan-ciptaan Tuhan. Kita sekarang tidak memperhatlkan hal itu, padahal Jika kita menyasikan hal itu kita akan menemukan kebesaran Allah dan kita bisa mengukur apakah kta ini benar-benar khalifah yang sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagal contoh ditampilkan seekor rusa yang melahirkan anaknya, ketika anak itu lahir dibersihkan dengan Lidah yang ada dibadannya, itulah naluri binatang rusa untuk menghilangkan jejak dari penciuman binatang buas. Aroma anak rusa yang bau amis itu dihilangkan oleh sang induknya dengan penuh rasa kasih sayang agar terhindar dari binatang buas. Itu naluri bahiimah (kebinatangan), tetapi dia bisa melakukan sebuah kemuliaan dengan penuh kasih sayang terhadap anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika ada orang bertanya ada naluri kebinatangan. yang mendominasi dirinya bahkan dia bisa jadi binatang dan bahkan lebih hina dari pada binatang. Terjadi ketika rusa itu penuh kasih sayang yang dibersihkan dengan lidahnya, tetapi terjadi pada diri manusia ketika bayi itu dilahirkan, kita telah mendengar dan melihat baik di media surat kabar maupun media elektronik betapa bayi yang tidak berdosa baru dilahirkan kemudian dibunuh dalam keadaan hidup - hidup, “Masya Allah”. Pernah beberapa waktu yang lalu ada bayi baru dilahirkan kemudian dibunuh dan dimasukkan ke dalam septictank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita ketahui bahwa yang tidak terjadi pada dunia hewan tetapi telah terjadi pada diri manusia itu sendiri. Jadi tidak perlu bertanya ketika “Kemudian Allah kembalikan manusia ke tempat yang serendah-rendahnya“, karena ada naluri binatang yang terjadi pada diri manusia dan bahkan bisa terjadi lebih hina dari pada binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dicontohkan seperti ular yang hidup di gurun dan sangat buas sekali, kita bisa mengukur apakah ular tersebut lebih rakus atau lebih santun dari pada manusia. Ketika ada seekor tikus itu lewat di depannya kemudian ular itu mensergap hingga mati, seekor ular memakan satu ekor tikus yang dimangsa itu bisa bertahan hidup selama 6 bulan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi terjadi kepada manusia yang Allah SWT berfirman dalam surat At Takaatsur ayat 1 - 2 yang artinya “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam neraka“. Sifat manusia selalu mengumpulkan harta, merampas bukan haknya dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Manusia tidak cukup sampai 6 bulan tetapi menjelang matipun masih ada rasa takut kelaparan karena serakah dan rakus. Adapun seekor buaya pun jika telah memakan seeokor mangsanya dapat bertahan sampai bertahan untuk tidak makan selama 4 bulan lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Naluri Sabi’iyah atau naluri kepuasan. Ada seekor harimau yang menerkam seekor rusa dengan mencabik-cabik, jika kita melihat dan mengetahui bahwa harimau itu adalah binatang buas. Kalau harimau itu memangsa dan mencabik-cabik rusa dengan kebuasannya itu wajar, karena binatang buas, yang tidak pantas kalau kepuasan terjadi pada manusia karena dia bukan binatang buas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata yang terjadi sekarang ini adalah kebuasan terjadi pada diri manusia yang melebihi kebuasan pada binatang buas. Ada kebuasan yang melebihi kebuasan binatang buas itu sendiri telah terjadi pada manusia dan ini dipertanyakan oleh Malaikat terhadap eksistensi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga Naluri Syaitoniyah, atau naluri syetan. Ada seorang ulama Ibnu Qayyim memberikan satu nasehat kepada kita bahwa syetan itu jika ingin menggoda manusia dia lihat tipe dan karakter manusia. Ada manusia yang tidak perlu digoda oleh syetan dan ada pula manusia yang perlu digoda oleh syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang harus digoda syetan adalah manusia-manusia yang ikhlas, yang beriman dan beramal sholeh, tetapi ada manusia tidak perlu digoda oleh syaitan karena dia sendiri sudah menjadi bagian-bagian dari pada syaitan. Dalam Al-Qur’an mengatakan bahwa musuh yang Allah berikan kepada para nabi itu adalah musuh-musuh dari kalangan syetan yang wujudnya berupa jin dan manusia. Berapa banyak manusia yang sekarang ini telah menjadi bagian dari pada kekuatan-kekuatan jahat syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat Naluri Robbaniah atau naluri Ketuhanan. Allah SWT memberikan naluri kepada manusia berupa naluri Robbaniah atau naluri kebajikan, tetapi naluri ini oleh manusia tidak dipupuk, tidak disiram dan tidak dijaga dengan baik. Padahal dengan naluri Robbaniah ini mampu menghadapi dengan ketiga naluri yang negatif yang ada dalam diri manusia. Naluri Robbaniah ini hanya didapatkan oleh orang-orang yang ikhlas dan yang beramal sholeh. Untuk itu marilah kita kukuhkan lagi eksistensi kita sebagai manusia, sehingga predikat kekhalifahan yang diberikan oleh Allah SWT senantiasa terjaga. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-7357289588838642381?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/7357289588838642381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sifat-manusia-bisa-lebih-hina-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7357289588838642381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7357289588838642381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sifat-manusia-bisa-lebih-hina-dari.html' title='Sifat Manusia Bisa Lebih Hina dari Mahluk Lain'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-5573224080202532652</id><published>2010-03-29T00:20:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T00:20:30.943-07:00</updated><title type='text'>Karakter Yahudi</title><content type='html'>Hari-hari umat Islam Palestina mengalami nasib yang tragis. Dijajah, dibantai dan ditindas oleh orang-orang Yahudi. Padahal Yahudi telah mendapatkan 90% tanah Palestina, sebelumnya hanya memiliki 5%. Dengan cara menyerang, kemudian menduduki dan menjajah Palestina. Untuk itu marilah kita pahami karakter khas mereka. Sehingga kita tidak mudah melupakan kejahatan-kejahatan Yahudi sepanjang sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Yahudi Madinah&lt;br /&gt;Menurut sejarah orang-orang Yahudi adalah keturunan Israil. Dalam tafsir Ibnu Katsir, Al Qurthubi dan Jalalain, Isra’il adalah nabi Ya’qub. Jadi bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’qub. Menurut catatan KH. Munawar Khalil, kira-kira tahun 1800 SM, nabi Ya’qub pindah dari Kan’an (Palestina) bersama anak cucunya ke Mesir. Yaitu setelah Nabi Yusuf as, puteranya menjabat sebagai raja Mesir. Kemudian nabi Ya’qub wafat pada tahun 1689 SM, disusul Nabi Yusuf pada tahun 1635 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian bani Israil tetap tinggal di Mesir hingga 300 tahun iamanya. Setelah itu mereka hidup dibawah kekuasaan Fir’aun. Mereka ditindas, dibunuh dan diintimidasi. Akhirnya berkat pertolongan Nabi Musa mereka berhasil keluar dari Mesir dan kembali ke Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan” (QS Al Baqarah [2]: 49-50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Musa wafat, pimpinan diserah-kan kepada Nabi Ilyas as, selanjutnya kepada nabi llyasa as. Setelah Nabi llyasa wafat, mulailah keadaan dan kehidupan mereka menjadi kacau balau, kocar-kacir dan tidak kaaian. Ajaran Taurat mulai mereka tinggalkan sehingga mereka menjadi lemah, rendah dan hina dina. Untung mereka memiliki pemimpin yang gagah berani bemama Samuel. Lalu Samuel menunjuk Shawel untuk mengendalikan pemerintahan. Setelah Shawel wafat, kemudian digantikan oleh Nabi Dawud as. Raja Dawud memegang kerajaan kira-kira pada tahun 1058 s.d. 1017 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Bani Israil hidup dibawah kerajaan Nabi Sulaiman. Pada masa ini, Bani Israil hidup damai, makmur dan sentosa. Yaitu lebih kurang 400 tahun lamanya. Setelah Nabi Sulaiman as wafat, kerajaan mereka terbagi menjadi dua. Yaitu kerajaan Israil dengan ibukota Samaria. Dan kerjaan Yahudi dengan ibukota Darus Salam (Yerusalem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 722 SM, kerajaan Israli jatuh ke tangan raja Salmannasar. Dan tahun 586 SM, kerajaan yahudi diserbu raja Nabukadnesar. Lalu pada tahun 539 SM raja Cyrus dari Persia menaklukkan Babylonia. Tidak berapa lama bangsa Mesir berhasil merebut Negara kaum Yahudi dari kekuasaan bangsa Persia. Selanjutnya mereka ditaklukkan oleh bangsa Romawi dengan rajanya Augustus. Pada masa itulah nabi Isa as dilahirkan. Dalam kekuasaan Mesir dan Romawi itulah, bani Israil mengalami berbagai macam penderitaan dan kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 70 SM mereka berupaya melakukan pemberontakan. Namun gagal. Justru akhirnya mereka diperbudak dan diusir dari negerinya oleh raja Romawi (Titus). Mulailah sejak saat itu mereka hidup terlunta-lunta di berbagai negeri (diaspora). Sebagian diantara mereka mengembara dan menetap di semenanjung Arabia. Diantaranya adalah tiga suku besar Yahudi yang tinggal di Yatsrib (Madinah). Yaitu bani Qainuqa, bani Nadhir dan bani Quraizhah. Di kota Madinah inilah mereka menunggu kedatangan Nabi terakhir yang diharapkan akan membantu membangkitkan kejayaan mereka kembali. Namun karena sifat iri dan dengkinya justru mereka memusuhi Rasulullah. Disebabkan Nabi Muhammad bukan keturunan Israil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang Telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu” (QS. Al-Baqarah [2]: 89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Madinah mereka menguasai pusat-pusat ekonomi dan bisnis. Dengan kelicikannya tiada henti-hentinya mereka memprovokasi dan mengadu domba suku Aus dan Khazraj agar selalu ribut dan perang. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: - Sesungguhnya kami Ini orang Nasrani. - yang demikian itu disebabkan Karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) Karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri” (QS Al-Maaidah [5]:82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi Yahudi&lt;br /&gt;Rasulullah dan sahabatnya memiliki kompetensi yang luar biasa. Mulai dari tabligh, amanah, fathonah dan Sidiq. Yahudi justru kebalikannya. Yaitu memiliki kompetensi inti yang membawa kepada kerusakan, perkelahian dan kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iri dan dengki.&lt;br /&gt;Karakter dan kompetensi khas Yahudt adalah iri dan dengki. Allah swt berfirman: “Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang Telah diturunkan Allah, Karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat muika sesudah (mendapat) kemurkaan dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan” (QS Al Baqarah [2]:90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tafsir Depag yang dimaksud adalah karena Allah menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad saw. Kemudian mereka, Yahudi, mendapat kemurkaan yang berlipat-ganda. Yaitu kemurkaan karena tidak beriman kepada Muhammad saw dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunuh nabi, mendustakannya, merobah-robah isi Taurat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan itu adalah pendapat imam Ibnu Katsier. Beliau berkata, “Orang Yahudi telah memilih untuk diri mereka kafir kepada Nabi Muhammad saw, karena hasad dan iri hati. Sebab Allah menurun-kan karunia berupa kenabian dan wahyu kepada seorang dari bangsa Arab. Untuk itu mereka kembali mendapat murka Allah. Yaitu ketika mereka menyembah anak sapi lalu kafir terha-dap nabi Muhammad saw. Atau karena kafir terhadap nabi Isa as dan kafir terhadap nabi Muhammad saw dan Al Qur’an“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membunuh dan mengusir kaumnya sendiri. &lt;br /&gt;Yahudi adalah pembunuh berdarah dingin. Mereka siap membunuh siapa saja orang diluar kelompoknya. Bahkan sesama Yahudi juga saling usir dan saling membunuh. Tak terkecuali kepada para utusan Allah yang hadir di tengah-tengah mereka untuk memberikan bim-bingan dan petunjuk ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika kalian berkata: ‘Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya’. Musa berkata: ‘Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai peng-ganti yang lebih baik ? pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dariAllah. hal itu (terjadi) Karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabiyang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) Karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas” (QS. Al Baqarah [2]: 61)&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud RA berkata, “Pernah terjadi bani Israil dalam satu hari membunuh tiga ratus nabi. Setelah iiu mereka melanjutkan pasaran rempah-rempahnya disore hari“. Tentang pembunuhan diantara mereka, Allah berfirman: “Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan“. (QS. Al-Baqarah[2]:72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat lain, Allah swt berfirman: “Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolong-an daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu tertiadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu, apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terthadap sebahagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembali-kan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat“. (QS Al-Baqarah [2]: 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Depag dikatakan bahwa ayat Ini berkenaan dengan cerita orang Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan suku Khazraj sebetum Islam, selalu terjadi persengketaan dan peperangan yang menyebabkan Bani Quraizhah membantu Aus dan Bani Nadhir membantu orang-orang Khazraj. Sampai antara kedua suku Yahudi itupun terjadi peperangan dan tawan menawan. Karena membantu sekutunya. Tapi jika Kemudian ada orang-orang Yahudi tertawan, Maka kedua suku Yahudi itu bersepakat untuk menebusnya kendatipun mereka tadinya berperang-perangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bakhil, pelit dan medit. &lt;br /&gt;Yahudi adalah manusia yang sangat loba. Sangatcinta kepada dunia sehingga mereka ingin hidup ribuan tahun lamanya, Allah swt berfirman: “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umurpanjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan“. (QS Al-Baqarah [2]: 96).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Al Qurthudi dan Imam Ibnu Katsier yang dimaksud dengan mereka (hum) adalah Yahudi. Dengan demikian sangat tegas dan jelas bahwa Yahudi adalah orang-orang yang rakus, loba, pelit dan medit. Yaitu orang-orang yang ingin hidup terus serta kafir dengan hari kebangkitan atau hari kiamat. Padahal hal ini merupakan salah pondasi dari keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pendusta&lt;br /&gt;Yahudi adalah bohong kelas wahid. Mereka menyembunyikan kebenaran. Menukar yang hak dengan yang bathil. Mengubah ayat-ayat Allah serta menju-alnya dengan harga yang murah, Allah swt berfirman: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui“. (QS Al Baqarah [2]: 42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat lain, Allah swt berfirman: “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (QS Al Baqarah [2]: 75).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tafsir Depag, yang dimak-sud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu diubah-ubah oleh mereka, di antaranya sifat-sifat nabi Muhammad saw yang tersebut dalam Taurat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Maka Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan Kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan“. (QS. Al-Baqarah [2]:79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Suddi berkata, “Dahulu ada beberapa orang Yahudi menulis surat-surat yang dibuat sendiri, lalu dijual kepada orang Arab dan mereka berkata, ‘Itu dari kitab Allah’, untuk mendapatkan harga“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengkhianat.&lt;br /&gt;Mereka juga terkenal sebagai makhluk yang suka berkhianat dari dulu&lt;br /&gt;hingga hari ini. Mereka mengkhianati perjanjian Madinah yang disepakati&lt;br /&gt;bersama antara Rasulullah, muhajirin, Anshar dan penduduk Madinah lainnya.&lt;br /&gt;Contohnya mereka mengkhianati pasal 45 dan 47 Piagam Madinah yang ber-&lt;br /&gt;bunyi, “Orang-orang Yahudi bekerjasama dengan kaum muslimin dalam mengumpulkan biaya perang, selama terjadi peperangan. Mereka saling tolong menolong dalam menghadapi orang-orang yang memerangi isi perjanjian“. Tapi apa balasan Yahudi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ternyata mereka bersekongkol dengan musyrikin Quraisy untuk mencelakakan Rasulullah saw beserta sahabatnya dalam perang ahzab. Para tokoh Yahudi berangkat ke Mekkah untuk mendorong kaum musyrikin Ourasy melancarkan perang terhadap Rasulullah. Tokoh-tokoh Yahudi berkata, “Kami akan berperang bersama-sama kalian hingga berhasil menghancurkannya“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, para pendeta Yahudi berusaha keras meyakinkan penyembah berhala bahwa berperang melawan Muhammad saw adalah kebenaran yang harus dilaksanakan. Mereka menyatakan kepercayaan orang-orang Ourasy jauh lebih baik daripada agama Islam. Dan tradisi-tradisi jahiliyyah lebih baik daripada ajaran-ajaran Al Qur’an. Tentu saja musyrikin Qurasy menyambut gembira uluran tangan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga berkhianat kepada nabi Musa as dan Allah swt. Sebagaimana firman Allah berikut ini: “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling“. (QS. Al-Baqarah [2]: 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang dilakukan Yahudi ? Justru mereka menyembah anak sapi (’ijla). Saling mengusir, saling menawan, berperang dan saling membunuh diantara mereka, Allah swt berfirman: “Dan (ingatlah), ketika kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, Kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya “. (QS Al Baqarah [2]: 84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkhianatan Yahudi itu terjadi hingga hari ini. Sejarah modern juga penuh dengan catatan sikap ingkar dan mengotak-atik perjanjian yang dilakukan oleh Yahudi. Pada tahun 1967, belum lewat sehari dari pemyataan dan janji Israel yang telah ditegaskan AS bahwa Israel tidak akan mendahului menyerang kawasan Arab. Tiba-tiba secara serentak tentara Israel menyerang berbagai Negara Arab: Mesir, Yordania dan Suriah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mencap-lok berbagai kawasan Arab seperti gurun Sinai dan dataran tinggi Ghalan. Bahkan pada tanggal 14 Desember 1984, Sidang Umum PBB mengeluarkan surat keputusan bemomor: 146/39b yang menyebutkan bahwa file-file khusus tentang Israel serta praktek politik dan tindakan-tindakan Negara itu, menguatkan tuduhan bahwa Israel bukanlah Negara cinta damai. Israel bahkan terbukti sebagai Negara yang selalu mengingkari prinsip-prinsip kesepakatan Internasional atau perjanjian-perjanjian yang telah ia sepakati sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Provokator&lt;br /&gt;Mereka juga terkenal sebagai provokator yang ulung. Para pembesar dan pendeta mereka senang mengadu domba dan mencaci maki Rasulullah saw beserta sahabatnya. Diantaranya adalah sikap Huyayyi bin Akhtab dan Yasir bin Akhtab yang sangat dengki dengan kaum muslimin dan berusaha memurtadkan orang-orang yang telah beriman.&lt;br /&gt;Namun kejahatan gembong Yahudi tersebut dibongkar oleh Allah swt sebagai-mana firman-Nya: “Sebahagian besar ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu behman, Karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran“. (Al-Baqarah 109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi provokasi mereka dalam bentuk ejekan kepada Rasulullah, Al Qur’an dan Al Islam. KH. Moenawar Khalil mencatat ada 25 kasus provokasi&lt;br /&gt;yang dilakukan oleh para pendeta dan kaum Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pengecut&lt;br /&gt;Bangsa Yahudi sebenarnya adalah bangsa pengecut, pembual dan bermulut besar. Mereka adalah penakut. Sayang hari ini justru umat Islam takut sama Yahudi. Akibatnya kini umat Islam taklukdi bawah ketiak Yahudi. Baik dari sisi ideologi, politik, ekonomi, sosial, seni, budaya dan sistem informasi, apalagi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah nabi Musa, yaitu ketika mereka Berkata kepada seorang nabi mereka: ‘Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah’. nabi mereka menjawab: ‘Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang’. mereka menjawab: ‘Mengapa kami tidak mau berperang dijalan Allah, padahal Sesungguhnya kami Telah diusir dari anak-anak kami?’. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang yang zalim“. (QS Al-Baqarah [2]:246).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud seorang raja disini adalah Samuil. Raja yang lurus dan mengajak bani Israil untuk mengesakan Allah swt, yaitu kembali kepada ajaran nabi Musa as serta membebaskan mereka dari penindasan orang-orang Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anehnya sebagian besar diantara mereka adalah pengecut dan hanya omong besar. Kenyataannya takut melakukan perlawanan dan peperangan melawan para penjajah. Allah swt berfirman: “Mereka berkata: ‘Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami Hanya duduk menanti disini saja“. (QS Al Maaidah [5]:24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah sikap pengecut bangsa Yahudi. Mereka membiarkan nabinya berjuang sendirian. Sementara mereka lebih suka duduk-duduk saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-5573224080202532652?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/5573224080202532652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/karakter-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5573224080202532652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5573224080202532652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/karakter-yahudi.html' title='Karakter Yahudi'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-8939550836418361152</id><published>2010-03-29T00:16:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T00:16:20.789-07:00</updated><title type='text'>Mewaspadai Usia Tua</title><content type='html'>Manusia tidak bisa menghindari usia tua selama ia masih mendapatkan kesempatan hidup di dunia ini. Kita berharap usia tua dengan perjalanan hidup yang semakin panjang membuat manusia semakin memiliki kematangan jiwa sehingga semakin mampu menyikapi kehidupan dunia yang sementara ini yang membuatnya tidak mudah terjebak oleh arus kehidupan dunia yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun kenyataan menunjukkan bahwa usia tua ternyata tidak menjamin seseorang menjadi orang yang memiliki kematangan jiwa, bahkan tidak sedikit orang tua yang lupa kalau ia sudah tua sehingga masih saja melakukan penyimpangan, bahkan penyimpangan yang biasa dilakukan oleh anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Rasulullah saw mengingatkan kita semua tentang usia tua yang harus diwaspadai, beliau bersabda: “Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: cinta dunia dan harta” (HR.Muslim dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits lain, beliau bersabda: “Hati orang tua itu mudah mencintai dua hal, yaitu: panjang umur dan banyak harta” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Hakim).&lt;br /&gt;Dari dua hadits di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa pada usia tua setiap kita harus mewaspadai tiga perkara, karena bisa jadi kecintaan dan keinginan pada tiga perkara ini akan membuat manusia melakukan penyimpangan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cinta Dunia&lt;br /&gt;Pada dasarnya dunia ini boleh dicintai oleh siapapun, termasuk oleh orang tua. Siapa saja boleh menikmati kehidupan dunia ini seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, wanita, kendaraan dan sebagainya. Namun menikmatinya tidak boleh dengan menghalalkan segala cara dan tidak lupa terhadap kewajiban yang harus kita tunaikan dan ketentuan yang harus kita taati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila untuk menikmati dunia dengan menghalalkan segala cara dan dalam menikmatinyapun sampai melupakan kewajiban dan ketentuan, maka inilah yang disebut dengan terlalu cinta dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang sudah berusia tua menjadi begitu cinta pada dunia, padahal saat muda mereka adalah orang-orang yang memiliki idealisme terhadap nilai-nilai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat muda mereka berdemonstrasi menentang penguasa yang tidak berpihak kepada rakyat, tapi saat mereka memasuki usia tua dan memiliki kekuasaan justru mereka melakukan hal-hal yang oleh penguasa yang mereka tentang. Ketika muda mereka menentang korupsi, tapi saat berusia tua dan mereka justru yang melakukan korupsi itu. Begitulah seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Panjang Umur&lt;br /&gt;Meskipun sudah tua, bahkan secara fisik sudah lemah, ternyata orang tua itu senang sekali bila diberi umur panjang untuk bisa menikmati kehidupan ini lebih lama lagi. Pada dasarnya tidak masalah bila seseorang menghendaki umur yang panjang bila dipergunakan untuk melakukan kebaikan dan ini akan membuat seseorang memperoleh derajat sebagai orang yang terbaik. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya, baik amalnya” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diwaspadai adalah bila seseorang menghendaki umur yang panjang namun dipergunakan usianya itu untuk sesuatu yang tidak baik, karena hal ini akan membuatnya menjadi manusia yang terburuk dalam pandangan Allah swt dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw: “Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya, buruk amalnya” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan menunjukkan bahwa ternyata banyak orang tua yang menghendaki umur yang panjang tapi dipergunakan usianya itu untuk melakukan kemaksiatan seperti korupsi, berzina dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Banyak Harta.&lt;br /&gt;Banyak harta merupakan suatu keadaan yang menyenangkan, karena dengan banyak harta itu banyak hal yang bisa dilakukan dan dicapai. Karena itu menginginkan harta yang banyak termasuk pada usia tua merupakan sesuatu yang boleh-boleh saja selama dicari dengan cara yang halal dan digunakan untuk berbagai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang amat disayangkan adalah banyak orang tua yang menginginkan harta yang banyak namun dicarinya dengan cara yang tidak halal seperti korupsi, tipu menipu dalam perdagangan bahkan sampai menjual sesuatu yang diharamkan dan amat berbahaya seperti menjual narkoba, minuman keras hingga menjadikan anaknya sebagai pelacur dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt mengingatkan dalam firman-Nya: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi” (QS. Al Munafikun [63]:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahan-mudahan usia kita yang semakin tua membuat kita semakin matang daiam menyikapi kehidupan dunia sehingga perjalanan hidup kita menjadi semakin baik dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-8939550836418361152?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/8939550836418361152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mewaspadai-usia-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8939550836418361152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8939550836418361152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mewaspadai-usia-tua.html' title='Mewaspadai Usia Tua'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-7063874976390751470</id><published>2010-03-29T00:14:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T00:14:36.120-07:00</updated><title type='text'>Tiga Perkara Agar Hati Tidak Dengki</title><content type='html'>Menjadi manusia tentu saja harus berusaha mencapai derajat yang tinggi, apalagi sudah begitu banyak kenyataan yang menunjukkan banyaknya manusia dengan derajatnya yang rendah, bahkan sampai lebih rendah dari binatang. Derajat manusia yang tinggi tercermin dari akhlak pribadinya yang mulia, karena itu salah satu yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa adalah jangan sampai hati kita terserang penyakit iri hati atau dengki. Hal ini karena iri hati merupakan salah satu sifat yang sangat buruk, ia menjadi orang yang senang melihat orang susah dan sedih melihat orang senang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw memberikan resep kepada kita agar tidak dengki, beliau bersabda: “Semoga Allah mengangkat derajat seseorang yang mendengar ucapanku, lalu dia memahaminya. Berapa banyak pembawa fikih yang tidak fakih. Tiga perkara yang (karenanya) hati seorang mukmin tidak akan ditimpa dengki: mengikhlaskan amal karena Allah, memberi nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka, karena doa mereka mengelilingi mereka dari belakang mereka” (HR. Bazzar). Dari hadits di atas, ada tiga resep dari Rasulullah saw agar kita tidak memiliki perasaan dengki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhlas&lt;br /&gt;Secara harfiyah, ikhlas artinya bersih, murni dan tidak ada campuran. Maksudnya adalah bersihnya hati dan pikiran seseorang dari motif-motif selain Allah dalam melakukan suatu amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ikhlas adalah orang yang melakukan sesuatu karena Allah dan mengharapkan ridha Allah SWT dari amal yang dilakukannya, inilah amal yang bisa diterima oleh Allah SWT. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaan-Nya ” (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan akan membuat jiwa seseorang terasa ringan dalam menyikapi sesuatu, maka ketika orang lain mendapatkan kesenangan, dia akan turut merasakan kesenangan meskipun ia tidak mendapat bagian dari kesenangan itu, sedangkan bila orang lain susah, ia turut merasakan kesusahan, bahkan siap menanggung kesusahan orang lain, sikap ini membuat seseorang tidak akan iri hati kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, keikhlasan akan membuat seseorang terhindar dari kedengkian kepada orang lain meskipun secara duniawi ia tidak mendapatkan apa-apa, karena ia melakukan suatu kebaikan karena Allah dan hanya ingin mendapatkan ridha Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ketika orang lain mendapatkan keuntungan duniawi dari kebaikan yang dilakukan, ia turut senang meskipun ia sendiri tidak mendapatkannya meskipun ia melakukan kebaikan yang sama. Orang yang tidak ikhlas tentu saja akan kecewa berat bila ia tidak mendapatkan keuntungan duniawi, sementara orang lain memperolehnya apalagi dalam jumlah yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini merupakan sesuatu yang amat merugikan diri kita sendiri, karena apa yang menyebabkan kita iri tidak kita peroleh, sedangkan nilai kebaikan dari apa yang kita lakukan tetap tidak kita peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menasihati Pemimpin&lt;br /&gt;Memberi nasihat kepada penguasa, pemimpin atau pemerintah merupakan keharusan kita semua, sebagai masyarakat dari suatu bangsa. Karenanya kritik tidak hanya urusan pengurus partai politik dan anggota DPR/MPR. Pemimpin pada dasarnya memang harus ditaati, namun hal itu sebatas dalam soal-soal yang benar, karena itu ketaatan pada pemimpin tidaklah bersifat mutlak, isyarat ini bisa kita tangkap dengan tidak digunakannya kata atiy’u kepada ulil amri, padahal kata itu digunakan untuk menunjukkan ketaatan yang bersifat mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan pemimpin diantara kamu ” (QS An Nisa [4]:59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kita harus melakukan kritik kepada pemimpin, tetap saja kritik itu harus kita sampaikan dengan sebaik-baiknya, yakni kata-kata yang lemah lembut. Nabi Musa dan Harun saja untuk mengingatkan Fir’aun harus dengan kata-kata yang baik, karena pada hakikatnya kritik itu untuk mengingatkan penguasa dari kemungkinan melakukan kesalahan atau kesalahan yang sudah dilakukannya sehingga nantinya menjadi penguasa yang takut kepada Allah swt, hal ini dinyatakan di dalam Al-Qur’an: “Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut ” (QS. Thaha [20]:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, nasihat dan kritik yang benar kepada penguasa atau pemimpin adalah yang tulus, nasihat dan kritik yang berorientasi pada keadilan dan kebenaran bukan nasihat dan kritik yang berorientasi pada kepentingan sesaat. Nasihat yang membawa kebenaran, kesabaran dan kasih sayang, watawashou bil haq, watawashou bish shobr dan watawashou bil marhamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala kita sudah memberikan nasihat kepada pemimpin, maka hati kita tidak ada perasaan dengki kepada pemimpin karena tanggungjawab dihadapan Allah SWT ada pada masing-masing orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang baik akan sangat senang bila ada orang lain yang memberikan nasihat kepadanya, karena ia yakin nasihat itu punya maksud baik, bahkan jangankan nasihat, kritikpun akan diterima dengan senang hati, bagaimanapun cara orang mengkritik atau dengan gaya bahasa yang tidak enak sekatipun untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Pemimpin sejati selalu berusaha menangkap esensi pembicaraan siapapun sehingga tidak mempersoalkan gaya orang bicara, meskipun gayanya tidak rnenyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memiliki Ikatan Jamaah&lt;br /&gt;Memiliki ikatan jamaah dalam kerangka ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam merupakan sesuatu yang harus dikembangkan. Ini merupakan salah satu kenikmatan besar yang Allah berikan kepada kita sebagaimana firmanNya. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kami dahulu (masa jahiliyah) bercerai berai, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmatAllah orang-orang yang bersaudara ” (QS. Ali Imran [3]: 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan jamaah yang kuat membuat seseorang berjuang secara kolektif, sehingga tidak ada jurang pemisah antara yang satu dengan lainnya. Prinsip yang dipegangnya adalah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Dalam jamaah ada pemimpin dan ada orang yang dipimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin dan anak buah akan berjalan serasi manakala memegang prinsip berjamaah dengan baik, yakni qiyadah mukhlishah (pemimpin yang ikhlas) dan jundiyah muti’ah (anak buah yang taat). Oleh karena itu, bila dalam suatu jamaah tidak ada ketaatan yang ditunjukkan oleh anak buah atau bawahan, salah satu yang harus dikoreksi oleh seorang pemimpin adalah apakah dia memang sudah betul-betul ikhlas atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan berjamaah, berkembang banyak pemikiran, pendapat, bahkan kepentingan. Maka ikatan jamaah yang dipegang erat membuat semua orang akan selalu merujuk pada kaidah-kaidah berjamaah yang didasari oleh Al-Qur’an dan Sunnah sehingga ia tidak menafsirkan segala ketentuan berjamaah untuk kepentingan yang bersifat duniawi yang membuat ikatan berjamaah bisa menjadi kendor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala sifat iri hati sudah bisa kita hilangkan, maka kehidupan pribadi, keluarga, jamaah, masyarakat dan bangsa akan berlangsung dengan penuh kenikmatan, keakraban, persatuan sehingga jauh dari permusuhan antar individu dan kelompok. Bila tidak bisa kita hilangkan, maka iri hati telah menunjukkan kehidupan dunia yang penuh dengan pertentangan, konflik hingga peperangan yang membunuh begitu banyak nyawa manusia dan binatang serta merusak lingkungan hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-7063874976390751470?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/7063874976390751470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/tiga-perkara-agar-hati-tidak-dengki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7063874976390751470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/7063874976390751470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/tiga-perkara-agar-hati-tidak-dengki.html' title='Tiga Perkara Agar Hati Tidak Dengki'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-8525982171776635684</id><published>2010-03-29T00:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T00:07:45.073-07:00</updated><title type='text'>Hakikat Neraka</title><content type='html'>Secara harfiyah, neraka artinya api, yakni tempat siksaan dan balasan bagi orang yang tidak beriman kepada Allah swt dan berbuat dosa dalam kehidupannya di dunia. Agar tumbuh ke dalam jiwa perasaan takut kepada neraka, menjadi penting bagi kita semua memahami hakikat neraka yang sesungguhnya, karena memang tidak ada yang bisa membahasakan dahsyatnya penderitaan di neraka, sebagaimana tidak ada yang bisa membahasakan kenikmatan surga. Paling tidak, ada delapan hal yang harus kita perhatikan untuk memahami hakikat neraka.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Panas Yang Tidak Terkira.&lt;br /&gt;Azab dan siksa Allah dalam kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang sangat dahsyat dan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, begitu juga sebenarnya kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni surga. Salah satu gambaran yang dikemukakan Rasulullah saw dalam hadits tentang betapa dasyatnya siksa neraka adalah perbandingan panasnya api dunia dengan api di akhirat, beliau bersabda: “Apimu (yang kamu semua menyalakannya di dunia) ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya neraka jahanam, setiap bagian sama suhu panasnya dengan api di dunia ini (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu panasnya api neraka ini, ia berkobar dan mengelupaskan kulit kepala, sesuatu yang amat mengerikan sebagaimana firman-Nya: Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala (QS. Al-Ma’arij [70]: 15-16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggambarkan pedihnya penderitaan di neraka, penghuninya tidak hanya dibakar sampai kulit kepala, tapi juga sampai ke hati, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah swt: (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati, sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikatpada tiang-tiang yang panjang (QS. Al-Humazah [104]:6-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun panasnya api neraka yang sedemikian dahsyat ternyata bahan bakarnya adalah manusia dan batu, Allah swt berfirman: Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir (QS. Al-Baqarah [2]:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa panas yang tidak terkira tidak hanya berupa api, penghuni neraka juga akan disiram dengan air yang sangat panas yang bisa tembus sampai ke perut dan menghancurkan isinya, di dalam kitab hadits sunan Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya air mendidih disiramkan atas kepada mereka (penghuni neraka), lalu air yang mendidih itu menembus hingga sampai diperutnya kemudian memotong apa yang ada di dalam perutnya hingga keluar dari kedua telapak kakinya dalam keadaan cair, kemudian dikembalikan seperti semula (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, masalah siksa neraka yang tak terbayangkan dahsyatnya adalah dari segi waktu yang berabad-abad lamanya, bahkan mereka kekal di dalamnya, Allah berfiman: “Sesungguhnya neraka jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan dan (tidak pula) mendapat minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain azab“. (QS. An Naba [78]: 21-30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberi gambaran dahsyatnya neraka, ternyata Rasulullah saw memberi ilustrasi tentang siksa neraka yang paling ringan, meskipun siksa yang ringan ini juga sudah sangat berat untuk dirasakan, beliau bersabda: “Azab yang paling ringan di neraka pada hah kiamat ialah dua butir bara api di kedua telapak kakinya yang dapat menembus otak.”  (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bau Busuk Yang Menyengat.&lt;br /&gt;Selain panas yang tidak terkira, penghuni neraka juga akan mencium bau yang sangat tidak sedap, bau yang tidak bisa dikira lagi sehingga Rasulullah saw memberikan ilustrasi dalam sabdanya: Seandainya satu timba berisi nanah yang mengalir dari penghuni neraka menimpa kehidupan dunia, niscaya penduduk dunia menjadi busuk baunya (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda: Sungguh seandainya satu tetes dari pohon zaqqum (pohonjelek di neraka) dijatuhkan di dunia, niscaya merusak penghidupan penghuni dunia, lalu bagaimana keadaan orang yang pohon zaqqum menjadi makanannya (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penderitaan Yang Berkepanjangan.&lt;br /&gt;Neraka yang selalu dilalui dengan penderitaan akan dialami oleh manusia secara terus menerus sehingga penderitaan ini berkepanjangan dan tidak berujung, karena memang neraka itu kekal abadi, Allah swt berfirman: Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah [2]:39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derita yang berkepanjangan itu menunjukkan bahwa penghuni neraka tidak akan mati, bahkan tidak mendapatkan keringanan hukuman dari Allah swt sebagaimana firman-Nya: Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir (QS. Fathir [35]:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu dugaan bahwa neraka hanya dilalui beberapa hari saja merupakaan dugaan yang salah, Allah swt berfirman: Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui ? (Bukan demikian), yang benar barang siapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”. (QS. Al Baqarah [2]: 80-81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lapar Yang Tidak Teratasi.&lt;br /&gt;Rasa lapar merupakan keadaan yang sangat tidak menyenangkan bagi kehidupan manusia. Di dunia ini kadangkala kita merasa lapar, bukan karena tidak ada makanan dan tidak ada uang, tapi belum memungkinkan bagi kita untuk makan, namun itu hanya beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan azabAllah swt kepada penghuni neraka dengan rasa lapar yang tidak terkira dan waktu yang sangat lama, karenanya mereka akan meminta tolong agar bisa mendapatkan makanan dan minuman, namun ternyata ketika diberi makan, bukan makanan yang Allah swt berikan tapi pohon berduri yang tidak bisa mengenyangkan, sedangkan minumannya adalah air yang amat panas yang menghancurkan isi perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan yang sedemikian berat itu membuat penghuni neraka minta dimatikan saja, namun mereka dipastikan tidak akan mati, Rasulullah saw bersabda: “Rasa lapar akan ditimpakan kepada para penghuni naraka. Rasa lapar yang mereka alami itu sudah menyamai azab (di neraka). Mereka akan meminta tolong (untuk diberi makanan). Mereka diberi makanan berupa pohon berduri yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan rasa lapar. Mereka kembali minta diberi makanan, lalu mereka diberi makanan yang menyumbat di kerongkongan. Mereka teringat kalau ada makanan yang tersendat di kerongkongan ketika masih di dunia, maka mereka menghilangkannya dengan cara minum air. Merekapun minta minum. Diangkatlah air yang mendidih untuk mereka dengan besi pengait. Ketika telah dekat di wajah mereka, maka air mendidik itu memanggang wajah mereka. Jika air itu telah sampai di perut, maka cairan itu akan memotong-motong isi perut mereka. Mereka akan berkata: “Panggilah malaikat penjaga neraka jahannam”. Lalu para malaikat penjaga jahannam berkata: “apakah belum datang kepadamu rasul-rasulmu yang membawa berbagai keterangan?”. Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. Malaikat penjaga jahannam berkata: “Berdo’alah kamu, doa orang kafir itu sia-sia”. Mereka kembali berkata: “Panggillah malaikat Malik”. Lalu mereka berkata: “Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Malaikat Malik menjawab: “Kalian akan tetap tinggal (di neraka ini)”. (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ingin Keluar Tapi Tidak Bisa.&lt;br /&gt;Penderitaan penghuni neraka yang sedemikian berat membuat mereka sudah tidak sanggup lagi menghadapinya, ingin rasanya penghuni neraka itu mati agar penderitaan tidak bisa dirasakan lagi, tapi matipun tidak akan terjadi pada mereka, karenanya mereka ingin segera bisa keluar dari neraka itu, namun hal itupun tidak mungkin bisa dilakukan dan azab yang dahsyat akan terus mereka rasakan dalam melalui hari-hari yang amat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih, mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal “. (QS. Al Maidah [5]: 36-37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat lain, Ailah swt berfirman: Dan Adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah Jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. (QS As-Sajadah [32]: 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Penyesalah Yang Amat Dalam.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan akhirat yang tidak menyenangkan, banyak manusia yang merasakan penyesalan yang amat dalam dengan berbagai sebab, ada yang sebabnya mengikuti orang yang tidak benar, teman yang tidak baik, tidak mentaati Allah swt dan Rasul-Nya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka (QS. Al Baqarah [2]: 166-167).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat lain, Allah swt berfirman: Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. kecelakaan besarlah bagiku. Kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). (QS. Al Furqan [25]: 27-28).&lt;br /&gt;Penyesalan yang tidak berguna juga dikemukakan Allah swt dalam firman-Nya karena siksa yang sudah tidak terelakkan lagi: Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata Kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul” (QS. Al-Ahzab[33]: 66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara gambaran penyesalan yang amat dalam itu adalah penghuni neraka menangis sejadi-jadinya, bahkan menangis yang sampai mengeluarkan air mata darah.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya para penghuni neraka benar-benar menangis sehingga kalau engkau menjalankan perahu di air mata mereka, tentu ia berjalan. Dan sesungguhnya mereka menaftgis (mencucurkan air mata) darah “. (HR. Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Malaikat Penjaga Yang Bengis dan Kejam.&lt;br /&gt;Sebagai tempat yang diliputi oleh kesengsaraan, pasti setiap orang yang masuk ke dalam neraka tidak akan betah sehingga mereka ingin keluar darinya, namun hal itu tidak mungkin bila tanpa izin Allah SWT, karenanya neraka itu dijaga oleh malaikat-malaikat yang kasar, keras, kejam dan selalu mentaati perintah Allah swt sehingga meskipun suka menyiksa penghuninya sedemikian kejam, akan tetap melakukannya lagi atas perintah Allah swt dan tidak ada perasaan kasihan kepada manusia yang disiksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dinyatakan oleh Allah swt dalam firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluarga-mu dari api neraka yang bahan bakar-nya adalah manusia dan batu; pen-jaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS At Tahrim [66]:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pada saat manusia masuk ke neraka, ada perasaan tidak mau memasukinya karena memang tempat itu sangat tidak menyenangkan, karenanya malaikat mendorong mereka dengan sekuat-kuatnya sehingga tidak ada manusia yang bakal menjadi penghuni neraka bisa lepas dari penjagaan malaikat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan, (yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan, pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya. (QS. Ath Thur[52]: 11-13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sumur Yang Amat Dalam.&lt;br /&gt;Neraka adalah tempat yang amat dalam sehingga bila seseorang dilem-parkan ke dalamnya, puluhan tahun baru sampai ke dasarnya, ini berarti baru dimasukkan saja manusia sudsh amat menderita karena terus melayang-layang di sumur neraka yang begitu lama dalam kobaran api, apalagi bila sudah betul-betul berada di dalamnya.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Demi dzat yang diriku ada di tangan-Nya. Sesungguhnya jauhnya jarak antara piggir neraka sampai ke dasarnya seperti batu seukuran tujuh unta hamil dengan lemak dan dagingnya serta anak-anaknya yang jatuh diantara pinggiran neraka hingga mencapai dasarnya selama tujuh puluh tahun (HR. Thabrani dari Muadz bin Jabal ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, cukuplah untuk menggambarkan betapa dahsyat penderitaan di neraka itu sehingga tidak bisa dikemukakan dengan kata-kata. Karenanya yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita bisa menjaga dan mencegah diri dan keluarga kita masing-masing dari neraka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-8525982171776635684?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/8525982171776635684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/hakikat-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8525982171776635684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8525982171776635684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/hakikat-neraka.html' title='Hakikat Neraka'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-5102939404130191315</id><published>2010-03-29T00:02:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T00:02:40.495-07:00</updated><title type='text'>Menuju Kehancuran Umat</title><content type='html'>Suatu umat dan bangsa mengalami pasang surut, ada saat dimana mereka hidup dengan kemuliaan dan kejayaan, namun pada saat yang lain dalam kehinaan dan kesengsaraan hingga tercatat dalam sejarah sebagai umat yang terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat Islam dan bangsa Indonesia yang mayoritas muslim, kita tentu tidak ingin menjadi umat dan bangsa yang terpuruk. Karena itu, perlu kita cari sebab utama kehancuran suatu umat atau bangsa agar kita bisa mencegahnya sejak dini dan bila tanda-tanda itu sudah ada segera kita hentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu hadits, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla, jika Dia berkehendak untuk membinasakan (menghancurkan) seorang hamba, maka Dia akan mencabut rasa malu dari hamba tersebut. Jika rasa malu telah tercabut darinya, maka Allah tidak akan mendapati hamba tersebut kecuali sebagai orang yang dimurkai dan dibenci-Nya. Jika ia telah menjadi orang yang dimurkaidan dibenci oleh Allah, maka tercabutlah darinya amanah. Jika sikap amanah telah tercabut darinya, makaAllah tidak akan mendapatinya kecuali sebagai orang yang berkhianat dan pembuat khianat, maka akan tercabutlah darinya kasih sayang (rahmat) Allah. Jika kasih sayang Allah telah dicabut darinya, maka ia tidak lain adalah orang yang terkutuk dan terlaknat. Dan jika Allah telah menetapkannya sebagai orang yang terkutuk, maka tercabutlah darinya perlindungan Islam” (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas, ada tiga tahap yang apabila dimiliki oleh umat Islam, baik secara pribadi, keluarga maupun jamaah, masyarakat dan bangsa akan mengalami kehancuran yang tidak bisa terelakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tercabut Rasa Malu.&lt;br /&gt;Memiliki sifat malu merupakan sesuatu yang amat penting, yakni malu bila melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Hai ini karena, bila kita dan anggota masyarakat lainnya telah memiliki rasa malu seperti ini, maka tidak akan ada penyimpangan yang dilakukan. Karenanya hal ini menjadi salah satu cabang penting dari iman yang berarti keimanan seseorang perlu kita pertanyakan apabila pada dirinya tidak ada perasaan malu. Rasulullah saw bersabda: “Malu itu cabang dari iman” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila manusia masih memiliki sifat malu tentu tidak akan melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Namun bila rasa malu ini sudah tidak lagi dimiliki oleh manusia, ia bisa melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya, dalam satu hadits yang berasal dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshari Al Badri dinyatakan: “Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari ungkapan kenabian yang pertama adalah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendak hatimu ” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk selalu memperkokoh rasa malu, karena tidak ada kejelekan sedikitpun dari sifat malu ini sehingga Rasuluilah saw bersabda: Manakala rasa malu sudah tercabut dari jiwa seseorang, maka kehancuran dirinya tidak bisa dihindarkan lagi karena ia akan menjadi manusia yang dibenci dan dimurkai oleh Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tercabut Amanah.&lt;br /&gt;Sesudah rasa malu tercabut dari jiwa seseorang, maka ia tidak peduli dengan citra dirinya yang rusah, karenanya iapun akan mengabaikan amanah yang dibebaankan kepadanya. Dalam hidup ini, kita mendapatkan begitu banyak amanah, baik dari Allah swt maupun dari sesama manusia. Secara harfiyah, amanah artinya dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, amanah berarti mengembalikan sesuatu yang dititipkan oleh seseorang kepadanya. Adapun makna umum-nya adalah menyampaikan atau melaksanakan sesuatu yang ditugaskan kepadanya. Sifat ini bukan hanya penting karena termasuk akhlak yang mulia, tapi justeru kualitas keimanan seseorang sangat tergantung pada apakah ia bisa menjalankan amanah atau malah berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam satu hadits, Rasulullah saw bersabda: “Tidak (sempuma) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama seseorang yang tidak menunaikan janji ” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena amanah merupakan sesuatu yang sangat penting, maka Allah swt memerintahkan kepada manusia untuk menunaikan amanah sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya ” (QS An Nisa [4]:58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, Allah swt juga melarang kita untuk mengkhianati amanah yang sudah diberikan kepada kita, Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan jangan (pula) mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui ” (QS Al Anfal [8]:27).&lt;br /&gt;Manakala seorang muslim sudah bisa menunaikan amanah dengan baik, seandainya dalam hidup ini sudah tidak punya apa-apa secara duniawi, ia masih tetap menjadi orang yang bahagia dalam arti bukan orang yang lagi, Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;“Empat perkara yang apabila ada padamu, tidak akan merugikan lepasnya segala sesuatu dari dunia daripadamu, yaitu: memelihara amanah, tutur kata yang benar, akhlak yang baik dan bersih dari tamak ” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tercabut Kasih Sayang.&lt;br /&gt;Saling berkasih sayang merupakan salah satu kunci kekuatan umat Islam, ini tercermin pada sikap hormat menghormati, berbaik sangka, tolong menolong bahkan mengutamakan orang lain ketimbang dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kasih sayang telah tercabut dari jiwa kaum muslimin, yang terjadi adalah permusuhan yang bermula dari sikap marah. Karenanya sikap marah itu harus kita hindari dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al ghadhab atau marah merupakan salah satu sifat yang sangat berba-haya, ini telah menghancurkan manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Karenanya, sesama muslim seharusnya tidak saling menunjukkan kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa bahaya dari sifat marah yang harus diwaspadai : Pertama, merusak iman, karena semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki akhlak yang mulia yang salah satunya adalah mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain, Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu ” (HR. Baihaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mudah mendapatkan murka dari Allah swt terutama pada hari kiamat, karena itu pada saat kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Allah sehingga tidak melampiaskan kemarahan dengan hai-hal yang tidak benar, Allah swt berfirman sebagaimana yang disebutkan dalam hadits qudsi : “Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kamu marah. Maka Aku akan mengingatmu jika Aku sedang marah (pada hari akhir) “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mudah marah juga akan mudah menyulut kemarahan orang lain sehingga hu-bungan kita kepada orang lain bisa menjadi renggang bahkan terputus sama sekali. Oleh karena itu, seseorang baru disebut sebagai orang yang kuat ketika ia mampu mengendalikan dirinya pada saat marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan,Rasulullah saw bersabda: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah ” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang mampu menahan ama-rahnya, maka dia akan mendapatkan nilai keutamaan yang sangat besar dari Allah swt, dalam hal ini Rasulullah saw menjelaskan di dalam sabdanya:&lt;br /&gt;“Tiada tegukan yang ditelan seorang hamba yang lebih besar pahalanya daripada tegukan kemarahan yang ditahannya semata-mata karenaAllah ta’ala ” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menyembunyikan kemarahan, padahal dia mampu melakukannya, maka Allah akan menyerunya di hadapan para pemimpin makhluk sehingga Dia memilihkan bidadari untuknya, lalu menikahkan dengannya sesuai dengan kehendaknya ” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, menjadi jelas bagi kita bahwa tanda-tanda kehancuran harus kita jauhi dari diri, keluarga, jamaah, masyarakat dan bangsa kita agar kita bisa selamat di dunia dan akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-5102939404130191315?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/5102939404130191315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/menuju-kehancuran-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5102939404130191315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5102939404130191315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/menuju-kehancuran-umat.html' title='Menuju Kehancuran Umat'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-226697189618616755</id><published>2010-03-28T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T23:50:05.389-07:00</updated><title type='text'>Orang-orang yang Dijamin Masuk Surga</title><content type='html'>Keinginan menjadi penghuni surga tidak cukup hanya berdo’a, tapi kita harus berusaha memiliki sifat dan amal calon penghuninya dan usaha itu sekarang dalam kehidupan kita di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.  Memberi Makan.&lt;br /&gt;Makan dan minum merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi oleh masing-masing orang, namun karena berbagai persoalan dalam kehidupan manusia, maka banyak orang yang tidak bisa memenuhinya atau bisa memenuhi tapi tidak sesuai dengan standar kesehatan, karena itu, bila kita ingin mendapat jaminan masuk surga, salah satu yang harus kita lakukan dalam hidup ini adalah memberi makan kepada orang yang membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Sembahlah Allah Yang Maha Rahman, berikanlah makan, tebarkanlah salam, niscaya kamu masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Di dalam hadits lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang luamya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya, Allah menyediakannya bagi orang yang memberi makan, menebarkan salam dan shalat malam sementara orang-orang tidur ” (HR. Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat pula hadits senada soal ini yang perlu kita perhatikan: “Di surga terdapat kamar-kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Abu Malik Al Asy’ari berkata: “buat siapa wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Bagi orang yang berucap baik, memberi makan, dan di melalui malam dengan shalat sementara orang-orang tidur” (HR. Thabrani, Hakim, Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Bahkan sahabat Abdullah bin Salam mendengar pesan Nabi kepada para sahabat yang berbunyi: “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah hubungan silaturrahim, shalatlah diwaktu malam sementara orang-orang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat ” (HR. Tirmidzi, ibnu Majah dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Menyambung Silaturrahim.&lt;br /&gt;Hubungan antar sesama manusia harus dijalin dengan sebaik-baiknya, antara sesama saudara dalam iman, terutama yang berasal dari rahim ibu yang sama yang kemudian disebut dengan saudara dalam nasab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ini selalu kita perkokoh, maka di dalam hadits di atas, kita mendapatkan jaminan surga dari Rasulullah saw, sedangkan bila kita memutuskannya, maka kitapun terancam tidak masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan, Sufyan berkata dalam riwayatnya: yakni memutuskan tali persaudaraan ” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika Rasulullah saw bertanya kepada pada sahabat tentang maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang akan menjadi penghuni surga? diantaranya beliau menjawab: Seorang laki-laki yang mengunjungi saudaranya di penjuru kota dengan ikhlas karena Allah ” (HR. Ibnu Asakir, Abu Na’im dan Nasa’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Shalat Malam&lt;br /&gt;Tempat terpuji di sisi Allah swt adalah surga yang penuh dengan kenikmatan yang tiada terkira, karenanya salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk bisa diberi tempat yang terpuji itu adalah dengan melaksanakan shalat tahajjud saat banyak manusia yang tertidur lelap, Allah swt berfirman: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji ” (QS Al Isra [17]:79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala seseorang sudah rajin melaksanakan shalat tahajjud, ia merasa menjadi seorang yang begitu dekat dengan Allah swt dan bukti kedekatannya itu adalah dengan tidak melakukan penyimpangan dari ketentuan Allah swt meskipun peluang untuk menyimpang sangat besar dan bisa jadi ia mendapatkan keuntungan duniawi yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memudahkan Orang Lain.&lt;br /&gt;Dalam hidupnya, ada saat manusia mengalami kesenangan hidup dengan segala kemudahannya, namun pada saat lain bisa jadi ia mengalami kesulitan dan kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sesama manusia idealnya bisa saling memudahkan, termasuk dalam jual beli. Manakala kita sudah bisa memudahkan orang lain, maka salah satu faktor yang membuat manusia mendapat jaminan surga telah diraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya seorang lelaki masuk  surga. Dia ditanya: “Apa yang dulu kamu kerjakan?”. Dia menjawab, dia ingat atau diingatkan, dia menjawab: “Aku berjual beli dengan manusia lalu aku memberi tempo kepada orang yang dalam kesulitan dan mempermudah urusan dengan pembayaran dengan dinar atau dirham”. Maka dia diampuni (HR. Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dalam hidup ini kita suka memudahkan kesulitan yang dialami orang lain, maka kitapun akan mendapatkan kemudahan dalam kehidupan di dunia ini maupun di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah memudahkannya di dunia dan akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berjihad.&lt;br /&gt;Islam merupakan agama yang harus disebarkan dan ditegakkan dalam kehidupan di dunia ini, bahkan ketika dengan sebab disebarkan dan ditegakkan itu ada pihak-pihak yang tidak menyukainya, lalu mereka memerangi kaum muslimin, maka setiap umat Islam harus memiliki semangat dan tanggungjawab untuk berjihad dengan pengorbanan harta dan jiwa sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala kaum muslimin mau berjihad, maka Allah swt menyediakan surga untuk siapa saja yang berjihad di jalan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama Dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. dan mereka Itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagimereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS At Taubah [9]:88-89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits, Rasulullah saw juga bersabda tentang jaminan Allah swt kepada orang yang berjihad dengan surga: Ada tiga orang yang semuanya dijamin Allah azza wajalla, yaitu: seorang lelaki yang pergi untuk berperang dijalan Allah, maka ia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkannya, lalu memasukkannya ke surga dengan segala pahala atau harta rampasan perang yang diperolehnya. Dan seseorang yang pergi ke masjid, maka dia dijamin oleh Allah hingga Allah mewafatkannya lalu memasukkannya ke surga atau mengembalikannya dengan pahala atau harta yang diperolehnya; dan seseorang yang masuk ke rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia dijamin olehAllah azza wajalla (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang yang berjihad dan mati syahid meskipun dahulunya ia kafir dan pernah membunuh kaum muslimin dijamin masuk surga, Rasulullah saw bersabda: Allah tertawa kepada dua orang yang saling membunuh yang keduanya masuk surga. Para sahabat bertanya: “Bagaimana yang Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Yang satu (muslim) terbunuh (dalam peperangan) lalu masuk surga. Kemudian yang satunya lagi (kafir) taubatnya diterima oleh Allah ke dalam Islam, kemudian dia berjihad dijalan Allah lalu mati syahid (HR. Muslim dah Abu Hurairah ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak Sombong.&lt;br /&gt;Takabbur atau sombong adalah menganggap dirinya lebih dengan meremehkan orang lain, karenanya orang yang takabbur itu seringkali menolak kebenaran, apalagi bila kebenaran itu datang dari orang yang kedudukannya lebih rendah dari dirinya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bila kita mati dalam keadaan terbebas dari kesombongan amat mendapatkan jaminan masuk surga, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mati dan ia terbebas dari tiga hal, yakni sombong, fanatisme dan utang, maka ia akan masuk surga ” (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takabbur merupakan salah sifat yang diwariskan oleh iblis laknatullah, dengan sebab itulah ia divonis berdosa dan akan dimasukkan ke neraka, Allah swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang sujud. Allah berfirman: Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu?. Iblis menjawab: aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Allah berfirman: turunlah kamu dari syurga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina (QS Al A’raf[7]: 11-13, lihat pula QS Mukmin [40]: 60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala seseorang berlaku sombong, sangat kecil peluang baginya untuk bisa masuk ke dalam surga, di dalam hadits, Rasulullah saw bersabda:”Tidak masuk syurga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari sifat kesombongan ” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak Memiliki Fanatisme Yang Berlebihan.&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia termasuk kaum muslimin hidup dengan latar belakang yang berbeda-beda, termasuk latar belakang kelompok, baik karena kesukuan, kebangsaan maupun golongan-golongan ber-dasarkan organisasi maupun paham keagamaan dan partai politik, hal ini disebut dengan ashabiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para saha-bat seringkali dikelompokkan menjadi dua golongan, yakni Muhajirin (orang yang berhijrah dari Makkah ke Madinah) dan Anshar (orang Madinah yang memberi pertolongan kepada orang Makkah yang berhijrah). Pada dasarnya golongan-golongan itu tidak masalah selama tidak sampai pada fanatisme yang berlebihan sehingga tidak mengukur kemuliaan seseorang berdasarkan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala seseorang memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap golongan sehingga segala pertimbangan dan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan golongannya, bukan berdasarkan nilai-nilai kebenaran, maka hal ini sudah tidak bisa dibenarkan, inilah yang disebut dengan ashabiyah yang sangat dilarang di dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mati terbebas dari hal ini, dijamin masuk surga oleh Rasulullah saw dalam hadits di atas, namun tidak masuk surga seseorang yang mati dalam keadaan demikian, karena Rasulullah saw tidak mau mengakui orang yang demikian itu sebagai umatnya.&lt;br /&gt;Hal ini terdapat dalam hadits Nabi saw: “Bukan golongan kamu orang yang menyeru kepada ashabiyah, bukan golongan kami orang yang berperang atas ashabiyah dan bukan golongan kami orang yang mati atas ashabiyah ” (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Terbebas Dari Utang.&lt;br /&gt;Dalam hidup ini, manusia seringkali melakukan hubungan muamalah dengan sesamanya, salah satunya adalah transaksi jual beli. Namun dalam proses jual beli tidak selalu hal itu dilakukan secara tunai atau seseorang tidak punya uang padahal ia sangat membutuhkannya, maka iapun meminjam uang untuk bisa memenuhi kebutuhannya, inilah yang kemudian disebut dengan utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia, apalagi sebagai muslim yang memiliki harga diri, sedapat mungkin utang itu tidak dilakukan, apalagi kalau tidak mampu membayarnya, kecuali memang sangat darurat, karena itu seorang muslim harus hati-hati dalam masalah utang.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari ” (HR. Baihaki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila manusia yang berutang tidak mau memperhatikan atau tidak mau membayarnya, maka hal itu akan membawa keburukan bagi dirinya, apalagi dalam kehidupan di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena utang yang tidak dibayar akan menggerogoti nilai kebaikan seseorang yang dikakukannya di dunia, kecuali bila ia memang tidak mempunyai kemampuan untuk membayarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Utang itu ada dua macam, barangsiapa yang mati meninggalkan utang, sedangkan ia berniat akan membayarnya, maka saya yang akan mengurusnya, dan barangsiapa yang mati, sedangkan ia tidak berniat akan membayarnya, maka pembayarannya akan diambil dari kebaikannya, karena di waktu itu tidak ada emas dan perak ” (HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Peka Terhadap Peringatan.&lt;br /&gt;Peka terhadap peringatan membuat seseorang mudah menerima segala peringatan dan nasihat dari siapapun agar waspada terhadap segala bahaya dalam kehidupan di dunia dan akhirat, sikap ini merupakan sesuatu yang amat penting karena setiap manusia amat membutuhkan peringatan dari orang lain, karenanya orang seperti itu akan mudah menempuh jalan hidup yang benar sehingga mendapat jaminan akan masuk ke dalam surga.&lt;br /&gt;Orang seperti ini digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang berhati seperti burung sebagaimana disebutkan dalam sabdanya: “Akan masuk surga kelak kaum-kaum yang hati mereka seperti hati burung ” (HR. Ahmad dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menahan Amarah&lt;br /&gt;Al ghadhab atau marah merupakan salah satu sifat yang sangat berbahaya sehingga ia telah menghancurkan manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Ada beberapa bahaya dari sifat marah yang harus diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, merusak iman, karena semestinya bila seseorang sudah beriman dia akan memiliki akhlak yang mulia yang salah satunya adalah mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak mudah marah kepada orang lain.Rasulullah saw bersabda: “Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu ” (HR. Baihaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mudah mendapatkan murka dari Allah swt terutama pada hari kiamat, karena itu pada saat kita hendak marah kepada orang lain mestinya kita segera mengingat Allah sehingga tidak melampiaskan kemarahan dengan hal-hal yang tidak benar.&lt;br /&gt;Allah swt berfirman sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Qudsi:&lt;br /&gt;“Wahai anak Adam, ingatlah kepada-Ku ketika kamu marah. Maka Aku akan mengingatmu jika Aku sedang marah (pada hari akhir) “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mudah marah juga akan mudah menyulut kemarahan orang lain sehingga hubungan kita kepada orang lain bisa menjadi renggang bahkan terputus sama sekali. Oleh karena itu, seseorang baru disebut sebagai orang yang kuat ketika ia mampu mengendalikan dirinya pada saat marah sehingga kemarahan itu dalam rangka kebenaran bukan dalam rangka kebathilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Orang kuat bukanlah yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah orang yang dapat mengontrol dirinya ketika marah ” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang mampu menahan amarahnya, maka dia akan mendapatkan nilai keutamaan yang sangat besar dari Allah swt, dalam hal ini Rasulullah saw menyebutkan jaminan surga untuknya: “Janganlah engkau marah dan surga bagimu ” (HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ikhlas Menerima Kematian Anak dan OrangYangDicintai.&lt;br /&gt;Setiap orang yang berumah tangga pasti mendambakan punya anak, karena anak itu menjadi harapan masa depan dan kesinambungan keluarga. Karenanya bahagia sekali seseorang bila dikaruniai anak, baik laki maupun perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu saat anak lagi disayang dan amat diharapkan untuk mencapai masa depan yang baik tapi tiba-tiba meninggal dunia, maka banyak orang tua yang tidak ikhlas menerima kenyataan itu. Bila sebagai orang tua kita ikhlas menerima kematian anak, maka hal ini bisa memberi jaminan kepada kita untuk bisa masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah mati tiga anak seseorang, lalu dia merelakannya (karena Allah) kecuali dia rnasuk surga”. Seorang wanita bertanya: “atau dua orang anak juga, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “atau dua anak” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Meskipun demikian, sedih atas kematian anak tetap boleh dirasakan karena tidak mungkin rasanya kematian anggota keluarga tanpa kesedihan, Rasulullah saw sendiri amat sedih atas kematian anaknya, namun kesedihan yang tidak boleh berlebihan seperti meratap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu hadits dijelaskan: Anas ra berkata: Ketika Rasulullah saw masuk melihat Ibrahim (puteranya) yang sedang menghembuskan nafasnya yang terakhir, maka kedua mata Rasulullah saw bertinang-linang ketika ia wafat, sehingga tampak air mata mengalir di muka beliau. Abdurrahman bin Auf berkata: “Engkau demikianjuga ya Rasulullah?”. Jawab Nabi: “Sesungguhnya ini sebagai tanda rahmat dan belas kasihan”, Lalu beliaubersabda: “Mata berlinang dan hati merasa sedih, tapi kami tidak berkata kecuali yang diridhai Tuhan dan kami sungguh berduka cita karena berpisah denganmu hai Ibrahim (HR. Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits lain, jaminan surga juga diberikan Allah swt kepada orang yang ridha menerima kematian orang yang dicintainya dalam kehidupan di dunia ini.&lt;br /&gt;Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda dalam hadits qudsi: “Tidak ada pembalasan dari bagi seorang hamba-Ku yang percaya, jika Aku mengambil kekasihnya di dunia, kemudian ia ridha dan berserah kepada-Ku, melainkan surga ” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bersaksi Atas Kebenaran Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan kitab suci yang tidak perlu diragukan lagi kebenarannya oleh setiap muslim, namun kenyataan menunjukkan tidak semua muslim mau bersaksi dalam arti menjadi pembela kebenaran Al-Qur’an dari orang yang menentang dan meragukannya, bahkan tidak sedikit muslim yang akhimya larut dengan upaya kalangan non muslim yang berusaha meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersaksi atas kebenaran Al-Qur’an juga harus ditunjukkan dengan penyebaran nilai-nilainya dalam kehidupan masyarakat dan yang lebih penting lagi adalah kebenaran Al-Qur’an itu ditunjukkan dalam sikap dan prilakunya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti inilah yang mendapat jaminan masuk surga oleh Allah swt sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Dan apabila mereka mende-ngarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari Kitab-Kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka catatlah Kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Ouran dan kenabian Muhammad saw).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada Kami, Padahal Kami sangat ingin agar Tuhan Kami memasukkan Kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh ?”. Maka Allah memberi mereka pahala terhadap Perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). (QS. Al-Maidah: 5]: 83-85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Berbagi Kepada Orang Lain.&lt;br /&gt;Banyak kebaikan yang harus kita lakukan dalam hidup ini sehingga kebaikan-kebaikan yang kita laksanakan itu membuat kita menjadi manusia yang dirasakan manfaat keberadaan kita bagi orang lain sehingga apapun yang kita miliki memberi manfaat yang besar bagi orang lain apalagi bila hal itu memang amat dibutuhkan oleh manusia.&lt;br /&gt;Salah satunya adalah bila seseorang memberikan binatang ternak yang dimiliki seperti kambing untuk kemudian dinikmati susu-nya oleh banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ini dilakukan, jaminan surga dijanjikan oleh Allah swt&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah saw: “Empat puluh kebaikan yang paling tinggi adalah pemberian seekor kambing yang diperah susunya. Tidak seorangpun yang melakukan salah satu darinya dengan mengharapkan pahala dan membenarkan apa yang dijanjikan karenanya, kecuali Allah memasukkannya ke dalam surga ” (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Hakim Yang Benar.&lt;br /&gt;Dalam hidup ini banyak sekali perkara antar manusia yang harus diselesaikan secara hukum sehingga diperlukan pengadilan yang mampu memutuskan perkara secara adil, untuk itu diperlukan hakim yang adil dan bijaksana sehingga ia bisa memutuskan perkara dengan sebaik-baiknya. Bila ada hakim yang baik, maka ia akan mendapat jaminan bisa masuk ke dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Hakim-hakim itu ada tiga golongan, dua golongan di neraka dan satu golongan di surga: Orang yang mengetahui yang benar lalu memutus dengannya, maka dia di surga. Orang yang memberikan keputusan kepada orang-orang di atas kebodohan, maka dia itu di neraka dan orang yang mengetahui yang benar lalu dia menyeleweng dalam memberikan keputusan, maka dia di neraka (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketika seorang muslim menjadi hakim, maka ia harus menjadi hakim yang benar, yakni hakim yang tahu tentang kebenaran dan ia memutuskan perkara secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, danjanganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat (QS An Nisa [4]:105). Mudahan-mudahan kita termasuk orang yang mau berusaha untuk bisa masuk ke dalam surga.[Berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-226697189618616755?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/226697189618616755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/orang-orang-yang-dijamin-masuk-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/226697189618616755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/226697189618616755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/orang-orang-yang-dijamin-masuk-surga.html' title='Orang-orang yang Dijamin Masuk Surga'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-8463147139794231376</id><published>2010-03-23T11:15:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T11:15:51.313-07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Janin</title><content type='html'>Janin dalam kandungan, bukanlah seperti sebuah gumpalan daging yang tak dapat mendengar dan melihat. Sebelum lahir, sistem syaraf dan berbagai macam indera janin sudah sempurna, dengan demikian dapat bereaksi terhadap berbagai macam rangsangan dari luar maupun dalam tubuh ibu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah janin dapat mendengar suara? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bisa. Hal ini telah dibuktikan bahwa pada saat usia janin menginjak enam bulan, dia sudah memiliki segala kemampuan untuk mendengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering didengar oleh janin adalah : suara aliran darah yang melalui plasenta, suara denyut jantung ibu, suara udara dalam usus, suara pembicaraan ibu serta berbagai macam suara musik dari luar kandungan. Semua ini akan membentuk sebuah simfoni unik yang membuat janin melakukan reaksi tertentu. Sang ibu juga dapat merasakan perubahan gerakan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan ahli, seorang ibu yang tengah mengandung apabila bertengkar dengan orang lain, dapat menimbulkan reaksi marah pada si janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janin akan memukul dan menendang kandungan ibu, ini sebenarnya adalah peningkatan terhadap gerakan janin. Sewaktu sang ibu tengah berjalan di jalan raya, bunyi klakson mobil yang keras juga dapat membuat janin merasa kurang nyaman. Hal ini akan menyebabkan janin melakukan aksi protes dan melakukan gerakan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu menghadiri konser, apabila sang ibu hamil tenggelam dalam musik ringan yang merdu dan indah, si “pendengar cilik” didalam perut pun melakukan gerakan lembut dan berirama. Namun ketika tepuk tangan penonton bergemuruh, acap kali menyebabkan si janin terkejut dan tidak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah janin telah memiliki daya penglihatan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap rangsangan penglihatan, janin tidak acuh. Janin hidup dalam kegelapan di kandungan ibu, pada saat usia janin menginjak bulan ke empat, dia sudah sangat peka terhadap cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti pernah melakukan uji coba dengan lampu senter. Secara teratur peneliti menyinari perut ibu, dan mendapatkan bahwa sepasang mata janin terbuka. Wajah janin menghadap kearah cahaya serta denyut jantungnya mengikuti perubahan yang teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kehamilan telah menginjak usia tua, apabila disinari dengan sorot lampu, gerakan mata janin akan terlihat lebih kuat. Akan tetapi bila hal ini terus dilakukan, si janin menjadi tenang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu melalui alat EEG (Elektroensefalogram /alat pengukur grafik kerja otak), otak besar janin dapat bereaksi terhadap kelap-kelip cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya penglihatan bayi ketika baru lahir hanya mencapai 30-40 cm. Ini kebetulan sesuai dengan jarak panjang posisi dalam kandungan, dan menjelaskan bahwa bayi yang baru saja lahir, di sisi lain masih mempertahankan kebiasaan hidupnya saat dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah janin telah memiliki indera peraba ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indera peraba pada janin lebih dini muncul dibanding indera pendengar. Penelitian mendapatkan bahwa, disaat janin telah berusia dua bulan, dapat bereaksi terhadap sentuhan yang lembut dan tusukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia janin sekitar 4-5 bulan, apabila bibir atas atau lidahnya disentuh, maka mulutnya dapat bereaksi membuka dan menutup. Gerakannya seperti sedang menghisap.&lt;br /&gt;Para peneliti juga mengamati dan menemukan apabila menggunakan batang kecil menyentuh telapak tangan janin, dia akan segera menggenggam kencang kepalan tangannya. Hal ini cukup membuktikan bahwa terdapat fungsi indera peraba pada janin.&lt;br /&gt;Apakah janin juga telah memiliki indera perasa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu. Pada saat usia kehamilan menginjak empat bulan, pertumbuhan indera perasa pada lidah janin sudah sempurna. Janin dapat dengan penuh selera menikmati air ketuban yang rasanya sedikit asin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan Albert dari Selandia Baru melakukan uji coba sederhana untuk membuktikan hal tersebut. Disaat dia memasukkan sakarin kedalam air ketuban ibu hamil, dia menemukan bahwa janin dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya menghisap air ketuban. Akan tetapi ketika dia menuangkan minyak berbau tidak enak ke dalam kandungan, si janin segera berhenti mengisap air ketuban, bahkan berontak dalam perut, menyatakan ketidaksukaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian janin ternyata dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Oleh karena itu sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka, marah, sedih dan senang, sudah pasti memberi pengaruh bagi perkembangan si janin. Jangan mengira bahwa janin belum memiliki perasaan, sehingga dengan sengaja tidak membatasi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-8463147139794231376?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/8463147139794231376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/keajaiban-janin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8463147139794231376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8463147139794231376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/keajaiban-janin.html' title='Keajaiban Janin'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-3301527658672632260</id><published>2010-03-21T00:03:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T00:03:12.798-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Ahmadiyyah Sesat dan Menyesatkan?</title><content type='html'>International Jihad Analysis - Di masa Rasulullah SAW ada seseorang yang mengaku nabi, bernama Musailamah Al-Kaddzab. Gelar Al-Kaddzab berarti si Pendusta, karena dia memang berdusta dengan mengaku sebagai nabi. Selain mengaku nabi, Musailamah juga merasa mampu menandingi ayat Al-Qur’an dengan gubahannya sendiri Ad Difda’u atau Katak. Al Jahiz, sastrawan Arab dalam bukunya ‘Al Hayawan’ mengomentari gubahan nabi palsu ini dengan mengatakan: ”Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al-Qur’an itu yang turun kepadanya sebagai wahyu.”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kini, seseorang kembali mengaku nabi. Namanya Mirza Ghulam Ahmad, lahir di Qodian (India) pada tanggal 15 Februari 1835 M dan meninggal tanggal 26 Mei 1908 M. Selain mengaku nabi dan rosul, Mirza juga mengaku sebagai Imam Mahdi, serta mengaku menerima wahyu, yang disebut dengan Tadzkirah. Dengan kitab ‘suci’ yang dibuatnya ini Mirza Ghulam Ahmad membai’at murid-muridnya dan mengembangkan sekte sesat dan menyesatkan dengan nama Ahmadiyyah. Saat ini Ahmadiyyah yang masuk di Indonesia sejak tahun 1935 telah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu, para Sahahabat, seperti Abu Bakar Ash Shiddiq segera mengirimkan panglima terbaik dalam Islam, Khalid bin Walid sang pedang Allah untuk menghabisi sang nabi paslu, Musailamah Al Kadzzab. Sebelumnya telah dikirim, panglima Islam lainnya, Usamah bin Zaid yang teryata kewalahan menghadapi nabi palsu tersebut, Musailamah Al-Kadzab dan istrinya, Sajah. Barulah ketika tentara Islam pimpinan Khalid bin Walid ini menyerbu Musailamah Al-Kaddzab di Yamamah, maka sang nabi palsu Musailamah terbunuh bersama 10.000 orang murtad lainnya. Ath-Thabari, seorang  sejarawan Islam menyebutkan bahwa belum pernah ada perang sedahsyat itu dalam memerangi kesesatan, terutama ajaran yang sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadzkirah Kitab “Suci” yang Menyesatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila engkau (Mirza) berniat untuk mengerjakan pekerjaan yang besar, maka bertawakallah kepada Allah, dan jadikanlah perahu (jema’at di hadapan Kami menurut wahyu Kami). Orang-orang yang mengambil bai’at kepada engkau (yakni murid-murid engkau), mereka bai’at kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka”. (Kitab “Suci” Tadzkirah, hal 163)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirza Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Ahmadiyyah &amp; Pembajakan Al-Qur’an karya M.Amin Djamaluddin, disebutkan bahwa kitab “suci” Ahmadiyyah, Tadzkirah telah membajak ayat Al-Qur’an sebanyak 132 ayat. Dalam Tadzkirah sang nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad mencampur-adukkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bahasa Arab, bahasa Urdu, dan bahasa Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu palsu yang diklaim Mirza Ghulam Ahmad diturunkan padanya sebenarnya adalah bajakan dari potongan beberapa ayat Al-Qur’an dari surat Ali Imran ayat 159, Surat Hud ayat 37 dan surat Al-Fath ayat 10 yang disambung menjadi satu ‘wahyu’. Dengan wahyu rekayasa inilah Mirza Ghulam Ahmad membentuk aliran sesat Ahmadiyyah dengan suatu keyakinan Jama’at Ahmadiyyah itu identik dengan perahu nabi Nuh a.s. Menurut Mirza, barang siapa yang tidak mau masuk dalam Jama’at Ahmadiyyah sama saja dengan orang yang tidak mau naik (masuk) dalam perahu nabi Nuh Nuh dan akan tenggelam semuanya yaitu akan masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyyah juga menganggap kitab “suci” Tadzkirah sama sucinya dengan kitab suci Al-Qur’an, bahkan lebih besar. Jama’at ini juga mempunyai tempat suci tersendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Mereka bahkan memiliki surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan serifikat kavling surga tersebut dijual kepada jama’ahnya dengan harga yang sangat mahal. Parahnya lagi, wanita-wanita Ahmadiyyah haram menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadiyyah, tetapi lelaki Ahmadiyyah boleh kawin dengan perempuan yang bukan Ahmadiyyah. Selain itu, seorang pengikut Ahmadiyyah tidak boleh bermakmum dengan (di belakang) imam yang bukan Ahmadiyyah. Ahmadiyyah juga mempunyai tanggal, bulan, dan tahun sendiri, yang mereka beri nama dengan Hijri Syamsyi atau disingkat menjadi HS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanehan dan penyimpangan-penyimpangan ini barulah sebagian kecil dari pokok-pokok ajaran Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Bahkan Ahmadiyyah bisa disebut sebagai sebuah agama baru, dan bukan Islam. Hal ini karena Ahmadiyyah memiliki nabi tersendiri, yakni Mirza Ghulam Ahmad, kitab “suci” tersendiri yaitu Tadzkirah, dan ajaran-ajaran tersendiri yang menyimpang jauh dari ajaran Islam. Dr. Muhammad Iqbal, ilmuan Islam yang juga berasal dari India mengingatkan :  “Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) adalah gerakan penentang Nabi Muhammad SAW, dan komplotan penentang Islam dan agama yang terpisah, dari agama Islam, bahwa Qadianisme adalah umat yang berdiri sendiri bukan bagian dari umat Islam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) akan menarik umat nabi Muhammad SAW dan mendirikan umat baru di India. Sesungguhnya Qadianisme lebih berbahaya bagi kehidupan masyarakat Islam Hindia dibangdingkan aliran Spenoza dengan filosof Yahudi yang memberontak dengan peraturan-peraturan Yahudi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyyah : Rekayasa dan Konspirasi Musuh Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu kitabnya, Mirza Ghulam Ahmad menulis : “ Aku adalah Imamuzzaman pada abad sekarang dan Allah telah menghimpun tanda-tanda pada diriku”. Mirza mengaku dan menganggap dirinya Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu dan dijanjikan kedatangannya oleh umat Islam seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jema’at Ahmadiyyah meyakini bahwa Allah SWT telah membangkitkan seorang utusan rohani umat manusia di seluruh dunia, yaitu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Masih Mau’ud dan Imam Mahdi. Mirza Ghulam Ahmad sendiri menyatakan bahwa “Barang siapa yang tidak benar-benar yakin bahwa akan hadirnya Masih dan Mahdi yang dijanjikan, ia bukan dari Jama’atku, yakni jama’at Ahmadiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dan klaim konyol seperti ini sudah sering terjadi sebelumnya yang teryata didalangi oleh musuh-musuh Islam. Musuh-musuh Islam memanfaatkan nubuwah (berita kenabian) diutusnya Imam Mahdi di akhir zaman dengan memanipulasi sosok Al Mahdi dan memunculkan tokoh-tokoh rekayasa untuk dipercaya sebagai Al Mahdi, termasuk Mirza Ghulam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan akan turunnya Imam Mahdi telah dimanipulasi oleh musuh-musuh Islam, salah satunya Inggris. Inggris yang pada waktu itu menjajah India, kesal dan putus asa terhadap sikap kaum muslimin yang anti pati dan nonkooperatif terhadap Inggris. Sikap umat Islam ini membuat mereka terpojok dibanding umat Hindu yang bersikap kooperatif. Dalam kondisi lemah dan tertindas inilah muncul gerakan Mahdiisme yang dipelopori Ahmadiyyah yang berorientasikan pada pembaharuan pemikiran. Mirza Ghulam Ahmad tampil sebagai sosok yang mengaku telah diangkat sebagai Al-Mahdi dan Al-Masih oleh Tuhan, merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk memajukan Islam dan umat muslim dengan memberi interpretasi baru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tuntutan zamannya, sebagai yang diilhamkan Tuhan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel The Mahdi karya AJ Quinnel (1981) diceritakan konspirasi antara agen M-16 (Inggris) dengan agen CIA (Amerika) dalam merekayasa kehadiran sosok Al Mahdi, Abu Qadir, seorang sufi asal Saudi. Dalam sinopsis novel tersebut dikatakan : Sebuah cerita spionase spektakuler tentang dinas-dinas rahasia internasional yang merencanakan untuk menguasai kekuatan Islam yang sedang berkembang melalui sebuah mukjizat buatan, di depan mata jutaan umat Islam beriman di Kota Mekah. Menampilkan seorang Mahdi baru : Itulah sasaran yang ingin dicapai setiap agen dinas rahasia Barat. Seorang ‘nabi boneka’ merupakan sebuah kunci yang tak terbayangkan bagi kekuatan internasional. Menampilkan, sudah tentu seorang “nabi” yang tetap berfungsi sebagai boneka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena munculnya nabi-nabi palsu akhir zaman seperti Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Mosadeq, hingga Lia Aminuddin dengan klaim sebagai Al Masih, menerima wahyu dari Jibril a.s. sekaligus mengaku sebagai nabi yang mendapat wahyu menjadi realitas tak terbantahkan akan adanya konspirasi untuk menghancurkan Islam yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelbagai cerita “mukjizat” biasanya diumbar oleh para nabi palsu ini untuk meyakinkan para pengikutnya. Padahal, bisa jadi “mukjizat” palsu itu sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam, baik yang nyata maupun tidak.&lt;br /&gt;Untuk membuktikan kemahdian Abu Qadir, agen Inggris M-16 membangun instalasi komunikasi rahasia dalam gua yang biasa digunakan sang sufi untuk meditasi. Lewat satelit, diproduksilah visualisasi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, sehingga seolah dia pun menerima ‘wahyu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Mirza Ghulam Ahmad mengaku menemukan sebuah makam di Srinagar, Punjab, India. Menurutnya makam tersebut adalah makam Yus Asaf yang diyakini sebagai Isa Al-Masih, sesudah pengembaraannya yang panjang dari Palestina ke Kashmir, India. Sesudah penemuan makam tersebut, barulah dicari hadits-hadits mahdiyah (tentang Imam Mahdi) yang relevan sebagai dasar keyakinan Ahmadiyyah. Maka pada tahun 1890, Mirza Ghulam Ahmad pun mendakwahkan dirinya sebagai Imam Mahdi. Selaku Imam Mahdi ia mendapat wahyu dari Allah SWT, yang berbunyi : “Bangkitlah! Waktu yang ditetapkan untukmu telah tiba…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situs resmi Ahmadiyyah Indonesia, terdapat artikel tentang biografi Mirza Ghulam Ahmad yang ditulisnya sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Al Masih yang ditunggu). Lewat situs ini Ahmadiyyah gencar berpropaganda, bahkan menyiarkan langsung ceramah khalifah mereka di London.Berikut kutipan dari situs Ahmadiyyah Indonesia tentang tanda-tanda kematian Mirza Ghulam Ahmad :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Desember 1905, Hazrat Ahmad as. mendapat ilham yang menerangkan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, oleh karenanya beliau menulis sebuah buku yang berjudul Al-Wasiat, yang disebar luaskan kepada seluruh warga Jemaat Ahmadiyah. Di dalamnya beliau as. memberitahukan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, dan menasihatkan agar Jemaat tenteram serta berbesar hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, berdasarkan ilham Ilahi, Hazrat Ahmad as. mengumumkan untuk membuat sebuah areal perkuburan khusus (Bahesyti Maqbarah), dan orang-orang yang akan dikebumikan disana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Yakni mengurbankan paling sedikit 1/10 harta bendanya dan 1/10 dari penghasilannya setiap bulan untuk kepentingan Islam. Hazrat Ahmad as menjelaskan : "Allah Taala telah memberi kabar suka kepada saya, bahwa di perkuburan itu hanya orang-orang ahli surga saja lah yang akan dikuburkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat, kesesatan Ahmadiyyah yang meyakini pimpinan mereka menerima wahyu (meski diubah kata-katanya menjadi ilham), dan meyakini dengan yakni bahwa pimpinan mereka akan masuk serga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kucuran dana Ahmadiyyah juga sangat besar. Untuk menggaji pegawainya saja Ahmadiyyah mengeluarkan sekitar 60 juta/bulan. Ahmadiyyah juga setiap bulannya membagikan brosur kepada masyarakat, membagikan buku-buku yang berisi ajaran Ahmadiyyah secara gratis kepada masyarakat. Semuanya itu dilakukan dari markas besar mereka di Parung Bogor, Jawa Barat di atas tanah seluas 15 ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus Diapakan Ahmadiyyah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemunculannya, Ahmadiyyah telah ditentang oleh seluruh ulama. Namun, berkat bantuan Inggris yang menjajah India ketika itu, keberadaan Ahmadiyyah tetap langgeng bahkan semakin berkembang cepat. Ketika Pakistan melarang keberadaan Ahmadiyyah, khalifah atau pemimpin tertinggi mereka melarikan diri ke Inggris dan memindahkan markasnya pula ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kematian Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1908 M, kepemimpinan Ahmadiyyah berpindah secara estafet kepada seseorang yang kemudian diyakini sebagai khalifah, dan mendapat gelar Hadhrat. Kepemimpinan pertama Ahmadiyyah selepas kematian Mirza adalah Hadhrat Hafiz H. Hakim Nuruddin selaku khalifah I hingga meninggal tahun 1914 M. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dipilih khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang memangku jabatan tersebut dari tahun 1914 hingga 1965. Kemudian, ia digantikan oleh khalifah III Hadhrat Hafiz Nasir Ahmad yang meninggal dunia tahun 1982. Selanjutnya kekhalifahan dijabat oleh khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad hingga sekarang.&lt;br /&gt;Ironisnya, di bulan Juni-Juli 2000 M, Ahmadiyyah yang telah difatwakan sesat oleh MUI, dinyatakan sebagai aliran kafir di luar Islam oleh Liga Dunia Islam di Mekkah, justru disambut dengan upacara penting di negeri ini oleh Dawam Rahardjo, Gus Dur, dan Amien Rais. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, khalifah ke IV Ahmadiyyah, Taher Ahmad yang bermarkas di London, Inggris berkunjung ke Indonesia. Tentu saja sambutan kepada penerus nabi paslu tersebut akan mengakibatkan kaburnya pandangan umat Islam akan kesesatan dan menyesatkannya Ahmadiyyah. Bisa jadi, Ahmadiyyah akan dianggap sebagai ajaran yang benar, yang perlu juga dibela dan dilindungi sebagaimana pandangan awam saat ini. Padahal sudah jelas sejelas matahari di siang hari bahwa Ahmadiyyah adalah sesat dan menyesatkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof.KH. Ibrahim Hasan LML, Rektor IIQ Jakarta mewajibkan kaum muslimin untuk berjuang membubarkan Ahmadiyyah. Bahkan hampir seluruh ormas Islam ketika itu telah menandatangani kesepakatan agar Ahmadiyyah dibubarkan, karena telah menodai Al-Qur’an. Peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syuriah Nahdatul Ulama, melalui Rois (Ketua) dan pelaksana harian syuriyahnya, KH Ma’ruf Amin, memutuskan bahwa Ahmadiyyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Maka sudah seharusnya aliran yang memutar-balikkan Al Qur’an tersebut dilarang. Ahmadiyyah, menurut keputusan Syuriyah memutar-balikkan ayat Al-Qur’an, bahkan mengakui adanya nabi baru setelah nabi Muhammad SAW. Mirza Ghulam Ahmad dianggap sebagai nabi. Itu jelas menyimpang dari ajaran Islam dan harus dilarang, uangkap KH Ma’ruf Amin menjawab harian Pelita, Agustus 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kaum muslimin tiada henti menuntut pembubaran Ahamdiyyah di negeri ini. Lebih dari 10 tahun telah berlalu, umat Islam tidak henti dan tidak bosan menyuarakan kebenaran dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, menolak keberadaan Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Kaum muslimim yakin bahwa Ahmadiyyah adalah sebuah kemungkaran dan kemungkaran harus diingkari menurut kadar kemampuan. Karena jika kemungkaran seperti Ahmadiyyah tidak dihilangkan, maka akan menyebabkan negara dan umat akan binasa, sebagaimana hadits Rosul SAW : “Maka jika mereka membiarkan mereka berbuat menurut keinginan mereka, niscaya mereka akan binasa, dan jika mereka mencegahnya, maka mereka semua akan selamat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Mun’im Halimah “Abu Bashir” dalam bukunya “Fatwa Mati Buat Penghujat” menyatakan, mencegah dan menjatuhkan sanksi hukuman terhadap pelaku kemungkaran tidaklah bertentangan ataupun berlawanan dengan keadaan Allah yang akan menghukumnya sendiri kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah : “Dan kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepada kalian adzab siksaan (yang besar) dari sisi-Nya, atau (adzab siksaan) dengan tangan-tangan kami.” (QS At Taubah : 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka melalui tangan-tangan kita adalah sewaktu mereka menampakkan kepada kita kebatilan dan kekafiran mereka. Sedangkan siksaan yang datang dari sisi Allah adalah kelak nanti pada hari kiamat, hari di mana mereka dibawa menghadap Allah SWT. Lalu, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang amat pedih. Wallahu’alam bis showab!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-3301527658672632260?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/3301527658672632260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mengapa-ahmadiyyah-sesat-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3301527658672632260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3301527658672632260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mengapa-ahmadiyyah-sesat-dan.html' title='Mengapa Ahmadiyyah Sesat dan Menyesatkan?'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-9126566685796565846</id><published>2010-03-20T23:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T23:53:34.547-07:00</updated><title type='text'>Sumber Ajaran Syi’ah</title><content type='html'>Sebenarnya dari mana sih umat syiah mengambil ajaran agamanya? Mengapa kita sering mendengar kawan-kawan syiah berdalil dari Shahih Bukhari? Sebagaimana Ahlussunah memiliki kitab hadits yang berasal dari Nabi, maka sebagai mazhab, syiah harus memiliki kitab-kitab yang berisi sabda para imam ahlulbait, mereka yang wajib diikuti bagi penganut syiah. Lalu mengapa syiah mengemukakan dalil dari kitab-kitab hadits sunni seperti shahih Bukhari dan Muslim? Mereka menggunakan hadits-hadits itu dalam rangka mendebat ahlussunah, bukan karena beriman pada isi hadits itu. Lalu apa saja rujukan syiah Imamiyah?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syiah Imamiyah menganggap sabda 12 imam ahlulbait sebagai ajaran yang wajib diikuti, ini sesuai dengan ajaran mereka yang menganggap 12 imam ahlulbait sebagai penerus risalah Nabi. Sabda-sabda tersebut tercantum dalam kitab-kitab syiah, namun sayangnya kitab-kitab itu tidak begitu dikenal atau tepatnya sengaja tidak disebarluaskan oleh penganut syiah di Nusantara. Insya Allah kami akan memudahkan pembaca untuk mendownload sebagian kitab rujukan mereka yang memuat sabda-sabda para imam ahlulbait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pembaca pasti penasaran untuk membaca sabda ahlulbait, karena salah satu murid Imam Ja’far As Shadiq yang bernama Zurarah mengatakan : Al Kisyi meriwayatkan dalam bukunya Rijalul Kisyi dengan sanadnya dari Muhammad bin Ziyad bin Abi Umair dari Ali bin Atiyyah bahwa Zurarah berkata: jika aku menceritakan seluruh yang kudengar dari Abu Abdillah (Ja’far Asshadiq) maka laki-laki yang mendengar perkataan Imam Ja’far pasti akan berdiri kemaluannya. Rijalul Kisyi hal 134 (kira-kira cerita apa yang dibawa oleh Imam Ja’far sehingga membuat kemaluan berdiri?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan umat syiah mengatakan bahwa para imam mendapat ajaran dari imam sebelumnya yang mendapatkan ajaran dari Nabi. Juga umat syiah mengajarkan bahwa ajaran para imam harus diikuti. Tapi ternyata imam yang satu ini suka mengajarkan cerita-cerita yang membuat kemaluan berdiri. Jangan-jangan ajaran di atas sudah disensor. Lalu bagaimana hukum menyensor ajaran ahlulbait yang wajib diikuti?&lt;br /&gt;Literatur syiah yang dianggap sebagai literatur utama yang memuat riwayat sabda ahlulbait ada 8 kitab utama, ulama mereka menyebutnya dengan sebutan “al jawami’ ats tsamaniah” (kitab kumpulan yang delapan) ini sesuai dengan yang tercantum dalam kitab Muftahul Kutub Al Arba’ah jilid 1 hal 5 dan A’yanus Syiah jilid 1 hal 288. Dalam makalahnya yang berjudul metode praktis untuk pendekatan sunnah syiah (dimuat dalam masalah Risalatus Islam, juga dimuat bersama makalah lain yang diambil dari majalah yang sama dengan judul “persatuan islam” hal 233, Muhammad Shaleh Al Ha’iri mengatakan: kitab shahih imamiyah ada delapan, empat di antaranya di tulis oleh tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup terdahulu, tiga lagi ditulis oleh tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup setelah tiga yang pertama, yang kedelapan ditulis oleh Al Husein Nuri Thabrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab pertama dan yang tershahih di antara delapan kitab di atas adalah Al Kafi. Ini seperti disebutkan dalam kitab Adz Dzari’ah jilid 17 hal 245, Mustadrak Al Wasa’il jilid 3 ha 432, Wasa’il Asy Syi’ah jilid 20 hal 71. kitab-kitab di atas menyebutkan bahwa kitab Al Kafi adalah kitab yang tershahih dari empat kitab utama mereka, karena kitab Al Kafi ditulis pada era Ghaibah Sughra, yang mana saat itu masih mungkin untuk mengecek validitas riwayat yang ada dalam kitab itu. karena pada era ghaibah sughra imam mahdi masih dapat dihubungi melalui “duta yang empat” yang dapat berhubungan dengan imam mahdi dan menerima seperlima bagian dari harta syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah riwayat kitab Al Kafi ada 16099, seperti diterangkan dalam kitab A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280. Kitab Al Kafi dijelaskan oleh para Ulama Syi’ah, di antaranya adalah Al Majlisi –penulis Biharul Anwar- yang menulis penjelasan kitab Al Kafi dan diberi judul Mir’aatul Uquul. Dalam kitabnya itu Majlisi juga menilai validitas hadits Al Kafi, di antara hadits yang dianggapnya shahih adalah hadits yang menerangkan bahwa Al Qur’an telah diubah. Berikut terjemahan nukilan dari Mir’atul Uqul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdillah berkata: “Al Qur’an yang diturunkan Jibril kepada Muhammad adalah 17 ribu ayat”. Al Kafi jilid 2 hal 463. Muhammad Baqir Al Majlisi berkata bahwa riwayat ini adalah muwathaqoh. Lihat di Mir’atul Uqul jilid 2 hal 525.&lt;br /&gt;Begitu juga ada kitab lain yang berisi penjelasan riwayat Al Kafi, yaitu Syarh Jami’ yang ditulis oleh Al Mazindarani begitu juga terdapat kitab yang berjudul As Syafi fi Syarhi Ushulil Kafi, ada lagi kitab yang judulnya At Ta’liqah Ala Kitabil Kafi yang ditulis oleh Muhammad Baqir Al Husaini, tapi hanya menjelaskan sampai Kitabul Hujjah saja. Ada lagi kitab Al Hasyiyah Ala Ushulil Kafi karangan Rafi’uddin Muhammad bin Haidar An Na’ini, juga Badruddin bin Ahmad Al Husaini Al Amili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab kedua adalah Man la Yahdhuruhul Faqih yang ditulis oleh Muhammad bin Babawaih Al Qummi, yang juga dikenal dengan sebutan As Shaduq, keterangan mengenai kitab ini adapat dilihat dalam kitab Raudhatul Jannat jilid 6 hal 230-237, A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280, juga dalam Muqaddimah kitab Man La Yahdhuruhul Faqih, kitab ini memuat 176 bab, yang pertama adalah bab Thaharah dan ditutup dengan bab Nawadir. Kitab ini memuat 9044 riwayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam pengantar bahwa penulisnya sengaja menghapus sanad dari setiap riwayat agar tidak terlalu memperbanyak isi kitab, juga disebutkan bahwa penulisnya mengambil riwayat untuk ditulis dalam buku ini dari kitab-kitab yang terkenal dan dapat diandalkan, penulis hanya mencantumkan riwayat yang diyakini validitasnya. Ditambah lagi dengan kitab Tahdzibul Ahkam, keterangan mengenai kitab ini dapat ditemui dalam kitab mustadrakul wasa’il jilid 4 hal 719, kitab adzari’ah jilid 4 hal 504, juga dalam pengantar tahdzibul ahkam sendiri. Kitab ini ditulis untuk memecahkan kontradiksi yang terjadi pada banyak sekali riwayat syiah, kitab ini berisi 393 bab. Mengenai jumlah haditsnya akan kita bahas kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kitab Al Istibshar, yang terdiri dari tiga jilid, dua jilid memuat bab ibadah, sementara pembahasan fiqih lainnya dicantumkan pada jilid ketiga. Kitab ini memuat 393 bab, dalam kitabnya ini penulis hanya mencantumkan 5511 hadits dan mengatakan: saya membatasinya supaya tidak terjadi tambahan maupun pengurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam kitab Adz Dzari’ah ila Tashanifisy Syi’ah disebutkan bahwa jumlah haditsnya ada 6531, berbeda dengan penuturan penulisnya sendiri. Silahkan dirujuk ke Ad Dzari’ah jilid 2 hal 14, A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280, pengantar Al Istibshar, tulisan Hasan Al Khurasan. Kedua kitab di atas – Tahdzibul Ahkam dan Al Istibshar- adalah karya ulama tersohor syiah yang bergelar “ Syaikhut Tha’ifah” yaitu Abu Ja’far Muhamamd bin Hasan Al Thusi (wafat 360 H). Al Faidh Al Kasyani dalam Al Wafi jilid 1 hal 11 mengatakan: seluruh hukum syar’i hari ini berporos pada empat kitab pokok, yang seluruh riwayat yang ada di dalamnya dianggap shahih oleh penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agho Barzak Tahrani – salah satu mujtahid syiah masa kini- mengatakan dalam kitab Adz Dzari’ah jilid 2 hal 14 : empat kitab ditambah dengan kitab kumpulan hadits adalah dasar bagi hukum syar’I hingga saat ini. Pada abad 11 Hijriah para ulama syiah menyusun beberapa kitab, empat di antaranya disebut oleh ulama syiah hari ini dengan : Al Majami’ Al Arba’ah Al Mutaakhirah” (empat kitab kumpulan hadits belakangan); empat kitab itu adalah: Al Wafi yang disusun oleh Muhamad bin Murtadha yang dikenal dengan julukan Mulla Muhsin Al Faidh Al Kasyani –wafat tahun 1091 H– terdiri dari tiga jilid tebal, dicetak di Iran, memuat 273 bab. Muhammad Bahrul Ulum mengatakan bahwa kitab Al Wafi memuat 50 000 hadits (lihat footnoote kitab Lu’lu’atul Bahrain hal 122) sementara Muhsin Al Amin mengatakan bahwa Al Wafi memuat 44244 hadits, bisa dilihat dalam A’yanus Syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kitab Biharul Anwar Al Jami’ah Li Durar Akhbar Aimmatil At-har karya Muhammad Baqir Al Majlisi –wafat tahun 1110 atau 1111 H-. Ulama syiah menyatakan bahwa Biharul Anwar adalah kitab terbesar yang memuat hadits dari kitab-kitab rujukan syiah, bisa dilihat keterangan mengenai kitab ini dalam Adz Dzari’ah jilid 3 hal 27, juga A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 293. selain itu juga ada kitab wasa’ilus syi’ah ila tahsil masa’ilisy syari’ah yang disusun oleh Muhammad bin Hasan Al Hurr Al Amili, yang dianggap sebagai kitab terlengkap yang memuat hadits hukum fiqih bagi syiah imamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab ini terkumpul riwayat dari kitab empat utama dan ditambah dengan riwayat lain dari kitab-kitab lain yang dianggap sebagai rujukan, yangkonon jumlahnya mencapai tujuh puluh kitab-seperti dikatakan oleh penulis kitab Adz Dzari’ah. Tetapi Syirazi dalam pengantar kitab wasa’il menyebutkan jumlah kitab yang menjadi rujukan adalah 180 kitab lebih, Al Hurr Al Amili menyebutkan judul-judul kitab yang menjadi rujukannya yang berjumlah lebih dari delapan puluh kitab, dia juga menyebutkan bahwa dia mengambil rujukan dari kitab0kitab selain yang telah disebutkan, tetapi dia merujuknya dengan perantaraan nukilan kitab lain. Silahkan merujuk pada Muqaddimatul Wasa’il yang situlis oleh Asyirazi, begitu juga A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 292-293, Adz Dzari’ah jilid 4 hal 352-353, Wasa’ilusy Syi’ah jilid 1 hal 408, jilid 20 hal 36-49.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kitab mustadrakul wasa’il wa mustanbtul masa’il yang disusun oleh Husein Nuri Thabrasi –wafat 1320 H-. Agho Barzak Tahrani mengatakan: kitab mustadrak wasa’il menjadi seperti kitab kumpulan hadits lainnya yang harus ditelaah dan dijadikan rujukan oleh para mujtahid dalam memutuskan hukum syareat, kebanyakan ulama kami saat ini tunduk mengikuti kitab itu. Lihat kitab Adz Dzari’ah jilid 2 hal 110-111. lalu Agho Barzak memperkuat pernyataannya dengan nukilan dari ulama-ulama syiah yang menjadikan kitab mustadrak wasa’il sebagai rujukan utama mereka. Adz Dzari’ah jilid 2 hal 111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembaca merasa pernah mendengar nama Nuri Thabrasi, dia adalah penyusun kitab Fashlul Khitab fi Itsbati Tahriifi Kitaabi Rabbil Arbab – pemutus perkara, pembuktian bahwa kitab Tuhan telah dirubah-, kitab itu menyebutkan dalil-dalil yang memperkuat pendapat bahwa Al Qur’an yang ada hari ini telah diselewengkan dan diubah oleh “tangan-tangan kotor”. Dalam muqaddimah mustadrakul wasa’il, Agha Barzak Tahrani mengatakan : Dia adalah salah seorang imam ahli hadits dan rijalul hadits di masa ini, termasuk jajaran ulama besar syiah dan ulama besar islam di abad ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang yang tidak beriman pada Al Qur’an menjadi ulama besar syiah? Pada pengantar mustadrak wasa’il, Agha Barzak Thrani mengatakan bahwa salah satu karya Husein Nuri Thabrasi adalah kitab Fashlul Khitab.[sumber: arrahmah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-9126566685796565846?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/9126566685796565846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sumber-ajaran-syiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/9126566685796565846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/9126566685796565846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sumber-ajaran-syiah.html' title='Sumber Ajaran Syi’ah'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-2432827763227933866</id><published>2010-03-20T23:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T23:49:30.130-07:00</updated><title type='text'>Al Jazeera dan Penyesatan Opini Media Global</title><content type='html'>Tidak ada wartawan yang netral. Demikian ungkap Bill Kovack dalam bukunya Element of Journalism. Apalagi wartawan perang, karena perang adalah propaganda. Ironisnya, ketidaknetralan ini dilakukan oleh stasiun televisi Al Jazeera, yang terlanjur di cap Islami. Parahnya, stasiun televisi asal Qatar dengan motto “Being The Channel of The Opinion and The Other Opinion” ini telah mempermalukan diri dengan berbalik ke pihak pasukan salib dan munafik serta kaum pembunuh dan pengkhianat Iraq. Pasalnya, Al Jazeera memanipulasi pembicaraan Syekh Usamah bin Ladin dan membelokkan pesan dari poin-poin yang beliau sampaikan. Kenapa Al Jazeera bisa melakukan hal tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Al Jazeera Sayang Al Jazeera Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jazeera, pada awalnya menjadi kebanggaan kaum muslimin. Kita tentu masih ingat ketika pasukan kuffar Amerika Serikat memulai invasi ke Irak pada tahun 2003 dimana mereka (pasukan AS) tidak hanya mengandalkan peralatan perang yang canggih. Amerika dan Inggris, telah memanfaatkan propaganda perang melalui jaringan media sekuat CNN, Fox, News, atau NBC. Saat itu, stasiun televisi Al Jazeera adalah satu-satunya setasiun televisi yang memberikan informasi ‘berimbang’ bahkan terkesan lebih memihak kepada mujahidin Iraq.&lt;br /&gt;Station AlJazeera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal invasi kuffar Amerika ke Iraq tersebut masyarakat mengenal istilah Embedded Journalist: wartawan “melekat” di dalam militer. Ada sekitar 500-an wartawan yang ikut serta dalam konvoi militer pasukan koalisi. Petinggi militer AS sejak awal menyadari bahwa media harus diperhatikan selain operasi militer itu sendiri. Dalam Perang Teluk pertama, AS memakai sistem pool: wartawan dikumpulkan dalam satu pool, lalu ia meliput dengan bantuan dari militer, baru berikutnya wartawan diajak serta dalam ‘perang’. Tentu saja ketidaknetralan dan distorsi informasi menjadi menu sehari-hari para wartawan tersebut. CNN misalnya, selalu menggunakan kata our soldiers dan menampilkan kehebatan dan kecanggihan peralatan perang pasukan koalisi yang dipimpin kuffar Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jazeera, berdiri tahun 1996 dan sempat menjadi hero di Timur Tengah, dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Al Jazeera menjadi fenomenal ketika stasiun televisi ini berani melawan mainstream media yang memihak Barat. Di saat propaganda perang hanya disiarkan oleh CNN, Fox, NBC, Al Jazeera menerobos dan memberikan alternatif pilihan informasi. Al-Jazeera juga dianggap mampu untuk mengamati perang secara langsung dan faktual di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jazeera bahkan terus mempeluas cakupan penyiarannya dengan membuka Al Jazeera English, saluran berita berbahasa Inggris yang merupakan bagian dari Al Jazeera Network. Al Jazeera English sendiri merupakan saluran berita berbahasa Inggris pertama yang berkantor pusat di Timur Tengah. Beritanya disiarkan dari Timur Tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jazeera English ini memiliki pula agenda berita yang menjembatani keragaman antarbudaya. Sebagai satu-satunya saluran yang meliput berbagai peristiwa di Timur Tengah dan disiarkan dari titik pusat strategis dunia seperti Doha, Kuala Lumpur, London, dan Washington DC, Al Jazeera English lahir sebagai penyeimbang pemberitaan dari Selatan ke Utara yang disajikan secara akurat, menyeluruh, dan objektif untuk seluruh lapisan masyarakat di dunia. Begitu promosi Nelia M Sutrisno, chief executive officer (CEO) Astro ketika melaunching Al Jazeera English di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jazeera Pembohong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, Al-Jazeera sendiri, sebagaimana industri pers pada umumnya, tetap mendewakan rating dan tunduk pada aturan dan paksaan dari rezim berkuasa dimana dia berada. Hampir semua TV swasta di dunia bekerja untuk mencari rating. Ini bisnis dan bukan fenomena baru. Sementara itu, posisi Al Jazeera bermarkas di Qatar dan pemerintahannya, mendukung invasi kuffar AS ke Iraq. Di sisi lain Al Jazeera juga harus melayani pemirsa Timur Tengah yang hampir semua audience-nya tak setuju invasi kuffar Amerika ke Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Al-Jazeera dihadapkan kepada pilihan ideologis, ikut selera ‘pasar’ dan itu berarti lebih mendukung mujahidin Iraq dan kaum muslimin atau ikut arahan dan kebijakan rezim Qatar yang mendukung invasi kuffar AS ke Iraq dan koalisi pasukan salib. Kalau kita lihat seluruh pemerintahan Timur Tengah sekarang ini, sebagian besar menyetujui invasi AS, seperti Mesir, Arab Saudi, Qatar, Emirat Arab, dan negara-negara Teluk pada umumnya menyetujui perang karena menilai Irak sebagai ancaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, rezim-rezim pemerintahan Timur Tengah juga dikenal  ‘gerah’ dengan sepak terjang mujahidin Irak khususnya, dan jihad global pada umumnya.&lt;br /&gt;Pada perkembangan berikutnya Al Jazeera bahkan mendapat kepercayaan untuk ‘masuk’ lebih jauh ke kubu mujahidin. Sayangnya kepercayaan ini tidak dipelihara dengan sebaik-baiknya oleh Al Jazeera. Tayseer Allouni, wartawan Al Jazeera, pernah mendapatkan kesempatan eksklusif mewawancarai Syekh Usamah bin Ladin pada tanggal 21 Oktober 2001 di sebuah tenda di daerah Kabul, Afghanistan. Sayangnya, Al-Jazeera menolak untuk menyiarkan hasil wawancara tersebut karena alasan-alasan yang tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan menayangkan fakta dan pesan-pesan dari Syekh Usamah bin Ladin, pemimpin mujahidin global di garis terdepan, senada dengan kebijakan kuffar AS, yang mengaku sebagai negara yang menerapkan kebebasan pers. Condoleesa Rice, Menlu kuffar AS pernah menelpon para eksekutif media di AS agar tidak menayangkan ceramah-ceramah dan sepak terjang Syekh Usamah bin Ladin sebagai bagian dari global cencorship ‘pembatasan (informasi) global’ yang sudah terjadi pasca tragedi 11 September 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jazeera dan Penyesatan Opini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikir asal AS, Walter Dickman, mengatakan bahwa dalam perang seringkali media bukan menampilkan apa yang terjadi, tapi apa yang dikehendaki publik untuk terjadi. Dalam konteks Islam, Surat al Hujuraat ayat 6 memberikan kode etik tabayyun atau cek dan ricek untuk setiap informasi yang datang kepada kita, terutama apabila informasi itu datang dari orang-orang fasik, apalagi kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena dalam percaturan opini publik, masalah pokoknya adalah bahwa masyarakat menerima fakta bukan sebagaimana adanya, tetapi apa yang mereka anggap sebagai fakta. Jadi, ada kesenjangan antara fakta sebenarnya dan “apa yang dianggap sebagai fakta” yang oleh Walter Lipmann dalam bukunya Opini Umum disebut sebagai “kenyataan fatamorgana” atau “lingkungan palsu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta semu atau kenyataan fatamorgana hasil manipulasi media itulah yang kemudian dianggap fakta oleh publik. Kenyataannya, publik tidak mungkin atau sangat sulit untuk melihat langsung seluruh fakta yang disajikan oleh media massa, padahal fakta semu adalah hasil rekayasa media massa yang telah mengalami proses reporting, editing, bahkan manipulasi baru kemudian dipublikasi. Pada setiap tingkatan proses tersebut, setiap berita atau fakta telah diseleksi oleh personil pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesatan opini atau pemelintiran fakta dan manipulasi berita inilah yang sayangnya dilakukan oleh stasiun televisi Al Jazeera. Pesan Syekh Usamah bin Ladin yang dimanipulasi tersebut disiarkan dalam sebuah pesan suara yang disiarkan televisi Al Jazeera pada hari Senin, 22/10/2007. Dalam pesan yang ditujukan pada “Saudaraku para pejuang di Irak”, Syekh Usamah mendesak kelompok-kelompok mujahidin menunaikan kewajiban mereka untuk bersatu “sehingga mereka menjadi satu, seperti yang dikehendaki Allah”. “Saudara-saudaraku, para amir mujahidin, muslim menunggu kalian untuk bersatu di bawah satu bendera sehingga keadilan bisa ditegakkan,” kata Usamah dalam rekaman suara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Syekh Usamah bin Ladin itu aslinya berisi nasihat untuk kaum muslimin Iraq secara umum dan kepada mereka yang ikhlas menjadi mujahidin secara khusus. Mereka diingatkan untuk mengabaikan perbedaan diantara mereka, mereka juga dinasihati untuk menerapkan hukum Allah dan diingatkan untuk berhati-hati terhadap peryataan-peryataan dari ulama semenanjung Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan diri ulama akan tetapi mereka menggadaikan diri pada tiran-tiran penguasa, menyembunyikan kebenaran, menyebarkan kebencian terhadap mujahidin dan mengambil bagian untuk berperang melawan mereka. Pada waktu yang sama mereka memetik nama baik dari para murtadin dan sekutu mereka, mereka mengeluarkan fatwa-fatwa agar masyarakat bergabung dengan pasukan Negara dan polisi. Syekh Usamah juga berbicara tentang perencanaan jihad dan menyemangati penduduk Sudan agar berperang melawan penjajah yang merebut tanah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kemudian, pesan-pesan dan berita itu dimanipulasi oleh Al Jazeera. Editor stasiun televisi Al Jazeera telah memalsukan fakta dengan membuat pidato Syekh Usamah bin Ladin seolah-olah hanya ditujukan kepada saudara-saudara dan mujahidin Al Qaidah saja. Pidato itu seolah-olah sebagai awal peryataan kesalahan mereka (Syekh Usamah bin Ladin dan Al Qaidah), perubahan jihad mereka dan ketaatan mereka. Ironisnya, Al Jazeera juga mengajak setiap pembunuh jahat dan mereka yang dianggap ahli dan pakar terorisme untuk berkomentar, setidaknya pada separuh dari rekaman yang telah mereka distorsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Penyesatan Opini, Adian Husaini menyebutkan bahwa dalam proses reporting, seorang reporter telah melakukan seleksi terhadap fakta yang diperolehnya. Reporter TV, misalnya, harus memilih dan memotong acara yang berlangsung selama berjam-jam untuk kemudian disajikan dalam bentuk berita TV yang durasinya hanya sekitar 15 atau 30 detik. Reporter media cetak juga menyeleksi dan memotong ucapan-ucapan atau fakta-fakta yang diterimanya untuk disajikan menjadi berita yang panjangnya hanya beberapa kolom saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan presiden atau menteri selama satu jam yang jumlahnya sekitar 60.000 kata, harus ditulis oleh seorang reporter dengan panjang tulisan sekitar 4.000 – 7.000 kata saja. Hal ini tentu menimbulkan distorsi yang luar biasa. Jadi tidak salah jika Alvin Tofler dalam bukunya Powershift mengatakan wajarlah jika di seluruh dunia terjadi pertempuran untuk merebut kontrol terhadap pengetahuan dan alat-alat komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Jazeera mungkin ingin menerapkan norma-norma dan standar jurnalisme yang standar, mengcover semua opini dari kedua belah pihak yang berperang. Padahal sebagaimana yang kita ketahui, etika cover both tidaklah pernah bisa diterapkan secara nyata, karena selalu ada keberpihakan wartawan dimana pun dan kapan pun, apalagi wartawan perang. Karena ketika cover both itu dilaksanakan, dengan menampilkan pendapat kedua pihak dan analisis-analisis para pakar, maka pasti ada maksud dan tendensi serta pengarahan kepada sebuah opini tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Al Jazeera telah salah langkah. Selain menyalahi kode etik jurnalistik dan mengkhianati motto mereka, direktur Al Jazeera juga telah memperburuk citra stasiun televisi mereka yang awalnya mendukung Islam dan mujahidin menjadi pendukung koalisi pasukan salib dan munafik Iraq. Sungguh disayangkan. Di sisi lain, mereka gagal untuk memberi peringatan kepada umat agar tidak terjun dalam permainan politik, seperti yang disampaikan kepada para pemimpin kelompok jihad (oleh Syekh Usamah bin Ladin) untuk menolak dan menghindari perbuatan-perbuatan penyembah berhala seperti pemilu dan parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (Al Jazeera) telah mengabaikan peryataan Syekh Usamah agar berhati-hati terhadap kaum munafik yang mencoba menikam punggung para mujahidin dan menyebar fitnah diantara mereka. Dalam pesan tersebut, Syekh Usaman bin Ladin juga menyeru kepada kepala-kepala suku untuk berperang dan bersabar hanya karena Allah SWT ; beliau juga berdoa kepada suku Diyala, wilayah spesial dimana lahirnya Negara Islam Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Fajr Media Center, sebuah media informasi milik Daulah Islamiyyah Iraq (Negara Islam Irak) secara khusus melakukan klarifikasi atas manipulasi yang dilakukan oleh Al Jazeera terhadap pesan Syekh Usamah bin Ladin dengan merilis sebuah berita pada tanggal 24 Oktober 2007. Al Fajr Media Center sangat menyayangkan sikap yang dilakukan Al Jazeera dan menanyakan dimana netralitas Al Jazeera ketika memanipulasi pesan Syekh Usamah bin Ladin ? Apakah masih ada kehormatan kode etik jurnalistik pada Al Jazeera ? Atau mereka memang telah berubah dan kini mengikuti tren musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dan mujahidin untuk memenangkan pasukan salib ? Al Jazeera telah kehilangan kredibilitasnya dan dengan ini Al Fajr Media Center meminta kepada semua media yang berkompeten, stasiun-stasiun televisi satelit, kantor-kantor berita dan sejenisnya untuk menerapkan prinsip netralitas dalam pemberitaan mereka tentang mujahidin dan harus menghilangkan sejauh-jauhnya penyesatan opini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Media Media Perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang adalah propaganda. Sesuatu yang umum bagi musuh untuk menyebarkan propaganda dan dengan pelbagai macam cara akan membenarkan agresi yang mereka lakukan. Ironisnya, kaum muslimin masih banyak yang mengandalkan media kuffar dan tertipu oleh propaganda musuh melawan Mujahidin dan aktifis Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media kuffar dengan segenap kekuatan dan kecanggihan mereka secara terus menerus, selama 24 jam melakukan propaganda untuk membuat kaum muslimin yakin bahwa  orang-orang yang menyerukan penerapan Negara Islam, melaksanakan Syari’ah dan Jihad melawan ‘salibis’ adalah perbuatan yang sadis, haus darah, tidak berperikemanusiaan, dan tidak memperhatikan kehidupan dan kemakmuran ummat manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga mengklaim bahwa Mujahidin di Iraq, Afghanistan dan di lain tempat secara sengaja menargetkan wanita dan anak-anak, dan mendatangkan malapetaka di muka bumi, menghancurkan sekolah, rumah sakit, jembatan, gedung-gedung dan jalanan.&lt;br /&gt;Semua ini akibat perang media yang dilancarkan oleh media perang. Informasi dunia saat ini digenggam oleh kantor-kantor berita utama, semisal Associated Press (AP), United Press International (UPI), Reuters, Agency France Press (AFP), dan TASS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar kekuatan media kuffar ini bisa kita ambil contoh Reuters. Kantor berita Reuters memiliki lebih 1.100 wartawan, fotografer, dan juru kamera yang tersebar di 79 negara. Informasi yang disebarkan Reuters disampaikan melalui 145.000 terminal dan teleprinter yang langsung dihubungkan dengan computer kliennya. Layanan diberikan dalam bahasa Inggris, Perancir, Jerman, Spanyol, Arab, Jepang, Denmark, Norwegia, Belanda, Swedia, Portugis, dan Italia.Lebih dari lima juta kata yang berhubungan dengan teks berita diproses setiap hari melalui computer pengatur pesan di kantor editorial London, padahal Reuters masih memiliki pusat editing lain di Hongkong dan New York, yang juga bekerja 24 jam sehari. Visnews yang merupakan kantor berita televise terbesar di dunia adalah anak perusahaan Reuters. Lalu, bagaimana kaum muslimin bisa memenangkan perang media melawan ‘raksasa’ media ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya adalah tinggalkan media kuffar dan beralihlah ke media Islam, sebagaimana slogan Ar Rahmah Media, Filter Your Mind Get The Truth. Ini adalah sebuah langkah awal yang baik. Langkah berikutnya adalah perbanyak media-media Islam, media jihad, yang memberitakan secara benar apa dan bagaimana kondisi jihad global. Prosentase kontrol informasi dunia saat ini memang timpang dan masih dipegang media kuffar Barat dengan produksi rata-rata 6 juta kata per hari, sementara Islam hanya mampu memproduksi 500 ribu kata per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, saat ini media jihad global terus tumbuh dan berkembang menandingi media kuffar Barat seperti AFP, CNN, BBC, The Times, The Guardian, dan lain-lain. Kaum muslimin mulai akrab dengan media-media jihad global semacam As Shabab Media, Al Fajr Media Center, forum Al Ikhlas, Forum Al Firdaus, Forum Sawtul Islam, Situs Kavkaz Center, Islam Portal, dan banyak lagi yang lainnya untuk skala internasional, serta Ar Rahmah Media, Al Muhajirun, As Sofwah, untuk skala nasional. Pilihan kembali berpulang kepada umat Islam apakah mereka terus setia dan mendukung serta mempercayai setiap berita dan informasi yang dirilis oleh media kuffar ? Atau mereka sudah bisa dan mulai terbiasa untuk akhirnya mendukung media-media jihad global Islam dalam memperoleh informasi tentang kaum muslimin dan jihad global. Wallahu’alam bis Showab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik membawa berita, periksalah dengan teliti (tabayyun) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu.” (QS Al Hujuraat : 6). [sumber: www.arrahmah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-2432827763227933866?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/2432827763227933866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/al-jazeera-dan-penyesatan-opini-media.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/2432827763227933866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/2432827763227933866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/al-jazeera-dan-penyesatan-opini-media.html' title='Al Jazeera dan Penyesatan Opini Media Global'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-885877609237599445</id><published>2010-03-20T23:45:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T23:45:14.185-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Ilmu Dalam Pernikahan</title><content type='html'>BERGERAKLAH &amp; BERBUAT SESUAI PERAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan Katakanlah: ’Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’.” (QS. At Taubah : 105)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 607 H di Damaskus, tersebutlah seorang muslimah shalehah bernama Maisun yang belum lama ditinggal mati oleh empat saudaranya yang syahid dalam perang salib. Sebagai wanita, tak banyak yang dapat ia lakukan untuk membantu peperangan, namun ia merasa perlu melakukan sesuatu melihat penduduk Damaskus kala itu banyak yang berdiam diri karena merasa belum diserang. Ketika para wanita hadir berkumpul untuk memberikan bela sungkawa dan ta’ziyah, maka ia berkata kepada mereka, “Wahai saudariku, kita tidak diciptakan sebagai laki – laki untuk membawa pedang, tetapi jika para laki – laki takut untuk berperang, maka kitapun tak akan lemah untuk melakukannya. Demi Allah, inilah rambutku, harta paling berharga yang aku miliki. Akan aku jadikan tali kendali kudaku saat berperang di jalan Allah, semoga aku dapat menggerakkan orang yang hatinya telah mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maisun mengambil gunting dan memotong rambutnya, lalu para wanitapun melakukan hal yang sama. Kemudian mereka duduk untuk mengepangkan rambut agar menjadi tali kekang dan pengikat kuda perang yang kuat. Setelah itu mereka mengirim tali kekang dan ikatan tersebut kepada khatib masjid jami’ Al Umawi, Sabt Ibnul Jauzi yang kemudian membawanya ke masjid pada hari Jum’at. Sabt Ibnul Jauzi duduk di mihrab, dipegangnya tali serta ikatan itu sementara air matanya mengalir dan wajahnya pucat membiru. Orang – orang memperhatikan kejadian itu dan melihat satu sama lain. Ia kemudian berdiri dan berkhutbah dengan kata – kata yang mengobarkan semangat dan membakar hati orang yang mendengarnya. Berikut adalah beberapa kalimat yang masih dikenang oleh banyak perawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai orang yang diperintahkan kepada mereka oleh agamanya untuk berjihad, sehingga dapat menaklukan dunia dan memberi petunjuk kepada seluruh manusia ke dalam agamanya, namun mereka berdiam diri sehingga musuh menaklukan negara mereka dan menyebarkan fitnah ke dalam agamanya! Wahai orang – orang yang nenek moyang mereka menjual jiwa mereka kepada Allah untuk dibayar dengan surga. Mereka membeli surga dengan ketamakan jiwa yang kecil dan kelezatan hidup yang hina!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Mengapa kalian melupakan agama kalian? Kalian tinggalkan kemuliaan dan berpaling dari menolong agama Allah, sehingga Allah pun tidak akan menolong kalian. Kalian menganggap kemuliaan hanya bagi orang – orang musyrik, padahal Allah telah menjadikan kemuliaan hanya bagi Allah, Rasul-Nya dan orang – orang beriman. Celaka kalian semua! Apakah pemandangan musuh Allah dan musuh kalian telah membuat kalian sakit dan jiwa kalian menjadi sedih? Mereka melangkah untuk merampas tanah kalian yang disirami oleh darah bapak – bapak kalian… Mereka hendak menghinakan dan memperbudak kalian, padahal kalian adalah pemimpin dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah menggerakan hati kalian dan membangkitkan semangat kalian bahwa saudara kalian telah terkepung musuh dan merasakan beraneka macam siksaan?! Apakah di negeri ini ada orang Arab?! Apakah di negeri ini ada seorang muslim?! Apakah di negeri ini ada manusia?! Orang Arab pasti membantu orang Arab lainnya, seorang muslim pasti membantu orang muslim lainnya dan manusia pasti memberikan kasih sayang kepada manusia lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang tidak tergerak untuk membela Palestina, dia bukanlah orang Arab, bukan seorang muslim dan bukan manusia! Apakah kalian makan, minum dan bersenang – senang, sedangkan saudara kalian menghadapi berbagai penyiksaan, menerjuni kobaran bara api dan tidur di atas bara api?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, kecamuk peperangan telah berputar, seruan jihad telah memanggil dan pintu – pintu langit telah terbuka. Jika kalian tidak termasuk pasukan perang berkuda, maka izinkanlah para wanita untuk menerjuni kancah peperangan ini. Pulanglah kalian lalu ambilah kompor dan tempat masak kalian… Ambilah kerudung dan jepitan rambut, wahai para wanita!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama… ambilah kuda perang dan inilah tali kendali dan tali kekangnya. Wahai manusia… tahukah kalian dari apakah tali kendali dan ikatan ini dibuat? Tali dan ikatan ini dibuat oleh para wanita dari rambut mereka karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dapat mereka berikan untuk Palestina. Demi Allah inilah tali kepang yang memabukkan, yang tidak dapat dipandang hanya dengan pandangan matahari yang selalu terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjalin tali ini karena sejarah kecintaan telah berakhir. Sejarah baru tentang perang suci telah dimulai, perang di jalan Allah serta perang mempertahankan tanah dan kehormatan. Jika kamu tak mampu memberikan kudamu, maka ambilah tali ini dan untailah menjadi kepangan dan sanggul. Inilah wujud perasaan wanita, masihkah tersisa perasaan dalam diri kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyampaikan khutbahnya dari atas mimbar di hadapan banyak orang dan berteriak, ”Terbelahlah wahai kubah An Nasr, runtuhlah wahai tiang – tiang masjid, dan terangkatlah wahai tumpukan batu, para laki – laki telah kehilangan keberanian mereka!!!” Terdengarlah teriakan manusia yang belum terdengar sebelumnya, mereka meloncat mengharap kematian sebagai syahid. Maka datanglah kemenangan yang nyata aras usaha seorang wanita yang telah membangkitkan umat dari tidurnya…&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Saudaraku, saya tidak hendak mengupas tentang peran muslimah dalam membangun peradaban, hanya sebuah pengingatan bahwa suatu kesuksesan hanya dapat diraih dengan perbuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu impian besar hanya dapat diwujudkan dari sinergitas komponen – komponen penyusunnya dalam kontribusinya sesuai peran. Sesungguhnya kemenangan takkan tercipta dari sikap berpangku tangan, harus ada gerak dalam kontribusi sesuai peran. Harus ada wanita seperti Maisun dan laki – laki seperti Sabth Ibnul Jauzi. Dan sesungguhnya sikap berdiam diri bukan hanya tidak produktif dan melemahkan perjuangan bahkan kontraproduktif ibarat menembakkan peluru ke dada saudara – saudara kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sesungguhnya Allah mengetahui kekurangan diri kita dan kelemahan amal kita, namun itu bukan alasan untuk meninggalkan kontribusi kita. Seorang Maisun tidak diminta untuk terjun langsung ke medan perang, namun bukan berarti tidak ada yang dapat dilakukan. Seorang Sabth Ibnul Jauzi juga hanya berkewajiban menyampaikan dan mengingatkan sesuai dengan peran yang diembannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak membebani kita di luar kemampuan kita. Kita hanya dituntut berbuat sebatas kemampuan optimal kita, tidak lebih. Jika seorang Abu Bakar dapat menginfaqkan seluruh hartanya fisabilillah dengan hanya menyisakan Allah dan Rasul-Nya untuk keluarganya, mungkin kita belum dituntut berkontribusi sejauh itu, namun bukan berarti tidak ada kontribusi sama sekali.&lt;br /&gt;Saudaraku, mari kita bergerak dan berkontribusi sesuai kemampuan optimal kita….&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi shawwab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-885877609237599445?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/885877609237599445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/pentingnya-ilmu-dalam-pernikahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/885877609237599445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/885877609237599445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/pentingnya-ilmu-dalam-pernikahan.html' title='Pentingnya Ilmu Dalam Pernikahan'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-4723443631022302278</id><published>2010-03-20T09:08:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T23:46:15.647-07:00</updated><title type='text'>INTERNATIONAL SEMINAR</title><content type='html'>INTERNATIONAL SEMINAR &lt;br /&gt;OF ECONOMY SHARIA COMMITEE THE REVIVAL OF ECONOMY  SHARIA&lt;br /&gt;Sekretariat Pusat : Pondok Pesantren Al-Fatah, Pasirangin, Cileungsi, Bogor, 16820 ,                Indonesia. Telp. / Fax : (021) 82498933, Mobile : 081310460021, &lt;br /&gt;E-mail : ekonomisyariah@yahoo.com&lt;br /&gt;Sekretariat Jakarta : Jl. Kayu Jati II 4E, Rawamangun, &lt;br /&gt;Jakarta telp./ fax = +62 21 47861537&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. : 029/PPSIES/IV/1431       &lt;br /&gt;Lamp. : -                           &lt;br /&gt;Hal  : Undangan Seminar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Ykh.&lt;br /&gt;Bapak/Ibu/Saudara/i,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di&lt;br /&gt;Tempat&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;السلا م عليــكم ورحمة الله وبركاته&lt;br /&gt;Dalam rangka menyamakan presepsi bahwa ekonomi syariah adalah konsep ekonomi terbaik karena berdasarkan asas ta’awun, keadilan serta jauh dari segala bentuk eksploitasi terhadap sesama, maka kami bermaksud menyelenggarakan Seminar Internasional Ekonomi Syariah dengan Tema Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tengah Krisis Ekonomi Global, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/ Tanggal  : Sabtu, 18 Rabi’uts tsani 1431 H. /3 April 2010 M.&lt;br /&gt;Waktu   : Pukul 08.00 – 17.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat   : Audhitorium Adhyana Wisma Antara Lt. 2&lt;br /&gt;Jl. Merdeka Selatan 17 Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Keynote Speaker : KH. Ma'ruf Amin (Ketua Badan Pelaksana Harian DSN MUI)&lt;br /&gt;Panelis   : &lt;br /&gt;1. Prof. Madya Zakariya Man (Deputy Rector INSANIAH University College/ &lt;br /&gt;Pensyarah Fakultas Ekonomi &amp; Sains Universitas Islam Antarbangsa Malaysia). &lt;br /&gt;2. Prof. Dr. Syafi'i Antonio, M.Ec.*(Komisaris Utama Batasa Tazkia).&lt;br /&gt;3. Dr. Abdul Halim (Praktisi Ekonomi Syari'ah Malaysia).&lt;br /&gt;4. Ir. Muhaimin Iqbal (Presiden Gerai Dinar Indonesia).&lt;br /&gt;5. Abdurrahman Sony, MBA (Ketua Koperasi Dinarku, Bandung).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik yang akan dibahas dalam International Seminar of Economy Sharia ini  meliputi bidang yang terkait dengan:  Peraturan, Kebijakan, Manusia, Pendidikan, Teknologi, Sistem Informasi, Organisasi dan Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kami mengundang bapak/ ibu/ mahasiswa/ saudara sekalian sebagai peserta dalam seminar tersebut. Naskah/ paper dalam prosiding dapat dikirim dalam bentuk file.doc via email ekonomisyariah@yahoo.com selambat-lambatnya diterima panitia tanggal 28 Maret 2010.  Konfirmasi kehadiran dan atau kontribusi paper dapat disampaikan kepada Ade Nuryaman (021.92440938), Sekretariat (081310460021/ 021.82498933).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;والسلا م عليــكم ورحمة الله وبركاته&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir. Wahyu Iwa Sumantri, M.P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kontribusi Kepesertaan :  Rp. 100.000,- (Mahasiswa/umum),  Rp. 250.000,-  &lt;br /&gt;Institusi)&lt;br /&gt;2. Fasilitas  :  Kit Seminar, Sertifikat dan Makan Siang.&lt;br /&gt;3. Kontribusi Naskah/paper :  Rp. 250.000,-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-4723443631022302278?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/4723443631022302278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/international-seminar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4723443631022302278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4723443631022302278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/international-seminar.html' title='INTERNATIONAL SEMINAR'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-5363543837195356416</id><published>2010-03-17T03:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T03:26:12.248-07:00</updated><title type='text'>BERGERAKLAH &amp; BERBUATLAH SESUAI PERAN</title><content type='html'>”Dan Katakanlah: ’Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’.” (QS. At Taubah : 105)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 607 H di Damaskus, tersebutlah seorang muslimah shalehah bernama Maisun yang belum lama ditinggal mati oleh empat saudaranya yang syahid dalam perang salib. Sebagai wanita, tak banyak yang dapat ia lakukan untuk membantu peperangan, namun ia merasa perlu melakukan sesuatu melihat penduduk Damaskus kala itu banyak yang berdiam diri karena merasa belum diserang. Ketika para wanita hadir berkumpul untuk memberikan bela sungkawa dan ta’ziyah, maka ia berkata kepada mereka, “Wahai saudariku, kita tidak diciptakan sebagai laki – laki untuk membawa pedang, tetapi jika para laki – laki takut untuk berperang, maka kitapun tak akan lemah untuk melakukannya. Demi Allah, inilah rambutku, harta paling berharga yang aku miliki. Akan aku jadikan tali kendali kudaku saat berperang di jalan Allah, semoga aku dapat menggerakkan orang yang hatinya telah mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maisun mengambil gunting dan memotong rambutnya, lalu para wanitapun melakukan hal yang sama. Kemudian mereka duduk untuk mengepangkan rambut agar menjadi tali kekang dan pengikat kuda perang yang kuat. Setelah itu mereka mengirim tali kekang dan ikatan tersebut kepada khatib masjid jami’ Al Umawi, Sabt Ibnul Jauzi yang kemudian membawanya ke masjid pada hari Jum’at. Sabt Ibnul Jauzi duduk di mihrab, dipegangnya tali serta ikatan itu sementara air matanya mengalir dan wajahnya pucat membiru. Orang – orang memperhatikan kejadian itu dan melihat satu sama lain. Ia kemudian berdiri dan berkhutbah dengan kata – kata yang mengobarkan semangat dan membakar hati orang yang mendengarnya. Berikut adalah beberapa kalimat yang masih dikenang oleh banyak perawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai orang yang diperintahkan kepada mereka oleh agamanya untuk berjihad, sehingga dapat menaklukan dunia dan memberi petunjuk kepada seluruh manusia ke dalam agamanya, namun mereka berdiam diri sehingga musuh menaklukan negara mereka dan menyebarkan fitnah ke dalam agamanya! Wahai orang – orang yang nenek moyang mereka menjual jiwa mereka kepada Allah untuk dibayar dengan surga. Mereka membeli surga dengan ketamakan jiwa yang kecil dan kelezatan hidup yang hina!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Mengapa kalian melupakan agama kalian? Kalian tinggalkan kemuliaan dan berpaling dari menolong agama Allah, sehingga Allah pun tidak akan menolong kalian. Kalian menganggap kemuliaan hanya bagi orang – orang musyrik, padahal Allah telah menjadikan kemuliaan hanya bagi Allah, Rasul-Nya dan orang – orang beriman. Celaka kalian semua! Apakah pemandangan musuh Allah dan musuh kalian telah membuat kalian sakit dan jiwa kalian menjadi sedih? Mereka melangkah untuk merampas tanah kalian yang disirami oleh darah bapak – bapak kalian… Mereka hendak menghinakan dan memperbudak kalian, padahal kalian adalah pemimpin dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah menggerakan hati kalian dan membangkitkan semangat kalian bahwa saudara kalian telah terkepung musuh dan merasakan beraneka macam siksaan?! Apakah di negeri ini ada orang Arab?! Apakah di negeri ini ada seorang muslim?! Apakah di negeri ini ada manusia?! Orang Arab pasti membantu orang Arab lainnya, seorang muslim pasti membantu orang muslim lainnya dan manusia pasti memberikan kasih sayang kepada manusia lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang tidak tergerak untuk membela Palestina, dia bukanlah orang Arab, bukan seorang muslim dan bukan manusia! Apakah kalian makan, minum dan bersenang – senang, sedangkan saudara kalian menghadapi berbagai penyiksaan, menerjuni kobaran bara api dan tidur di atas bara api?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, kecamuk peperangan telah berputar, seruan jihad telah memanggil dan pintu – pintu langit telah terbuka. Jika kalian tidak termasuk pasukan perang berkuda, maka izinkanlah para wanita untuk menerjuni kancah peperangan ini. Pulanglah kalian lalu ambilah kompor dan tempat masak kalian… Ambilah kerudung dan jepitan rambut, wahai para wanita!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama… ambilah kuda perang dan inilah tali kendali dan tali kekangnya. Wahai manusia… tahukah kalian dari apakah tali kendali dan ikatan ini dibuat? Tali dan ikatan ini dibuat oleh para wanita dari rambut mereka karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dapat mereka berikan untuk Palestina. Demi Allah inilah tali kepang yang memabukkan, yang tidak dapat dipandang hanya dengan pandangan matahari yang selalu terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjalin tali ini karena sejarah kecintaan telah berakhir. Sejarah baru tentang perang suci telah dimulai, perang di jalan Allah serta perang mempertahankan tanah dan kehormatan. Jika kamu tak mampu memberikan kudamu, maka ambilah tali ini dan untailah menjadi kepangan dan sanggul. Inilah wujud perasaan wanita, masihkah tersisa perasaan dalam diri kalian?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyampaikan khutbahnya dari atas mimbar di hadapan banyak orang dan berteriak, ”Terbelahlah wahai kubah An Nasr, runtuhlah wahai tiang – tiang masjid, dan terangkatlah wahai tumpukan batu, para laki – laki telah kehilangan keberanian mereka!!!” Terdengarlah teriakan manusia yang belum terdengar sebelumnya, mereka meloncat mengharap kematian sebagai syahid. Maka datanglah kemenangan yang nyata aras usaha seorang wanita yang telah membangkitkan umat dari tidurnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Saudaraku, saya tidak hendak mengupas tentang peran muslimah dalam membangun peradaban, hanya sebuah pengingatan bahwa suatu kesuksesan hanya dapat diraih dengan perbuatan. Suatu impian besar hanya dapat diwujudkan dari sinergitas komponen – komponen penyusunnya dalam kontribusinya sesuai peran. Sesungguhnya kemenangan takkan tercipta dari sikap berpangku tangan, harus ada gerak dalam kontribusi sesuai peran. Harus ada wanita seperti Maisun dan laki – laki seperti Sabth Ibnul Jauzi. Dan sesungguhnya sikap berdiam diri bukan hanya tidak produktif dan melemahkan perjuangan bahkan kontraproduktif ibarat menembakkan peluru ke dada saudara – saudara kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, sesungguhnya Allah mengetahui kekurangan diri kita dan kelemahan amal kita, namun itu bukan alasan untuk meninggalkan kontribusi kita. Seorang Maisun tidak diminta untuk terjun langsung ke medan perang, namun bukan berarti tidak ada yang dapat dilakukan. Seorang Sabth Ibnul Jauzi juga hanya berkewajiban menyampaikan dan mengingatkan sesuai dengan peran yang diembannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak membebani kita di luar kemampuan kita. Kita hanya dituntut berbuat sebatas kemampuan optimal kita, tidak lebih. Jika seorang Abu Bakar dapat menginfaqkan seluruh hartanya fisabilillah dengan hanya menyisakan Allah dan Rasul-Nya untuk keluarganya, mungkin kita belum dituntut berkontribusi sejauh itu, namun bukan berarti tidak ada kontribusi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, mari kita bergerak dan berkontribusi sesuai kemampuan optimal kita….&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bi shawwab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-5363543837195356416?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/5363543837195356416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/bergeraklah-berbuatlah-sesuai-peran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5363543837195356416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5363543837195356416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/bergeraklah-berbuatlah-sesuai-peran.html' title='BERGERAKLAH &amp; BERBUATLAH SESUAI PERAN'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-3520382307426968692</id><published>2010-03-15T21:11:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T21:11:20.657-07:00</updated><title type='text'>10 Alasan Mengapa Wanita Enggan Memakai Jilbab</title><content type='html'>1. Jilbab tidak menarik.&lt;br /&gt;Jawabnya seorang wanita muslimah harus sudi menerima kebenaran agama Islam, dan tidak mempermasalahkan senang atau tidak senang. Sebab rasa senangnya itu diukur dengan barometer hawa nafsu yang menguasai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Takut durhaka kepada orang tuanya yang melarangnya berpakaian jilbab.&lt;br /&gt;Jawabnya adalah Rasulullah SAW telah mengatakan agar tidak mematuhi seorang makhluk dalam durhaka kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak bisa membeli pakaian yang banyak memerlukan kain.&lt;br /&gt;Jawabannya, orang yang mengatakan alasan seperti itu adalah karena (pertama) ia benar-benar sangat miskin sehingga tidak mampu membeli pakaian Islami. Atau (kedua) karena dia Cuma alasan saja, sebab ia lebih menyukai pakaian yang bugil sehingga tampak lekuk tubuhnya atau paha mulusnya bisa kelihatan orang.&lt;br /&gt;4. Karena merasa gerah dan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, wanita muslimah di Arab yang udaranya lebih panas saja mampu mengenakan pakaian Islami, mengapa di negara lainnya tidak? Dan orang yang merasa gerah dan panas mengenakan pakaian Islami, mereka tidak menyadari tentang panasnya api neraka bagi orang yang membuka aurat. Syetan telah telah menggelincirkan, sehingga mereka terasa bebas dari panasnya dunia, tetapi mengantarkannya kepada panas api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Takut tidak istiqamah. Mereka melihat contoh wanita muslimah yang kurang baik ‘Buat apa mengenakan jilbab sementara, Cuma pertama saja rajin, nanti juga dilepas’.&lt;br /&gt;Jawabannya adalah mereka mengambil sample (contoh) yang tidak cocok, bukan wanita yang ideal (yang istiqamah) menjalankannya. Ia mengatakan hanya untuk menyelamatkan dirinya. Dan ia tidak mau mengenakan jilbab karena takut tidak istiqamah. Kalau saja semua orang berfikir demikian, tentunya mereka akan meninggalkan agama secara keseluruhan. Orang tidak akan shalat sama sekali karena takut tidak istiqamah, begitu pula puasa dan ibadah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Takut tidak laku kimpoi, jadi selama ia belum menikah, maka ia tidak mengenakan jilbab.&lt;br /&gt;Jawabannya, adalah ucapan itu sebenarnya tidak sebenarnya. Justru berakibat buruk pada dirinya sendiri. Sesungguhnya perkimpoian adalah nikmat dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sebagian besar orang audah meyakini bahwa jodoh di tangan Tuhan. Betapa banyak gadis yang berjlbab dan menutup aurat dalam berbusana tetapi lebih cepat mendapatkan jodoh dibandingkan mereka yang berpakaian seksi. Karena wanita yang menyukai pakaian seksi akan dijadikan permainan bagi laki-laki iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis-gadis berpakaian seksi dipandang sebagai gadis murahan. Sesungguhnya suami-suami yang menyukai wanita-wanita yang berpakaian ‘berani’, setengah bugil atau beneran, membuka aurat dan bermaksiat kepada Allah adalah bukan tipe suami yang baik, yang shalih dan berjiwa besar. Ia tidak punya rasa cemburu sama sekali terhadap larangan-larangan Allah dan tidak dapat memberikan pertolongan kepada isterinya kelak. Jadi jika wanita yang menyukai pakaian seksi atau melepaskan jilbab dengan tujuan mendapatkan jodoh yang baik, maka hal itu sungguh merupakan suatu kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menampakkan anugerah tubuh yang indah atau ingin menghargai kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya. Jawabnya menghargai atau bersyukur itu dengan porsi yang benar. Bersyukur itu dengan mengahrgai perintah-Nya, yakni menjaga aurat, bukan dengan mengobralnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Belum mendapat hidayah, jilbab itu ibadah. Jika Allah memberi hidayah, pasti kami akan mengenakannya. Jawabnya, Allah menciptakan segala sesuatu itu ada sebab-sebabnya. Misalnya orang yang sakit jika ingin sembuh hendaknya menempuh sebab-sebab bagi kesembuhannya. Adapun sebab yang harus ditempuh adalah berikhtiar dan berobat. Sebab orang kenyang karena makan, dsb. Maka demikian pula orang yang ingin mendapatkan hidayah itu harus menempuh sebab-sebab datangnya hidayah yakni dengan mematuhi perintah-Nya mengenakan jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Belum waktunya. Sebagian ada yang berkata bahwa mengenakan jilbab itu harus tepat waktunya, misalnya karena masih anak-anak atau masih remaja. Ada yang akan mengenakannya jika sudah tua. Atau jika sudah menunaikan ibadah haji.&lt;br /&gt;Jawabnya adalah alasan mengulur-ulur waktu itu hanyalah sebagai sekedar dalil pembenaran saja. Itu sama artinya dengan orang yang menunda-nunda shalat, menunggu sampai ia berusia tua. Apakah kita tahu kapan kita akan meninggal dunia? Sedangkan mati itu tidak mengenal usia, tua maupun muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tidak mau dianggap sebagai orang yang mengikuti golongan tertentu.&lt;br /&gt;Jawabannya, bahwa anggapan ini karena dangkalnya pemahaman terhadap Islam atau karena dibuat-buat untuk menutupi diri agar tidak dituduh melanggar syari’at. Sesungguhnya di dalam Islam itu hanya ada dua golongan, yaitu golongan Hizbullah, golongan yang senantiasa menaati perintah Allah dan golongan Hizbus Syaithan, yakni golongan yang melanggar perintah Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-3520382307426968692?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/3520382307426968692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/10-alasan-mengapa-wanita-enggan-memakai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3520382307426968692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3520382307426968692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/10-alasan-mengapa-wanita-enggan-memakai.html' title='10 Alasan Mengapa Wanita Enggan Memakai Jilbab'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-793354128240368838</id><published>2010-03-15T20:57:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T20:57:12.865-07:00</updated><title type='text'>Urgensi Tarbiyah Islamiyah</title><content type='html'>Hari ini, kemerosotan akhlak terjadi dimana-mana, tidak menutup kemungkinan di pesantren sekalipun. Kemerosotan akhlak terjadi dimana-mana, mulai dari yang berprofesi sebagai tukang sampai pejabat. Dari lembaga umum sampai institusi publik, bahkan tak terkecuali kantor-kantor yang bergerak dalam bidang keagamaan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak hampir-hampir tidak mengenal apa itu kesopanan dan tata krama. Kesopanan dan akhlak yang mulia dianggapnya sebagai racun kehidupan yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Di sisi lain keteladanan akhlak mulia dan moral semakin sulit ditemukan. Sungguh suatu ironi yang memilukan, ditengah-tengah mayoritas pemeluk agama Islam terjadi hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah (pendidikan) menduduki urutan terpenting dalam upaya merubahnya.  Ia merupakan  obat mujarab dan terapi mental bagi krisis akhlak yang tengah terjadi. Tanpa tarbiyah penyakit ini sulit untuk disembuhkan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyelenggaraan tarbiyah Islamiyah (pendidikan Islam) harus berkiblat dan berdasar kepada aqidah yang benar dan bersih dari syirik. Pendidikan yang diselenggarakan dengan muatan ajaran-ajaran bid'ah dan syirik pada hakikatnya sama dengan tidak ada pendidikan. Karena tujuan dari pendidikan itu sendiri harus mengantarkan umat manusia kepada keikhlasan dalam mengibadahi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengibadahi-Ku."   (QS. Adz-Dzariyat (51) ayat : 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain ayat Allah berfirman : "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mengibadahi Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah (98) ayat : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut Meninggalkan Generasi Yang Lemah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (QS. An-Nisa (4) ayat : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan meninggalkan generasi yang lemah, terutama lemah Aqidah, selayaknya mendorong setiap insan untuk memberikan muatan aqidah yang benar. Dalam peningkatan mutu pendidikan tanpa muatan ini, pendidikan akan rentan terhadap penyimpangan dan serangan-serangan pembekokan aqidah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Padahal sudah terbukti bahwa musuh-musuh Islam senantiasa akan  mengembalikan kita dan anak-anak kita kepada kekafiran. Mereka akan berusaha menjadikan umat ini kafir setelah beriman, mengajak bahkan memaksa agar hidup dan gaya umat Islam mengikuti orang-orang kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan dating kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi  pelindung dan penolong bagimu." (QS. Al-Baqaroh  (2) ayat : 120) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat lain Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir Ahli Kitab selalu menghalang-halangi dari jalan kebenaran dan keta'atan kepada Allah. Dia berfirman :"Katakanlah : "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendaki menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?". Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan." (QS. Ali Imron (3) ayat : 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Adalah Benteng Madrasah Paling Depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan-serangan pemurtadan dan pengkafiran terhadap anak dengan mudah dapat dilihat dan dirasakan di lingkungan keluarga. Acara-acara televisi, dan pemutaran rekaman hiburan CD dan media-media lainnya yang sarat dengan pertunjukan dan prilaku yang bertentangan dengan syariat sangat merubah pola pikir dan akhlak penontonnya. Peristiwa-peristiwa ini sering kali terjadi di lingkungan rumah tangga keluarga muslim. Penyajian pendidikan Islam yang bermutu di rumah sebagai benteng pertama yang harus dibangun kini semakin langka ditemukan akibat kesibukan aktivitas mereka., demikian pula contoh dan keteladanan orang tua yang menyejukkan hati dan pengawasan mereka yang mendidik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian, bimbingan dan keteladanan yang baik dari orang tua merupakan sesuatu yang sangat penting dalam penerapan hasil pendidikan yang didapatkan, baik itu di sekolah atau di tempat-tempat pendidikan lainnya. Bimbingan dan perhatian orang tua lebih berkesan dibanding perhatian dan bimbingan yang diberikan selainnya, sementara keteladanan akan lebih mengena dibanding kata-kata yang kosong dari pembuktian. Wajar jika dikatakan ibu bapaknyalah yang akan mencetak anak-anaknya menjadi Yahudi, Nasroni atau Majusi. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap anak yang dilahirkan di atas fitrah. Maka ibu bapaknyalah (yang menjadikannya) Yahudi, atau Nasroni atau Majusi.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan As-Sunnah Rujukan Kurikulum Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an adalah manhaj al-hayah (pedoman hidup) bagi umat Islam bahkan untuk seluruh umat manusia. Ia adalah Kalamullah yang bebas dari kesalahan dan pemberi syafaat yang akan diterima. Sedangkan As-Sunnah merupakan penjelas dan undang-undang kedua setelah Al-Qur’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hukum ini (Al-Qur’an dan As-Sunnah) harus menjadi pijakan dalam pengajaran, maroji’ dalam kurikulum dan rujukan dalam pembentukan akhlak yang mulia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selamanya selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya (Al-Hadits).” (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan As-Sunnah harus merupakan pokok bahasan dalam kajian-kajian dan pengajaran, pikiran yang harus dihidupkan dan idealisme yang harus diwujudkan. Keduanya harus menjadi aturan yang diperjuangkan dan diterapkan dengan kesungguhan. Ia harus jadi pecut bagi pelaksana pendidikan dan materi bagi pelajar dan pencari pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takhtim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekadensi moral dan ambruknya akhlak harus segera diatasi dengan pendidikan Islam yang kaffah (utuh) sejak dini. Pengajaran Islam yang kaffah diharapkan mampu menghadang gelombang pengingkaran terhadap syari’at dan pemurtadan yang salah satunya berupa maraknya kegiatan-kegiatan a moral. Lembaga-lembaga pendidikan dan pengajaran hendaknya selalu merujuk dan menjadikan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai master kurikulum yang diajarkan dan diterapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran yang cemerlang dan konsep yang bagus hanya akan tetap menjadi sebuah bayang-bayang jika tidak dibuktikan oleh orang-orang yang peduli dan bertanggung jawab. Begitu pula tarbiyah Islamiyah, ia hanya akan menjadi angan-angan indah yang tidak berujung pada kenyataan jika tidak digerakkan oleh murabi (pendidik) yang shalih. Wa Allahu ‘Azza wa Jalla A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-793354128240368838?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/793354128240368838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/urgensi-tarbiyah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/793354128240368838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/793354128240368838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/urgensi-tarbiyah-islamiyah.html' title='Urgensi Tarbiyah Islamiyah'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-1099705746783790197</id><published>2010-03-15T20:54:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T20:54:18.916-07:00</updated><title type='text'>Kebersihan Suami Istri</title><content type='html'>Kesehatan merupakan salah satu nikmat besar dari Allah yang patut dijaga di samping ia merupakan sumber ketenangan rumah tangga, bagaimana tidak demikian sementara segala aktifitas dan kegiatan kita demi menjaga kelangsungan rumah tangga tidak terlaksana dengan maksimal tanpanya, ia bukan satu-satunya sumber ketenangan rumah tangga akan tetapi percayalah bahwa tanpanya rumah tangga akan berkurang ketenangan dan kebahagiaannya sesuai dengan kadar hilangnya nikmat Allah yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan diri Anda sebagai suami sementara istri sedang sakit, Anda dituntut menunaikan tugas sehari-hari istri di rumah sementara Anda juga harus menunaikan tugas Anda sebagai pencari nafkah di luar rumah, bukankah Anda akan kelimpungan? Atau sebaliknya Anda sebagai istri sementara sementara suami sedang sakit, Anda di tuntut merawat suami di samping Anda tetap harus menunaikan tugas-tugas Anda sebagai istri, belum lagi jika dengan sakitnya tersebut suami tidak bisa bekerja padahal penghasilannya tergantung kepada pekerjaannya itu, betapa kacaunya Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada jalan lain bagi suami istri agar hal seperti ini tidak terjadi selain berusaha menjaga kesehatan, karena ilmu kesehatan menyatakan bahwa kebersihan merupakan pangkal kesehatan, maka menjaga kesehatan identik dengan menjaga kebersihan dan kita semua mengetahui bahwa penyakit berikut pemicunya identik dengan kekotoran dan kejorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suami istri muslim tentunya kita telah memahami dan mengetahui bahwa kebersihan merupakan perkara yang ditekankan oleh Islam dalam kehidupan sehari-hari, ia sudah disuarakan oleh Islam sejak empat belas abad yang silam, pada zaman di mana manusia belum ada yang mengenal dasar-dasar kesehatan, disyariatkanya bersuci atau thaharah di mana ia menjadi sebuah bab tersendiri yang dikaji panjang lebar sekaligus mendetail oleh para fuqaha adalah bukti kongkrit yang berbicara tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini penulis paparkan sisi-sisi kebersihan yang patut diperhatikan oleh suami istri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun mengetahui bahwa tangan adalah anggota tubuh yang paling beresiko dan paling rentan terkena kotoran, hal ini karena tangan merupakan alat bekerja dan beraktifitas, hampir semua pekerjaan dan aktifitas dikerjakan dengan tangan, pada saat yang sama tangan merupakan anggota yang paling akrab dengan anggota tubuh yang lain, misalnya kita mengucek mata dengan tangan, mengupil dengan tangan, menggaruk dengan tangan bahkan apa yang kita suapkan ke mulut lalu selanjutnya masuk ke dalam perut sebagai makanan yang menjadi sumber hidup kita melalui perantara tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ini silakan Anda membayangkan sendiri jika kebersihan kedua tangan tidak diberi perhatian yang memadahi oleh suami istri, bukankah ia bisa menjadi sarang kuman pemicu penyakit yang menyerang tubuh? Lebih-lebih istri yang menyiapkan makanan keluarga, jika yang bersangkutan tidak memperhatikan kebersihan kedua tangannya maka dia bisa meracuni dirinya sendiri, suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini Islam mengajak umatnya memperhatikan kebersihan kedua tangan, Islam menjadikan membasuh kedua tangan sebagai salah satu sunnah wudhu, menjadikan menyentuh kelamin, bagian tubuh yang paling erat kaitannya dengan kotoran karena ia adalah saluran pembuangan –menurut pendapat yang rajih- sebagai salah satu pembatal wudhu, kalau wudhu batal maka otomatis yang bersangkutan akan membasuh tangannya pada saat wudhu berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajak membersihkan kedua tangan dalam kondisi di mana kita tidak mengetahui status kebersihan keduanya, dalam kondisi tidur misalnya, kita tidak memastikan keberadaan kedua tangan kita dan keduanya menyentuh apa, tidak menutup kemungkinan keduanya atau salah satunya menyentuh salah satu dari dua jalan, dari sini maka Rasulullah saw mengajak umatnya mencuci kedua tangan sehabis bangun tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana sehingga dia membasuhnya karena dia tidak mengetahui di mana tangannya bermalam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajak membersihkan kedua tangan sebelum makan, hal ini bisa kita pahami dari kewajiban makan dengan tangan kanan, sebab bagaimanapun tangan kanan lebih kecil interaksinya dengan kotoran, karena pada prinsipnya tangan kanan memang digunakan untuk perkara-perkara yang baik dan bersih, dari sini pula kita mengetahui bahwa orang yang melalaikan kewajiban makan dengan tangan kanan dan dia dia makan dengan tangan kiri lebih beresiko terkena bibit penyakit karena interaksi tangan kiri dengan kotoran lebih intens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga mengajak umatnya agar tidak membiarkan sisa-sisa makanan yang menempel di tangan tanpa membersihkannya, karena hal itu bisa menjadi perantara lahirnya kuman penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa bermalam sementara di tangannya terdapat sisa-sisa makanan lalu dia terkena sesuatu maka janganlah dia menyalahkan selain dirinya sendiri.” (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim, lihat Shahih al-Jami’ ash-Shaghir nomor 6115). &lt;br /&gt;Kita juga mengetahui bahwa beristinja` dengan tangan kanan dilarang, karena apa yang keluar dari dua jalan merupakan kotoran yang berbahaya jika tersentuh dengan tangan kanan lalu tangan tersebut dipakai menyuapkan makanan ke dalam mulut atau menyentuh bagian tubuh lain yang sensitif, mata misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengetahui bahwa kedua tangan dengan jari-jarinya memiliki kuku yang tumbuh, di baliknya bisa tersimpan kotoran yang menjadi bibit bagi penyakit yang tidak nampak oleh mata telanjang walaupun sepintas ia bersih, akan tetapi tetap tidak ada yang bisa menjamin bahwa ia steril dari bibit-bibit penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajak umatnya memotong kuku, Islam menjadikannya sebagai salah satu sunnah fitrah. Sabda Nabi saw, “Fitrah ada lima: khitan, mencukur bulu kelamin, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Anas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini merawat dengan cara memanjangkan kuku bukan termasuk tuntunan Islam walaupun sebagian kaum muslimin khususnya para wanita melakukannya, pelakunya menyelisihi fitrah, di samping dia lebih beresiko terjangkit penyakit akibat kuman yang tersimpan di balik kukunya. Islam memang agama yang menyayangi manusia lebih dari manusia kepada dirinya, adakah yang mengambil pelajaran? (Bersambung / Izzudin Karimi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian tubuh yang perlu diperhatikan kebersihannya oleh suami istri adalah mulut, hal ini karena mulut merupakan satu-satunya jalan masuk bagi makanan ke dalam tubuh, karena ia adalah jalan maka secara otomatis terdapat sisa-sia makanan yang tertinggal di sana yang apabila dibiarkan akan menjadi sarang berkembangnya bibit penyakit, di samping menumpuknya sisa makanan bisa merusak gusi dan gigi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah aroma yang keluar dari mulut menjadi tidak sedap, membuat lawan bicara terganggu, bukankah lawan bicara terdekat kita adalah suami atau istri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai di sini, membiarkan dan menelantarkan kebersihan mulut bisa menjadi pemicu ketidakmesraan suami istri, mengapa? Karena seperti yang telah diketahui bersama bahwa salah satu sarana kemesraan suami istri adalah kedekatan fisik yang salah satunya adalah ciuman, dan ciuman terbaik dan terkasih antara suami istri adalah ciuman bibir, kalau mencium pipi dan kening maka itu untuk anak-anak atau orang lain, untuk istri atau suami adalah yang spesial yaitu bibir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Anda bayangkan bagaimana perasaan Anda pada saat hendak mencium istri atau suami di bibirnya, tiba-tiba yang tercium oleh Anda adalah bau naga alias bau mulut yang terkenal sebagai salah satu bau yang tidak sedap? Mau? Terserah Anda, akan tetapi penulis yakin siapa pun tidak menyukai bau yang tidak sedap. Jika Anda tidak menginginkan hal ini untuk diri Anda, tentunya tidak adil kalau Anda menginginkannya untuk pasangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kebersihan mulut demi menjaga baunya agar senantiasa netral maka penulis menyarankan jika Anda adalah suami perokok maka segera hentikan, karena kasihan istri Anda, pada saat Anda menyorongkan bibir ke bibirnya, itulah saat-saat yang sangat menyiksanya tetapi dia tidak berani menolak, hendaknya suami perokok menyadari, kalau istri bisa memilih antara perokok dengan bukan perokok pasti dia akan memilih yang kedua, sebab dia bisa menikmati, tanpa takut bau rokok yang busuk itu, ciuman mesra dari suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini Rasulullah saw mengajak umatnya membersihkan mulut dengan alat yang ada pada masa beliau bahkan tetap yang terbaik sampai saat ini yaitu siwak setiap saat, beliau menyatakan bahwa di samping bersiwak itu mendatangkan ridha ar-Rabb, ia juga menyucikan mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah bahwa Nabi saw bersabda, “Siwak itu menyucikan mulut, mendatangkan ridha Rabbi.” (HR. an-Nasa`i, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban dan al-Bukhari secara muallaq, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib nomor 209).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menegaskan pentingnya bersiwak pada kondisi-kondisi tertentu seperti pada saat berwudhu, pada saat hendak shalat, pada saat membaca al-Qur`an dan pada saat bangun malam. (Pembaca bisa merujuk link fikih dalam situs ini, penulis telah menjelaskan masalah ini di sana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Hudzaefah berkata, “Apabila Nabi saw bangun malam beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kebiasaan Nabi saw yang bersiwak setiap bangun malam para fuqaha menyatakan bahwa siwak ditekankan pada saat bau mulut berubah di mana salah satu sebab perubahannya adalah tidur. Dan perubahan bau mulut tidak hanya karena tidur, bisa karena makan sesuatu yang memang berbau, bisa karena diam yang lama, bisa karena minum sesuatu, atau hal-hal lain, dalam kondisi-kondisi inilah siwak ditekankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suami muslim atau istri muslimah, jika Anda menjaga kebersihan mulut dengan bersiwak atau menggosok gigi, di samping Anda mendapatkan manfaat kesehatan, Anda juga mendapatkan manfaat ibadah, dan terkait dengan hubungan Anda dengan pasangan, Anda bisa menikmati salah satu kenikmatan halal rumah tangga yaitu ciuman bibir suami atau istri tanpa risih dan terganggu oleh bau “harum” dari pasangan. Pastikan Anda melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian tubuh yang layak diberi perhatian terhadap kebersihannya adalah hidung, karena ia merupakan saluran nafas dan kita semua telah mengetahui bahwa tidak semua udara yang kita hirup melalui hidung bersih, ada udara-udara kotor yang mau tidak mau kita menghirupnya, kecuali jika kita mau tidak bernafas, khususnya bagi Anda yang tinggal di kota-kota besar di mana udaranya sudah tercemar oleh berbagai limbah dan Anda tidak mungkin istirahat bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara yang kita hirup, yang tidak steril dari pencemaran ini meninggalkan endapan-endapan dalam lorong hidung yang akan menimbulkan masalah atau penyakit di kemudian hari jika tidak dibersihkan. Di sinilah kita sebagai muslim patut berbangga kepada Islam karena ia telah mensyariatkan istinsyaq, menghirup air ke hidung untuk membersihkannya, pada saat-saat tertentu, misalnya pada saat berwudhu atau pada saat bangun tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda, “Barangsiapa siapa berwudhu maka hendaknya dia beristintsar.” (HR. al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaknya dia beristintsar tiga kali karena setan bermalam dalam lorong hidungnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut merupakan salah satu perhiasan bagi manusia sekaligus pelindung bagi kepala, tanpa perhatian dan perawatan: disisir, dibersihkan dan dicuci, ia tidak akan tumbuh baik dan alami, bahkan ia mungkin rusak, tidak sampai pada batas ini, membiarkan rambut tanpa dibersihkan menjadikannya sebagai sarang bagi debu dan keringat yang pada akhirnya berubah menjadi daki, selanjutnya kulit kepala menebal lalu muncul gata-gatal yang jika digaruk mungkin mengakibatkan lecet, di samping itu tumpukan daki ini bisa melahirkan kutu yang membuat kepala menjadi sangat tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambut dalam kehidupan suami istri memiliki peran dalam menjaga kedekatan dan kemesraan, bukankah ada ungkapan, “Kubelai rambutmu.” Membelai rambut merupakan salah satu ekpresi cinta kasih suami kepada istri atau sebaliknya, oleh karena itu rata-rata pria lebih menyukai wanita yang berambut panjang sehingga dia bisa membelainya sebagai bahasa perhatian dan kasih sayang kepadanya, sekarang bayangkan jika rambut yang Anda belai kusam, awut-awutan,kumal dan berbau? Jika Anda sebagai suami atau istri, penulis yakin Anda pasti malas melalukannya, padahal dengan itu suami atau istri telah kehilangan salah satu bahasa cinta kepada pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi ekspresi kasih sayang dan kemesraan suami istri yang berhubungan dengan rambut yaitu berpelukan, jika suami istri berpelukan maka posisi kepala istri biasanya di dada atau di leher suami, hal ini karena pada umumnya wanita lebih pendek postur tubuhnya daripada laki-laki, dalam kondisi demikian maka yang berada di depan hidung adalah kepala dengan rambutnya, bagaimana jika rambut itu selama satu minggu tidak di cuci? Silakan dinikmati, anggaplah itu sebagai bagian Anda, itu kalau Anda setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi ekspresi kasih sayang dan kemesraan suami istri yang berhubungan dengan rambut yaitu menyandarkan kepala di dada, ini bukan saja kesukaan suami, tetapi istri juga menyukainya, biasanya istri melakukan ini sebagai wujud dari kemanjaannya atau karena dia merasa aman dengan perlindungan dari suami, maka dia mengungkapkannya dengan menyandarkan kepalanya ke dada suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bagi suami, perkara menyandarkan kepala adalah salah satu kesukaannya, karena di samping dia tidak mendapatkan tempat lain dan itu merupakan tempat yang paling pas, adakah menyandarkan kepala di punggung atau di kaki atau di tempat lain? Suami juga mendapatkan kedamaian, ketenangan, belaian kasih dan hal lain yang hanya diketahui dan dirasakan oleh suami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam posisi suami atau istri menyandarkan kepala di dada, apa yang ada di depan hidung Anda? Bagaimana jika kepala pasangan berbau tengik karena dia lalai dalam merawat dan memperhatikan rambutnya? Bisa dipastikan acara menyandarkan kepala di dada tidak berlangsung lama, bahkan langsung bubar pada saat itu juga. Sebaliknya jika rambut pasangan harum, lembut dan teratur maka Anda akan merasakan betapa pendeknya waktu, atau bisa-bisa Anda melupakan yang lain, tidak perlu khawatir masih ada kesempatan di depan, perkaranya ada di tangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keterangan penulis ini masihkah Anda wahai suami muslim, wahai istri muslimah, menyia-nyiakan dan menelantarkan rambut Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu penulis akan menambahkan keterangan tentang perkara ini dengan menukil sebagian hadits-hadits Rasulullah saw yang mendorong dan mengajak seorang muslim agar memperhatikan dan menata rambutnya, penulis berharap pembaca mengetahui betapa sempurna dan luhurnya agama Islam, sampai urusan rambut tidak luput dari perhatiannya, hal ini semata-mata agar setiap muslim berpenampilan bersih dan rapi sebagai cermin bagi agamanya yang memang mengajak kepada kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memiliki rambut maka hendaknya dia memuliakannya.” Memuliakan rambut adalah dengan menyisir dan membersihkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Qatadah bahwa dia mempunyai rambut yang tebal, dia bertanya kepada Nabi saw, maka beliau memintanya agar merawatnya dan menyisirnya setiap hari. (HR. an-Nasa`i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun mengetahui bahwa dua jalan: depan dan belakang merupakan saluran pembuangan bagi sesuatu yang najis dan kotor, hasil dari proses kerja tubuh terhadap apa yang diserapnya, yang keluar dari dua jalan ini di samping kotor dan najis, ia juga mengandung banyak mikroba dan virus yang membahayakan lebih-lebih yang keluar dari jalan belakang, di samping itu letak kedua anggota ini yang berada pada lipatan tubuh membuatnya menjadi tempat mengendapnya keringat yang memicu bau yang tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini maka perhatian terhadap kebersihan kedua anggota tubuh ini merupakan keharusan atas setiap muslim yang tidak mungkin di tawar, karena jika tidak maka yang bersangkutan di samping sangat riskan terjangkit penyakit, dari sisi agama dia telah melalaikan salah satu kewajibannya yaitu beristinja`, perlu diketahui bahwa melalaikan istinja` adalah salah satu sebab azab kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw melewati dua kuburan, beliau bersabda, “Keduanya di azab dan keduanya tidak di azab karena sesuatu yang berat, yang pertama karena dia tidak menutupi diri dari kencing.” Dalam sebuah riwayat, “Tidak membersihkan diri dari kencing.” (Shahih al-Jami’ ash-Shaghir nomor 2440 dan 2441).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sendiri sebagai agama kebersihan telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana membersihkan diri dari dua kotoran ini, karena penulis telah memaparkan perkara ini di tempat lain maka di sini penulis tidak mengulangnya. (Pembaca bisa merujuk apa yang penulis paparkan tentang istinja` dalam situs ini di link fikih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan suami istri kebersihan dua jalan merupakan perkara yang sangat penting, lebih-lebih jalan depan, lebih-lebih punya istri, suami istri mana pun mengetahui mengapanya, maka penulis tidak perlu berkata menjelaskannya, hanya saja penulis ingin menurunkan sebuah petunjuk Nabi saw tentang pentingnya menjaga jalan depan bagi istri lebih-lebih setelah dia menyelesaikan tamu bulanannya, ini harus di perhatikan oleh para istri demi suami, sebab kita semua mengetahui bahwa selama tamu bulanan istri hadir, suami harus libur dan istirahat, dia harus bersabar menunggu masa suci istri, begitu masa ini tiba lalu suami mendapatkan istri dalam keadaan bersih dan harum, jelas hal ini menambah cinta suami kepadanya, sebaliknya setelah satu minggu menunggu ternyata pada diri istri tidak ada perbedaan kecuali hanya dalam boleh dan tidaknya melakukan, bisa-bisa keinginan suami menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahwa Asma` bertanya kepada Rasulullah saw tentang bersuci dari haid, Rasulullah saw menjelaskan, “Hendaknya salah seorang dari kalian mengambil air dengan daun bidara, lalu dia bersuci dengan baik, lalu mengguyur kepalanya seraya menggosok-ngosok kepalanya sehingga air membasahi kepalanya, lalu mengguyurkan air ke kepalanya, setelah itu dia mengambil kapas yang telah diolesi wewangian dan bersuci dengannya.” Dia bertanya, “Bagaimana bersuci dengannya?” Nabi saw menjawab, “Subhanallah, bersucilah dengannya.” Aisyah berkata, “Sepertinya dia belum mengerti, aku berkata kepadanya, ‘Bersihkanlah bekas-bekas darah dengan kapas itu.” Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-1099705746783790197?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/1099705746783790197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/kebersihan-suami-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1099705746783790197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1099705746783790197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/kebersihan-suami-istri.html' title='Kebersihan Suami Istri'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-6711862737072610382</id><published>2010-03-15T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T20:46:16.717-07:00</updated><title type='text'>Di Balik Gemerlapnya Pasar</title><content type='html'>Bagaimana sikap kita terhadap pasar? Apakah sangat gandrung dan mencintainya? Apakah merasa sangat kerasan dan senang ketika berada di dalamnya? Apakah kita termasuk orang yang sering dan gemar masuk, serta jalan-jalan di sana? &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawab itu semua, seorang muslim dan muslimah harus tahu bahwa dirinya tidak mencintai atau membenci sesuatu karena hawa nafsunya. Akan tetapi mencintai dan membenci sesuatu karena Allah subhanahu wata’ala. Mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah. Seorang muslim juga harus mencintai apa saja yang dapat mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala dan membenci apa saja yang dapat menjauhkan dari-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Apa dengan Pasar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya, "Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar." Berdasarkan hadits ini, seorang muslim dan muslimah hendaknya membenci pasar, tidak merasa senang untuk terus berada di dalamnya, tidak merasa betah dan kerasan ketika berada di dalamnya dan tidak mendatanginya kecuali karena ada keperluan dan hajat yang mengharus kan untuk ke sana, apalagi pasar-pasar modern yang ada saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Karena pasar adalah tempat yeng melalaikan, tempat tabarruj, tempat pamer aurat, ikhtilath (campur baur pria wanita), tempat kegaduhan dan obrolan tak karuan. Allah subhanahu wata’ala membenci pasar, maka seorang mukmin juga membencinya, dia membenci apa yang dibenci Rabbnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mengapa pasar dicap sebagai tempat terburuk di muka bumi? Imam Nawawi berkata, tentang sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, "Tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar" karena pasar adalah tempat penipuan, kebohongan, riba, sumpah palsu, ingkar janji dan berpaling dari dzikrullah dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang ditipu di pasar? Berapa banyak orang yang kecurian dan kecopetan di pasar? Berapa banyak orang dibohongi? Berapa banyak sumpah palsu terucap? Perdagangan haram dipraktekkan, janji diingkari, kezhaliman dan sikap melampaui batas? Berapa banyak pandangan khianat dan haram terjadi, obrolan tak karuan dilakukan, dan berapa banyak pula janji dan kencan penuh dosa dilakukan di sana? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman al-Farisi berkata, "Jika engkau bisa, jangan sekali-kali menjadi orang yang pertama kali masuk pasar dan paling akhir keluar darinya. Karena di situlah medan pertempuran dengan setan, dan di sana setan menancapkan benderanya." (atsar riwayat Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pasar, banyak manusia lalai dari dzikrullah dan bersyukur kepada-Nya, karena hati disibukkan oleh segala yang terlihat oleh dua mata. Di sebelah sana ada barang dagangan jenis ini, warna ini, diimpor dari negri ini. Yang itu dari Perancis, yang ini dari Amerika, yang di sebelah sana dari Itali dan Jepang. Jika mata tertuju ke suatu tempat, maka akan mendapati berbagai asesoris dan perhiasan yang membuat mata tak berkedip, sementara di sudut yang lain ada etalase yang sangat mewah bukan kepalang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ini banting harga, itu diskon besar-besaran, di sebelah sana ada yang bersumpah menjual dengan rugi. Ada lagi yang cuci gudang, menawarkan dagangan dengan poster mencolok, memberikan hadiah kepada anak-anak, merayu para wanita pembeli, memberi hadiah kepada setiap pembeli, dan ada juga yang mengadakan kuis atau lomba dengan berbagai macam hadiah menarik. Untuk berkeliling dari satu stand ke stand lain, dari tempat satu ke tempat yang lain sudah menghabiskan waktu berjam-jam, dan menyia nyiakannya dengan tanpa guna. Bukan hanya itu saja, bahkan ada yang lebih dari itu, lebih buruk dari itu, yakni berapa banyak kemaksiatan tersebar dan berkeliaran di pasar-pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dengan aroma parfum yang menyengat dari badan dan pakaiannya, baunya menggugah selera hidung sebelum mata diundang untuk memandanganya. Lalu berpasang- pasang mata lelaki memandanginya dengan tanpa henti. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, "Wanita mana saja yang memakai parfum lalu keluar melewati sekelompok orang agar mereka mencium aromanya maka dia telah berzina, dan setiap mata juga berzina." (HR Ahmad dan Abu Dawud, dihasankan al-Albani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan keras ini bagi wanita yang hanya sekedar memakai parfum lalu keluar melewati orang banyak. Maka bagaimana jika ditambah lagi keluarnya adalah ke pasar, supermarket, tempat terjadinya fitnah dan tempat yang dibenci Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pula wanita di pasar yang mengenakan pakaian semaunya, dengan model yang ketat dan pendek, terbuka atau membentuk auratnya, memamer kan apa yang seharusnya ditutupi, lengan, leher, betis,dada, punggung dan seterusnya. Ada pula yang mengenakan sepatu tinggi (jinjit), berjalan melenggak-lenggok layaknya sedang merayu suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang masuk pasar hanya sekedar bertanya harga ini dan harga itu. Ketika para pedagang dan semua orang sudah kemas-kemas untuk pulang , dan lampu mulai dimatikan dia pun keluar dari pasar tanpa membeli sesuatu apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di sebelah sana ada wanita yang sedang berduaan dengan seorang penjual laki-laki tanpa ada mahram dan orang lain. Mereka asyik mengobrol dengan begitu rinci tentang berbagai perlengkapan kosmetika dan bahkan tentang pakaian-pakaian pribadi si wanita dengan tanpa risih dan malu-malu.Tak ketinggalan pula para gadis dan wanita lainnya, tengok kanan dan tengok kiri, barangkali ada lelaki yang mau iseng menggoda dan mencandainya. Atau mungkin mau berseloroh dengan berbagai kalimat pujian, rayuan dan sanjungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Sikap Kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memperhatikan uraian di atas, maka kita umat Islam, terutama para wanita muslimah hendaknya menjadi orang yang membenci pasar, karena ia merupakan tempat ikhtilat, tempat godaan syetan, dan menjadikan orang terpengaruh dan hanyut dengan apa yang disaksikan di sana. Jika seseorang terlalu sering melihat kemungkaran maka akan membuatnya terbiasa dengannya dan menganggap lumrah kemungkaran tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, artinya, &lt;br /&gt;"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka hendaknya dia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka hendaklah dia mengubah dengan lisannya. Dan jika tidak mampu juga, maka hendaknya mengingkari dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingkari kemungkaran dengan hati adalah selemah-lemah iman. Jika pengingkaran dengan hati sudah tidak lagi dimiliki oleh seseorang, maka iman akan tertutup dan hati menjadi hitam gelap, maka jadilah dia orang yang tenggelam dalam syahwat dan syubhat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Ketentuan Masuk Pasar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun telah kita ketahui berbagai fitnah, kemungkaran dan bahaya di dalam pasar, namun kita khususnya para wanita muslimah terkadang perlu untuk membeli berbagai kebutuhan seperti makanan, minuman, pakaian dan kebutuhan rumah tangga yang memang harus dibeli di pasar. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melarang umatnya untuk masuk ke pasar. Di zaman Nabi pun, baik di masa jahiliyah atau setelah masa Islam terdapat banyak pasar. Yang penting bagi kita adalah jangan sampai menjadi orang yang gemar dan terpaut dengan pasar atau supermarket, merasa senang, betah, kerasan berada di dalam nya dan ingin terus berada di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan oleh siapa saja yang akan pergi ke pasar, supermarket dan semisalnya. &lt;br /&gt;• Ada Kebutuhan yang Dibeli &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arti, seseorang jangan masuk pasar tanpa ada tujuan untuk membeli apa-apa, karena hanya akan membuang-buang waktu. Maka tatkala kita masuk pasar haruslah ada kebutuhan nyata yang hendak dibeli. &lt;br /&gt;• Menentukan Sasaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu ada kejelasan barang yang akan dibeli. Jangan sampai masuk pasar kemudian tidak tahu akan membeli apa, akhirnya hanya berkeliling dan dari satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan yang jelas. &lt;br /&gt;• Meminta Izin, bagi Wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita, ketika akan pergi ke pasar hendaknya minta izin kepada walinya. Para wanita mukmin di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan salafus shalih meminta izin ketika akan pergi ke masjid, maka bagaimana lagi jika akan pergi ke pasar? Juga jangan pergi sendirian, agar tidak menjadi sasaran kejahilan dan kejahatan orang tak bertanggungjawab. &lt;br /&gt;• Harus Menutup Aurat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita muslimah hendaknya dengan mengenakan hijab syar'i yang menutup seluruh auratnya. Harus diingat bahwa di pasar banyak lelaki yang hatinya berpenyakit dan hobi menggoda para wanita. Jika mereka mendapati wanita yang terbuka auratnya maka akan medekatinya dan mengajak berbincang. Berbeda halnya dengan wanita yang berhijab, tentu mereka akan lebih dihormati. &lt;br /&gt;• Berdoa ketika Masuk Pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengucapkan,“La ilaha illallah, wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumit, wa huwa hayyun la yamut, biyadihil khair,wa huwa 'ala kulli syai-in qadir." Artinya: Tidak ada ilah kecuali Allah, Yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kekuasaan dan pujian, Yang menghidupkan dan mematikan, Dia Maha Hidup dan tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. &lt;br /&gt;• Menahan Pandangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti dari sikap hormat terhadap aturan dan hukum Allah subhanahu wata’ala, seperti tertera di dalam al-Qur’an surat an-Nur ayat 30-31 yang memerintahkan setiap mukmin dan mukminah untuk menjaga pandangan. &lt;br /&gt;• Bersikap Sopan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu berjalan dengan baik dan tenang, tidak banyak menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak memakai parfum bagi wanita, karena akan mengundang pandangan laki-laki lain. Bagi para wanita juga jangan banyak bertanya tentang sesuatu yang kurang perlu kepada pedagang laki-laki, namun bertanyalah sekedarnya. &lt;br /&gt;• Tidak Berkhalwat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tidak berduaan antara laki-laki dengan perempuan tanpa ada orang lain dan mahramnya, baik antara penjual dengan pembeli atau selainnya. &lt;br /&gt;• Jangan Tergiur Mode &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim dan muslimah punya ciri tersendiri, maka jangan sampai terpikat oleh berbagai mode dan model pakaian apa pun yang tidak sejalan dengan aturan Islam yang mulia. &lt;br /&gt;• Hemat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat dalam berbelanja merupa kan bukti seseorang menjaga nikmat yang diberikan Allah [subhanahu wata’ala dan bukti ia bersyukur. Sedangkan isyraf (boros) dan tabdzir (menghamburkan harta) merupakan cerminan sikap meremeh kan dan menyia-nyiakan nikmat Allah. &lt;br /&gt;• Memilih Waktu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagai upaya menjauhi ikhtilat dan desak-desakan yang biasa terjadi di pasar-pasar. &lt;br /&gt;• Amar Ma'ruf Nahi Mungkar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal mengingkari kemungkar an dengan hati, sebagaimana telah disampaikan di dalam hadits di atas. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-6711862737072610382?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/6711862737072610382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/di-balik-gemerlapnya-pasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6711862737072610382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/6711862737072610382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/di-balik-gemerlapnya-pasar.html' title='Di Balik Gemerlapnya Pasar'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-3184213625372122354</id><published>2010-03-15T20:43:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T20:43:35.894-07:00</updated><title type='text'>Menghidupkan Budaya Baca</title><content type='html'>Membaca adalah kunci ilmu. Dan apa yang diperintahkan oleh wahyu pertama kali kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam merupakan bukti yang jelas bagi kita tentang pentingnya membaca. Ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yakni; &lt;br /&gt;“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.” (QS. al-’Alaq:1-4) &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena pentingnya membaca dan mencari ilmu maka Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberitahukan bahwa mencari ilmu adalah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. (HR Ibnu Majah dengan sanad dhaif, dihasankan sebagian ahli hadits dan yang lain menshahihkan). Dan tidak diragukan lagi bahwa membaca adalah salah satu sebab yang paling penting untuk mendapatkan ilmu. Jikalau seseorang tidak mau membaca maka dia tidak akan dapat belajar dengan baik, dan tidak akan dapat merealisasikan hikmah dari penciptaannya di dunia, yakni agar beribadah kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala, taat kepada-Nya dan memakmurkan bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca memungkinkan bagi seseorang untuk mengetahui berbagai hal yang ingin diketahuinya dengan tanpa harus melalui orang lain. Dan membaca memberikan banyak sekali manfaat. Secara ringkas dapat disebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Bahwa membaca -termasuk menulis- merupakan kunci ilmu. &lt;br /&gt;• Membaca merupakan sebab terbesar untuk dapat mengenal Allah Subhannahu wa Ta'ala, beribadah kepada-Nya, taat kepada-Nya dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;• Bahwa membaca merupakan salah satu sebab paling dominan bagi kemakmuran bumi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi. &lt;br /&gt;• Dengan membaca kita dapat mengetahui keadaan umat-umat yang terdahulu dan dapat mengambil manfaat dari mereka. &lt;br /&gt;• Membaca merupakan sebab bagi seseorang untuk memiliki berbagai ketrampilan dan mengetahui berbagai perusahaan dan mesin-mesin yang bermanfaat. &lt;br /&gt;• Dengan membaca orang akan mengetahui hal-hal yang bermafaat dan yang berbahaya di dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;• Membaca merupakan salah satu sebab seseorang memiliki akhlak yang terpuji, sifat-sifat yang tinggi serta perilaku yang lurus. &lt;br /&gt;• Dengan membaca seseorang dapat memperoleh pahala yang besar dan balasan yang banyak, terutama jika yang dibaca adalah Kitabullah atau buku-buku yang bermanfaat yang menunjukkan kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. &lt;br /&gt;• Membaca merupakan salah satu sebab seseorang memperoleh derajat yang tinggi di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Karena membaca merupakan salah satu sebab untuk mendapatkan ilmu. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, &lt;br /&gt;"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. 58:11) &lt;br /&gt;• Bahwa membaca merupakan salah satu sebab terbesar untuk mengetahui berbagai tipu daya musuh Islam dan kaum muslimin dari kalangan orang kafir, mulhidin (penyeleweng) dan kelompok-kelompok sesat. Juga tahu bagaimana cara membantah mereka dan agar berhati-hati dari mereka. &lt;br /&gt;• Membaca merupakan salah satu sebab untuk menggapai ketentraman dan ketenangan jiwa serta salah satu sarana untuk mengisi waktu yang terluang dengan hal-hal yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Harus Membaca? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca adalah kenikmatan tersendiri dalam jiwa, merupakan hidangan bagi akal, ilmu dan ruh. Dengan membaca seseorang dapat merasa bersatu dengan berbagai zaman dan tempat, seakan-akan dia bersama dengan seluruh ummat manusia di mana pun mereka berada dan ke mana pun mereka pergi. Membaca merupakan mata air yang jernih, karena merupakan pengalaman yang teruji coba, yang mengguyurkan petunjuk dan penjelasan, nasihat, bimbingan dan pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca adalah wisatanya akal manusia menuju taman-taman kehidupan di masanya, menuju atsar peninggalan orang yang terdahulu dan menuju harapan di masa yang akan datang. Membaca akan mengantarkan kita dari alam yang sempit dan terbatas menuju alam lain yang lebih luas cakrawalanya dan lebih jauh batasnya. Orang yang sedang membaca seakan-akan hidup di seluruh masa, di segenap kerajaan dan negeri, di seluruh kota dan perkampungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca ibarat sebuah rihlah (perjalanan) di muka bumi menuju berbagai tempat yang beraneka ragam. Seorang penulis terkadang mengajak kita untuk mendaki sebuah gunung, kemudian membawa kita turun ke lembah, lalu mengajak kita berjalan di antara taman-taman nan hijau, kemudian berpindah menuju bebatuan yang bercadas, dan seakan-akan kita bersama dengannya, tidak terpisah walau hanya sebentar. Tempat yang berjauhan tidak memisahkan antara kita dengan sang penulis tersebut. (silakan baca buku tentang pengembaraan Ibnu Bathuthah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca anda seakan-akan berada di samping para penulis, para ulama dan pemikir yang anda rasakan keutamaan dan keberadaan mereka. Seorang pembaca buku sedang mengambil sesuatu yang paling baik dan indah yang diberikan oleh sahabatnya. Karena penulis tidak akan menulis di dalam kitabnya kecuali apa-apa yang memberikan faidah, pengalaman, manfaat atau memberikan pengarahan dengan memilih kalimat yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca menjadikan seseorang tahu tafsir dari firman-firman Allah Subhannahu wa Ta'ala yang merupakan masalah paling penting. Dia dapat menggali perbendaharaannya, ilmu dan hukum-hukumnya, dia akan tahu yang halal dan yang haram, yang muhkam dan mutasyabih, tahu perumpamaan, kabar gembira, peringatan, nasehat dan kisah-kisah yang berguna. Dengan membaca pula seseorang akan tahu sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam yang merupakan bagian dari al-Qur'an dan sumber hukum ke dua dalam syari'at Islam. Dia menafsirkan dan menjelaskan al-Qur'an, menjadi dalil dan memberikan pelajaran serta ibrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca anda tahu perjalanan hidup Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dan akhlaq beliau yang merupakan nasehat dan pelajaran bagi kita semua. Pada diri beliau terdapat contoh yang baik bagi kita. Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau. Dengan membaca pula anda tahu ilmu-ilmu orang yang terdahulu dan yang akhir, tahu keadaan manusia di masa lampau dan penerusnya. Seorang yang membaca meskipun sedang duduk di dalam rumah atau di perpustakaan, namun akal dan fikirannya sedang berjalan-jalan menuju seluruh penjuru bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui membaca akan diketahui dan dibedakan antara yang halal dan yang haram, yang wajib, yang mustahab (sunnah), yang makruh dan yang mubah. Dengannya diketahui pula jalan kebaikan dan kebahagiaan, jalan yang buruk dan menuju kecelakaan, bagaimana amalan yang dapat mengantarkan ke surga, mana perbuatan-perbuatan yang dapat menjerumuskan ke neraka dan diketahui pula sifat-sifat surga, sifat-sifat neraka serta para penghuni dari masing-masing keduanya. Dengan membaca anda akan mengetahui adanya ganjaran dan balasan bagi orang yang berbuat taat, serta hukuman dan adzab bagi orang-orang yang bermaksiat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat serta terlepas dari kecelakaannya maka kita juga harus membaca serta mengamal kan kebaikan yang telah kita ketahui lewat membaca tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikanlah, dan dikarenakan ilmu adalah lautan luas yang tiada bertepi sedangkan umur manusia adalah sesuatu yang sangat pendek dan singkat maka selayaknya manusia menjaga umurnya dengan banyak membaca buku-buku yang bermanfaat serta mengamalkannya, memulai dari yang terpenting kemudian yang penting, mempelajari kitabullah dan tafsirnya serta mengamalkannya, juga mempelajari dan mengamalkan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam. Keduanya adalah sumber kebahagiaan dan keselamatan. Beliau telah bersabda, "Sesungguhnya telah aku tinggalkan di tengah-tengah kalian sesuatu yang jika kalian semua bepegang teguh dengannya, maka tidak akan sesat selama-lamanya,(yaitu) Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya." (HR. al-Hakim, beliau berkata sanadnya shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Buku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku adalah sebaik-baik teman dalam kesendirian dan sebaik-baik sahabat di negeri asing. Dia adalah bejana yang penuh dengan ilmu, dan tiada teman yang paling baik melebihi kitab. Tidak ada pula pohon yang umurnya lebih panjang dan buahnya lebih baik serta gampang untuk dipetik dibandingkan buku. Buku adalah sahabat yang tidak pernah menyanjungmu dan tidak pula mencelamu, teman yang tidak membuatmu bosan dan tidak pula menipumu. Jika engkau melihatnya maka ia membuatmu senang, dia pengasah otakmu, meluaskan lisanmu, memberimu penjelasan dengan baik, makanan bagi ruhmu dan terus memberimu informasi. Dia adalah pengajar yang jika engkau merendah maka dia tidak akan merendahkanmu, jika engkau selesai satu madah darinya, maka dia tidak akan putus dalam memberikan kebaikan kepadamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya buku itu tidak memberikan sesuatu kecuali hanya penjagaan terhadap waktu agar bermanfaat serta menjaga dari hal-hal yang membahayakan, maka bagi para pecinta buku, hal itu sudah merupakan nikmat paling luas dan perolehan pa ling besar. Buku adalah sahabat yang akan menebas waktu-waktu luangmu, menyelamatkanmu dari kesendirian yang membosankan. Dia mampu bercerita kepadamu tentang kabar suatu negeri, sehingga engkau tahu beritanya, sebagaimana engkau mengetahui kabar negerimu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari kutaib, “Ahmiyatul Qira’ah wa Fawaiduha,” hal 8-14, Syaikh Abdullah bin Jarullah al-Jarullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-3184213625372122354?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/3184213625372122354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/menghidupkan-budaya-baca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3184213625372122354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3184213625372122354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/menghidupkan-budaya-baca.html' title='Menghidupkan Budaya Baca'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-5779776802963574421</id><published>2010-03-05T17:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T17:25:05.978-08:00</updated><title type='text'>Sabarnya Ayub as, sabarnya Sulaiman as, sabarnya Yusuf as, dan sabarnya Musa as</title><content type='html'>Ini bukan untuk membandingkan tingkat kesabaran diantara tiap nabi tersebut, tapi sebuah ilustrasi yang memudahkan kita untuk memahami jenis-jenis kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar ujian kesusahan Nabi Ayub as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Ayub as seorang yang sangat sabar melawan godaan kesusahan yang berniat mematahkan keteguhan imannya? Allah telah mengujinya dengan berbagai penderitaan sakit fisik luar dan dalam yang sangat dahsyat dan menjijikkan, dan itu terjadi hampir sepanjang usianya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabar ujian kesenangan Nabi Sulaiman as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanggupkah kita sesabar Sulaiman as ketika ia melawan godaan kesenangan dunia yang ingin menutup hatinya? Bukankah kesenangan lebih mudah membuat kita melupakan Sang Pencipta Kesenangan ? Sungguh Sulaiman as tetap tegar dalam keimanan, walau Allah mengujinya dengan kerajaan yang besar, pasukan yang besar, kekayaan yang melimpah, istri yang cantik dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar ujian kemaksiatan Nabi Yusuf as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba sahaya mana yang sanggup menolak godaan wanita yang punya kekuasaan dan cantik rupawan, kalau bukan seorang Yusuf as. Dialah yang sanggup mengatakan tidak pada Zulaika ketika Allah mengujinya kesabarannya untuk berbuat maksiat bahkan ketika Allah telah menyediakan sarana yang memudahkannya untuk berbuat maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar ujian ketaatan seorang Nabi Musa as&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesabaran seorang Musa as, yang mengeluarkan energi keberaniannya namun tetap tegar ketika berkali-kali ia mengajak Firaun untuk bertobat. Ujian ketaatan bukan sesuatu yang datang seibarat ujian kesusahan atau kesenangan, tidak pula merupakan pilihan seibarat pilihan berbuat maksiat atau menolak maksiat. Ujian ketaatan adalah ujian yang diciptakan sendiri oleh seorang manusia di jalan Allah akibat keinginannya yang kuat untuk menjalankan perintah dan larangan Allah, atau karena ingin amar makruf nahi munkar atau karena ingin sekedar beribadah secara lebih baik. Sungguh membutuhkan kesabaran yang besar ketika kita sedang berjuang ingin konsisten menjalankan sholat secara khusyuk atau ketika kita ingin memperjuangkan hak-hak umat Islam misalnya. Wallahu ’alam bish shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan tambahan :&lt;br /&gt;Ciri kesabaran :&lt;br /&gt;1. tidak terburu-buru mengambil keputusan&lt;br /&gt;2. tegar dengan tujuan yang ditetapkan&lt;br /&gt;3. tuntas sesuai kemampuan&lt;br /&gt;4. tidak gampang pasrah&lt;br /&gt;5. hati tetap senang ketika diuji&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-5779776802963574421?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/5779776802963574421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sabarnya-ayub-as-sabarnya-sulaiman-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5779776802963574421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5779776802963574421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sabarnya-ayub-as-sabarnya-sulaiman-as.html' title='Sabarnya Ayub as, sabarnya Sulaiman as, sabarnya Yusuf as, dan sabarnya Musa as'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-5539268308541775469</id><published>2010-03-05T17:23:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T17:23:19.497-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Niat Belum Terwujud Sudah Diberi Pahala ?</title><content type='html'>Hati Untuk Menilai Suatu Persoalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah kekuatan bawah sadar manusia untuk memengerti, memahami dan menilai segala persoalan, berdasarkan pedoman nilai-nilai kebaikan fitrah. Bila hati bersih maka manusia mampu secara jernih menggunakan potensi fitrah untuk memahami, mengerti dan menilai sesuatu, bahkan bisa melakukannya secara lebih mudah, lebih cepat dan lebih baik dibanding akal. Rasulullah SAW menjelaskan hal ini dalam salah satu sabdanya, “Ingatlah, dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging, bila ia baik akan baiklah seluruh tubuh itu, bila ia rusak maka akan rusak pula tubuh itu seluruhnya. Segumpal daging itu adalah hati (qalbu).“ (HR Bukhari – Muslim).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hati Sebagai Hakim Yang Memutuskan Persoalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal dan nafsu akan selalu ‘bertarung’ berebut pengaruh terhadap hati. Nafsu ingin mewujudkan segala keinginannya, sedang akal mempertimbangkannya. Hati yang memutuskan mana yang ingin diterimanya sesuai dengan kemampuan hati menangkap kedua kekuatan ini. Hanya hati yang bersih yang bisa memutuskan perkara secara jernih. Godaan setan melalui jalur akal dan jalur nafsu manusia dapat menyebabkan (hati) manusia salah dalam memutuskan suatu persoalan. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits qudsi, dimana Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus) semuanya. Dan sesungguhnya mereka didatangi oleh setan yang menyebabkan mereka tersesat dari agama mereka” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan Yang Sudah Diputuskan Hati Akan Menjadi Suatu Niat (Motivasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat adalah ketetapan hati, keputusan hati untuk memilih suatu rencana tindakan. Niat merupakan suatu keputusan bertindak yang tertanam dalam hati manusia. Ketika niat sudah tertanam kuat maka kegagalan ibarat hanya tindakan yang tertunda. Keputusan hati inilah yang akan membuat manusia bertindak. Sabda Rasulullah SAW : “Iman adalah apa yang terhujam dalam hati, dinyatakan oleh lisan, dan dibuktikan oleh perbuatan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Baik Yang Gagal Terwujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati memutuskan untuk memilih suatu kebaikan (niat baik), sebenarnya manusia sudah berhasil memenangkan suatu ‘pertarungan’ dalam hatinya. Pantaslah kalau Allah SWT sudah memberi ‘piala’ dalam bentuk sebuah pahala untuk suatu niat baik walau belum terwujud dalam bentuk tindakan, seperti sabda Rasulullah SAW : “Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Jika hamba-Ku berniat hendak mengerjakan suatu kebaikan, maka Aku menulisnya satu pahala kebaikan baginya walau ia belum mengerjakannya, dan jika ia mengerjakannya maka Aku menulisnya dengan sepuluh pahala kebaikan yang serupa dengannya” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Buruk Yang Gagal Terwujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati memutuskan untuk memilih suatu keburukan (niat buruk) sungguh Allah SWT Maha Pemaaf sepanjang perbuatan itu belum terwujud, seperti sabda Rasulullah SAW : “Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘ . . . Dan, jika hamba-Ku berniat hendak berbuat satu keburukan maka Aku mengampuninya selagi itu belum terjadi, dan jika dikerjakannya maka Aku menulisnya satu dosa yang serupa dengannya. Dan, jika ia tidak jadi mewujudkan niat buruknya, maka aku menulisnya satu pahala kebaikan baginya sepanjang ia meninggalkannya karena Aku” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika niat buruk tersebut tidak jadi diwujudkan, berarti hati telah berhasil memenangkan kembali ‘pertarungan’ antara nafsu dan akal. Karenanya kemudian Allah SWT menghadiahkan sebuah ‘piala kemenangan’ dalam bentuk pahala, sepanjang kita membatalkannya karena Allah. Namun tidak termasuk dalam kategori ini bila batalnya perwujudan niat buruk tersebut karena alasan selain Allah. Orang yang batal berzina karena mobilnya mogok di jalan berarti telah mengantongi sebuah dosa, sedang orang yang membatalkan zina karena tersadar lalu takut pada Allah justru diberi sebuah pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu bukti keadilan Allah SWT dalam mengarahkan manusia menuju kebaikan. Hanya kita yang sering kurang memiliki kemauan dan ketelitian untuk merenunginya. Wallahu ‘alam bish shawab. [Sumber : H. Muhsinin Fauzi Lc. MM (Pusat Bimbingan &amp; Konsultasi Islam FORMULA HATI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-5539268308541775469?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/5539268308541775469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mengapa-niat-belum-terwujud-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5539268308541775469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5539268308541775469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/mengapa-niat-belum-terwujud-sudah.html' title='Mengapa Niat Belum Terwujud Sudah Diberi Pahala ?'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-5602937590522596905</id><published>2010-03-05T17:20:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T17:20:48.512-08:00</updated><title type='text'>Hati Ibarat Rumah</title><content type='html'>Ada tiga macam rumah, pertama, Rumah Raja, di dalamnya ada simpanannya, harta dan perhiasannya. Kedua, Rumah Kelas Menengah, di dalamnya ada simpanan, harta dan perhiasan yang sedang-sedang saja. Dan ketiga adalah Rumah si Miskin, tidak ada isinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika ada seorang pencuri, rumah mana yang akan dimasukinya? Tidaklah mungkin kalau ia akan masuk ke rumah yang kosong karena rumah kosong tidak ada barang yang bisa dicurinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah dikatakan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu, bahwa ada orang-orang Yahudi mengklaim bahwa di dalam ibadahnya mereka 'tidak pernah terganggu', maka Ibnu Abbas berkata: "Apakah yang bisa dikerjakan oleh syetan dalam rumah yang sudah rusak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencuri juga akan berpikir berkali-kali kalau ingin mencoba mencuri di rumah raja, karena tentunya rumah raja dijaga oleh banyak penjaga dan tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah si Miskin mengibaratkan hati yang kosong dari kebajikan, yaitu hati orang-orang kafir dan munafik, yang sudah dikuasai setan, yang telah menjadikannya sebagai tempat tinggal mereka. Maka adakah rangsangan untuk mencuri dari rumah itu sementara yang ada didalamnya semuanya telah habis ‘dikuasai’ setan ? Inilah yang disebut dengan tipe hati yang dikuasai nafsu Amarah (nafsu yang selalu mengajak pada keburukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang rumah sang Raja mengibaratkan hati yang telah dipenuhi dengan perlindungan Allah Subhanahu wa ta'ala dan keagungan-Nya, penuh dengan kecintaanNya dan senantiasa dalam penjagaan-Nya. Syetan mana yang berani memasuki hati yang kaya ini? Walau demikian syetan adalah makhluk yang selalu nekat menjerumuskan siapapun termasuk hati yang kuat seperti rumah raja sekalipun. Namun kuatnya penjagaan dan pertahanan rumah tipe ini akan membuat berbagai hambatan kokoh yang siap menghadang syetan. Inilah yang disebut dengan tipe hati yang dikuasai nafsu Muthmainnah (nafsu yang selalu mengajak kepada kebaikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah yang kelas menengah mengibaratkan hati yang di dalamnya sudah ada tauhid Allah, sudah mengerti tentang Allah dan mencintaiNya serta beriman kepadaNya. Namun didalamnya masih bersemayam pula syahwat yang kurang terkendali, sifat-sifat buruk, hawa nafsu dan tabiat tidak baik. Hati ini ada diantara dua hal. Kadang hatinya cenderung kepada keimanan, ma'rifah dan kecintaan kepada Allah semata, dan kadang condong kepada panggilan syetan, hawa nafsu dan tabiat tercela. Hati semacam inilah yang diincar oleh syetan karena memiliki potensi yang besar untuk ditaklukkannya. Inilah tipe hati memiliki nafsu yang berada diantara jalan menuju kebaikan dan keburukan (nafsu Lawwamah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syetan hanya bisa mentaklukkan tipe hati yang dikuasai nafsu Lawwamah ini dengan memanfaatkan titik-titik lemah yang ada di hati tersebut. Di dalam hati seperti ini syetan mendapati senjata-senjatanya yang berupa syahwat, syubhat, khayalan-khayalan dan angan-angan dusta yang berada di dalam hati. Saat memasukinya, syetan mendapati senjata-senjata tersebut dan mengambilnya serta menjadikannya jalan untuk menetap di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang hamba mempunyai benteng keimanan yang dapat mengimbangi serangan tersebut, dan kekuatannya melebihi kekuatan penyerangnya, maka ia akan mampu mengalahkan syetan. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata. ”Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Qs. Ali Imran:126)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-5602937590522596905?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/5602937590522596905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/hati-ibarat-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5602937590522596905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/5602937590522596905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/hati-ibarat-rumah.html' title='Hati Ibarat Rumah'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-3384534326513572001</id><published>2010-03-05T17:15:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T17:15:40.466-08:00</updated><title type='text'>Sujud Bikin Cerdas</title><content type='html'>Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbiratul Ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'tidal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacu Kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah?rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi?tingginya. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam?diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perindah Postur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahkan Persalinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot?otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ?organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaiki Kesuburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot?otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awet Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel?sel yang rusak dapat segera tergantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke­kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pen­tingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya. [dari berbagai sumber]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-3384534326513572001?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/3384534326513572001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sujud-bikin-cerdas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3384534326513572001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3384534326513572001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sujud-bikin-cerdas.html' title='Sujud Bikin Cerdas'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-8195145880200046277</id><published>2010-03-05T01:39:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T01:39:31.982-08:00</updated><title type='text'>Iman dan Optimisme</title><content type='html'>Apakah yang Anda rasakan ketika musibah menyambangi kehidupan kita? Yang pasti, rasa derita, sengsara, dan duka lara akan membalut sukma. Hal ini manusiawi. Namun, yang berbahaya apabila ujian dan cobaan Ilahi tersebut melahirkan benalu pesimisme dan mencabut akar optimisme dari relung diri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman selalu optimistis dalam hidup. Nabi Yaqub AS berpesan kepada anak-anaknya, sebagaimana termaktub dalam Alquran, ''... janganlah kalian berputus asa dari kasih Allah, sebab sesungguhnya tidaklah berputus asa dari kasih Allah kecuali kaum yang kafir.'' (QS Yusuf [12]: 87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang beriman yakin bahwa Allah selalu menyertainya. ''Dia (Allah) beserta kamu di mana pun kamu berada, dan Allah Mahateliti akan segala sesuatu yang kamu kerjakan.'' (QS Alhadid [57]: 4). Karena itu, dengan sikap menyandarkan diri (tawakal) kepada Allah SWT, orang yang beriman percaya dia tidak mengarungi ganasnya samudra hidup ini sendirian. Cukuplah Allah SWT baginya, karena Allah SWT adalah sebaik-baik alwakil, tempat bersandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman menghasilkan harapan. Tidak adanya harapan adalah indikator kosongnya ruang jiwa dari iman, tidak percaya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan kepada Allah SWT adalah konsekuensi logis dari kebiasan orang yang beriman berpikir positif kepada Allah SWT. Harus diakui, setiap kita dirundung malang, ada dua pilihan: Berpikir positif (husnudzan) atau berpikir negatif (su'udzan) kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, yang sering terbit dalam fajar hati saat kita tertimpa penderitaan adalah pikiran negatif kepada Allah SWT. Kita kadang kehilangan perspektif kasih Allah SWT dan hikmah di balik kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dalam hadis qudsi yang sangat populer disebutkan, ''Ana 'inda zhanni 'abdi bi (Aku [Allah] sesuai dengan perkiraan hamba-Ku tentang-Ku).'' Pandangan negatif dan pesimistis kepada Allah SWT adalah pangkal putus harapan kepada-Nya. Sebaliknya, pikiran positif dan optimistis kepada Allah SWT adalah akar tumbuhnya harapan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan optimisme yang lahir dari keimanan kepada Allah SWT, kita dapat mulai bangkit untuk meneliti asal-muasal, penyebab segala bencana yang menerpa, sekaligus mencari solusi pencegahannya. Karena itu, ruh kehidupan orang yang beriman adalah iman kepada kepada Allah SWT. Iman itulah yang memompakan optimisme dalam menghadapi segenap tantangan hidup. Hidup tanpa iman laksana tubuh tanpa jiwa. Wallahu a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-8195145880200046277?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/8195145880200046277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/iman-dan-optimisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8195145880200046277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8195145880200046277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/iman-dan-optimisme.html' title='Iman dan Optimisme'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-8459976369195466410</id><published>2010-03-05T01:07:00.003-08:00</published><updated>2010-03-05T01:07:47.523-08:00</updated><title type='text'>Lima Wasiat Abu Bakar</title><content type='html'>Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata, ''Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.''&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ''Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.'' (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa takwa. Dengan takwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha (tobat yang sungguh-sungguh). Rasulullah bersabda, ''Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.'' (HR Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati) sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muthaffifin (83) ayat 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ''Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.'' Para sahabat bertanya, ''Wahai Rasulallah, apa wujud keikhlasannya?'' Beliau menjawab, ''Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus memperbanyak amal shaleh. QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan, orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga 'Adn. Mereka kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yaqin adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati (eskatologis). Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat). Demikian lima wasiat Abu Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima pelita itu, sehingga menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke kebahagiaan abadi di surga. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-8459976369195466410?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/8459976369195466410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/lima-wasiat-abu-bakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8459976369195466410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/8459976369195466410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/lima-wasiat-abu-bakar.html' title='Lima Wasiat Abu Bakar'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-4577439458876175804</id><published>2010-03-05T01:07:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T01:07:08.886-08:00</updated><title type='text'>Sedekahnya Orang Miskin</title><content type='html'>''Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.''(QS al-Baqarah [2]:148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ayat di atas, beberapa orang sahabat, dari kalangan Muhajirin yang miskin, mengadu kepada Rsulullah bahwa mereka iri dengan keadaan para sahabat yang lain. Karena berkecukupan, maka mereka akan gampang untuk berbuat kebaikan. Sementara mereka, karena kepapaannya, hanya bisa memberikan sedikit, atau malah tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikiran mereka, sahabat-sahabat lain bisa mendapat pahala yang lebih besar, karena mereka bisa bersedekah dengan hartanya. Terlebih sahabat-sahabat yang kaya pun sama giatnya dalam mengerjakan ibadah yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pengaduan tersebut lalu Rasulullah bersabda, ''Bukankah Allah telah menjadikan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir kalian sebagai sedekah? Begitupun dengan memerintah kepada yang makruf dan melarang perbuatan mungkar merupakan bagian dari sedekah.'' (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain Rasulullah menjelaskan bahwa menebar senyuman kepada orang lain dan membuang duri dari jalan yang biasa dilewati banyak orang merupakan bagian dari sedekah. Begitupun dengan tutur kata yang baik juga merupakan sedekah. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hikmah yang bisa ditarik dari kisah di atas. Pertama, sungguh mulia kepribadian para sahabat, karena mereka iri pada tempatnya. Mereka iri bukan karena kenikmatan duniawi, akan tetapi mereka merasa takut kalau tidak bisa berlomba mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Begitupun dengan kemulian ajaran Islam, tidak mengukur kebaikan seseorang dari tahta, derajat, dan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Islam memberikan kemudahan dan taklif sesuai kadar dan kemampuan seseorang. Sebagaimana firman-Nya, ''Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.'' (QS al-Baqarah [2]:286).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekah yang pada mulanya merupakan perintah untuk mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki, namun dengan kemudahan ajaran Islam, Rasulullah memberi alternatif mengenai arti sedekah. Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadu Sholihin, menempatkan amar ma`ruf dan nahi munkar merupakan sedekah yang paling utama. Selaras dengan firman Allah SWT, ''Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.'' (QS ali-Imran [3]: 110). Wallahu a`lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-4577439458876175804?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/4577439458876175804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sedekahnya-orang-miskin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4577439458876175804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4577439458876175804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/sedekahnya-orang-miskin.html' title='Sedekahnya Orang Miskin'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-1812596576872875552</id><published>2010-03-05T01:06:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T01:06:24.681-08:00</updated><title type='text'>Golongan Merugi</title><content type='html'>Kecenderungan manusia untuk melupakan hakikat kehidupan semakin menggejala di zaman teknologi ini. Globalisasi telah menghancurkan tembok-tembok keimanan kecuali mereka yang ditakdirkan selamat. (Maryam Jameelah).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alquran banyak memberikan kepada kita orang-orang yang khasirin, yakni orang-orang yang hidupnya merugi di dunia dan di akhirat. Merugi karena tidak mau beriman kepada ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka membaca Alquran tetapi mereka tidak tahu apa yang dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dalam surah Alashr, Allah menyebut semua manusia dalam keadaan merugi, kecuali empat golongan. Mereka adalah yang beriman, orang-orang yang mengerjakan amal shaleh, yang sering memberi tausiah kepada sesamanya agar menaati kebenaran, dan orang yang nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, ini berarti orang yang tidak beriman, kafir, munafik, fasik, syirik, semuanya merugi. Begitu juga orang yang mengerjakan amal sayyiah (buruk) semacam kezaliman, kekikiran, kejahilan, dan keingkaran kepada kebenaran juga merugi. Hal sama juga berlaku bagi orang yang membiarkan orang lain terpuruk dalam kesesatan dan orang-orang yang menyuruh orang lain gegabah (tidak sabar) dan tergesa-gesa dalam mengambil sikap. Menyikapi ayat Alashr di atas, Imam Syafi'i berkata, ''Seandainya manusia memahami ayat ini cukuplah agama ini baginya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa maksudnya? Surat ini merupakan intisari bahwa hidup adalah kumpulan waktu. Yang tak mampu menggunakan kumpulan waktu dialah yang dijamin bakal merugi, orang yang sudah mati. Selajutnya dalam surah Annahl ayat 107-109 Allah juga menyebut beberapa golongan yang merugi karena kelalaiannya. Mereka adalah orang yang mencintai dunia lebih dari akhirat. Akhirat disepelekan, dunia dinomorsatukan. Bagi mereka, Allah membutakan mata hatinya, penglihatan dan pendengarannya telah dikunci mati oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak ayat-ayat lain yang bertebaran di berbagai surah tentang golongan yang merugi ini. Dan bagi mereka, di akhirat nanti akan mendapat azab yang pedih. Masihkah kita bersibuk dengan urusan dunia kita dan melupakan akhirat? Masihkah kita menomorsatukan diri dan menafikan orang lain? Apakah kita termasuk golongan ini? Tentu dengan melihat kriteria yang ditetapkan Allah, kita bisa menilai diri kita sendiri. Selagi ada kemauan, belum terlambat untuk berubah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-1812596576872875552?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/1812596576872875552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/golongan-merugi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1812596576872875552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/1812596576872875552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/golongan-merugi.html' title='Golongan Merugi'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-4293391355186965460</id><published>2010-03-05T01:05:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T01:05:26.938-08:00</updated><title type='text'>Bahaya Riya'</title><content type='html'>Suatu hari Rasuallah SAW bersabda kepada para sahabat, ''Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik paling kecil.'' Maka beliau ditanya oleh sahabat tentang itu. Beliau berkata, ''Syirik kecil itu adalah riya'.'' (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Riya berasal dari akar kata raa-a yuraa-i yang maknanya adalah melakukan suatu amalan tidak untuk mencari keridhaan Allah, melainkan mencari popularitas ataupun pujian dari orang lain. Riya' bukanlah suatu penyakit zhahir yang dapat terdeteksi oleh dokter, melainkan suatu penyakit hati yang amat samar dan tak kasat mata. Namun, dampak penyakit riya' lebih berbahaya daripada penyakit yang kasat oleh mata, bahkan syirik kecil ini dapat menjadi syirik besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riya' merupakan akhlak yang tercela dan termsuk sifat orang-orang munafik. Allah SWT berfirman, ''.. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya' (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.'' (QS An-Nisaa' [4]: 142).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Al-Ghozali, orang yang memiliki penyakit riya' dapat dideteksi dengan tanda-tanda sebagai berikut, malas beramal bila dia sendirian dan sungguh-sungguh bila ada di tengah-tengah orang. Dia akan menambah amalannya bila dipuji, dan akan melanggar larangan bila sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran, Allah berkali-kali mengingatkan kita untuk tidak riya'. ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.'' (QS Al Baqarah [2]: 264).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk mencegah riya'. Pertama, memurnikan niat beribadah hanya karena Allah SWT. Kedua, meyakini dengan sebenarnya bahwa diri ini hanyalah seorang hamba. Seorang hamba tidak berhak meminta kompensasi dalam pengabdian kepada Tuhannya, apalagi mengharap pujian dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, memperbanyak ibadah secara sembunyi-sembunyi. Yaitu apabila ada kekhawatiran jika amal yang dilakukan akan diketahui orang lain dan dapat mengarah kepada riya'. Terakhir, banyak memohon kepada Allah agar terhindar dari penyakit riya'. Semoga kita terbebas dari syirik kecil itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-4293391355186965460?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/4293391355186965460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/bahaya-riya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4293391355186965460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/4293391355186965460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/bahaya-riya.html' title='Bahaya Riya&apos;'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-141287222792158126</id><published>2010-03-05T00:43:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T00:43:45.670-08:00</updated><title type='text'>HASAD</title><content type='html'>Hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya. Hasad ialah keinginan atau harapan agar nikmat yang diperoleh seseorang lenyap, baik nikmat itu dalam hal agama atau pun keduniaan. Hasad selain membahayakan hati juga berbahaya bagi badan, dan merusak agama seseorang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Karena besarnya urusan hasad ini maka Allah subhanahu wata’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan perhatian secara khusus dan melarang dengan sangat tegas dari perbuatan itu. Hasad, selain membuat sakit diri sendiri juga membuat sakit orang lain, dan itu hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman, tentang orang yang menyakiti orang mukmin, artinya,&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. al-Ahzab: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala juga berfirman mencela orang-orang yang berbuat hasad, artinya,&lt;br /&gt;"Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya." (QS. An-Nisaa: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala secara khusus memerintah kan kita agar berlindung dari orang hasad sebagaiman dalam firman-Nya, artinya, “Dan (aku berlindung) dari kejahatan orang dengki apabila ia dengki.” (QS. al-Falaq:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah ber sabda memperingatkan umatnya dari hasad, "Hati-hatilah kalian semua dari hasad (dengki) karena sesungguhnya hasad itu akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar, atau beliau bersabda, "(memakan) rerumputan." (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan beliau menyifati orang hasad sebagai musuh nikmat Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana di dalam sabdanya, "Sesungguhnya nikmat-nikmat Allah itu mempunyai musuh." Kemudian ditanya kan, "Siapakan musuh-musuhnya itu?" Beliau menjawab, "Yaitu orang-orang yang hasad (dengki) terhadap sesama manusia karena Allah telah memberikan keutamaan (nikmat) kepada mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu beliau memerintahkan kita agar tidak saling hasad antara satu dengan yang lain, "La tahasaduu" (janganlah kalian saling dengki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Hasad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasad ialah suatu kondisi seseorang di mana dia merasa sangat tidak suka terhadap kebaikan-kebaikan yang diperoleh orang lain dan berharap agar nikmat tersebut lenyap, lebih parah lagi kalau dia berharap agar nikmat tersebut berpindah tangan kepadanya. Jika ada orang lain memperoleh nikmat, maka kita akan mendapati dua kondisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Benci atas nikmat tersebut dan suka kalau ia lepas atau lenyap, inilah yang disebut dengan hasad. Jadi batasan hasad adalah benci atas nikmat orang dan senang jika ia lenyap dari pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak membenci nikmat tersebut dan tidak suka kalau ia lenyap, namun menginginkan agar mendapatkan hal yang serupa dengan itu. Ini namanya ghibthah, atau munafasah (kompetisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama hukumnya haram dalam seluruh kondisi kecuali jika nikmat tersebut didapat oleh orang fajir atau kafir dan digunakan untuk hal yang mendatangkan fitnah, merusak pertalian, menyakiti sesama, maka tidak apa-apa jika kita mengharapkan hilangnya kenikmatan tersebut, semata-mata karena ia sebagai sarana atau alat kerusakan bukan keberadaannya sebagai nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang ke dua maka harus dilihat tujuannya, kalau dengan niat hanya untuk kesenangan semata bukan membawa manfaat bahkan mendatang kan kerusakan, maka itu haram. Jika niatnya agar dapat memberikan manfaat dan maslahat maka hukumnya boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya adalah Hadits riwayat Abu Kabsyah al-Anmari, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan umat ini adalah seperti empat kelompok;(Yaitu) pertama; orang yang diberi ilmu dan diberi harta, maka dia membelanjakan harta tersebut dengan ilmunya, ke dua; orang yang diberi ilmu tapi tidak diberi harta dan dia berkata, Andaikan aku diberi harta sebagaimana si Fulan, maka aku akan menggunakannya sebagaimana ia menggunakan hartanya. Maka kedua orang ini sama dalam memperoleh pahala. Ke tiga, orang yang diberi harta tapi tidak diberi ilmu, maka ia membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan kepada Allah. Ke empat, orang yang tidak diberi harta dan juga tidak diberi ilmu, lalu ia berkata, "Andaikan aku diberikan harta sepeti Fulan maka akan kugunakan sebagaimana ia menggunakan nya (dalam maksiat), maka kedua orang ini sama dalam mendapatkan dosa." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini yang dicela adalah keinginan (niat) yang tidak baik terhadap harta, bukan segi ingin mendapatkan kenik matannya. Adapun dalam hal agama maka kita justru diperintahkan untuk iri, bahkan hukumnya wajib. Seperti iri kepada orang yang rajin shalat, berzakat dan infaq, berpuasa, iri kepada orang yang diberikan ilmu dan semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-Sebab Hasad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara yang menyebabkan munculnya kedengkian adalah: 1). Permusuhan dan Kebencian. 2). Sombong dan Ujub. 3). Cinta Jabatan dan Gila Hormat. 4). Jiwa Yang Buruk dan Bakhil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Negatif Sifat Hasad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sakit hati sehingga mengharapkan agar nikmat yang diperoleh seseorang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merasa senang jika orang tersebut tertimpa musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjauhi, memusuhi dan memutus hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meremehkan dan menjatuhkan.&lt;br /&gt;Akar permasalahan dari adanya permusuhan (yang berakibat saling menjatuhkan) adalah karena ada satu hal atau satu tujuan yang diperebutkan oleh banyak orang yang berkepentingan. Makanya hasad biasanya terjadi antar orang yang seprofesi atau sejawat, misalnya antara karyawan dengan karyawan, antara ‘abid (ahli ibadah) dengan ‘abid, antara siswa dengan siswa, antara pedagang dengan pedagang, antara ustadz dengan ustadz dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara seluruh permasalahan di atas adalah cinta dunia, dunia itu sempit dan sangat terbatas sehingga kalau orang berebut akan semakin terasa sempit. Oleh karena itu cintailah akhirat karena akhirat itu luas dan persaingan urusan akhirat itu tidak akan mendatangkan kedengkian atau kebencian selamanya. Subhanallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membicarakan tentangnya dengan sesuatu yang tidak halal, berdusta atau ghibah dan menyebarkan aibnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memperolok dan merendahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menahan apa yang menjadi haknya, seperti pengembalian hutang, silatur rahim, membelanya saat dizhalimi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Orang Dengki&lt;br /&gt;Orang yang dengki akan memper oleh akibat-akibat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesedihan yang berkepanjangan. 2. Musibah yang tak pernah mendatangkan pahala.&lt;br /&gt;3. Celaan yang tidak mendatang kan pujian. 4. Dimurkai oleh Allah subhanahu wata’ala. 5. Ditutupnya pintu taufik, kita berlindung kepada Allah subhanahu wata’ala dari ini semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Terhadap Orang Yang Berbuat Jahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum jika ada orang berbuat jahat, maka sikap kita adalah: 1. Menahan emosi, ini minimalnya. 2. Memberi maaf, ini tingkatan ke dua 3. Berbuat ihsan, ini merupakan tingkatan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus terhadap orang yang hasad, maka kiat untuk menghadapinya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kembali kepada Allah subhanahu wata’ala, bertaubat dari dosa karena bisa jadi ujian tersebut akibat dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tawakkal kepada Allah subhanahu wata’ala, tawakkal merupakan sebab paling kuat untuk menolak segala sesuatu yang tidak mampu dilakukan seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Isti'adzah kepada Allah subhanahu wata’ala (meminta perlindungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berdoa dan mengadu kepada Allah subhanahu wata’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berbuat adil dan jangan membalas keburukannya dengan keburukan semisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berbuat ihsan kepadanya, misalnya dengan memberikan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mempergauli dengan baik tanpa harus mengikuti keburukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubat dari Sifat dengki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa langkah agar kita terhindar dari sifat dengki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhlaskan hati (memurnikan tujuan hanya karena Allah subhanahu wata’ala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ridha terhadap segala ketetapan Allah subhanahu wata’ala dan memenuhi hati dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membaca al-Qur'an dan mentadabburi isi kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengingat hisab dan adzab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berdoa agar terhindar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Shadaqah, karena shadaqah dapat memadamkan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ingat bahwa dia adalah saudara Islam, sehingga tak layak untuk dibenci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menyebarkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: “Rasail at-Taubah Minal Hasad” Abdul Malik al-Qasim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-141287222792158126?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/141287222792158126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/hasad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/141287222792158126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/141287222792158126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/hasad.html' title='HASAD'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-3222790439005658914</id><published>2010-03-05T00:36:00.000-08:00</published><updated>2010-03-05T00:36:12.018-08:00</updated><title type='text'>Menangis Karena Takut Pada Allah</title><content type='html'>Menangis adalah karunia Allah Subhannahu wa Ta'ala yang sangat besar yang diberikan kepada manusia. Setiap orang yang menangis tentu memiliki alasan-alasan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Bisa jadi seseorang menangis karena takut pada sesuatu, karena bahagia, karena terharu, bisa jadi juga seseorang menangis karena iba, karena menderita, karena kehilangan sesuatu, kematian, musibah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu tangisan yang sangat disenangi dan dipuji oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala , yaitu seseorang yang mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala lalu air matanya bercucuran karena merasa takut kepada-Nya. Dan sungguh luar biasa keutamaan yang akan diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada orang yang bisa mencucurkan air mata karena takut pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis karena takut kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala memiliki kedudukkan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah, sebagaimana ditegaskan dalam nash-nash Al-Qur'an maupun Hadits-hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , "Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan kekhusyuan mereka bertambah". (QS. 17:109)&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Firman-Nya yang lain, "Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabbnya Yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar" (QS. 67:12)&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah; …(dan disebutkan diantaranya) seseorang yang berzikir (ingat) kepada Allah dalam kesendiriannya kemudian air matanya mengalir" ( HR. al-Bukhari, Muslim dan lain-lainya )&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Rasulullah bersabda, "Tidak akan masuk ke dalam api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu ibu (yang sudah diminum oleh anaknya) kembali ke tempat asalnya" ( HR.at-Tirmidzi )&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang mengingat Allah kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi niscaya dia tidak akan diazab pada hari kiamat kelak" (HR. Al-Hakim dan dia berkata sanadnya shahih)&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Semua mata pada hari Kiamat nanti akan menangis kecuali (ada beberapa mata yang tidak menangis) (pertama) mata yang dijaga dari hal-hal yang diharamkan Allah, (ke dua) mata yang digunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah, (ke tiga) mata yang darinya keluar sesuatu (menangis) walau (air mata yang keluar) hanya sekecil kepala seekor lalat karena takut pada Allah" ( HR.Ashbahâni )&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Setiap mukmin yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah walau hanya sekecil kepala seekor lalat, lalu air matanya itu membasahi pipinya niscaya Allah haramkan neraka untuk menyentuhnya" (HR.Ibnu Majah, al-Baihaqi dan Ashbahâni )&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Dari al-Abbâs Bin Abdul Muthallib Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,      "Dua jenis mata yang tidak tersentuh api neraka, (pertama) mata yang menangis (ditengah kesendirian) dimalam hari karena takut pada Allah Subhannahu wa Ta'ala , dan (kedua) mata yang digunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah." (HR. At-Thabrani)&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;* Dari Zaid Bin Arqom Radhiallaahu anhu , dia berkata, "Seseorang bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Ya Rasulullah dengan apa aku membentengi diri dari api neraka? Rasulullah menjawab, “Dengan air matamu, karena mata yang menangis karena takut pada Allah niscaya neraka tidak akan menyentuhnya selama-lamanya" ( HR. Ibnu Abi Dunya dan Ashbahâny ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat-kiat yang Mengantarkan Kita untuk Bisa Menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memperbanyak membaca al-Qur'an dengan memahami maknanya, terutama ayat-ayat yang kita baca di dalam shalat, kemudian berusaha untuk merenungi dan meresapi maknanya ke dalam hati. Di samping itu pilih waktu, suasana dan tempat yang tepat, seperti tengah malam, ketika shalat tahajjud dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini bisa kita perhatikan, insya Allah akan membawa pengaruh yang berarti dalam kehidupan kita, sehingga kita akan mudah tersentuh dan menangis ketika membaca al-Qur'an, atau ketika sedang shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Syukhair Radhiallaahu anhu dia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang sedang shalat, dan (aku mendengar) dari rongga dadanya ada gemuruh seperti gemuruh air mendidih dari periuk yang ada di atas tungku berapi, (disebabkan) karena tangisan beliau" (HR.Abu Daud dan at-Tirmidzi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Abu Bakar As-Shiddîq Radhiallaahu anhu, beliau sangat mudah tersentuh dengan bacaan Al-Qur'an dan selalu menangis tatkala melantunkan bacaan al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Umar bin Khattab Radhiallaahu anhu apabila menjadi imam shalat Isya dan Subuh, beliau sering membaca surat Yusuf, dan setiap kali membaca surat ini maka beliau menangis dan suara tangisannya terdengar hingga shaf yang paling belakang, dan karena seringnya beliau menangis sehingga ada bekas menghitam di kedua pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengenali Nama-Nama Allah yang Maha Tinggi dan Sifat-Sifat-Nya yang Agung sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Juga berusaha untuk merenungi kebesaran, keagungan, ketinggian dan kesempurnaan Allah melalui keindahan dan keunikan ciptaanNya, disertai dengan introspeksi atas kelemahan diri kita sebagai hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menghadiri majlis-majlis ilmu, mendengarkan nasehat-nasehat para ulama yang bisa menyentuh batin kita, sehingga membuat kita menangis. Shalatlah berjamaah di belakang imam yang mudah menangis ketika melantunkan ayat-ayat suci al-Qur'an, simaklah kaset-kaset ceramah yang berisi nasehat-nasehat terutama mengenai tazkiyatun nafs, bacaan-bacaan murattal yang isinya penuh dengan kekhusyu'an dan tangisan. Suasana seperti itu bisa menyentuh dan mempengaruhi diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengingat kematian kita. Bagaimana kita akan meregang nyawa mengadapi sakaratul maut dan kita ingatlah ajal kita yang semakin dekat ke ambang pintu kematian. Perhatikan bagaimana keadaan orang-orang yang sedang sakaratul maut, baik yang tampak padanya tanda-tanda khusnul khatimah ataupun sû`ul khatimah. Lalu renungkan kejadian-kejadian itu secara mendalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita bayangkan jika kejadian-kejadian yang mengerikan itu menimpa diri kita sendiri, dengan tubuh yang semakin lemah, semakin dingin dan semakin tidak berdaya menghadapi kematian, dengan nafas yang tersengal-sengal meregang nyawa yang mau keluar. Tubuh kita menggigil menahan sakitnya sakaratul maut, lalu malaikat maut menarik nyawa dari tubuh kita yang sudah kaku tak bergerak. Hanya diri kita sendiri yang merasakan sakitnya sakaratul maut. Tak seorang pun bisa membantu untuk meringankan betapa sakitnya sakaratul maut, dan tak seorangpun bisa berbuat tatkala nyawa kita dipegang oleh Malaikat Maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nyawa kita berpisah dengan jasad, berarti kita sudah meninggalkan dunia yang fana ini untuk selama-lamanya, maka orang-orang yang ada di sekeliling kita menangis sambil meneteskan air mata menyaksikan tubuh kita yang sudah tidak bernyawa. Lalu tubuh kita dimandikan, dikafani, lalu dishalatkan dan dikuburkan. Anak, istri, keluarga, kerabat dan teman kita mengantarkan jasad kita ke kuburan. Lalu setelah itu mereka meninggalkan kita sendirian di dalam kubur dengan pemandangan yang mengerikan, dan kita tidak tahu apakah kuburan kita itu menjadi taman surga atau justru lorong menuju ke neraka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah pekatnya kegelapan alam kubur yang menakutkan itu, tiada seorang pun yang menemani kita. Tiada seorang pun yang bisa menolong kita. Tiada seorang pun yang bisa memberi bantuan pada kita selain amalan yang merupakan bekal yang telah kita persiapkan semasa hidup. Kita hanya berharap agar semua amal ibadah yang sempat kita lakukan semasa hidup di dunia diterima Allah, karena sangat banyak amalan manusia yang tidak mendapat ridha Allah Subhannahu wa Ta'ala . Banyaknya amalan ibadah yang dilakukan oleh seseorang belum menjadi jaminan untuk terbebasnya dia dari azab kubur kecuali apabila Allah berkenan menerimannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengingat dan membayang kan kedahsyatan hari Kiamat. Pada hari itu terdengar tiupan pertama terompet malikat Israfil yang sangat dahsyat, sehingga menggelegarkan alam jagat raya ini dan seluruh isinya. Semua makhluk dicekam ketakutan. Semua manusia dalam kebingungan, panik, dan sangat takut. Mereka semua seperti orang yang sedang mabuk. Semua lari tapi entah ke mana tujuannya. Pada hari itu seorang ibu yang sedang menyusui anaknya tidak peduli lagi dengan anak yang sedang dia susui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bapak tidak bisa berbuat apa pun untuk menolong anak dan istrinya. Semua hanya mengurusi diri sendiri tapi tidak ada yang bisa diperbuat. Semuanya dicekam ketakutan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Lalu terdengar lagi suara tiupan terompet malikat Israfil untuk yang ke dua kali. Semua makhluk semakin histeris lalu semuanya musnah. Bumi, gunung, bangunan dan apa saja yang ada semuanya hancur. Semuanya mati dan tiada satupun makluk yang selamat dan lolos dari kehancuran alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengingat Murka Allah kepada umat-umat terdahulu, seperti umat nabi Luth alaihissalam. Mereka dibinasakan dengan hujan batu, lalu bumi mereka dibalikkan oleh Allah Ta'alakarena mereka bergelimang dengan dosa liwath (gay/ homoseksual). Dan masih banyak lagi umat-umat terdahulu yang dihancurkan Allah Ta'ala karena kedurhakaan mereka kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ingatlah Kondisi Ummat Islam di masa lalu yang penuh dengan kejayaan dan kemuliaan, lalu bandingkan dengan kondisi kita saat ini yang begitu lemah dan dihinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memperbanyak Do'a agar Allah Ta'alamenganugerahkan karunia-Nya kepada kita agar bisa menangis karena takut padaNya. Hendaklah kita selalu bermunajat pada-Nya dan sungguh-sungguh dalam berdo'a agar kita dijauhkan dari hati yang tidak khusyu' dan mata yang tidak bisa menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jangan Meremehkan Dosa, karena dosa sekecil apa pun akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Ibnu Mas'ud ra berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seakan-akan dia berada di bawah sebuah gunung dan dia khawatir kalau gunung itu ditimpakan kepadanya. Sedangkan seorang fasik melihat dosa-dosanya seperti dia melihat seekor lalat yang bertengger di hidungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk hambaNya yang senantiasa menangis karena takut padaNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-3222790439005658914?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/3222790439005658914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/menangis-karena-takut-pada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3222790439005658914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3222790439005658914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/menangis-karena-takut-pada-allah.html' title='Menangis Karena Takut Pada Allah'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-3992717302479239812</id><published>2010-03-01T02:50:00.001-08:00</published><updated>2010-03-01T02:50:31.710-08:00</updated><title type='text'>Jauhi Sifat Angkuh dan Sombong</title><content type='html'>Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah subhanahu wata’ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk sujud hormat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Allah subhanahu wata’ala telah menenggelamkan Qorun beserta seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala juga telah menenggelamkan Fir'aun dan bala tentaranya di lautan karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya, dan karena kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dengan keangkuhannya dia menyatakan dirinya adalah tuhan yang harus disembah dan diagungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran kaum Nabi Luth alaihis salam juga karena kesombongan mereka dengan menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Luth alaihis salam agar mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu melakukan penyimpangan seksual, yakni lebih memilih pasangan hidup mereka sesama jenis (homosek), sehingga tanpa disangka-sangka pada suatu pagi, Allah subhanahu wata’ala membalikkan bumi yang mereka tempati dan tiada satu pun di antara mereka yang bisa menyelamatkan diri dari adzab Allah yang datangnya tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak kisah lain yang bisa menyadarkan manusia dari kesombongan dan keangkuhan, kalaulah mereka mau mempergunakan hati nurani dan akalnya secara sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia adalah makhluk yang lemah, maka pantaskah makhluk yang lemah itu bermega-megahan dan sombong di hadapan penguasa langit dan bumi? Namun fenomena dan realita yang ada masih banyak manusia itu yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah menjelaskan tentang bahayanya sifat kesombongan dan keangkuhan, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah Bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,&lt;br /&gt;"Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: "(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus", Beliau bersabda: "Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang lain" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi rahimahullah berkomentar tentang hadits ini, "Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka dan menolak kebenaran". (Syarah Shahih Muslim 2/269).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, "Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan, dia juga sombong menerima kebenaran dari orang lain". (Jami'ul Ulum Wal Hikam 2/275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raghib Al-Asfahani rahimahullah berkata, "Sombong adalah keadaan/kondisi seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri, memandang dirinya lebih utama dari orang lain, kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada Rabbnya dengan cara menolak kebenaran (dari-Nya) dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan maupun dalam mentauhidkan-Nya.” (Umdatul Qari` 22/140).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nash-nash Ilahiyyah banyak sekali mencela orang yang sombong dan angkuh, baik yang terdapat dalam Al-Qur`an maupun dalam As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang Yang Sombong Telah Mengabaikan Perintah Allah subhanahu wata’ala.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh)." (QS. 31:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, menjelaskan makna firman Allah subhanahu wata’ala: “(Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia) dia berkata: "Janganlah kamu sombong dan merendahkan manusia, hingga kamu memalingkan wajahmu ketika mereka berbicara kepadamu." (Tafsir At-Thobari 21/74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan Firman Allah subhanahu wata’ala, “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh”, maksudnya janganlah kamu menjadi orang yang sombong, keras kepala, berbuat semena-mena, janganlah kamu lakukan semua itu yang menyebabkan Allah murka kepadamu". (Tafsir Ibnu Katsir 3/417).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang Yang Sombong Menjadi Penghuni Neraka.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata’ala berfirman, "Katakanlah kepada mereka: Masuklah kalian ke pintu-pintu neraka jahannam dan kekal di dalamnya, maka itulah sejelek-jelek tempat kembali." (QS. Az-Zumar: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni surga? Para shahabat menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: "(Penghuni surga adalah) orang-orang yang lemah lagi direndahkan oleh orang lain, kalau dia bersumpah (berdo'a) kepada Allah niscaya Allah kabulkan do'anya, Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni neraka? Para shahabat menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: "(Penghuni neraka adalah) orang-orang yang keras kepala, berbuat semena-mena (kasar), lagi sombong". (HR. Bukhori &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang Yang Sombong Pintu Hatinya Terkunci &amp; Tertutup.&lt;br /&gt;Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata’ala, "Demikianah Allah mengunci mati pintu hati orang yang sombong dan sewenang-wenang" (QS. Ghafir 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, "Sebagaimana Allah mengunci mati hati orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah maka demikian juga halnya Allah juga mengunci mati hati orang yang sombong lagi berbuat semena-mena, yang demikian itu karena hati merupakan sumber pangkal kesombongan, sedangkan anggota tubuh hanya tunduk dan patuh mengikuti hati". (Fathul Qodir 4/492).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesombongan Membawa Kepada Kehinaan Di Dunia &amp; Di Akhirat&lt;br /&gt;Orang yang sombong akan mendapatkan kehinaan di dunia ini berupa kejahilan, sebagai balasan dari perbuatannya, perhatikanlah firman Allah subhanahu wata’ala, artinya:&lt;br /&gt;"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di dunia ini tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaanku". (QS. Al-'Araf: 146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Maksudnya) yaitu Aku (Allah) halangi mereka memahami hujah-hujjah dan dalil-dalil yang menunjukkan tentang keagungan-Ku, syari'at-Ku, hukum-hukum-Ku pada hati orang-orang yang sombong untuk ta'at kepada kepada-Ku dan sombong kepada manusia tanpa alasan yang benar, sebagaimana mereka sombong tanpa alasan yang benar, maka Allah hinakan mereka dengan kebodohan (kejahilan). (Tafsir Ibnu Katsir 2/228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan adalah sumber segala malapetaka, sehingga Allah sangat mencela orang-orang yang jahil dan orang-orang yang betah dengan kejahilannya, Allah subhanahu wata’ala berfirman, "Sesungguhnya makhluk yang paling jelek (paling hina) di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apapun (jahil).” (QS. Al-Anfal:22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya Allah subhanahu wata’ala menghinakan orang-orang yang tidak mau mendengar-kan kebenaran dan tidak mau menutur-kan yang haq, sehingga orang tersebut tidak memahami ayat-ayat-Nya yang pada akhirnya menyebabkan dia menjadi seorang yang jahil dan tidak mengerti apa-apa, dan kejahilan itulah bentuk kehinaan bagi orang-orang yang sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan memperkecil postur tubuh mereka sekecil semut dan hinaan datang kepada dari segala penjuru tempat, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;"Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam yang di sebut Bulas, di bagian atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran penghuni neraka". (HR. Tirmizi &amp; Ahmad, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan merenungi nash-nash Ilahiyyah di atas, karunia Allah subhanahu wata’ala beserta kita dan bisa menjauhkan kita dari sifat angkuh dan sombong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-3992717302479239812?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/3992717302479239812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/jauhi-sifat-angkuh-dan-sombong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3992717302479239812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/3992717302479239812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/jauhi-sifat-angkuh-dan-sombong.html' title='Jauhi Sifat Angkuh dan Sombong'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-855306601118353007</id><published>2010-03-01T02:46:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T02:46:13.249-08:00</updated><title type='text'>Bekal Mati Semasa Hidup</title><content type='html'>Dalam kitab Zahri Riyadl, dikisahkan bahwa Nabi Ya'qub telah bersahabat dengan malaikat maut. Suatu ketika Malaikat maut datang menjumpainya. Nabi Ya'qub bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Malaikat Maut, engkau datang sekadar untuk mengunjungi aku atau hendak mencabut nyawaku?"&lt;br /&gt;"Aku datang sekadar berkunjung."&lt;br /&gt;Ya'qub menimpali, "Jika demikian, aku punya hajat kepadamu."&lt;br /&gt;"Apa hajatmu?"&lt;br /&gt;"Aku minta agar engkau memberitahu aku jika telah dekat ajalku dan engkau mau mencabut nyawaku."&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Maut menyanggupi, "Ya, akan aku kirimkan dua utusan atau bahkan tiga."&lt;br /&gt;Selang beberapa lama setelah pertemuan ini Malaikat Maut datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa Ya'qub bertanya, "Engkau datang sekadar berkunjung atau hendak mencabut nyawaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Maut menjawab, "Aku datang kali ini untuk mencabut nyawamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah engkau telah berjanji mengirimkankan dua atau tiga utusan untuk memberitahuku sebelum ajalku dekat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku telah melakukannya," jawab Malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Utusan pertama adalah rambut putih yang sebelumnya hitam. Utusan kedua adalah kelemahan tubuhmu yang sebelumnya kuat. Utusan ketiga adalah kebongkokan tubuhmu yang sebelumnya tegak. Semua itu adalah utusanku pada anak Adam sebelum mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Aisyah, istri Rasulullah pernah bercerita, "Aku sedang duduk bersila di rumah, tiba-tiba Rasulullah saw masuk sambil mengucapkan salam. Aku bermaksud berdiri untuk menghormat dan memuliakan beliau sebagaimana kebiasaanku. Beliau bersabda. 'Tetap duduklah, engkau tak usah berdiri, wahai Ummul Mukmimin!' Beliau kemudian duduk meletakkan kepalanya pada pangkuanku, lalu tidur berbaring. Maka aku menghilangkan uban pada jenggotnya, aku dapati 19 rambut putih. Terpikirlah olehku bahwa beliau akan meninggalkan dunia sebelumku, sehingga tinggallah ummatnya tanpa Nabi. Maka aku menangis. Air mataku mengalir di pipi dan menetes pada muka beliau hingga beliau terbangun. Beliau bertanya, 'Gerangan apakah yang engkau tangisi wahai Ummul Mukmimin?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku ceritakan segalanya. Kemudian beliau bertanya, 'Keadaan manakah yang lebih hebat bagi mayat?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Tunjukkanlah, wahai Rasulullah,' kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bukankah engkau yang mengatakannya?' Aku menjawab, 'Tidak ada keadaan yang paling hebat bagi mayat daripada saat keluarnya mayat dari rumahnya, di mana anak-anaknya bersedih hati di belakangnya seraya berkata, 'Aduh ayah, aduh ibu,' dan ayah berkata, 'Aduh anakku.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menimpali, 'Itu hebat, tapi masih adakah yang lebih hebat?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabku, 'Tidak ada yang lebih hebat bagi mayat dari ketika ia diletakkan di liang lahat dan ditimbuni tanah di atasnya. Kerabatnya kembali, begitu pula anak dan kekasihnya. Mereka semua menyerahkan kepada Allah swt beserta amal perbuatannya. Maka datanglah Munkar dan Nakir dari dalam kuburnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahut Nabi, 'Adakah yang lebih hebat dari pada itu?'&lt;br /&gt;'Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi, 'Wahai 'Aisyah, sesungguhnya sehebat-hebat keadaan mayat adalah ketika orang yang akan memandikannya masuk ke rumahnya untuk memandikannya. Di kala itu ruhnya memanggil ketika ia melihat mayat dalam keadaan telanjang dengan suara yang seluruh makhluq mendengarnya, kecuali jin dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh: Wahai orang yang memandikan, kuminta kepadamu karena Allah, untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan sebab saat ini aku beristirahat dari seretan malaikat Maut. (Dan jika disiram maka ia berteriak begitu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat: Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu terlalu panas atau terlalu dingin, sebab tubuhku terbakar dari lepasnya ruh.&lt;br /&gt;Jika mereka memandikannya, maka berkatalah ruh: Demi Allah, wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menggosok aku dengan kuat, sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya ruh.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara alamiah, manusia itu berproses dari tidak ada menjadi ada, untuk kemudian tidak ada lagi. Keberadaannya dimulai dari ketika masih berupa janin dalam rahim seorang ibu. Dari ujud yang belum berbentuk hingga menjadi janin yang siap dilahirkan ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lahir seorang bayi belum bisa mendengar, melihat, dan berkata. Ia hanya bisa melakukan aktivitas yang sifatnya naluri, seperti menangis, gerak-gerak kecil, dan minum. Keberlangsungan hidupnya sangat bergantung pada pertolongan orang lain. Ia sangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bayi tumbuh menjadi kanak-kanak yang lucu, kemudian terus berkembang menjadi remaja, dan dewasa. Pada masa remaja dan dewasa inilah seorang manusia menjadi kuat dan sempurna pertumbuhan dan perkembangannya. Waktu terus berjalan, akhirnya seorang manusia memasuki usia tua. Kekuatan dan kesempurnaannya pelan-pelan sirna termakan oleh usia. Ia menjadi lemah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt menggambarkan hal ini dengan indah sekali. "Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS. Ar-Ruum: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara normal, itulah siklus kehidupan manusia di dunia. Dari lemah menjadi kuat, kemudian lemah kembali, untuk selanjutnya mati. Sudahkah kehidupan berakhir sampai di sini? Masih ada kehidupan yang lebih abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian secara alamiah pasti datang menjemput siapa saja. Karenanya kematian tidak perlu ditakuti. Sekalipun manusia bersembunyi dalam benteng yang paling rapat, maut pasti datang menjemput. Kepada sesuatu yang sudah pasti ini manusia hanya bisa pasrah menyerah. Dokter yang paling ahli sekalipun tak bakal mampu mencegah. Bahkan dirinya sendiri tak bisa melakukan apa-apa ketika malaikat maut datang mencabut nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan normal, Allah selalu memberi isyarat sebelum sesuatu itu terjadi. Sebelum datangnya hujan, terlebih dahulu Allah menghadirkan mendung. Sebelum tidur, manusia dibikin ngantuk. Sebelum mati, Allah memberi aba-aba dengan dua hal di atas, yaitu uban dan kemunduran fisik. Sebelum mati, terlebih dahulu Allah memberinya sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, aba-aba semacam ini kurang diperhatikan manusia, karena panjangnya angan-angan dan besarnya harapan tentang kehidupan di dunia. Akibatnya, kematian yang sudah pasti itu mereka lalaikan. Ketika kematian betul-betul datang, mereka kaget karena belum memiliki kesiapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Bisri, salah seorang tokoh Sufi meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah: "Sukakah kamu masuk surga?" Para sahabat menjawab, tentu, ya Rasulullah! Rasulullah bersabda, "Pendekkan angan-anganmu, gambarkan ajalmu di depan mata, dan jagalah baik-baik kesopananmu di hadapan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manfaat yang bisa dipetik dari mengingat maut ini. Seseorang yang merasa ajalnya sudah dekat akan bersungguh-sungguh dalam beribadah, serius dalam beramal shalih, dan berusaha untuk meninggalkan perbuatan yang sia-sia, serta membuang jauh-jauh perasaan malas untuk beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia akan menjadi zahid, tidak rakus pada dunia. Baginya dunia hanyalah jembatan yang bisa mengantarkannya ke surga atau neraka. Sebagai jembatan, dunia itu perlu dilalui dengan hati-hati. Kesalahan sedikit bisa berakibat fatal, yaitu tergelincir ke lautan neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengingat mati juga akan bersegera untuk bertaubat. Mereka tidak menunggu-nunggu lagi, sebab di pelupuk matanya sudah tergambar mayyit yang diusung ke keburan. Di hatinya malah sudah terukir berbagai nikmat surga yang akan didapat, atau siksa neraka yang mungkin menimpanya akibat berbagai kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat. Maka segala perbuatan dan tingkah laku yang menghalangi seseorang untuk melakukan ketaatan kepada Allah segera disingkirkan. Mereka senantiasa memilih jalan yang diridhai-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang panjang angan-angannya akan selalu menunda-nunda kebaikan. Mereka merasa bahwa masa hidupnya masih panjang, sementara berbagai kenikmatan dunia belum sempat dirasakan. Mereka ingin terus mengejar, sampai akhirnya kaget ketika malaikat maut datang untuk mengakhiri riwayat hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Rasulullah sering melontarkan do'a sebagai berikut: "Ya Allah, Aku berlindung kepadamu dari dunia yang menghalangi kebajikan untuk akhirat. Aku berlindung kepada-Mu dari kehidupan yang menghalangi kebajikan untuk mati. Dan aku berlindung pula kepada-Mu dari angan-angan yang mengganggu kebajikan untuk beramal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Bidayah, Imam Al-Ghazali berpesan, "Hendaknya Anda senantiasa merenungkan umur yang pendek di dunia, jika dibandingkan dengan tempat tinggal di negeri akhirat yang kekal sepanjang masa, meskipun Anda merasa bisa hidup selama seratus tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkan pula betapa susah, payah, dan hinanya Anda dalam mengejar dunia, sebulan atau setahun, dengan harapan Anda akan hidup selama dua puluh tahun, misalnya. Akan tetapi mengapa Anda enggan bersusah payah sedikit ketika hidup di dunia, agar Anda merasakan peristirahatan yang kekal di akhirat kelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi kita sekarang ini, Allah tidak mengharap agar kita mengurangi aktivitas keduniaan, sebab ummat Islam sekarang masih belum beranjak dari kemiskinan. Kita tetap berkewajiban untuk menuntaskankan tugas kekhalifahan di muka bumi dengan lebih banyak memberi kesejahteraan bagi penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela kesibukan kita mengurus dunia, jangan lupa mengurus kehidupan akhirat. Jika kita rela mengurus dunia dengan susah payah hanya sekadar untuk waktu yang sangat singkat, kenapa kita tidak bersungguh-sungguh menyiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9199464621292350049-855306601118353007?l=tausiyahhidup.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/feeds/855306601118353007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/bekal-mati-semasa-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/855306601118353007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9199464621292350049/posts/default/855306601118353007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tausiyahhidup.blogspot.com/2010/03/bekal-mati-semasa-hidup.html' title='Bekal Mati Semasa Hidup'/><author><name>CORETAN PENAKU</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04871336363600251041</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_Vl3MJWCaZK0/S3PSYOk0B0I/AAAAAAAAABA/J15-HVbhr0s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9199464621292350049.post-2802279041325300249</id><published>2010-03-01T02:41:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T02:41:35.793-08:00</updated><title type='text'>Amalan Lahir dan Amalan Batin</title><content type='html'>SYARIAT ialah amalan-amalan lahir yang diperintahkan kepada umat Islam baik wajib maupun sunat. Dan apa saja yang dilarang baik yang haram atau makruh termasuk juga amalan-amalan yang kedudukannya mubah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syariat lahir terbagi dua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        1. Hablumminallah&lt;br /&gt;        2. Hablumminannas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hablumminallah ialah amalan-amalan yang termasuk persoalan ibadah. Contohnya solat, puasa, zakat, haji, baca Al Quran, doa, zikir, tahlil, selawat dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hablumminannas ialah amalan-amalan lahir kita yang termasuk dalam bidang-bidang muamalat (kerja-kerja yang ada hubungannya dengan masyarakat), munakahat (persoalan kekeluargaan) dan jenayah serta tarbiah Islamiah, soal-soal siasah, fisabilillah, jihad dan persoalan alam beserta isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan HAKIKAT ialah amalan batin yang diperintahkan ataupun yang dilarang oleh Allah SWT kepada umat Islam. Amalan yang diperintahkan, dikenal sebagai sifat mahmudah (sifat-sifat terpuji) dan yang dilarang ialah sifat mazmumah (sifat-sifat terkeji).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat juga terbagi dua :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Berakhlak dengan Allah&lt;br /&gt;    2. Berakhlak dengan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk akhlak dengan Allah di antaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mengenal Allah dengan yakin&lt;br /&gt;    Merasakan kehebatan Allah&lt;br /&gt;    Merasa gentar dengan Neraka Allah&lt;br /&gt;    Merasa senantiasa diawasi oleh Allah&lt;br /&gt;    Merasa hina diri dan malu dengan Allah&lt;br /&gt;    Merasa redha terhadap setiap takdir dan ketentuan Allah SWT&lt;br /&gt;    Sabar dengan berbagai ujian Allah&lt;br /&gt;    Mensyukuri nikmat-nikmat pemberian Allah&lt;br /&gt;    Mencintai Allah&lt;br /&gt;    Merasa takut pada Allah atas kelalaian dan dosa-dosa&lt;br /&gt;    Tawakal kepada Allah&lt;br /&gt;    Merasa harap pada rahmat Allah&lt;br /&gt;    Rindu pada Allah&lt;br /&gt;    Senantiasa mengingat Allah&lt;br /&gt;    Rindu pada syurga Allah karena ingin bertemu dengan-Nya&lt;br /&gt;    Bentuk-bentuk akhlak kepada manusia :&lt;br /&gt;    Mengasihinya sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri&lt;br /&gt;    Merasa gembira di atas kegembiraannya dan turut berdukacita karena   &lt;br /&gt;    kedukacitaannya    &lt;br /&gt;    Menginginkan kebahagiaan untuknya di samping berharap agar musibah menjauhinya&lt;br /&gt;    Benci pada kejahatannya tetapi kasihan pada dirinya hingga timbul perasaan     &lt;br /&gt;    untuk menasehatinya&lt;br /&gt;    Pemurah padanya&lt;br /&gt;    Bertenggang rasa dengannya&lt;br /&gt;    Mengenang jasanya dan berusaha membalasnya karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan kesalahannya dan sanggup meminta maaf atas kesalahan padanya&lt;br /&gt;Kebaikannya disanjung dan diikuti, kejahatannya dinasehati dan dirahasiakan.&lt;br /&gt;Lapang dada berhadapan dengan macam-macam manusia, Bersikap baik sangka kepada  sesama orang Islam. Tawadhuk dengan sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya, syariat dan hakikat adalah perkara yang sangat penting untuk membentuk pribadi yang benar-benar bertakwa dan terlepas dari sifat-sifat munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita wajib mengamalkan keduanya secara serentak dan seiring. Namun mesti diakui bahwa tidak mudah bagi kita untuk mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menjelaskan hal itu dengan firman-Nya dalam surah Al Baqarah :&lt;br /&gt;Terjemahannya : "Mintalah bantuan dalam urusanmu dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu adalah sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa kepada-Nya lah mereka akan kembali." (Al Baqarah : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengatakan untuk menjadi orang yang sabar itu susah dan untuk menjadi orang-orang yang tetap mengerjakan shalat itu juga susah. Maknanya amalan lahir dan batin itu memang susah untuk diamalkan. Tetapi hal itu menjadi mudah bila kita dapat memiliki sesuatu yang lebih penting dari keduanya yaitu rasa khusyuk dengan Allah (rasa diawasi Allah setiap masa), yakni yakin dengan pertemuan dan pengembalian diri ke hadirat Allah SWT di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ kita akan faham bahwa di antara amalan lahir dan batin, yang mesti diberatkan dan didahulukan pada diri kita ialah amalan batin. Kita berusaha dulu mendapatkan rasa khusyuk atau yakin akan kewujudan Allah serta pertemuan kembali kita dengan-Nya di satu hari nanti, barulah kita akan memiliki kekuatan untuk mengamalkan syariat dan hakikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa rasa khusyuk itu, kita tidak akan dapat mengalahkan hawa nafsu dan syaitan yang senantiasa bersungguh-sungguh mengajak kita mendurhakai Allah.&lt;br /&gt;Itulah panduan kita untuk memperjuangkan Islam dalam diri kita. Yang mesti didahulukan ialah berusaha supaya hati kita berubah, dari hati yang tidak kenal Allah kepada hati yang khusyuk dan cinta kepada Allah. Dari hati yang lalai kepada hati yang senantiasa mengingat Allah.&lt;br /&gt;Bila hati sudah cinta pada Allah, kita akan merasa ringan dalam menerima dan mengamalkan syariat Allah lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKTI-BUKTI SUSAHNYA MENGAMALKAN AMALAN BATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAMALKAN syariat lahir adalah hal yang sulit. Buktinya lihat saja umat Islam hari ini tidak sedikit yang tidak shalat, tidak puasa, tidak membayar zakat, tidak dapat membaca Al Quran, tidak belajar agama, tidak menutup aurat, melakukan pergaulan bebas, ikut sistem riba, berzina, minum minuman keras, menipu, mengadu domba, fitnah-memfitnah dan macam-macam perbuatan yang semuanya sangat bertentangan dengan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam hari ini, yang bangga dengan keIslaman mereka adalah umat Islam yang gagal menegakkan syiar Islam dalam kehidupan rumah tangga dan masyarakat mereka. Bukannya mereka tidak tahu apa itu syariat Islam yang diperintahkan pada mereka, tetapi mereka tidak mampu melaksanakannya. Mereka lemah untuk melawan tuntutan hawa nafsu dan syaitan yang kuat menarik kepada jalan-jalan kejahatan dan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah susahnya untuk mengamalkan syariat Islam dan itu menjadi masalah besar yang dihadapi oleh mayoritas umat Islam hari ini. Namun, mengamalkan syariat batin jauh lebih susah daripada syariat lahir. Sebab amalan batin merupakan ilmu rasa (zauk) dan bukan ilmu kata, bukan sebutan dan teori tetapi merupakan rasa hati. Bukan saja orang yang lemah syariatnya tidak dapat melaksanakan syariat batin bahkan orang yang syariat lahirnya sudah kuat dan bagus masih belum dapat merasakan dan menghayatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya dapat kita rasakan sendiri. Meskipun sedikit banyak kita sudah melakukan syariat lahir seperti shalat fardhu, shalat sunat, puasa, zakat, haji, berjuang dan berjihad, belajar ilmu-ilmu agama bahkan mengajar orang lain menutup aurat, berdakwah dan lain-lain, tetapi kita masih lalai dari mengingat Allah dan tidak cinta pada-Nya, tidak ada rasa takut dengan kehebatan Allah serta hina diri dengan Allah. Tidak sabar berhadapan dengan ujian, tidak merasakan kuasa itu di tangan Allah, tidak merasa diri berdosa. Masih suka mengumpat, hasad dengki, cinta dunia, tidak ada rasa belas kasihan, tidak berlapang dada bila berhadapan dengan manusia yang beraneka ragam, sombong, pemarah, pendendam, jahat sangka, serakah, keras kepala, keluh kesah, putus asa, tidak redha dengan takdir, tidak bimbang dengan hari hisab, tidak takut Neraka, tidak rasa rindu dengan Syurga yang penuh kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menganggap kehebatan kita yang membuat diri kita mencapai kejayaan. Kita tidak merasakan bahwa kapan saja Allah bisa datangkan bencana dan mematikan kita. Karena merasa hebat maka kita membuat hutang, gila pangkat, membuat macam-macam rencana, tidak merasa kelemahan diri, tidak senang dengan kata nista orang, tidak senang dengan kelebihan orang yang menandingi kita, rasa menderita dengan kemiskinan, masih benci dengan orang yang tidak beramal (bukan rasa kasihan), masih merasa lebih bila berhadapan dengan orang yang tidak beramal, masih rasa terhina untuk menerima kebenaran dari orang lain, masih berat untuk mengakui kesalahan walaupun sadar kita sudah bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J
